
...🌸🌸🌸🌸...
Kakashi serta Sakura masih berada di taman restauran bahkan sudah 15 menit Kakashi diam,setelah mendengar semua yang Sakura utarakan. Tidak lama kemudian Kakashi pun melihat ke arah samping dimana Sakura tersenyum sambil menatap bintang di langit.
"Sakura,kau benar-benar serius dengan hal ini".? Tanya Kakashi.
"Kakashi-nii,aku serius jika tidak aku dari awal aku menolak semuanya,yang terpenting orang tua kita bahagia melihat anak-anaknya bisa bahagia bersama pasangan hidupnya,dan jika memang Kakashi-nii ingin memberikan peraturan aku siap menerimanya". Jawab Sakura.
"Tapi kita tidak saling mencintai Sakura". Ucap Kakashi.
"Jika memang dalam pernikahan kita nanti,masa lalu Kakashi-nii kembali atau Kakashi-nii menemukan sosok yang tepat untukmu maka kita bisa mengakhiri pernikahan kita,dan aku siap melakukan itu". Seru Sakura.
Kakashi tentu tidak menyangka akan mendengar hal itu dari mulut Sakura,dan Kakashi pun tidak ragu lagi setelah mendengar semua yang di katakan Sakura padanya.
"Baiklah,kita sepakat untuk menjalani semua ini serta jika nanti kau pun menemukan pengganti dari Sasuke,maka aku siap melepasmu". Ucap Kakashi.
Sakura yang mendengar itu pun tersenyum tipis,dan ia pun berdiri lalu menatap pria dewasa didepannya lalu Sakura mengulurkan tangannya.
"Ayo kita kembali Kakashi-nii,kita berikan kabar bahagia ini pada orang tua kita". Ucap Sakura.
Kakashi tersenyum kecil di balik maskernya lalu menerima uluran tangan Sakura,dan Kakashi pun menggenggam tangan Sakura yang lebih kecil darinya. Mereka berdua pun berjalan masuk kembali kedalam dengan tangan saling bertautan satu sama lain.
...🌸🌸🌸🌸...
Kakashi serta Sakura sudah kembali ke ruangan tempat orang tua mereka berada,begitu sampai didalam Karui serta Mebuki tersenyum lebar bahkan mereka sudah saling berpelukkan satu sama lain,sedangkan Sakumo serta Kiazhi juga sudah berjabat tangan satu sama lain serta Sasori yang bersiul untuk menggoda mereka. Sakura sudah merona melihat bagaimana respon mereka semua,sedangkan Kakashi juga tersenyum kecil di balik maskernya hari ini ia bisa melihat senyum lebar sang Kaa-chan setelah sekian lama.
Tanpa mereka berdua berbicara mereka sudah jelas tahu jawaban apa yang akan diberikan Sakura serta Kakashi,dilihat dari tangan mereka yang bergandengan sangat mesra sudah menjadi jawaban bagi mereka. Kakashi pun berdehem kecil lalu ingin berbicara namun lebih dulu Karui yang bicara.
"Tanpa kau jelaskan pada kami apa jawaban dari kalian,kami sudah tahu dengan tangan kalian bergandengan cukup mesra sudah menjadi jawaban bagi kami semua". Seru Karui dengan senang bahkan matanya sudah berkaca-kaca saat ini.
Sakura tentu sudah malu lalu ia ingin menarik tangannya,namun Kakashi menggenggamnya dengan erat lalu berbicara.
"Hmm Kaa-chan,kau benar kami setuju untuk menjadi pasangan hidup,dan saat ini kami memang belum saling mencintai namun aku berjanji di hadapan kalian akan menjaga Sakura dalam suka,dan duka serta senang,dan susah kami akan melewati semuanya dengan baik,aku juga akan menjaga Sakura dengan baik tidak akan ku biarkan orang-orang menyakiti dirinya itulah janjiku di hadapan kalian semua". Tutur Kakashi.
Karui serta Mebuki sudah tersenyum haru mendengar itu begitu pun Sakura,ia tidak menyangka jika Kakashi akan mengatakan semua itu bahkan diam-diam hati Sakura merasa hangat serta dapat merasakan setiap kelulusan dalam ucapan Kakashi.
"Kami pegang janjimu nak,tolong jaga serta lindungi putri kami". Ucap Kiazhi.
"Hmm Uncle,jangan khawatir aku akan menjaga serta melindungi Sakura dengan baik,bahkan aku tidak akan menghalangi dirinya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter hebat, bahkan setelah menikah nantinya ia tetap bisa melanjutkan kuliahnya". Seru Kakashi.
Lagi-lagi Sakura tersentuh mendengar semua ucapan Kakashi, bahkan Kakashi mendukung sepenuhnya cita-citanya,bahkan tetap mendukung dirinya hingga kuliahnya nanti selesai.
"Jadi kapan hari baiknya kita mengadakan pertunangan mereka atau langsung kita menikahkan mereka saja".? Tanya Karui.
"Pertunangan dulu,karena kita butuh waktu untuk menyiapkan pernikahan mereka". Jawab Mebuki.
"Boleh,bagaimana jika 2 bulan setelah pernikahan Sasori dengan Deidara kita mengadakan pernikahan mereka". Ucap Karui.
"Setuju,jadi kapan pertunangan mereka kita adakan".? Tanya Mebuki.
__ADS_1
"Minggu depan saja,dan tidak usah meriah cukup kita saja untuk pertunangan mereka jadi sekalian meriah pas resepsi mereka". Jawab Karui.
"Boleh juga,jadi kira-kira berapa undangan yang harus kita cetak".? Tanya Mebuki.
"Karena Kakashi putraku satu-satunya maka harus sangat meriah apalagi aku mendapatkan calon menantu yang sesuai dengan keinginanku,serta aku sangat menyayanginya jadi harus sangat meriah apalagi ini pernikahan sekali seumur hidup,maka dari itu bagaimana jika undangannya sebanyak 10.000 ribu". Jawab Karui.
Tentu saja Kiazhi serta Mebuki terkejut mendengar itu begitu juga Sasori,serta Sakura yang kaget karena tamunya sangat banyak mengalahkan tamu undangan yang akan hadir saat pernikahan Sasori serta Deidara,dimana mereka menyebar undangan sebanyak 2000 saja.
"Kau serius Karui-chan".? Tanya Mebuki.
"Tentu kami serius,karena ini pernikahan satu-satunya putraku hanya sekali saja aku menikahkan dirinya jadi tidak masalah bukan jika aku ingin banyak tamu yang hadir nantinya". Jawab Karui.
"Baiklah,aku ikut saja serta untuk masalah cincin pertunangan serta pernikahan kita serahkan pada mereka,karena mereka yang akan memakainya selebihnya kita yang mengaturnya,dan kita harus hubungin pendeta dulu untuk meminta hari baik buat pernikahan mereka,setelah dapat baru kita mulai pesan undangan serta souvenir". Seru Mebuki.
"Kau benar,dan besok kalian berdua bisa mulai mencari cincin pertunangan kalian serta cincin pernikahan kalian". Ucap Karui.
"Baik Kaa-chan". Kata Kakashi.
"Kaa-chan apa boleh aku yang mencari sampel souvenir untuk tamu nantinya".? Tanya Sakura.
"Boleh sayang". Jawab Mebuki.
"Iya boleh,namun harus cepat karena pesanan kita sangat banyak,dan Danna bisa kau bicarakan dengan hotel yang tempat Sasori,serta Deidara resepsi nantinya bilang pada mereka ballroom hotel nya mau kita sewa juga". Ucap Karui.
"Tentu Tsuma,nanti aku telepon Azuma untuk membicarakan semua itu". Seru Sakumo.
"Baiklah,Sakura sayang hari senin nanti boleh datang ke butik aunty,kau serta Kakashi harus mulai di ukur untuk menyiapkan baju kalian". Ucap Karui.
"Baiklah,nanti setelah makan siang kalian langsung ke butik saja". Ucap Karui.
"okey aunty". Seru Sakura.
Mereka pun terus berdiskusi hingga tidak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 22.15 pm. Sakumo pun menghentikan obrolan mereka.
"Sebaiknya kita lanjut besok lagi pembicaraan kita,karena sudah jam sepuluh malam lewat,dan sebentar lagi jam setengah 11 mereka juga sudah lelah,apalagi Sakura dia sudah mengantuk". Kata Sakumo.
Mebuki serta Karui pun kaget mereka tidak sadar jika sudah larut saat ini,dan melihat Sakura yang sudah beberapa kali menguap bahkan matanya sudah memerah saat ini. Kakashi yang melihat Sakura yang sudah mengantuk,ia berdiri lalu dengan sigap menarik tangan Sakura tentu mau tidak mau Sakura berdiri, lalu mendongkak menatap Kakashi dengan raut bingungnya.
"Ayo,aku antar pulang lebih dulu kau sudah ngantuk". Kata Kakashi.
"Hmm,Kakashi-nii". Balas Sakura dengan mata terpejam.
Kakashi dengan sigap memeluk Sakura bahkan tidak ragu menggendongnya ala bridal style.
"Tou-san,Kaa-chan aku duluan antar Sakura dulu baru pulang". Kata Kakashi.
"Hmm sebaiknya kalian semua menginap di mansion Haruno saja, karena kita semua sudah lelah". Usul Kiazhi.
"Apa tidak merepotkan Kiazhi".? Tanya Sakumo.
__ADS_1
"Hm tidak,kita akan menjadi keluarga jadi tidak ada salahnya kalian menginap di mansion kami". Jawab Kiazhi.
"Baiklah ayo kita pulang kalau begitu". Seru Sakumo.
Kakashi sudah berjalan lebih dulu lalu ia menatap Sakura dengan pandangan teduh miliknya,karena ia sangat berterimakasih pada sang Kaa-chan karena membawakan Sakura untuk menjadi pasangan hidupnya.
...🌸🌸🌸🌸...
Di Mansion Haruno.
Mereka semua sudah sampai di mansion Haruno lalu Kiazhi langsung menunjukkan kamar tamu agar Sakumo serta Karui bisa istirahat,dan Mebuki pun bicara.
"Sasori,antarkan calon adik iparmu ke kamar adikmu biar mereka istirahat". Kata Mebuki.
"Baik Kaa-chan". Balas Sasori.
"Mari senpai". Tambah Sasori sambil berjalan naik ke atas.
Kakashi pun mengikuti Sasori naik keatas begitu sampai di atas, Sasori sudah membuka pintu kamar Sakura. Kakashi pun berjalan masuk kedalam kamar Sakura,lalu membaringkannya di atas kasur. Kakashi pun kembali berjalan menuju ke depan pintu.
"Apa kau punya baju ganti untukku".? Tanya Kakashi.
"Hm mungkin ukuran Tou-san yang cocok untuk senpai". Jawab Sasori.
"Baiklah aku akan minta pada Uncle". Seru Kakashi.
"Tidak senpai disini saja aku yang akan mengambilkan untukmu". Ucap Sasori.
"Maaf merepotkanmu". Seru Kakashi.
"Tidak masalah senpai,karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga". Ujar Sasori.
Kakashi pun menganggukan kepalanya lalu Sasori pun kembali turun kebawah,dan Kakashi sudah menutup pintu ia membuka jasnya lalu menaruhnya di sofa dekat jendela. Kakashi mengamati kamar Sakura yang semuanya berwarna pink,dan ia pun duduk sofa menunggu Sasori mengambilkan baju buatnya. Tidak lama kemudian pintu kamar Sakura di ketuk.
"Tok Tok Tok Tok".
Kakashi pun beranjak untuk membuka pintu,dan begitu terbuka itu adalah Sasori dimana sudah membawa baju yang masih baru karena masih tersimpan dalam plastik bening belum dibuka.
"Senpai ini bajunya,semuanya sudah ada di dalam sini". Kata Sasori sambil memberikan plastik tersebut.
"Hmm Arigatou Sasori". Seru Kakashi sambil menerima plastik baju itu.
"Sama-Sama senpai,jika butuh sesuatu jangan sungkan ketuk pintu kamarku yang dua kamar dari sini". Ujar Sasori.
"Hmm baiklah". Kata Kakashi.
Sasori pun beranjak kembali menuju kamarnya,dan Kakashi pun menutup pintu kamar tidak lupa menguncinya. Ia pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah 30 menit Kakashi keluar dengan segar,bahkan sudah tidak menggunakan maskernya. Kakashi pun menggunakan shampoo Sakura yang beraroma strawberry jadilah kini aroma itu menguar didalam kamar Sakura.
Kakashi duduk di meja rias Sakura lalu mengeringkan rambutnya setelah kering,ia pun mematikan hairdrey lalu berjalan menuju sofa untuk tidur disana. Setelah 20 menit Kakashi pun terlelap dalam tidurnya ia berharap semoga dia lebih dulu bangun dibandingkan Sakura.
__ADS_1
TBC.
See You Next Chap.