Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
36. Melepas Rindu.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Di Mansion Namikaze.


Kini Sasuke serta Naruto sudah berada di mansion Namikaze setelah,Naruto makan ramen favoritnya sebanyak 2 mangkuk besar hingga ia merasa kenyang habisnya sekalipun Newyork ada yang menjual namun rasanya sangat berbeda,dari yang sering di makan oleh Naruto makanya dalam 3 tahun ia hanya 2 kali makan ramen. Kini ia sudah berada di kamarnya untuk mandi karena badannya terasa lengket,begitu shower membasahi tubuh Naruto ia pun tersenyum namun jika kalian lihat lebih dekat itu adalah senyum sendu,bahkan air matanya perlahan-lahan turun. Sebenarnya alasan dirinya ke Konoha lebih cepat adalah ia sangat penasaran siapa mantan kekasih dari Sasuke.


Saat mendengar perdebatan kedua orang tuanya dengan Kurama ia dengan jelas mendengar,saat sang kakak berkata jika dirinya akan benci pada gadis itu karena merebut Sasuke dari sahabatnya sendiri. Dirinya hanya punya 2 sahabat perempuan yaitu Hyuga Hinata yang merupakan sahabat satu kampusnya di jurusan Ilmu Sosial,dan Haruno Sakura sahabat SMAnya serta sudah jelas jika Hinata bukan pelakunya karena mereka selalu bersama di kampus,dan Hinata sendiri sudah memiliki tunangan a.k.a Otsutsuki Toneri yang merupakan teman relasi bisnisnya sendiri.


Jadi sudah jelas jika hanya Sakura yang bisa dia curigai sehingga malam itu ia nekat telepon untuk curhat pada Sakura,dan Naruto bisa melihat jika sahabatnya malam itu sangat bahagia bahkan ia juga bisa melihat jepitan rambut yang sama persis dengan apa yang Sasuke beli saat ia tidak sengaja melihatnya,dan Naruto sudah jelas tahu jika itu bukan untuk dirinya serta yang membuat Naruto tambah yakin karena tidak lama setelah ia bilang pada Sasuke jika dirinya tahu jika Sasuke sudah punya kekasih,tidak lama kemudian Sakura tiba - tiba curhat padanya,jika dirinya sudah putus dari kekasihnya. Itulah yang membuat spekulasi Naruto bertambah kuat jika Sakuralah sosok kekasih dari Sasuke.


Apalagi tadi saat Sasuke memeluknya dari belakang,ia bisa melihat reaksi kaget dari mata Sakura serta Naruto tahu jika Sakura menutupi rahasia darinya maka dia akan gugup,dan Naruto melihat semua itu dengan jelas. Naruto menghela nafasnya dengan pelan,mungkin ia akan mencoba memancing Sasuke untuk mengatakan siapa nama mantannya untuk tahu bagaimana reaksi Sasuke saat mendengar pertanyaannya itu. Naruto pun menyudahi acara mandinya,ia pun memakai bathrobenya lalu berjalan keluar dari kamar mandi.


Kini Naruto sudah berpakaian hanya menggunakan hotpants saja tidak lama kemudian handphonenya berbunyi,dan itu dari nomor yang tidak dikenalnya karena takut takut jika itu clien yang menelponnya,Naruto pun menggeser icon hijau untuk menjawabnya.


"Halo ini dengan siapa".


"Halo aku Yamanaka Ino".


"Apa kita pernah terlibat kerja sama atau hal lainnya".


"Tidak,bisa kita bertemu aku ingin memberitahukan hal penting padamu".


"Hal penting apa itu".

__ADS_1


"Aku tidak bisa bilang di telepon,apa besok kau ada waktu".


"Besok jam tiga sore baru aku bebas dari pekerjaan serta kuliah onlineku".


"Baiklah jam empat sore kita ketemu di cafe nineteen yang tidak jauh dari kampus Konoha".


"Okey,kita akan ketemu besok".


"Ok,dan aku harap jangan bilang pada siapapun termasuk Sasuke tentang pertemuan kita".


"Baiklah Yamanaka-san aku tidak akan bilang pada siapapun".


"Baiklah Uzumaki-san sampai jumpa besok".


"Iya,Yamanaka-san".


"Hn Dobe,tidak ada bajumu yang lain"?. Tanya Sasuke karena tidak suka asetnya kini dilihat oleh semua orang.


"Belum bongkar koper Teme,masih capek lagian hanya kita berdua saja dalam mansion ini semua maid berada di bunglau belakang". Jawab Naruto.


"Hn Dobe". Seru Sasuke yang sudah berdiri.


Sasuke pun menghampiri Naruto lalu membawanya kembali naik menuju kamar,kini mereka sudah berada di kamar serta Naruto sudah duduk di kasur sambil melihat Sasuke yang kini sudah mengeluarkan semua baju Naruto dari koper,dan mengaturnya di lemari. Helaan nafas keluar dari bibirnya ia pun bertanya.

__ADS_1


"Teme,nama mantanmu siapa".? Tanya Naruto.


Sasuke yang mendengar itu pun menatap Naruto yang kini menatapnya,dengan pandangan teduh mliknya. Sasuke berjalan menghampiri Naruto begitu sudah sampai ia langsung membawa Naruto untuk duduk di atas pangkuannya. Sasuke pun memeluk tubuh sang matahari dengan sangat erat.


"Hn,apa itu penting Dobe".? Tanya Sasuke.


"Tentu saja sangat penting Teme,karena aku ingin tahu siapa gadis cantik itu sehingga bisa membuat sahabatku yang dingin serta kaku ini,berubah jadi pria romantis". Jawab Naruto sambil tersenyum.


"Hn,dan kau tahu Dobe jika aku hanya mencintaimu seorang". Kata Sasuke dengan semakin erat memeluk tubuh Naruto.


"Jika benar kau hanya mencintaiku saja,maka kau akan jujur padaku Teme,tapi tidak apa-apa jika memang aku tidak berhak untuk tahu semuanya". Balas Naruto sambil memalingkan wajahnya saat ini ia tidak ingin menatap Sasuke saat ini.


Sasuke mengenggam tangan Naruto dengan erat lalu mengecupnya dengan lembut,dan Sasuke pun berbicara.


"Hn,aku akan cari waktu yang tepat untuk mempertemukan kalian Dobe serta saat itu terjadi yakin serta percayalah jika hanya dirimu pemilik dari hatiku". Ujar Sasuke.


Naruto diam saja mendengar semua itu kecurigaannya semakin kuat,karena kedua keluarganya sendiri ikut menyembunyikan hal itu maka artinya ia orang terdekat yang di kenalnya. Naruto merasakan dadanya kembali sesak hingga ia pun merilekskan gejolak yang di rasakan oleh hatinya saat ini.


Sasuke tentu saja merasakan perasaan bersalah dalam hatinya saat ini,andaikan saat itu ia tetap menolak perasaan Sakura semuanya tidak akan menjadi rumit sampai seperti ini. Apalagi Sasuke sudah jelas tahu jika Sakura adalah sahabat Naruto, namun ia tetap menerima ungkapan cinta Sakura karena terbawa emosi,karena untuk pertama kalinya Sasuke harus berada sangat jauh dari Naruto,namun ini salahnya juga karena menganggap beasiswa Naruto adalah candaan semata. Mereka terus berpelukkan satu sama lain melepaskan rindu yang di rasakan oleh Sasuke serta Naruto,hingga perkataan Naruto membuat jantung dari Sasuke seperti lari marathon saat ini.


"Teme aku benci kebohongan serta penghianatan sekali pun itu sahabatku jika dia terbukti mengkhiantiku maka aku akan sangat membencinya Teme karena aku tidak suka musuh dalam selimut Teme berpura-pura baik didepanku namun di belakangku tidak seperti serigala berbulu domba". Ujar Naruto.


Sasuke tentu semakin erat memeluk Naruto,dan secepatnya ia akan mengatur semuanya agar Naruto bisa mengetahui semuanya,serta Sasuke juga akan menanggung semua konsekuensi dari apa yang sudah dia lakukan. Sekalipun Sasuke serta Naruto belum resmi mengungkapkan perasaan namun mereka sudah berjanji akan terus bersama-sama sampai maut yang memisahkan mereka.

__ADS_1


TBC.


See You Next Chap.


__ADS_2