
...🌸🌸🌸🌸...
Sakura saat ini sudah berada dalam ruangan Kakashi ia sengaja berada disini,untuk mendiskusikan souvenir yang akan mereka bagikan pada tamu mereka nantinya karena semuanya sudah harus dipesan dari sekarang,serta undangan mereka pun dalam proses pengerjaan setelah mendapatkan hari baik dari pendeta, keesokan harinya Karui serta Mebuki,langsung mendatangi tempat percetakkan undangan,sedangkan untuk klien mereka di luar negeri Kakashi menyuruh asistennya membuat undangan secara digital yang akan dikirimkan melalui email. Sakura terus melamun bahkan ia sangat takut jika Naruto tahu,dirinya adalah alasan mengapa dirinya sampai kecewa,serta merasakan patah hati tapi Sakura tidak salah karena Sasuke,dan Naruto belum jadian namun dirinya sudah menikung sahabatnya sendiri.
Sakura memijit pelipisnya dengan pelan ia benar-benar pusing saat ini,memikirkan semua hal itu hingga dirinya tidak sadar jika sang tunangan kini sudah berada di sampingnya.
"Cherry". Panggil Kakashi dengan lembut bahkan kini Kakashi sudah melepaskan maskernya.
Sakura yang mendengar itu langsung melihat ke arah Kakashi,dan Kakashi bisa melihat jika saat ini wajah Sakura sudah pucat. Tangan Kakashi kini sudah berada di kening Sakura untuk memeriksa,apa Sakura demam atau tidak ternyata tidak.
"Kenapa wajahmu pucat sekali".? Tanya Kakashi.
Sakura yang mendengar itu pun menjelaskan semuanya apa yang terjadi hari ini,karena sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan jadi tidak boleh ada rahasia di antara mereka. Kakashi yang mendengar itu pun terkejut karena Naruto saat ini sudah berada di Konoha,dan sang mantan sensei a.k.a Minato memang sudah mengatakan padanya jika Naruto lebih dulu ke Konoha, namun ia tidak tahu kalau Naruto,hari ini sudah sampai sudah jelas Kakashi harus mengunjungi Naruto. Kakashi pun menghela nafasnya karena ia pun harus bicara jujur pada Sakura.
"Hmm Cherry,sejujurnya kami semua menyembunyikan jika Sasuke serta dirimu jadian dari Naru,dan aku sudah jelas mengenal dengan baik Naru karena dia anak dari mantan senseiku bahkan Uncle serta Aunty tahu jika Sasuke sudah punya kekasih,dan Kurama saat itu lagi berdebat dengan mereka karena menyembunyikan fakta tersebut,hingga Naru mendengar semuanya,dan ia ingin Kurama jujur jadilah Kurama jujur pada Naru,jadi saat ini Naru kecewa dengan semua orang yang sudah menyembunyikan fakta jika selama 2 tahun Sasuke memiliki kekasih,bahkan Naru sampai tidak lagi bicara dengan uncle serta aunty". Ungkap Kakashi.
Sakura membulatkan matanya mendengar semua itu,jadi Kakashi juga tahu hal tersebut lalu ia pun berbicara.
"Terus kenapa Kashi-nii,tidak jujur padaku".? Tanya Sakura.
"Cherry,bagaimana aku bisa jujur padamu jika saat itu kau sedih bahkan hancur saat Sasuke mengakhiri hubungan kalian,dan aku pun serba salah karena aku tidak tahu harus berpihak pada siapa,karena kau adalah cintaku serta Naru sudah ku anggap sebagai adikku sendiri jadi aku tidak tahu harus berpihak pada siapa,karena jika aku memihakmu maka Naru akan kecewa,dan jika aku memihak Naru maka kau akan membenciku karena tidak berada disampingmu,aku serba salah jadinya serta inilah yang dirasakan oleh Itachi serta Izumi karena baik kau serta Naru kalian sama berharganya dalam hidup kami". Jawab Kakashi.
__ADS_1
Sakura yang mendengar itu pun langsung memeluk Kakashi dengan erat,dan Kakashi tentu membalas pelukkan Sakura tak kalah eratnya.
"Aku salah,karena saat itu aku tidak tahu jika yang selalu Naru curhat menyukai sahabatnya,bahkan sangat mencintai sahabatnya adalah Sasuke orang yang sama dengan selalu menjemput Naru disekolah,karena saat itu penampilan Sasuke sangat jauh berbeda aku bahkan sampai tidak mengenalinya saat pertama kali melihatnya,karena dulu ia sangat culun saat menjemput Naru sampai aku tidak percaya jika Naru sangat mencintai sahabat culunnya,dan sudah jelas aku harus jujur sama Naru karena aku tidak mau ia sampai dengar dari orang lain sampai membuat masalah bagi persahabatan kami". Tutur Sakura.
Kakashi yang mendengar itu mengelus rambut Sakura dengan sayang,ia sangat bahagia mendengar semuanya karena Sakura berbesar hati untuk menerima ini.
"Cherry aku sangat bahagia,karena kau tidak sampai iri bahkan marah pada Naru soalnya Sasuke hanya mencintainya lalu ia mempermainkan hatimu". Ucap Kakashi.
"Untuk apa aku marah jika kecewa iya, karena selama 2 tahun Sasuke mempermainkan hatiku,membuatku percaya jika hanya aku berada didalam hatinya serta jika bukan karena kejadian itu kita tidak akan ketemu,dan aku tidak merasakan cinta yang sesungguhnya padamu bahkan jantungku ini jauh lebih keras berdetak saat bersamamu,dan hanya dengan sedikit saja sentuhan darimu membuatku melayang sampai lupa untuk bernafas". Seru Sakura sambil menghirup aroma Kakashi dengan rakus.
Kakashi tersenyum sangat senang saat merasakan jantung Sakura berdetak cepat saat ini.
"Hmm Cherry,keras sekali detak jantungmu". Ucap Kakashi.
Kakashi kini membawa wajah Sakura agar bisa menatap dirinya,dan Kakashi bisa melihat mata emerald Sakura begitu indah serta bisa melihat jika dirinya kini ada didalam mata Sakura. Kakashi pun mencium kening Sakura dengan sayang hingga kini mata Sakura terpejam merasakan kehangatan yang Kakashi berikan padanya,perlahan-lahan Kakashi mencium kedua mata Sakura setelah itu pipi Sakura dengan sayang serta yang terakhir Kakashi mencium bibir manis milik Sakura secara lembut,dan awalnya lembut namun perlahan-lahan ciuman mereka berubah jadi intens.
Sakura sudah meremat jas Kakashi untuk menyalurkan sensasi yang kini di rasakannya,dan ciuman mereka semakin dalam bahkan er@ng@n bercampur des@h@n milik Sakura kini sudah memenuhi ruangan kerja Kakashi,dan Kakashi terus mengeksplor bibir Sakura yang sudah menjadi candu baginya bahkan Kakashi sudah menggigit bibir Sakura lagi,hingga kini s@liv@ mereka telah bercampur dengan rasa d@r@h dari Sakura. Tubuh Kakashi serta Sakura sudah sama-sama memanas saat ini bahkan Sakura sudah berada di pangkuan Kakashi.
Tidak lama kemudian Sakura sudah merasakan pasokan oksigennya mulai menipis saat ini,dan ia pun menepuk dada Kakashi secara perlahan Kakashi yang paham memutuskan ciuman mereka tidak rela,membiarkan Sakura untuk menghirup udara dengan rakus. Kakashi berpindah pada leher jenjang milik Sakura,dan Kakashi pun menjilat leher Sakura bahkan menghirup aroma cherryblossom membuat gairah Kakashi semakin terbakar tentunya. Kakashi pun memberikan kissm@rk pada leher Sakura,dan Sakura langsung meremat rambut perak Kakashi saat merasakan panas pada lehernya,bahkan suara des@h@n merdu Sakura bagaikan melodi indah di telinga Kakashi.
"mmm@@@hhh Kashi-nii". Des@h Sakura.
__ADS_1
Kakashi semakin bersemangat kini Sakura sudah berbaring pasrah di sofa,dan membiarkan Kakashi menyentuh seluruh relung hati,serta tubuhnya bahkan Sakura sangat bahagia karena bayangan Sasuke sudah menghilang dari dalam benaknya,dan sudah di gantikan oleh Kakashi karena setiap kali mata Sakura terpejam maka hanya bayangan wajah Kakashi yang berada dalam benaknya. Kakashi menatap Sakura yang kini sudah tidak berdaya di dalam kungkungannya,entahlah setiap berada disamping Sakura Kakashi tidak bisa mengkontrol dirinya,bahkan hanya Sakura saja yang mampu membangkitkan hasrat terpendamnya saat ini.
Tidak lama kemudian mata Sakura yang sejak tadi terpejam perlahan-lahan terbuka,karena Kakashi tidak lagi melanjutkan apa yang dia lakukan,dan mata sayu serta bibir yang bengkak akibat perbuatan Kakashi serta baju Sakura yang sudah tersingkap memperlihatkan perutnya yang rata serta mulus membuat Kakashi semakin terbakar dalam g@ir@hnya. Sakura yang melihat itu pun mengelus tangan Kakashi,dan kini Kakashi sudah menyatukan kedua kening mereka.
"Cherry". Serak Kakashi.
"Lakukan Kashi-nii,penuhi hati serta tubuhku dengan semua cinta yang kita miliki". Ucap Sakura tanpa ada keraguan sama sekali.
"Kau yakin Cherry".? Tanya Kakashi.
"Yakin Kashi-nii,bukankah kedua Kaa-chan kita sudah ingin sekali mempunyai cucu jadi kita bisa mulai membuatnya dari sekarang". Jawab Sakura tanpa ragu sama sekali.
"Yakin Cherry,karena jika aku sudah mulai sekali pun kau memohon untuk berhenti itu tidak akan terjadi". Kata Kakashi yang masih mempertahankan kewarasannya saat ini.
"Yakin Kashi-nii,kenapa kau ragu padaku jadikanlah aku hanya milikmu seorang Kashi-nii". Balas Sakura.
Kakashi yang mendengar itu pun langsung menggendong Sakura ala bridal style lalu berjalan menuju satu ruangan dimana dalam ruangan tersebut,merupakan sebuah kamar yang selalu Kakashi gunakan setiap kali ia lembur di kantor,dan tidak bisa pulang ke mansion maka Kakashi akan tidur disana. Begitu pintu tersebut tertutup serta terkunci tidak lama kemudian terdengarlah suara er@ng@n serta des@h@n memenuhi seluruh ruang kerja Kakashi beruntunglah ruang kerja Kakashi kedap suara jadilah suara mistis tersebut tidak akan sampai keluar dari ruangan Kakashi.
Sepertinya Kakashi serta Sakura lupa sama tujuan awal mereka ketemu untuk apa,padahal saat ini Karui serta Mebuki lagi menunggu gambar souvenir yang sudah mereka tentukan,agar semuanya bisa di pesan lebih awal tentunya,karena pesanan mereka itu sangat banyak yaitu 10 ribu jadi bukan butuh waktu sehari,dan duahari untuk menyiapkan semuanya,namun sepertinya agak telat mereka pesan karena kini Kakashi serta Sakura lagi membuatkan penerus buat mereka semua.
TBC.
__ADS_1
See You Next Chap.