Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
49. Kembalinya Masa Lalu Kakashi.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Saat ini Kakashi belum pulang ke apartemen pasalnya banyak sekali dokumen yang harus dikerjakan oleh nya,hingga Kakashi pun memilih membawa pulang semua pekerjaannya karena saat ini sudah pukul 7 malam,dan Sakura sudah jelas akan menunggunya untuk makan malam. Kakashi pun berlalu keluar dari kantornya,dan saat ia ingin masuk kedalam mobil miliknya ada yang sudah memanggilnya,tentu saja jantung Kakashi berdetak sangat cepat saat ini karena suara yang tidak pernah didengarnya selama hampir 7 tahun kini di dengar lagi olehnya.


"Kakashi-Kun". Panggilnya.


Kakashi pun langsung masuk ke dalam mobilnya lalu membawa mobilnya pergi dari kantor,karena Sakura jauh lebih penting daripada wanita itu tentu saja wanita tersebut tersenyum sendu,apa sebegitu bencinya Kakashi padanya bahkan sudah 7 tahun berlalu apa Kakashi belum bisa memaafkan dirinya.Dia pun berlalu pergi dari sana,mungkin nanti dia coba lagi untuk bicara serta menemui Kakashi.


Di Apartemen.


Kakashi sudah sampai di apartemen serta ia bisa melihat Sakura yang kini lagi menyiapkan makan malam buat nya,dan perut sang istri sudah semakin besar karena kandungan Sakura sudah masuk 7 bulan saat ini artinya 2 bulan lagi sang istri melahirkan. Kakashi dengan sigap berjalan lalu mendekap tubuh Sakura dengan erat,tentu saja Sakura kaget karena itu lalu tersenyum karena sang suami sudah pulang.


"Kau sudah pulang Kashi-nii,padahal kau bilang akan lembur makanya aku menata makan malam untukmu sebelum aku tidur". Ucap Sakura.


"Hmm aku tidak bisa lembur,karena istriku di rumah sudah menungguku pulang,dan aku tidak bisa tenang tanpa melihatmu Cherry". Seru Kakashi.


"Tapi maaf Kashi-nii,karena aku sudah makan habisnya anak kita sudah meronta jika aku tahu kau pulang lebih awal aku pasti menunggumu". Jelas Sakura.


"Hmm tidak apa-apa Cherry". Seru Kakashi.


Sakura tentu bingung apa yang terjadi sama sang suami hingga kini ia menemani sang suami untuk makan malam,bahkan setelah makan malam Sakura melihat Kakashi yang kini sudah melamun,dan ia pun memijit pelan bahu Kakashi agar sang suami bisa rileks. Kakashi bisa merasakan rileks pada tubuhnya,dan ia pun menyentuh tangan Sakura lalu berkata.


"Ayo kita tidur Cherry". Kata Kakashi.


"Iya Kashi-nii". Balas Sakura.


Kakashi membantu Sakura untuk berbaring setelah itu ia pun merebahkan tubuhnya,dan menatap langit kamar dengan pikiran yang terus berkecamuk dalam dirinya,mengapa setelah tujuh tahun wanita itu kembali masuk dalam hidupnya,disaat dirinya sudah membangun rumah tangganya,dan Sakura menyentuh lengan Kakashi lalu bertanya.


"Kashi-nii,ada masalah".? Tanya Sakura.


"Tidak ada Cherry,cuma capek saja karena banyak sekali pekerjaan hari ini tidurlah lebih dulu,soalnya masih banyak laporan yang harus aku periksa". Jawab Kakashi yang sudah bangun kembali dari tidurnya.


Sakura tentu tersenyum sendu karena sepertinya Kakashi tidak ingin membagi masalahnya,dan Kakashi pun beranjak pergi menuju ruang kerjanya sesaat Kakashi pergi bunyi handphonenya tentu saja Sakura ragu,karena ada yang menelpon Kakashi namun nomor baru hingga panggilan berakhir begitu saja,tidak lama kemudian bunyi pesan masuk. Sakura bisa melihat notifikasi tanpa harus membuka pesan,dan seketika jantungnya berdetak sangat cepat saat ini,karena membaca pesan tersebut.


Isi Pesan.


Kakashi-Kun,maaf aku dapat nomormu dari Genma,dan aku ingin ketemu jika kau bisa tolong datang ke cafe xxxx besok jam 5 sore.


Sakura menyimpan handphone Kakashi di atas nakas jadi apa ini yang membuat Kakashi tidak fokus padanya,dan Sakura pun tidur lalu mengelus perutnya karena merasakan sedikit tegang saat ini.


"Tenanglah sayang,mommy akan kuat demi kalian berdua". Inner Sakura


Sakura pun memejamkan matanya untuk tidur saat ini walaupun pikirannya terus berkelana,namun Sakura memaksa agar ia bisa tidur saja. Keesokkan paginya Sakura lebih dulu bangun serta tidak melihat Kakashi disampingnya bahkan handphonenya pun sudah tidak ada,dan Sakura pun keluar dari kamar hingga ia bisa mendengar suara orang berbicara dari ruang kerja Kakashi,dan Sakura pun mendekat untuk mengetahui semua itu hingga jantungnya berdetak sangat cepat saat ini.


"Untuk apalagi kau menghubungiku Hanare".


"........."


"Aku tidak ingin bicara apapun lagi padamu hubungan kita sudah lama berakhir sejak kau memutuskan untuk menikah dengan Raido".


"........."


"Baiklah aku akan datang ke cafe tapi ini untuk pertama serta terakhir kalinya".


Sakura tentu beranjak menuju dapur saat ini bahkan ia merasakan kram pada perutnya,mengapa Kakashi ingin ketemu mantannya apa selama ini mereka selalu ketemu secara diam-diam,semua pikiran buruk itu menguasai pikiran Sakura saat ini. Tidak lama kemudian Kakashi membulatkan matanya melihat Sakura yang sudah bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Cherry kau sudah bangun". Kata Kakashi dengan sedikit terkejut.


"Mengapa kau terkejut,melihat aku sudah bangun".? Tanya Sakura dengan ketus.


"Tidak,habisnya tadi kau masih tidur nyenyak Cherry sudah aku akan membuatkan sarapan serta susumu". Jawab Kakashi.


"Tidak usah aku bisa buat sendiri". Seru Sakura sambil menyiapkan susunya serta sarapannya sendiri.


Kakashi mengerutkan keningnya mengapa Sakura tiba-tiba seperti ini,hingga Kakashi pun mendekat lalu mendekap tubuh Sakura namun Sakura dengan cepat mendorong Kakashi lalu berkata.


"Jangan menyentuhku". Kata Sakura dengan dingin.


"Cherry ada apa denganmu".? Tanya Kakashi dengan sabar.


"Aku tidak ingin disentuh olehmu". Jawab Sakura.


"Baiklah jika kau tidak mau". Seru Kakashi.


Sakura yang mendengar itu pun seketika emosi hingga ia berjalan pergi dari sana tidak lupa menabrak tubuh Kakashi,tentu saja Kakashi bingung ada apa dengan Sakura pagi ini tidak biasanya ia akan marah-marah seperti ini. Tidak lama kemudian Sakura sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi,ia akan pergi kuliah serta sarapan di kampus saja.


"Cherry kau belum sarapan serta minum susumu". Ucap Kakashi yang sudah menyusul Sakura di depan pintu.


"Aku mau ke kampus sudah telat". Seru Sakura.


"Aku antar kau bisa meminumnya di mobil Cherry". Kata Kakashi.


"Aku pergi sendiri tidak usah antar aku,karena aku bisa bawa mobilku sendiri". Balas Sakura.


Sakura pun berjalan pergi namun Kakashi menahan tangan Sakura lalu menggenggam tangan Sakura dengan lembut.


"Tidak sebelum kau cerita mengapa kau tiba-tiba marah padaku". Seru Kakashi.


"Mengapa aku harus bilang padamu,apa semua yang aku alami harus cerita padamu tidak kan,jadi lepaskan tanganku". Ucap Sakura.


"Tidak akan kubiarkan kau pergi dalam keadaan emosi Cherry ingat buah hati kita,jika aku tidak penting tapi ingat anak kita penting". Seru Kakashi.


"Hahhaha tentu saja sangat penting bukan karena kalian selama ini hanya mementingkan agar anak ini bisa lahir dengan sehat,tanpa harus repot memikirkan bagaimana perasaan ibu yang mengandung mereka,tenang saja kau jangan khawatir anak ini akan lahir dengan sehat sesuai kemauan kalian semua". Setelah mengatakan itu Sakura menepis tangan Kakashi dengan kasar.


Sakura pun berjalan keluar tidak lupa pintu apartemen dia banting cukup kuat,Kakashi tentu saja tidak menyangka pikiran Sakura sampai kesana hingga ia pun menyusul Sakura namun sang istri sudah tidak ada dimana,Kakashi menghubungi ponsel Sakura namun tidak aktif. Kakashi mengusap wajahnya dengan kasar lalu ia pun mengganti bajunya lalu menyusul Sakura di kampus. Kakashi kini sudah sampai di kamous,bahkan sudah berada di fakultas Sakura saat ini hingga Kakashi bisa melihat Matsuri ia pun menghampiri Matsuri untuk bertanya.


"Matsuri". Panggil Kakashi.


Matsuri terkejut karena itu ia pun membungkukan badannya pada pemilik kampus ini.


"Iya Tuan Hatake ada apa".? Tanya Matsuri.


"Apa Sakura-chan sudah sampai karena ia sedikit kesal karena aku telat antar nya". Jawab Kakashi terpaksa berbohong.


"Eh hari ini kami tidak ada kelas tuan,apalagi Sakura-chan semua mata kuliahnya sudah beres tinggal menunggu judulnya di setujui saja". Ujar Matsuri.


Kakashi tentu saja terkejut lalu pergi dari sana setelah mengucapakan kata terima kasih,ia akan mencari Sakura serta ia pun menghubungi Genma untuk menghandle pekerjaannya hari ini,sedangkan kini Sakura sudah berada di tempat yang membuatnya bisa rileks yaitu pantai. Sakura tentu memandang pantai dengan tatapan sendunya,hingga ada yang memberikan sarapan buatnya.


"Terima kasih Naru". Ucap Sakura sambil memakan sandwichnya.


"Sama-sama Saki,dan ada apa tidak biasanya kau seperti ini kawan".? Tanya Naruto.

__ADS_1


Sakura memang menghubungi Naruto untuk curhat masalah yang dia alami saat ini.


"Wanita itu kembali menganggu Kashi-nii,dan mereka sepakat untuk ketemu di cafe xxxx jam 5 sore sebentar". Jawab Sakura.


"Hah yakin serta percayalah Kakashi-nii sudah tidak mencintai wanita itu lagi Saki,dia hanya mencintaimu bahkan perlakuannya berbeda Saki,Kakashi jauh lebih meratukanmu daripada wanita itu". Seru Naruto.


"Tapi tetap saja Naru,harusnya Kashi-nii tidak setuju ketemu dengannya". Ucap Sakura.


"Hah,baiklah kita membuntuti mereka serta kau bisa melihat bagaimana perlakuan Kakashi-nii padanya,dan percayalah Saki Kakashi-nii sangat mencintaimu". Seru Naruto.


Sakura diam saja mendengar semua itu sambil menyaksikan laut saat ini,dan Naruto pun menemani Sakura sahabatnya itu untuk menenangkan dirinya.


...🌸🌸🌸🌸...


Sakura serta Naruto sudah ada di cafe tempat pertemuan Kakashi serta sang wanita dari masa lalu nya itu,dan tentu saja sudah 30 menit mereka berada disini namun Kakashi belum juga muncul. Naruto pun jadi bingung apa benar mereka akan ketemu atau tidak.


"Saki kau benar dengar mereka akan ketemu".? Tanya Naruto.


"Iya Naru". Jawab Sakura.


Naruto menghela nafasnya dengan pelan lalu ia bisa melihat wanita itu terus menelpon hingga Naruto bisa melihat wajah putus asa dari mantan Kakashi itu,sudah sejam berlalu namun belum ada tanda - tanda kemunculan Kakashi saat ini.


"Saki,sudah sejam berlalu". Kata Naruto.


"Kita tunggu lagi saja Naru". Balas Sakura.


"Baiklah jika sampai jam 7 belum datang Kakashi-nii kita pulang". Seru Naruto.


"Iya". Sahut Sakura.


Mereka pun menunggu lagi hingga pukul 7 malam tidak ada tanda-tanda Kakashi akan muncul,bahkan wanita tersebut sudah berdiri sambil berjalan melewati mereka dengan menelpon,sampai Sakura serta Naruto bisa mendengar itu.


"Halo Anata Kakashi tidak datang aku sudah menunggu 2 jam".


"............."


"Baiklah besok aku langsung ke kantornya saja untuk bicara semoga saja dia mau mendengar ku".


"........"


"Iya Anata jaa".


Sakura serta Naruto tentu bingung karena itu hingga wanita tersebut pun keluar dari cafe.


"Ayo kita pulang Saki". Ajak Naruto.


"Hmm Naru,malam ini boleh aku menginap di tempatmu". Seru Sakura.


"Tentu Saki ayo". Kata Naruto.


Sakura serta Naruto berlalu pergi dari sana pulang menuju mansion Namikaze,sedangkan Kakashi saat ini benar-benar frustasi karena seharian ia mencari Sakura namun sang istri tidak ada dimana pun,dan Kakashi tidak mungkin menelpon orang tuanya serta orang tua Sakura yang kini lagi liburan sebelum mereka bermain dengan cucu mereka. Kakashi tentu mengabaikan pesan serta panggilan dari mantannya itu,bahkan Kakashi memblok nomornya serta menghapusnya karena ia benar-benar tidak mau berurusan dengan wanita itu lagi,ia hanya mau fokus sama istri cantiknya a.k.a Hatake Sakura.


TBC.


See You Next Chap.

__ADS_1


__ADS_2