
...🌸🌸🌸🌸...
Tepat pukul 7 pagi Ino sudah siap tinggal menunggu Shikamaru datang menjemput dirinya,dan Ino sendiri sudah bangun dari jam 5 pagi,sekali lagi ia melihat penampilannya dalam cermin,dan Ino hanya memakai make up tipis saja seperti bedak serta lipstik yang tidak terlalu mencolok warnanya,dan tidak lupa ia memakai sunscreen juga. Tidak lama kemudian bel apartemennya pun bunyi, Ino dengan sigap memakai sepatu ketsnya,lalu berjalan membuka pintu apartemen,dan saat terbuka Ino terdiam melihat Shikamaru yang saat ini sangat tampan tidak seperti biasanya.
Shikamaru juga melihat penampilan Ino yang sudah berubah 180° dimana kini ia tampil secara sederhana,namun kecantikan yang dimiliki Ino bisa terpancar dengan sempurna.
"Merepotkan, apa kau sudah siap".? Tanya Shikamaru membuyarkan lamunan Ino.
"Iya aku sudah siap". Jawab Ino.
Ino pun berjalan masuk untuk mengambil tas serta helm,dan Ino keluar dari apartemen tidak lupa menguncinya. Shikamaru pun menggenggam tangan Ino tentunya ia kaget serta jantungnya berdetak cepat saat ini.
"Shika bisa lepas".? Tanya Ino.
"Merepotkan,hari ini kau hanya boleh mengikutiku saja serta aku bebas melakukan apa saja padamu". Jawab Shikamaru.
"Hah,terserah". Seru Ino yang tidak paham dengan maksud serta tujuan Shikamaru padanya.
...🌸🌸🌸🌸...
Saat ini Shikamaru serta Ino sudah sampai ditempat yang merupakan kebun bunga matahari,tentu saja Ino bingung mereka untuk apa kemari.
"Mengapa kita kemari".? Tanya Ino.
"Merepotkan,aku punya tugas dari tuan muda Uchiha itu ia ingin aku merubah lokasi ini menjadi sangat romantis,dan sudah jelas aku bingung apa yang harus ku lakukan makanya aku meminta bantuanmu hari ini". Jawab Shikamaru sambil menguap.
Ino yang mendengar itu mengangguk paham lalu berkata.
"Jadi,kapan mereka mau kemari".? Kata Ino sambil bertanya.
"Sore hari,sampai nanti mereka makan malam disini". Jawab Shikamaru.
Ino yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya,dan melihat seluruh kebun yang begitu indah hingga ia melihat jalan setapak yang cukup untuk menaruh meja serta kursi disana.
"Shika,bagaimana menurutmu jika posisi mereka di tengah-tengah kebun apalagi jika terkena sunset akan sangat indah". Ujar Ino.
"Jika memang itu menurutmu bagus,maka siang-siang baru kita kerjakan,dan sekarang kita santai dulu habisnya restoran favorit Naru baru buka jam 11 siang nanti". Seru Shikamaru.
"Baiklah,aku mau sarapan sambil menikmati kebun ini". Ucap Ino yang sudah duduk.
Shikamaru pun duduk disamping Ino kini mereka pun sarapan karena memang Ino sempat membuat bekal untuk mereka,dan Shikamaru pun sangat menyukai masakkan Ino.
__ADS_1
"Kau sangat pintar masak". Puji Shikamaru.
"habisnya,aku tinggal sendiri jadi harus pintar masak tidak mungkin makan diluar terus". Seru Ino sambil meminum susu coklatnya.
Shikamaru terus memperhatikan Ino dimana Ino sudah benar-benar berubah saat ini,dan Shikamaru pun berkata.
"Aku tidak menyangka,jika kau bisa berubah". Kata Shikamaru.
"Mungkin karena aku sudah mulai lelah,serta mendengar nasehatmu serta nasehat kakakku,dan aku tidak mau sampai orang tuaku kena imbasnya akibat perasaan yang ku paksakan". Balas Ino.
"Merepotkan,cinta pertama tidak selalu harus berakhir bahagia seperti Sakura dia sangat memuja serta mencintai Sasuke,tapi dia bisa move on pada Hatake-san,yang memberikan cinta tulus padanya,dan aku juga move on dari Temari-san karena bagiku merepotkan sekali harus mengejarnya,jadi saat di tolak aku terima saja,dan yakin serta percayalah ada seseorang yang sudah di siapkan untukmu,namun mungkin belum saatnya kalian bersama". Tutur Shikamaru.
Ino yang mendengar itu pun seketika tertawa dengan lepas bahkan tidak ada beban dalam ketawa Ino,karena ia benar-benar tidak menyangka Shikamaru yang tampak malas ini ternyata bisa bijak juga,dan Shikamaru pun terpana dengan senyum Ino yang sangat indah.
"Aku tidak menyangka jika kau bisa bijak juga". Ucap Ino setelah tawanya reda.
"Merepotkan". Seru Shikamaru yang kembali memakan onigiri buatan Ino.
...🌸🌸🌸🌸...
Tidak terasa hari sudah sore seluruh persiapan sudah selesai Ino benar-benar puas dengan hasil karyanya,bahkan Ino sudah menyiapkan mahkota yang terbuat dari bunga matahari hasil tangannya sendiri. Ino tentu hanya bisa tersenyum menyiapkan itu semua,dan hanya bisa berharap semoga suatu saat nanti ada seseorang yang akan melakukan hal ini padanya. Shikamaru sejak tadi memperhatikan Ino yang terus tersenyum begitu indah,tidak lama kemudian handphonenya berbunyi serta pesan Sasuke sudah masuk. Shikamaru pun membacanya,dan setelah itu menghampiri Ino.
"Eh,iya ayo kita melihatnya dari jauh". Seru Ino.
"Kau yakin".? Tanya Shikamaru yang ragu.
"Jangan khawatir,aku tidak apa-apa jika masih cemburu tidak mungkin bukan aku mau membantumu menyiapkan ini semua". Jawab Ino.
"Baiklah terserah padamu saja". Seru Shikamaru.
Shikamaru serta Ino pun memilih tempat dimana mereka tidak akan bisa terlihat,dan bisa menyaksikan semuanya. Setelah 15 menit kemudian Sasuke serta Naruto pun muncul dengan mata Naruto,yang kini sudah ditutup oleh kain hitam.
"Teme,apa kita sudah sampai".? Tanya Naruto.
"Hn,Dobe buka matamu saat hitungan ke-3". Jawab Sasuke.
"Baiklah Teme". Seru Naruto.
Sasuke pun membuka kain hitam yang dipakai oleh Naruto.
1
__ADS_1
2
3
Pada hitungan ke-3 Naruto pun membuka matanya secara perlahan-lahan,dan saat terbuka tentu saja manik shappire itu membulat dengan sempurna karena apa yang kini di lihatnya sangat indah sekali.
"Teme". Lirih Naruto dengan serak bahkan matanya sudah berkaca-kaca saat ini.
"Hn Dobe". Seru Sasuke yang sudah menggenggam lembut tangan Naruto lalu mereka pun berjalan menuju meja yang sudah di tata rapi di tengah-tengah kebun bunga matahari.
Sebelum duduk Sasuke memakaikan mahkota rambut pada Naruto,dan Naruto tentu tersenyum haru karena ini semua sangat indah baginya.
"Teme apa ini".? Tanya Naruto dengan serak.
"Hn Dobe,harusnya ini ku lakukan sejak lama". Jawab Sasuke sambil mengeluarkan kotak cincin.
Sasuke pun menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu berbicara.
"Hn Dibe,aku minta maaf karena kecewa sampai membuatku mencari penggantimu,apalagi itu sahabatmu sendiri aku benar-benar bodoh hanya untuk memastikan perasaanku aku sampai menyakiti hatimu,padahal dari awal hanya dirimu yang aku inginkan sampai akhir nafas hidup kita,dan aku sangat mencintaimu Dobe terima kasih selama hampir 15 tahun tetap setia berada disampingku,dan tidak bosan padaku ". Jeda Sasuke sambil menghirup nafas nya dengan dalam -dalam setelah kegugupan Sasuke hilang ia pun melanjutkan perkataannya.
"Namikaze Naruto bersediakah menjadi ibu dari anak-anak Uchiha Sasuke".Lanjut Sasuke.
Naruto seketika terisak dengan hebat karena akhirnya mimpi serta janji mereka bisa terjadi juga,dan Sasuke dengan sigap memeluk Naruto dengan sangat erat tidak lupa mengelus belakang Naruto dengan sayang.
"Hiks hiks hiks Teme,aku sangat mencintaimu rasanya aku hampir mati saat mendengar ka. Perkataan Naruto terpotong dengan Sasuke membungkam bibir Naruto.
Sasuke mencium bibir Naruto dengan sangat lembut,dan Naruto memejamkan matanya serta membalas ciuman Sasuke dengan sangat lembut,tidak ada nafsu dalam ciuman mereka,dan perasaan hangat menjalar di relung hati mereka. Tidak lama kemudian ciuman mereka pun berakhir kini Sasuke sudah menyatukan dahinya dengan Naruto.
"Jadi apa jawabanmu Dobe".? Tanya Sasuke.
"Aku mau Teme,menjadi ibu dari anak-anak kita". Jawab Naruto tidak lupa wajah Naruto sudah merona dengan sangat hebat.
Sasuke kembali mencium kening Naruto dengan sayang,dan kini sunset telah terlihat jadilah mereka menikmati moment romantis ini dengan sangat indah,bahkan Naruto benar-benar senang akan kejutan yang diberikan Sasuke padanya. Shikamaru serta Ino yang melihat itu pun tersenyum bahagia melihat kedua sahabat mereka telah bersama,tinggal menunggu saja undangan pernikahan Sasuke sama Naruto.
TBC.
See You Next Chap.
Bonus Mahkota Bunga Matahari.
__ADS_1