
...🌸🌸🌸🌸...
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi Kakashi tentu saja terjaga semalam penuh,bagaimana ia bisa tidur jika istrinya seharian penuh entah pergi kemana bahkan Kakashi sudah menyuruh orang-orangnya untuk mencari keberadaan Sakura. Kakashi pun bersiap-siap menuju kantor,walaupun hati serta pikirannya kalut saat ini tapi tetap tidak boleh mengabaikan tugasnya. Kakashi pun berjalan pergi dari sana tanpa sarapan tentunya. Sakura saat ini sudah bangun ia tidak bisa tidur nyenyak semalaman,karena tidak ada Kakashi yang memeluk dirinya. Sakura pun menghela nafasnya dengan pelan ia pun menurunkan egonya,ia akan membawakan Kakashi bekal makan siang.
Sakura pun turun kebawah lalu melihat Sasuke yang kini lagi mencium Naruto dengan buas,apakah Sakura cemburu jelas sekali tidak.
"Ck,walaupun maid tidak ada harusnya kau ingat Naru aku ada disini". Seru Sakura.
Sasuke serta Naruto kaget mendengar suara Sakura lalu menjauhkan wajah mereka,dan Naruto pun wajahnya sudah memerah saat ini.
"Dobe kenapa dia ada disini".? Tanya Sasuke.
"Apa seorang sahabat tidak boleh menginap begitu". Bukan Naruto yang menjawab tapi Sakura.
"Hn,mengingat suamimu sangat lengket padamu". Dengus Sasuke.
"Hmm,Naru aku pinjam dapurmu serta sana kalian kekamar saja". Seru Sakura.
"Pakai saja Saki,dan Kakashi-nii telepon semalam saat kau sudah tidur ia tanya apa kita ketemu namun aku jawab tidak". Ucap Naruto.
"Hah,aku mau ke kantor untuk memberikan makan siang sekaligus minta maaf karena harusnya aku bisa bertanya dengan baik-baik". Seru Sakura.
Naruto dengan cepat berjalan mendekap tubuh Sakura tidak lupa mengelus perut Sakura karena ia sangat senang mendengar itu.
"Kakashi-nii juga harus minta maaf harusnya dari awal ia tidak usah menggubrisnya". Ucap Naruto.
"Iya Naru".Seru Sakura.
Sakura pun membuat makan siang dibantu oleh Naruto sedangkan Sasuke memperhatikan keduanya,serta ia membayangkan juga jika Naruto hamil pasti ia akan sangat senang sekali,sepertinya Sasuke punya cara agar mereka bisa segera meresmikan hubungan mereka,soalnya Sasuke sudah tidak sabar membuat Naruto menjadi istrinya.
"Dobe,bagaimana jika aku membuatmu hamil juga agar pernikahan kita di percepat". Ucap Sasuke yang sudah memeluk Naruto saat ini.
Naruto tentu wajahnya sudah memerah karena itu sedangkan Sakura menggelengkan kepalanya tidak percaya atas pemikiran Sasuke itu,dan seketika ia mengingat bagaimana Kakashi menyentuh dirinya untuk pertama kalinya,dan juga timbul pertanyaan dalam benaknya apakah dirinya yang pertama buat Kakashi,atau yang kesekian kalinya. Naruto menyentuh bahu Sakura yang sudah melamun saat ini,dan Sakura pun tersadar dari lamunannya.
"Saki,percayalah Kakashi-nii hanya milikmu sekarang,dan sudah jelas kau harus bisa membereskan orang yang ingin menganggu rumah tanggamu". Kata Naruto.
"Ck,jika tidak dalam keadaan hamil semalam aku sudah mencakar wajahnya itu,apalagi ia sangat cantik lebih cantik dari fotonya pantasan Kashi-nii,begitu sangat memujanya dulu". Balas Sakura.
Sasuke yang mendengar itu pun paham mengapa Sakura bisa sampai menginap di mansion tunangannya ini,dan sudah jelas Sasuke tahu siapa yang dibahas karena hanya satu mantan Kakashi saja,tidak ada yang lainnya lagi. Sasuke pun diam saja karena itu bukan urusannya untuk ikut campur masalah pribadi orang lain.
...🌸🌸🌸🌸...
Di Kantor Hatake.
Kakashi sudah sampai dikantor bahkan ia tidak fokus saat ini,ia pun memijit pelipisnya saat ini serta jika kalian lihat lebih dekat lagi,kantung mata Kakashi berwarna hitam bertanda semalaman ia tidak tidur. Tidak lama kemudian Genma sang tangan kanan pun masuk lalu menatap sahabatnya itu,dan ini pertama kalinya Genma melihat Kakashi sampai tidak fokus serta tidur seberat apapun masalahnya,sang sahabat tidak akan kacau sampai seperti ini.
__ADS_1
"Kau sangat buruk kawan". Seru Genma.
Kakashi menatap tajam Genma tentu saja Genma meneguk ludahnya,karena tatapan Kakashi sangat mengerikan saat ini hingga Genma menghela nafasnya dengan pelan,lalu menjelaskan semuanya mengapa ia sampai nekat memberitahukan nomornya pada wanita itu,dan Kakashi mendengar itu sama sekali tidak berminat hingga ketukan pada pintu ruangan Kakashi mengalihkan perhatian mereka,dan Genma pun beranjak untuk membukanya begitu terbuka Kakashi membulatkan matanya melihat wanita yang selama 7 tahun tidak dilihatnya,kini telah berdiri di hadapannya.
Kakashi tentu mendengus kesal karena itu lalu berkata.
"Genma suruh dia pergi dari sini aku tidak memiliki kepentingan untuk bertemu dengannya lagi". Kata Kakashi.
Wanita tersebut atau lebih tepatnya Hanare senyumnya luntur berganti sendu karena selama 7 tahun apa Kakashi tidak bisa memaafkan dirinya,dan Hanare pun berjalan masuk hingga berdiri tepat dihadapan Kakashi.
"Kakashi-Kun,apa kau tidak bisa memaafkan diriku,saat itu aku tidak punya pilihan karena orang tua ku terus mendesak agar aku segera menikah,dan saat aku bertanya tentang kelanjutan hubungan kita,kau bilang belum bisa menikahiku terus Raido datang,dan menawarkan semuanya kau tahu jika aku hanya mencintaimu Kakashi-kun,jadi aku mohon maafkan atas kesalahan kami di masa lalu yang sudah menyakiti hatimu Kakashi-Kun". Jelas Hanare.
"Sudah selesai kau bisa pergi dari sini,dan soal maaf aku sudah maafkan sejak kau memilih Raido aku mengubur semua perasaanku padamu,dan merubahnya jadi kebencian bahkan hanya senyum indah muridku a.k.a Haruno Sakura yang sekarang sudah berubah marga menjadi Hatake Sakura istriku dimana aku sangat mencintainya yang bisa menghiburku disaat aku terpuruk,bahkan aku tidak mengajaknya menjadi kekasihku namun kami langsung bertunangan serta kami sudah menikah,bahkan sebentar lagi keluarga kecil kami akan lengkap dengan kehadiran buah hati kami,jadi tidak usah datang padaku untuk mengenang masa lalu di antara kita karena tidak ada artinya buatku,jadi aku mohon sebelum aku bertindak kasar padamu silahkan kau pergi dari kantor sekarang juga". Tutur Kakashi sambil menatap tajam Hanare.
Sakit itu adalah perasaan yang kini di rasakan oleh Hanare saat mendengar semua itu,dan Hanare sudah tahu itu,hanya sekali lihat saja ia sadar jika Kakashi sangat mencintai sosok wanita yang kini telah sah menjadi istrinya,bahkan Hanare bisa melihat bagaimana cantiknya wanita itu serta perlakuan Kakashi yang begitu berbeda saat bersamanya dulu. Kakashi pun beranjak untuk pergi dari ruangannya,dan saat melewati Hanare tangannya sudah di genggam oleh Hanare,dan Kakashi tidak merasakan apapun lagi karena semua perasaannya hanya untuk Sakura saja.
"Lepas". Desis Kakashi.
"Kakashi-Kun,dengarkan aku sebentar saja ini mengenai Raido". Seru Hanare.
"Aku tidak mau didengar apapun lagi,dan tidak peduli lagi pada hidup kalian jadi lepaskan aku". Ucap Kakashi dengan dingin.
Hanare tetap memanahan tangan Kakashi hingga Kakashi menariknya paksa,dan saat itu juga Hanare malah jatuh ke dalam dekapan Kakashi. Kakashi dengan sigap ingin menjauhkan badan Hanare,namun terhenti saat mendengar ucapan wanita yang tidak lain adalah Sakura sang istri.
"Maaf jika kedatanganku menganggu kalian,dan sebaiknya pintunya ditutup lebih dulu sehingga tidak ada yang melihat kalian bermesraan". Ucap Sakura sambil memberikan rantang pada Genma,tentu saja Genma ragu untuk menerima itu namun Sakura terus menyodorkan rantang tersebut,hingga Genma menerimanya dengan terpaksa.
"Imouto tolong minggir biar aku jelaskan semuanya pada Cherryku".Kata Kakashi.
"Sebaiknya Kakashi-nii urus masa lalu Kakashi-nii,aku masih sanggup untuk menjaga serta merawat Saki dia sahabatku Kakashi-nii,tidak akan kubiarkan hatinya terluka lagi cukup Sasuke yang sudah menorehkan luka dihatinya,jangan Kakashi-nii juga ikut menyakitinya,ingatlah Kakashi-nii kau sendiri yang menawarkan dirimu untuk saling mengobati luka di hati kalian,dan disaat itu sudah sembuh apa kau ingin membukanya lagi dengan luka baru jadi sebaiknya Kakashi-nii jangan menemui Saki sampai masalah di antara kalian benar-benar selesai". Setelah mengatakan itu Naruto berlari kecil pergi dari sana.
Kakashi sendiri sudah mengusap wajahnya dengan kasar saat ini,lalu meninju tembok hingga dinding tersebut retak tentu saja Hanare tidak menyangka Kakashi akan sampai seperti itu,artinya dia benar-benar sudah melupakan dirinya.
"Bawa dia pergi Genma". Desis Kakashi.
"Kawan maafin aku jika aku tahu semuanya akan begini adanya tidak akan pernah aku memberikan nomormu pada Hanare,namun ada alasannya karena sahabat kita kini lagi sakit di rumah sakit Haruno dia di rawat sudah 2 bulan disana,namun tak kunjung sembuh juga mungkin karena kau belum memaafkan mereka makanya sahabat brengsek kita tidak sembuh,aku tahu kau marah serta sangat kecewa sama perbuatan mereka di masa lalu tapi semua itu sudah masa lalu Kakashi,dan Hanare kemari hanya untuk memintamu datang menemuinya hanya sekali saja,aku benar-benar minta maaf sampai Sakura salah paham,nanti aku bantu menjelaskan semuanya pada Sakura". Terang Genma.
Kakashi yang mendengar itu pun terkejut namun ia tetap ingin menyelesaikan semuanya dengan Sakura hari ini juga,dan berkata.
"Kau ikut aku sekarang,dan aku akan datang bersama istriku disaat kami sudah berbaikkan karena Sakura jauh lebih penting dalam hidupku,dibanding aku menemui sahabat bajingan itu". Kata Kakashi.
Kakashi berjalan pergi dari sana sedangkan Genma menghela nafasnya dengan pelan,lalu berkata.
"Kau dengar sendiri kan jadi pergilah Hanare". Kata Genma.
Hanare pun berlalu pergi dari sana kembali menuju rumah sakit Haruno dengan perasaan bersalah,ia tidak menyangka pertemuannya dengan Kakashi akan mengakibatkan salah paham pada istri Kakashi. Genma pun menyusul Kakashi yang kini sudah berada di parkiran mobil,dan mereka pergi dari sana menuju mansion Namikaze karena Sakura sudah jelas disana.
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸...
Di Mansion Namikaze.
Kini Sakura serta Naruto sudah berada di mansion Namikaze serta Naruto kini memenangkan Sakura yang sudah menangis.
"Tenanglah Sak i,sebaiknya kita bertanya baik-baik dulu pada Kakashi-nii". Kata Naruto.
"Mereka berpelukkan Naru,bagaimana bisa aku tenang saat ini mengapa ia datang menganggu Kashi-nii lagi,hiks hiks". Isak Sakura.
"Saki,aku paham perasaanmu karena kita sama-sama pernah berada di fase itu,namun Saki tidak semuanya yang kita lihat benar adanya tanpa ada penjelasan dari mereka,jadi hadapilah semuanya dengan hati yang sabar serta kepala dingin karena bayimu akan sedih,serta merasa sakit juga karena saat ini mommnya yang cantik,bar-bar,serta cerewet menangis,pasti mereka juga sedih Saki". Ujar Naruto sambil mengelus perut Sakura,dan Sakura merasakan rileks karena memang perutnya terasa tegangan saat ini.
Tidak lama kemudian Kakashi serta Genma sudah sampai di mansion Namikaze,dan begitu sampai Kakashi langsung masuk serta melihat Sakura yang kini lagi ditenangkan oleh Naruto. Kakashi pun berjalan lalu duduk bersimpuh tepat di hadapan Sakura,tentu saja Sakura membulatkan matanya hingga ia pun mengingat kata-katanya di taman saat itu.
"Kashi-nii kau ingat janjiku di taman sebelum kita bertunangan bukan,dan sekarang aku akan memenuhinya aku akan melepasmu jika kau sangat mencintai serta tidak bisa melupakan mantanmu mari kita akhiri semuanya". Ucap Sakura sambil menahan nyeri didadanya.
Kakashi pun ingin menyentuh tangan Sakura namun Sakura tidak mau lalu berdiri serta berkata.
"Jangan sentuh aku Kashi-nii,disaat kau sangat mudah menyentuh orang lain tapi aku sadar diri sampai kapan pun aku tidak akan pernah menggantikan dirinya dalam hatimu". Kata Sakura.
"Cherry dengarkan aku dulu". Balas Kakashi yang sudah berdiri.
"Katakan". Seru Sakura.
Kakashi menjelaskan semuanya yang sudah terjadi di bantu oleh Genma,Sakura tentu membeku karena artinya ia sudah salah paham sama semua yang sudah terjadi.
"Cherry aku sangat mencintaimu hanya dirimu yang saat ini ku inginkan,hatiku sudah dipenuhi oleh dirimu Cherry tidak ada tempat lagi buat orang lain atau siapapun itu selain untukmu,serta anak-anak kita". Ucap Kakashi yang kini sudah tidur di bahu Sakura.
"Jangan menyentuhku Kashi-nii,disaat parfum nya masih menempel sangat jelas di tubuhmu". Seru Sakura yang sudah menjauhkan dirinya dari Kakashi.
"Baiklah aku akan pulang serta mandi tetaplah disini Cherry jangan pergi kemana pun lagi ,aku sangat gila mencarimu semalaman penuh sampai tidak bisa tidur jadi tetaplah disini". Ucap Kakashi.
Kakashi pun pergi dari sana bersama Genma yang sudah meletakkan rantang makan siang,dan Sakura tentu merasa bersalah saat ini karena dirinya sampai Kakashi tidak bisa tidur semalaman penuh.
"Naru antar aku pulang". Kata Sakura.
"Kau yakin Cherry".? Tanya Naruto sambil menggoda Sakura.
"Hiyyah hanya boleh Kashi-nii yang panggil aku Cherry". Jawab Sakura.
"Dan Yakin Naru". Tambah Sakura.
"Baiklah ayo aku antar pulang". Seru Naruto.
Naruto pun mengantar Sakura pulang ke apartemennya serta tidak lupa juga Sakura membawa rantang berisikan makan siang buat Kakashi.
__ADS_1
TBC.
See You Next Chap.