Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
46. Rasa Iri.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Rasa Iri adalah rasa yang kini dirasakan oleh Deidara karena dirinya lebih dulu menikah,namun ia belum kunjung hamil sedangkan Sakura sang adik ipar,belum segenap sebulan usia pernikahannya,namun kini dirinya telah hamil. Tentunya Deidara merasa sedih,serta kecewa karena ia ingin sekali segera memiliki anak namun dirinya tak kunjung hamil padahal baik dia maupun Sasori sang suami mereka sehat,tidak ada masalah dalam tubuh mereka. Tidak lama kemudian Sasori sang suami pun masuk kedalam kamar,lalu melihat Deidara istrinya kini lagi melamun.


"Sayang". Ucap Sasori yang kini sudah duduk disamping Deidara.


"hmmm".Seru Deidara.


"Hah,apa kau tidak senang mendengar Sakura hamil".? Tanya Sasori.


"Aku senang Sasori-kun,namun juga iri karena kita sudah 3 bulan lebih menikah namun aku tak kunjung hamil,sedangkan Sakura pernikahan mereka belum sebulan tapi Sakura sudah positif hamil Un,kau tahu betul jika aku ingin anak segera ada dalam rumah tangga kita". Jawab Deidara.


Sasori yang mendengar itu pun menghela nafasnya dengan pelan lalu berkata.


"Sayang,kita sudah berusaha dengan sebaik mungkin tapi memang belum waktunya kita diberi tanggung jawab,untuk segera memiliki anak,jadi bersabarlah sayang".Kata Sasori.


"Iya sayang". Balas Deidara.


Sasori serta Deidara pun tidur karena sudah larut malam juga,serta besok mereka masih harus pergi untuk bekerja. Keesokkan harinya Karui sudah berada di mansion Haruno. Mebuki serta Karui mendiskusikan kehamilan Sakura saat ini.


"Mebuki-chan,apakah nggak apa-apa dengan kondisi Sakura, habisnya dia lagi magang saat ini".? Tanya Karui.


"Jangan khawatir kawan,kita akan menjaga Sakura dengan baik hingga cucu pertama kita bisa sehat hingga ia lahir kedunia ini". Jawab Mebuki.


Karui mengerutkan keningnya karena itu lalu berkata.


"Cucu pertama,emangnya Deidara menantumu belum hamil".Kata Karui.


"Belum,makanya aku sangat senang saat Sakura positif hamil, karena aku sudah ingin sekali menggendong serta bermain dengan cucu kita". Balas Mebuki.

__ADS_1


"Kau benar sekali Mebuki-chan hiyaah akhirnya sebentar lagi kita akan menggendong cucu kita,aku tidak sabar menanti hal itu terjadi.". Seru Karui.


Karui serta Mebuki kembali berdiskusi dengan sangat antusias tanpa mereka sadari,jika Deidara yang baru pulang dari butik miliknya mendengar itu semua,dan melihat bagaimana Karui begitu pun Mebuki ibu mertuanya bicara dengan sangat antusias,Deidara tentu berjalan pergi dari sana naik menuju kamarnya,dan Karui serta Mebuki melihat itu namun tidak menegurnya karena Deidara tampak buru-buru kelihatannya.


Skip.


Saat ini mereka semua sudah berada di satu restauran untuk makan malam bersama,sebagai bentuk perayaan kecil-kecilan karena Sakura membawa kabar suka cita buat mereka semua. Deidara sebenarnya tidak mau ikut,tapi jika itu terjadi pasti Sasori berserta keluarganya tersinggung karena itu. Sakura pun makan dengan sedikit karena merasa mual,hingga Karui yang melihat itu pun bertanya dengan khawatir.


"Nak,kenapa makan sedikit sekali kau harus makan banyak nak".? Tanya Karui.


"Mama,jangan khawatir jika rasa mualku berangsur hilang maka aku pasti akan makan banyak". Jawab Sakura menenangkan hati ibu mertuanya.


"Jangan khawatir kawan,biasanya rasa mual akan hilang jika kandungannya sudah 4 atau 5 bulan,tapi tergantung juga dari kondisi tubuh kita sendiri". Timpal Mebuki.


"Iya,dulu aku ingat sekali mual sampai tidak mau mencium aroma parfum Sakumo bahkan tidak mau tidur seranjang dengannya". Kata Karui.


Sakumo yang mendengar itu pun menghela nafasnya dengan kasar mengingat masa suram itu,dan Sakura terkekeh kecil karena itu lalu berkata.


"Baguslah sayang,dan Kakashi ingat jangan menyentuh Sakura dulu sampai kandungannya kuat benarkan Mebuki-chan". Balas Karui.


"Iya benar nanti kau boleh menyentuh Sakura saat kandungannya sudah 6 bulan keatas,itupun ada tekniknya nanti di arahkan sama dokter kandungan yang menangani Sakura,untuk saat ini tahan dulu bisakan Kakashi". Timpal Mebuki.


Kakashi menganggukkan kepalanya mendengar nasehat dari ibu mertuanya itu.


"Baik Kaa-san, aku juga tidak ingin hal buruk terjadi pada buah hati kami jadi sebisa mungkin aku akan menjaga Cherryku ini". Seru Kakashi dengan mantap.


"Benarkah Kashi-nii,kemarin saat kita mandi sama-sama saja kau hampir makan aku". Goda Sakura.


Kakashi mengusap tengkuknya karena itu sedangkan para orang tua sudah terkekeh karena itu,dan Sakura tentu menyadari jika yang tidak berminat dengan obrolan mereka adalah Deidara sang kakak ipar,begitu pun kakaknya.

__ADS_1


"Kak,apakah kau tidak mau memberikan selamat padaku".? Tanya Sakura.


"Selamat Dek,kakak sendiri masih begitu kaget kemarin kau masih menempel pada kakakmu ini,sekarang kau sudah menikah bahkan sebentar lagi kau jadi ibu apalagi bisa dibilang pernikahan kalian belum ada sebulan tapi kau sudah hamil dek". Jawab Sasori.


Kakashi tentu tidak senang mendengar itu lalu menatap dingin Sasori,sedangkan para orang tua mengerutkan keningnya karena mendengar itu. Sakura tentu menatap Sasori dengan pandangan kecewa miliknya,ia tidak menyangka sang kakak bisa mengatakan hal itu padanya. Ingat yah ibu hamil itu sensitif jadi gampang tersinggung.


"Jadi maksudmu kak,aku tidak boleh hamil walaupun pernikahanku belum sebulan begitu".? Tanya Sakura dengan datar.


"Jangan salah paham dek,bukan maksud kak.Perkataan Sasori terpotong oleh teriakkan Sakura.


"AKU HAMIL KARENA JAUH SEBELUM AKU,DAN KASHI-NII MENIKAH KAMI SUDAH TIDUR BERSAMA KAMI MELAKUKAN ITU,SAAT AKU KEKANTOR KASHI-NII APA YANG SALAH JIKA AKU MELAKUKANNYA SUDAH ATAU SEBELUM MENIKAH,KAMI TETAP BERSAMA,APA KAU JUGA MAU BILANG ANAKKU INI TIDAK SAH KARENA HADIR SEBELUM AKU MENIKAH GITU,APA KARENA KALIAN YANG LEBIH DULUAN NIKAH,JADI KALIAN BERPIKIR HARUSNYA ISTRIMU DULU HAMIL TERUS AKU TIDAK BOLEH BEGITU,KARENA PERNIKAHANKU BELUM SEBULAN SEKALIAN SAJA KALIAN SEBARIN DI LUAR SANA HATAKE SAKURA HAMIL DI LUAR NIKAH,BIAR PUAS KALIAN BERDUA APA SALAHKU JIKA AKU LEBIH DULU HAMIL DARI ISTRIMU,AKU TANYA SALAHKU DIMANA JIKA AKU LEBIH DULU HAMIL DARI DEIDARA-NEE". Teriak Sakura dengan keras untunglah ruangan mereka private jadi ruangannya kedap suara.


Sakura merasakan kram pada perutnya bahkan wajahnya sudah pucat saat ini,serta keringat dingin mulai menjalar di tubuh Sakura. Kakashi dengan sigap memeluk Sakura lalu mengecup keningnya tidak lupa mengelus belakangnya,dan Mebuki kini memeriksa kondisi Sakura begitu juga Karui yang sangat khawatir terjadi hal buruk pada janin Sakura. Kiazhi tentu menatap tajam sang putra serta sang menantu,sedangkan Deidara tentu saja sudah salah dengan sikapnya yang dingin pada Sakura hanya karena iri membuat dirinya sampai marah sama adik iparnya itu.


"Sayang tenanglah,kami tidak masalah sama semuanya karena Kakashi adalah pria bertanggung jawab,bahkan aku serta Karui sudah bisa menebaknya karena bagaimana pun Kakashi adalah laki-laki dewasa,punya hasrat yang harus dia salurkan jadi jangan menjadikan ini sebagai bebanmu,karena kami senang kau memberikan cucu pada kami yang memang sudah ingin sekali menggendong cucu". Jelas Mebuki.


"Itu benar sayang,jadi jangan khawatir kami tidak marah malah senang,fokus saja pada Kakashi serta janinmu sayang jangan pernah pedulikan tanggapan orang lain padamu,mereka hanya iri padamu makanya sampai menyakiti hatimu verbal mereka". Tambah Karui menyindir Deidara.


Sakura yang sudah merasa lebih baik pun berdiri lalu berkata.


"Tou-san,Kaa-chan,mama,papa aku serta Kashi-nii pulang duluan karena aku lelah mau istirahat". Kata Sakura.


"Tentu sayang ayo kita pulang,karena sudah larut juga". Balas Mebuki.


Kakashi pun menggendong Sakura ala bridal style lalu berjalan pergi dari sana,begitu pun para orang tua pergi meninggalkan Sasori serta Deidara tanpa berbicara pada mereka,sudah jelas mereka sangat kecewa dengan sikap Sasori serta Deidara.


"Inikan yang kau mau sayang,apa kau sudah puas mendengar semuanya". Setelah mengatakan itu Sasori beranjak pergi dari sana.


Deidara tentu mengejar Sasori sang suami untuk minta maaf atas apa yang sudah lakukan,tidak seharusnya Deidara bersikap kekanakan seperti ini.

__ADS_1


TBC.


See You Next Chap.


__ADS_2