Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
30.Shine Boutique.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Sakura kini sudah selesai kuliahnya tepat jam satu siang ia pun menunggu Kakashi untuk menjemput dirinya,namun saat dirinya berjalan keluar karena sebentar lagi Kakashi sudah sampai harus berhenti karena langkahnya di hadang oleh Ino. Tentu saja Sakura mendengus dengan kesal karena Ino terus saja mengusiknya padahal dirinya tidak lagi berhubungan dengan Sasuke saat ini. Ayolah jika Sakura tidak harus ke butik saat ini,sudah jelas ia akan meladenin Ino. Sakura pun memilih untuk berjalan pergi dari sana,namun langkahnya kembali terhenti karena ucapan Ino.


"Ku rasa dirimu benar-benar menyerah serta pasrah harus berpisah dengan Sasuke-Kun". Ucap Ino.


"Ck,dekatilah Sasuke jika memang kau sangat ingin bersamanya itu pun jika kau berhasil karena lihat saja dirimu kau pikir Sasuke akan tertarik dengan gadis dandanan menor sepertimu". Seru Sakura sambil mengejek Ino.


Ino tentu mengepalkan tangannya lalu ingin menampar Sakura namun tertahan karena kini Kakashi sudah menahan tangan Ino, bahkan sedikit meramas tangan Ino hingga Ino meringgis sakit karena itu,dan Kakashi pun mendorong agar Ino menjauh,hingga kini mereka jadi pusat perhatian karena saat ini pemilik dari kampus Konoha sudah muncul di hadapan mereka semua. Tayuya yang melihat sahabatnya dalam masalah dengan sigap membantunya.


"Ino-chan kau tidak apa-apakan".? Tanya Tayuya.


"Tidak,ck apa sekarang kau berlindung dibalik Hatake kau gagal agar bisa menyandang marga Uchiha,sekarang kau menggoda seorang pemilik kampus kau benar-benar sudah berubah jadi sugar baby,apa perusahaanmu mau bangkrut sehingga kau mendekati semua orang yang berpengaruh di Konoha,benar-benar mur@han,tidak ku sangka orang tuamu melahirkan j@l@ng kecil se. Perkataan Ino terpotong dengan Sakura sudah menampar pipi Ino dengan sangat keras,bahkan karena kerasnya Ino sampai merasakan telinganya berdengung saat ini,jangan lupa jika Sakura itu jago beladiri.


Ino tentu merasakan panas pada pipinya bahkan ia merasakan darah segar keluar dari bibirnya saat ini. Sakura tentu langsung menjambak rambut Ino ia tidak terima karena Ino sudah berani menghina orang tuanya,jika Ino mencaci-makinya dari A-Z Sakura tidak peduli tapi jangan pernah menghina orang tuanya.


"Hinalah aku sepuas hatimu tapi jangan pernah menghina orang tua ku". Seru Sakura.


Kini mereka semua sudah menonton hal tersebut termasuk Sasuke bersama sahabatnya,Ino yang melihat itu pun langsung mendorong Sakura lalu menghampiri Sasuke.


"Sasuke-Kun,lihatlah Sakura dia tidak terima jika aku bilang kalian sudah putus". Adu Ino pada Sasuke.


Sasuke tentu menatap dingin Ino lalu berbicara.


"Kenapa kau mengurus hal privasi orang lain Yamanaka aku mau putus dengan siapa saja itu urusanku,dan aku tidak peduli Sakura mau terima atau tidak,jadi jangan pernah mencari muka di depanku aku jijik melihat gadis sepertimu". Setelah mengatakan itu Sasuke pun pergi dari sana.


"Mendokusai na". Seru Shikamaru sambil menguap bosan lalu pergi dari sana mengikuti langkah Sasuke namun sebelum itu ia memperingati Ino.


"Jangan cari masalah dengan Sasuke,jika kau nekat silahkan tapi ku yakin saat itu terjadi kau akan menyesal karena sudah cari masalah dengan Sasuke". Peringat Shikamaru.


Shikamaru berjalan pergi dari sana cinta memang merepotkan,dan Ino tentu saja tidak terima hal ini ia akan membuat Sasuke bertekuk lutut di kakinya. Kakashi pun menarik tangan Sakura untuk pergi dari sana,tentu saja mereka kini bergosip tentang kedekatan Sakura,dengan pemilik kampus. Ino berjalan pergi dari sana bersama Tayuya,sudah jelas Ino akan membalas tamparan Sakura lebih dari yang Sakura berikan padanya hari ini.


...🌸🌸🌸🌸...


Kini Kakashi serta Sakura sudah berada di cafe untuk makan siang,dan Sakura sudah jelas masih marah ia benar-benar belum puas untuk menampar Ino ingin rasanya Sakura merobek mulut Ino saat ini,berani sekali ia menghina orang tuanya. Kakashi menepuk pelan tangan Sakura lalu menggenggam nya dengan pelan.


"Sudah cherry". Seru Kakashi.


"Sudah katamu,dia menghina orang tuaku calon mertuamu kenapa kau diam saja,dan aku tahu kita memang di jodohkan jadi bagimu mungkin tidaklah penting karena yang dihina bukan orang tua dari gadis yang kau cintai,berbeda bukan jika orang tua dari Hanare-san sudah jelas kau akan maju memasang badanmu". Setelah mengatakan itu Sakura berjalan pergi dari sana.


Kakashi tentu mengejar langkah kaki Sakura namun saat di luar cafe sudah tidak ada,tentu Kakashi menghela nafasnya dengan pelan kenapa semuanya jadi begini ada saja yang terjadi apa benar sebelum pernikahan banyak ujiannya,Kakashi pikir itu hanya mitos saja nyatanya mereka belum tunangan saja sudah ada masalah yang menganggu mereka. Kini Sakura telah sampai di butik Shine milik dari Karui,tentunya ia dapat alamatnya dari sang Kaa-chan bahkan Sakura harus berbohong pada sang Kaa-chan agar ia bisa dapat alamatnya,karena Kakashi tidak bersamanya.


Sakura kini sudah masuk kedalam butik tentu Karui langsung menyambut calon menantunya itu.

__ADS_1


"Selamat datang sayang,dimana Kakashi kenapa kalian tidak sama-sama kemari".? Tanya Karui.


Saat Sakura mau menjawab Kakashi sudah datang tentunya Karui menghela nafasnya dengan lega,ia pikir Kakashi membuat Sakura kemari seorang diri,padahal apa yang Karui pikirkan benar adanya Sakura kemari seorang diri saja,ia bahkan belum makan siang.


"Baiklah mari kita mulai saja kalian langsung di ukur". Kata Karui.


"Iya Aunty". Balas Sakura.


Karui pun langsung meminta pegawainya untuk mengukur Kakashi serta Sakura,dan sepanjang pengukuran Sakura hanya diam saja dirinya masih emosi saat ini jika tidak mengingat senyum Mebuki sang Kaa-chan,sudah jelas Sakura kini tidak akan berada butik. Setelah pengukuran baju selesai. Karui pun bertanya.


"Sayang kau belum pilih gaun pertunanganmu walaupun hanya kita saja,namun dirimu pun harus tampil menawan agar putraku semakin terpesona denganmu sayang".? Tanya Karui.


"Aku tidak peduli sama semua itu". Jawab Sakura yang hanya bisa dia ungkapkan dalam hatinya.


"Aunty saja yang pilihkan karena aku tidak pandai dalam memilih gaun,karena selama ini aku lebih suka memakai jeans daripada gaun". Ucap Sakura dengan selembut mungkin namun Karui tahu jika saat ini suasana hati Sakura lagi tidak baik entah apa yang sudah terjadi sebelum dia kemari.


Karui menghela nafasnya dengan pelan apa rencananya sudah benar saat ini,apa salah jika dia menginginkan Sakura menjadi menantunya. Kakashi pun berdehem pelan lalu berkata.


"Kaa-chan,kan pertunangan kami hanya para keluarga saja jadi nggak apa-apa bukan jika Sakura hanya tampil secara sederhana saja". Kata Kakashi.


"Tentu tidak masalah nak,Sakura tampil secara sederhana saja sudah tampil sangat cantik". Balas Karui dengan tersenyum.


Sakura yang mendengar itu tentu mendengus sudah jelas Karui berbohong,bukankah di awal Karui ingin dia tampil menawan agar Kakashi terpesona padanya. Sakura benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya semua ini karena Ino,ditambah Kakashi yang diam saja tidak membelanya membuat Sakura muak tentunya,Sakura sadar diri kok kenapa Kakashi tidak membelanya karena dia bukan Hanare karena sudah tidak tahan,Sakura langsung pamit terpaksa ia berbohong lagi dengan pura-pura angkat telepon.


Sakura pun langsung membungkukan badannya.


"Maaf aunty aku harus pamit ada dosen yang masuk untuk ganti jammya". Setelah mengatakan itu Sakura berjalan pergi dari sana dia tidak lagi menunggu ucapan Karui.


Karui menghela nafasnya dengan pelan lalu berkata.


"Kaa-chan akan bicarakan pada Mebuki-chan,jika perjodohan kalian dibatalkan saja,karena Kaa-chan tidak mau memaksa Sakura-chan lagi daripada ia tertekan seperti ini". Kata Karui.


"KAA-CHAN". Teriak Kakashi ia tidak suka mendengar hal itu dari mulut sang Kaa-chan.


Karui tentu terkejut mendengar sang putra berteriak padanya ini pertama kalinya Kakashi berteriak padanya,begitu juga para pegawai kaget karena itu.


"Kaa-chan,sudah membawakan Sakura untukku tidak akan kubiarkan jika Kaa-chan menjauhkannya dariku,jadi pernikahan kami tetap akan lanjut seperti keinginan Kaa-chan,ini bukan karena aku ingin Kaa-chan bahagia,namun aku pun tidak bisa melepaskan gadis yang sudah berhasil membuatku bahagia hanya dengan tingkah kecilnya,walaupun saat ini perasaanku belum jelas namun satu hal yang perlu Kaa-chan tahu jika aku hanya menginginkan Sakura sebagai Nyonya Hatake,tidak ada yang bisa menggantikan posisinya ingat itu Kaa-chan". Setelah mengatakan itu Kakashi pun pergi dari sana untuk bertemu dengan Sakura sudah jelas jika ia harus bisa menenangkan amarah yang di rasakan Sakura saat ini.


Karui yang mendengar itu tentu saja tersenyum senang ia tidak menyangka jika sang putra sudah mulai membuka hatinya untuk Sakura,dan Karui pun bersemangat kembali untuk menyiapkan semuanya.


...🌸🌸🌸🌸...


Kini Sakura sudah berada di kamarnya ia membanting dirinya di kasur,moodnya benar-benar buruk saat ini,Sakura bahkan sampai bertindak tidak sopan pada Karui. Tidak lama kemudian handphonenya berbunyi,Sakura pun mengangkatnya dengan ketus.

__ADS_1


"Halo"


"Kau kenapa Saki".


"Eh Naru,aku tidak tahu jika kau yang telepon habisnya aku langsung angkat".


"Tidak apa-apa,dan ada apa denganmu".


"*Aku lagi marah,calon tunanganku diam saja saat calon mer*tuanya dihina begitu saja".


"Tunggu dulu apa kau menerimanya sebagai calon suamimu".


"Tentu saja aku terima Naru semua agar Kaa-chan tidak pusing memikirkan kebahagiaanku".


"Ck,santai lah Saki aku tanya dirimu baik-baik juga".


"Maaf,aku benar-benar emosi saat ini".


"Baiklah,tenangkan dirimu dulu dan menurutku jika calon suamimu tidak mungkin bukan memukul seorang gadis".


"Bagaimana kau tahu jika yang menghinaku seorang gadis".


"Saki,sahabatku yang cerewet,kasar,jika dia seorang laki-laki tidak mungkin bukan kau mengomel saat ini karena calon suamimu sudah pasti menghajarnya,ck kecuali dia benar-benar tidak peduli padamu baru dia seperti itu".


"Sudahlah aku nggak mood untuk membahasnya lagi".


"Baiklah sudah dulu,aku sampai lupa jika aku menelponmu untuk bilang bulan depan aku sudah di Konoha".


"Benarkah Naru serius".


"Iya aku serius,aku lebih dulu pulang untuk membantu persiapan disana,apalagi aku juga membantu aunty mempersiapkan pernikahan Deidara-nee".


"Hiyyaah aku tidak sabar ketemu denganmu,dan jangan lupa oleh-oleh buatku".


"Tentu,baiklah sampai jumpa Saki.".


"Iya Naru sampai jumpa".


Sambungan telepon pun terputus begitu saja Sakura kini sangat senang karena sebentar lagi ia akan ketemu dengan sahabatnya, Sakura bahkan sudah melupakan sedikit kekesalannya. Sakura pun memutuskan untuk tidur siang karena ia mengantuk saat ini.


TBC.


See You Next Chap.

__ADS_1


__ADS_2