
...🌸🌸🌸🌸...
Tepat pukul 10.00 am Sakura terbangun dari tidurnya,dan ia pun bangun begitu duduk ia bisa melihat Kakashi yang sudah sibuk di sofa entah apa yang dia kerjakan Sakura juga tidak peduli serta tidak ingin melanggar batas privasi hingga ia memilih mengabaikannya. Kakashi pun melihat jika Sakura sudah bangun ia pun berbicara.
"Kau sudah bangun". Seru Kakashi.
"Ck,kau lihatnya seperti apa Kakashi-nii jelas aku sudah bangun". Ucap Sakura dengan ketus.
Sakura pun turun dari ranjang miliknya lalu berjalan menuju lemari,dan Sakura pun membukanya untuk mengambil baju yang akan dia gunakan ke mall dengan Kakashi,sedangkan Kakashi sendiri menghela nafasnya pelan karena Sakura sepertinya masih marah padanya.
"Sakura-chan,mau es krim strawberry tidak".? Tanya Kakashi.
"Kau pikir aku anak kecil begitu Kakashi-nii". Jawab Sakura ketus kesal sekali mengingat jika dirinya gampang di bujuk dengan semangkuk es krim.
Kakashi pun berdiri lalu berjalan menuju Sakura,dan tepat berdiri di belakangannya. Sakura tentu menahan nafasnya karena aroma parfum Kakashi begitu mengelitik hidungnya,namun tunggu ia seperti mengenal aroma parfum ini. Sakura berbalik lalu mengendus baju Kakashi seketika matanya melotot garang pada Kakashi,sedangkan yang di tatap hanya bisa pasrah saja.
"Jangan marah Sakura-chan,habisnya kau tahu jika calon suamimu yang tampan ini menginap tanpa persiapan maka dari itu aku pakai semua milikmu". Kata Kakashi.
"siapa bilang kau tampan Kakashi-nii".? Tanya Sakura sedikit geli karena Kakashi memuji dirinya sendiri.
"Ada gadis bar-bar yang cantik,manis,imut,mata emeraldnya sangat indah yang marah-marah saat aku mau keluar tidak pakai masker". Jawab Kakashi.
"Blush".
Seketika pipi Sakura merona dengan sangat hebat saat ini,dan Kakashi yang melihat itu pun tersenyum ia sangat senang karena Sakura tampak sangat menggemaskan saat malu. Sakura pun langsung berjalan ingin menuju kamar mandi,tolong jantungnya saat ini berdetak cepat karena baru kali ini ada laki-laki yang memuji dirinya,pengecualian buat sang Tou-san serta Sasori sang aniki. Tidak lama kemudian Sakura tersenyum sendu karena Sasuke tidak pernah memuji dirinya sekalipun Sakura tampil begitu cantik,maka Sasuke tidak akan pernah memujinya hanya melihat sekilas dirinya dengan pandangan tidak minat dari nya.
Sakura menggelengkan kepalanya tidak seharusnya ia terus memikirkan Sasuke,karena Sakura sudah bisa menerima kenyataan yang ada jika dirinya dengan Sasuke tidak akan pernah bisa bersama. Sakura sudah ingin masuk ke dalam kamar mandi namun langkahnya terhenti karena Kakashi menahan pergelangan tangannya.
"Ada apa Kakashi-nii aku mau mandi sekarang sebentar lagi mall buka".? Tanya Sakura.
"Hmm kau lupa shampoomu Sakura-chan". Jawab Kakashi sambil menunjukkan kantong belanja di meja dekat sofa.
Sakura melirik satu kantung putih besar disana,dan Sakura malas jalan lagi kesana.
"Minta tolong ambilkan Kakashi-nii". Pinta Sakura.
"Baiklah dengan satu syarat kau memaafkan diriku". Seru Kakashi.
"Sudah ku maafkan sejak tahu Kakashi-nii yang pakai,cuma masih kesal saja sedikit". Ucap Sakura.
"Heheh lain kali aku akan minta izin habisnya semalam aku tidak tega membangunkanmu". Seru Kakashi.
"Sudah lupakan saja semuanya Kakashi-nii,mana shampoonya aku akan lama mandinya". Ucap Sakura.
Kakashi dengan sigap mengambil shampoo lalu memberikan pada Sakura,dan Sakura pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi tidak lama kemudian pintu kamar mandi terkunci. Kakashi pun memilih menunggu Sakura dengan berbaring di kasur, ia kembali memainkan game saham miliknya benar-benar game yang menambah penghasilan Kakashi. Setelah 40 menit Sakura sudah selesai mandi,dan melihat sang calon suami berbaring di kasurnya.
"Tidak mandi Kakashi-nii".? Tanya Sakura.
"hmm,sudah sebelum kau bangun tadi Sakura-chan". Jawab Kakashi yang masih fokus pada handphonenya.
Sakura pun duduk di meja rias nya,dan melirik dari kaca jika Kakashi lagi memantau grafik saham walaupun Sakura tidak pandai dalam analisis stastik,namun ia tahu jika Kakashi lagi memperhatikan grafik saham. Sakura pun menyalakan hairdrey lalu mulai mengeringkan rambutnya,setelah kering Sakura memakai vitamin rambut lalu ia pun menyisir rambutnya,setelah rapi ia pun memakai bando pink favorit nya. Kakashi pun tersenyum lebar saat berhasil menjual sahamnya dengan harga fantastis,dan Kakashi pun keluar dari gamenya setelah menarik uang dengan nominal 350 juta rupiah yang di dapatnya hanya kurang dari 2 jam saja.
Kakashi pun melihat Sakura yang sudah siap saat ini.
"Kau sudah siap".? Tanya Kakashi.
"Iya Kakashi-nii,apa sudah selesai kerjanya".? Jawab Sakura sambil bertanya.
"Aku tidak lagi kerja Sakura-chan". Kata Kakashi.
"Eh tapi Kakashi-nii,lihat grafik saham terus". Balas Sakura.
"Aku lagi main game saham yang terkenal saat ini,jadi aku coba-coba saja dengan investasi 5 juta di awal,hingga kurang dari 2 jam sahamku terjual 350 juta rupiah". Kata Kakashi.
Sakura tentu terkejut karena itu ia pun langsung menghampiri Kakashi,lalu duduk di kasur Kakashi bangun dari tidurnya hingga jarak mereka kini hanya 5 cm saja.
"Serius Kakashi-nii".? Tanya Sakura.
"Serius Sakura-chan,jangan ragukan kemampuan calon suamimu ini,dan jika kau lupa aku adalah seorang Ceo hebat". Jawab Kakashi.
"Iya,tapi kurang dari 2 jam Kakashi-nii bisa dapat uang sebanyak itu". Seru Sakura sangat takjub.
"Satu jam saja aku mampu cuma karena baru coba jadi aku mempelajarinya lebih dulu,dan sudah sebaiknya kita jalan sekarang serta kau bebas beli apa saja yang kau inginkan". Kata Kakashi.
__ADS_1
"Itu uang Kakashi-nii bukan uang untukku". Balas Sakura.
Kakashi yang mendengar itu pun mendengus lalu mengambil dompetnya,Kakashi mengeluarkan black card miliknya dimana uang 350 juta masuk kedalam black card tersebut.
"Ini mulai sekarang kartu ini milikmu,gunakan untuk membeli apapun yang kau inginkan". Ucap Kakashi.
"Kakashi-nii,tidak perlu aku bisa sendiri membelinya". Tolak Sakura.
"Sakura-chan,jangan lupa aku adalah calon suamimu jadi sudah sewajarnya aku memberikan nafkah padamu,dan membuatmu bahagia disampingku". Seru Kakashi.
"Terima kasih,hiyaah akhirnya aku bisa punya black card sendiri habisnya aku punya yang gold saja". Ucap Sakura berbinar senang.
"Mulai sekarang itu jadi milikmu Cherry". Seru Kakashi.
"Cherry". Beo Sakura dengan raut bingungnya.
"hmm nama panggilan khusus untukmu Cherry". Kata Kakashi.
"Baiklah aku juga akan memanggilmu Kashi-nii". Balas Sakura.
"hmm padahal aku berharap kau memanggilku Hubby". Seru Kakashi.
Sakura tergelak mendengar itu,dan tentu saja salah tingkah ia dengan sigap berdiri lalu berkata.
"Ayo Kashi-nii,kita jalan sekarang sudah jam 11 lewat saat ini". Kata Sakura.
"Iya Cherry". Balas Kakashi yang sudah turun dari kasur.
Sakura pun merapikan tempat tidurnya tidak lama kemudian Kakashi sudah siap,dan ia pun melihat Sakura yang masih beres-beres. Kakashi berjalan lalu membantu Sakura lalu bertanya.
"Apa maid tidak bekerja disini".? Tanya Kakashi.
"Kerja cuma hanya untuk beres-beres saja sedangkan masak Kaa-chan yang menghandlenya sendiri,dan sabtu sama minggu mereka libur". Jawab Sakura.
"Tidak jauh berbeda rupanya dengan di mansion Hatake". Seru Kakashi.
Sakura yang mendengar itu pun sedikit kaget karena ternyata mansion Hatake juga seperti itu. Kini Kakashi serta Sakura sudah berada dibawah mereka pun pamit untuk jalan ke mall.
...🌸🌸🌸🌸...
Setelah berkendara selama 35 menit kini Kakashi serta Sakura sudah sampai di mall,Kakashi pun kini menggenggam tangan Sakura,tentu saja Sakura agak kaget karena itu lalu menatap Kakashi.
"Kashi-nii". Lirih Sakura.
"Tidak ada salahnya aku mengenggam tangan calon istriku". Seru Kakashi.
Sakura tidak bisa berkata-kata saat ini mereka pun berjalan masuk dengan bergandengan tangan,tentu saja mereka jadi pusat perhatian,dan Sakura tidak nyaman dengan tatapan mereka tentunya.
"Abaikan saja tatapan mereka Cherry". Seru Kakashi.
"Hehehe mereka pasti menilai jika aku tidak pantas untuk berada disampingmu". Ucap Sakura sambil tertawa pelan.
"Pantas atau tidaknya bukan mereka yang tentukan tapi aku sendiri,serta keluargaku buktinya kau pantas untuk jadi nyonya Hatake". Seru Kakasih.
Sakura yang mendengar itu pun lagi-lagi jantungnya berdetak sangat cepat saat ini.Kini mereka sudah sampai di toko perhiasaan langganan Karui. Pegawai yang menghafal Kakashi akan selalu datang ke toko mereka pun menyambutnya.
"Selamat datang Hatake-Sama". Sambut pegawai a.k.a Yuri tidak lupa wajahnya merona saat ini.
Sakura yang melihat itu entah mengapa kesal sekalipun Kakashi menggunakan masker tetap saja,banyak sekali yang masih terpesona dengan Kakashi.
"hmm". Seru Kakashi.
"Cherry pilihlah yang mana menurutmu terbaik buat cincin kita". Tambah Kakashi tidak lupa memeluk pinggang Sakura.
Tentu saja pegawai bernama Yuri tersebut tidak menyangka jika Kakashi sudah memiliki calon pendamping hidupnya,Yuri menatap Sakura yang kini melihat etalase untuk memilih cincin,dan ia bisa tebak umur Sakura jauh dibawah Kakashi.
"Kashi-nii,bagaimana menurutmu jika ini yang jadi cincin pertunangan kita". Tunjuk Sakura pada cincin emas putih yang tampak sederhana namun elegan.
Kakashi yang melihat itu pun berkata.
"Aku setuju apapun pilihanmu Cherry namun untuk cincin pernikahan boleh aku yang putuskan".? Kata Kakashi sambil bertanya.
"Tentu Kashi-nii,boleh". Balas Sakura.
__ADS_1
Yuri pun mengambil pilihan Sakura agar Sakura bisa melihatnya lebih jelas lagi,Kakashi pun bertanya.
"Apa bossmu sudah datang".? Tanya Kakashi.
"Tidak Hatake-Sama,jika sabtu sama minggu boss tidak akan datang kemari". Jawab Yuri.
Kakashi pun menganggukkan kepalanya nanti ia akan telepon saja, dan Kakashi melihat kalung dengan batu emerlad sangat indah. Ia pun melihat Sakura yang masih melihat cincin pertunangan mereka.
"Tolong kau bungkuskan kalung ini". Seru Kakashi.
"Baik Hatake-Sama,anda sangat beruntung karena kalung ini hanya satu-satunya toko kami yang punya". Ucap Yuri sambil mengambil kalung.
"Hmm,bungkus cepat sebelum dia tahu". Seru Kakashi.
Yuri pun paham lalu membungkusnya dengan hati-hati,dan Sakura mengambil jari Kakashi untuk mencoba cincin tersebut. Ia memasangkan cincin di jari manis sebelah kanan.
"Bagaimana Kashi-nii,pas atau sempit".? Tanya Sakura.
"Sudah pas Cherry". Jawab Kakashi.
Kakashi pun melakukan hal yang sama tentu saja itu membuat jantung Sakura berdetak cepat saat ini.
"Bagaimana Cherry".? Tanya Kakashi.
"Sudah pas Kashi-nii". Jawab Sakura.
"Baiklah kita bungkus ini saja". Seru Kakashi.
Sakura pun melepaskan cincinnya namun agak susah hingga Kakashi membantunya hingga cincin tersebut bisa terlepas,bahkan jari Sakura memerah karena itu.
"Ini sempit Cherry". Seru Kakashi sambil mengelus jari Sakura yang memerah karena itu.
"Tapi aku suka model yang ini Kashi-nii". Ucap Sakura.
"hah baiklah,aku akan minta dibuatkan khusus buat kita". Seru Kakashi.
"Tapi minggu depan acara pertunangan kita Kashi-nii". Ucap Sakura.
"Jangan khawatir nona,cincin yang anda inginkan bisa jadi dalam waktu 4 hari". Timpal Yuri yang mendengar keresahan hati Sakura.
"Benar itu bisa dalam 4 hari jadinya".? Tanya Sakura.
"Iya benar nona,jangan ragu dengan toko kami karena nyonya Karui tidak pernah kecewa sama pelayanan dari kami". Jawab Yuri.
"Baiklah aku percaya karena toko ini langganan aunty". Kata Sakura.
Yuri tersenyum tipis karena Sakura benar-benar serasi untuk jadi pasangan Kakashi,tidak lama kemudian Yuri memberikan kalung yang sudah di bungkusnya.
"Tuan ini pesanan nyonya Karui". Kata Yuri karena paham jika Kakashi ingin memberikan kejutan pada Sakura.
"hmm berapa semuanya dengan total cincin pertunangan kami". Balas Kakashi.
Yuri pun mengambil nota lalu mencatat semuanya,lalu memberikan pada Kakashi nominal yang harus dibayarnya. Kakashi mengeluarkan kartu black card miliknya lalu memberikan pada Yuri,dan Yuri menerima kartu tersebut tidak lama kemudian ia mengembalikan kartu milik Kakashi plus struk belanjanya,serta nota begitu juga sertifikat kepemilikan kalung. Tentu saja Sakura tidak menyangka jika beli perhiasan pun akan dapat sertifikat seperti beli mansion saja.
"Astaga beli kalung pun dapat sertifikat".? Tanya Sakura.
"Tidak semua nona,hanya berlaku untuk perhiasaan limited edition dan hanya beberapa saja yang di jual di dunia serta hanya toko kami yang kebagian untuk bisa menjualnya,makanya kami juga dapat sertifikatnya langsung agar sang pemilik nanti tahu jika kalungnya,benar-benar limited serta aslinya bisa terjaga karena sertifikat tersebut sebagai penunjuk jika apa yang kita punya asli bukan tiruan". Jawab Yuri.
Sakura pun tersenyum mendengar itu karena ia mendapatkan ilmu baru lagi,dalam dunia aksesories Sakura tidak perlu tanya harganya lagi karena sudah jelas lebih dari 2 digit pastinya.
Setelah dari toko perhiasaan kini Kakashi serta Sakura sudah berada didalam restauran,dan saat ini Sakura lagi ingin makan ayam goreng cepat saji,hamburger,serta kentang goreng. Kakashi tentu ikut saja karena ia tidak pilih-pilih saat makan.
"Duduklah biar aku yang pesan Cherry". Kata Kakashi.
"Tidak aku mau pilih langsung saja Kashi-nii". Balas Sakura.
"Tapi antrian panjang cherry". Seru Kakashi.
"Tidak masalah itulah seninya kita berada di restauran cepat saji Kashi-nii". Ucap Sakura.
"Hmm baiklah Cherry". Seru Kakashi mengalah saat ini.
Kakashi serta Sakura pun lagi antri saat ini,bahkan Kakashi sudah merangkul pundak dari Sakura lalu merapatkan tubuh Sakura ke arahnya. Tentu saja jangan di tanya lagi wajah Sakura sudah merona saat ini,karena baru kali ia merasakan perlindungan selain dari Kiazhi serta Sasori tentunya.
__ADS_1
TBC.
See You Next Chap.