
...🌸🌸🌸🌸...
Tidak terasa sudah pukul 4 sore Sakura sudah terbangun dari tidur siangnya,begitu duduk tentu saja maniknya membulat saat ini karena sang calon tunangan sudah berada di dalam kamarnya,bahkan sudah duduk di sofa hanya menggunakan baju casual miliknya. Tentu saja Sakura mendengus kesal karena ia mengingat kejadian di kampus,Kakashi yang menyadari Sakura sudah bangun pun tersenyum serta kini Kakashi tidak menggunakan maskernya,jadi Sakura bisa dengan jelas melihat senyum Kakashi,sudah jelas ia gengsi untuk mengakui jika Kakashi semakin tampan saat tersenyum seperti saat ini.
"Kau sudah bangun rupanya". Kata Kakashi.
"Hmm". Dengus Sakura yang sudah turun dari ranjangnya ia ingin mandi saat ini.
Kakashi pun membiarkan Sakura berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,dan Kakashi yang melihat kasur berantakan pun beranjak untuk membereskannya. Kakashi pun merapikan tempat tidur Sakura,setelah 20 menit Sakura keluar hanya menggunakan bathrobe saja sepertinya ia lupa jika Kakashi kini berada di kamarnya. Kakashi yang melihat Sakura seperti itu pun meneguk ludahnya,hey dia laki-laki dewasa serta normal jadi saat melihat kaki jenjang putih milik Sakura yang sangat indah membuat dada Kakashi bergemuruh dengan hebat. Sakura tentu berbalik,lalu saat ia ingin melepaskan bathrobenya tentu saja ia memekik dengan nyaring.
"Hiyaaa mesum apa yang kau lakukan disini". Pekik Sakura dengan nyaring sambil merapatkan bathrobe miliknya,karena ia pikir Kakashi sudah pergi dari kamarnya.
Kakashi tentu tidak terima dikatain mesum orang Sakura sendiri yang tidak sadar jika dirinya ada didalam kamarnya saat ini,dan Kakashi pun menyeringai sambil menatap Sakura yang di tatap tentu saja gugup saat ini. Kakashi pun maju untuk mendekati Sakura,sedangkan Sakura sudah mundur bahkan dirinya sudah memutar hingga posisinya tertahan oleh ranjang. Kakashi kini sudah berdiri tepat di hadapan Sakura,sedangkan Sakura sudah terduduk di kasur miliknya.
Kakashi pun semakin maju hingga Sakura kini sudah terbaring di kasur,dan Kakashi pun kini sudah berada tepat di atas Sakura tentu saja jantung Sakura berdetak sangat hebat ini pertama kalinya,ia mengalami hal seperti ini. Kakashi pun maju karena wajah panik Sakura adalah hiburan tersendiri baginya. Tidak lama kemudian pintu kamar Sakura terbuka ,dan itu adalah Sasori yang ingin ketemu dengan Kakashi,untuk menyapa calon adik iparnya.
"Sen. Perkataan Sasori terhenti saat melihat adegan tersebut.
Sakura tentu saja langsung mendorong tubuh Kakashi dengan kuat,lalu lari menuju kamar mandi tentu mereka terkejut saat mendengar pintu tersebut dibanting sangat kuat,tolong Sakura rasanya ingin tenggelam di dasar samudera saat ini,karena sang kakak mendapati dirinya dalam keadaan yang sangat memalukan untuk orang lain melihatnya. Sasori tentu tersenyum kikuk,bahkan ia dengan terang-terangan menggoda calon adik iparnya itu.
"Senpai tidak kusangka kau ganas juga,halalin dulu adikku baru kau bebas menyentuhnya". Goda Sasori.
"Hmm,ada apa kau kemari".? Tanya Kakashi yang kini sudah duduk di kasur Sakura.
"Kaa-chan bilang senpai ada disini,jadi aku kemari ingin menyapa senpai saja,tidak tahu nya senpai sibuk". Jawab Sasori.
Kakashi menggelengkan kepalanya tidak lama kemudian Sasori pun beranjak keluar dari kamar Sakura,dan ia pun punya senjata baru untuk menjahili adiknya itu. Sasori benar-benar tidak kapok padahal Sakura sudah sering menganiaya dirinya namun ia tidak kapok dengan adiknya itu. Kakashi pun memainkan handphonenya tidak lama kemudian Sakura sudah keluar hanya dengan menggunakan piyama bergambar strawberry.
"Ganti bajumu Cherry,kita jalan-jalan". Ucap Kakashi.
"Tidak mau aku malas keluar Kashi-nii". Seru Sakura yang sudah duduk dimeja riasnya,ia tidak mau keluar kamar saat ini karena sudah jelas kakaknya akan menggoda dirinya habis-habisan.
"hmm ayolah kau pasti suka tempatnya".Bujuk Kakashi.
"Malas Kashi-nii,nanti saja kita perginya". Kata Sakura.
"Hmm masih marah soal tadi".? Tanya Kakashi.
"Siapa yang marah,tidak ada gunanya aku marah". Jawab Sakura.
"Cherry kemarilah". Panggil Kakashi dengan lembut.
Sakura yang mendengar itu pun menghampiri Kakashi lalu duduk di sampingnya,namun ia menjaga jarak tentu saja dengan sekali tarik kini Sakura sudah berada dalam dekapan Kakashi. Sakura pun membalas dekapan Kakashi,hingga Sakura bisa merasakan Kakashi mencium keningnya dengan sayang. Mata Sakura terpejam saat merasakan itu bahkan hatinya terasa begitu hangat. Sakura pun membuka matanya ia tidak mau terlena saat ini,dan saat mau menjauhkan dirinya Kakashi malah semakin erat memeluk dirinya.
"Maaf jika aku hanya diam saja,saat Uncle serta Aunty dihina itu karena aku pikir kau sudah cukup untuk membungkam mulut Yamanaka itu". Jelas Kakashi,dan Kakashi punya cara sendiri namun ia akan lakukan jika Ino benar-benar sudah di luar batas kendalinya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa,aku juga salah harusnya aku tidak melampiaskan emosi ku padamu apalagi sampai bersikap sangat tidak sopan didepan aunty". Ucap Sakura.
"Baiklah,ayo kita keluar untuk mengembalikan moodmu". Ajak Kakashi.
"Jika untuk makan es krim,beli saja aku sangat malu untuk keluar karena kakak pasti akan menggodaku habis-habisan". Ucap Sakura jujur pada Kakashi.
"Hehehe sekali lagi maaf,karena aku lupa kunci pintu hingga privasi kita harus dilihat orang lain walaupun itu saudaramu sendiri". Seru Kakashi sambil mengelus rambut Sakura dengan lembut.
"Namun ini bukan tempat es krim karena ini lebih spesial dari itu,jadi ayo ganti bajumu". Tambah Kakashi.
"Baiklah". Kata Sakura.
Sakura pun menguraikan pelukan mereka tentu saja Kakashi tidak rela karena pelukan mereka terpisah,hingga saat Sakura memilih baju,dia dengan cepat menuju Sakura lalu memeluknya dari belakang. Sakura terlonjak kaget saat merasakan tangan kekar itu memeluk perutnya dengan erat. Jantung Sakura tentu berdetak sangat cepat saat ini.
"Kashi-nii". Lirih Sakura.
"hmm". Gumam Kakashi.
"Aku mau ganti baju dulu". Seru Sakura.
"Huft baiklah". Ucap Kakashi.
Sakura memejamkan matanya saat merasakan hembusan nafas hangat milik Kakashi kini menerpa lehernya,dan Sakura tentu baru merasakan hal seintim ini dengan seorang laki-laki. Kakashi pun melepaskan pelukannya sangat tidak rela. Sakura berlalu menuju kamar mandi,tidak lama kemudian Sakura sudah keluar dengan baju casul miliknya. Sakura dengan cepat merias dirinya,dan begitu selesai ia pun ingin menghampiri Kakashi yang duduk di kasur nya,sambil memainkan handphonenya pada saat ia berjalan kaki Sakura tidak sengaja tersandung di dos yang berada dibawah ranjangnya,hingga Sakura pun terjatuh tepat di belakang Kakashi tentu saja Kakashi kaget saat mendengar suara rintihan Sakura di telinganya,membuat sisi lainnya terbangun namun dengan cepat ia mengendalikan dirinya.
Kakashi pun berbalik lalu melihat wajah kesakitan Sakura.
"Sakit,aku tersandung karena ada dos dibawah ranjang". Jawab Sakura.
Kakashi memberikan pijitan pelan pada kaki Sakura hingga perlahan warna merah tersebut memudar.
"Masih sakit Cherry".? Tanya Kakashi.
"Sudah tidak Kashi-nii". Jawab Sakura.
"Baiklah kau sudah siap".? Tanya Kakashi lagi.
"Iya aku sudah siap". Jawab Sakura.
Sakura berdiri dari pangkuan Kakashi,dan Kakashi pun berdiri juga hingga ia bisa melihat dos yang memang posisinya tidak terlalu masuk kebawah ranjang. Kakashi pun berjalan lalu ingin mendorong menggunakan kakinya,namun terhenti saat ia melihat benda yang sangat dikenalnya,dan tanpa Sakura sadari Kakashi mengambilnya lalu menyimpan dalam sakunya setelah itu ia mendorong dos agar masuk kedalam. Kini Sakura serta Kakashi sudah berada di bawah,tentu saja Sasori yang melihat sang adik pun tersenyum menggodanya. Sakura sudah jelas kesal karena itu mereka pun pamit untuk jalan-jalan pada mereka semua.
...🌸🌸🌸🌸...
Di Pasar Malam.
Setelah 35 menit kini mereka sudah sampai di pasar malam tentu saja Sakura tidak menyangka jika Kakashi benar-benar membawanya ke pasar malam,padahal ucapannya kemarin di mall hanya spontanitas saja. Kakashi pun menggenggam tangan Sakura lalu mereka pun berjalan menuju tempat pembelian karcis,setelah karcis di dapatkan kini mereka pun jalan-jalan dengan tangan yang saling bertautan satu sama lain,sejujurnya baik Kakashi serta Sakura ini pertama kalinya mereka kemari jadi Sakura pun bingung harus apa terlebih dahulu,dan Kakashi pun menyadari dari raut wajah Sakura saja sudah jelas ini pertama kalinya ia kemari.
__ADS_1
"Cherry kau baru pertama kali kemari". Tebak Kakashi.
"Etto maaf Kashi-nii,kemarin aku hanya bicara spontanitas saja soalnya dulu kami hanya makan malam saja sudah itu tidak lagi,itupun kalau nonton film hanya aku yang memaksa saja serta menikmatinya sendiri juga". Jelas Sakura.
"Hah,aku juga baru pertama kali kemari jadi kita ikutin saja seperti pengunjung disini". Seru Kakashi.
Sakura pun menganggukan kepalanya lalu melihat banyak sekali yang antri untuk masuk ke wahana rumah hantu,tentu saja Sakura dari dulu penasaran bagaimana rasanya masuk di rumah hantu.
"Kashi-nii,ayo kita coba masuk rumah hantu". Tunjuk Sakura sama orang yang lagi antri begitu panjang.
"Serius kau mau masuk kesana".? Tanya Kakashi.
"Tentu ayo aku selalu penasaran didalamnya seperti apa". Jawab Sakura dengan mata berbinar.
"Baiklah ayo kita antri". Ucap Kakashi.
Kini Kakashi serta Sakura sudah ikut antri hingga giliran mereka pun tiba,dan mereka sudah berada didalam hal pertama yang Sakura simpulkan saat mereka pertama kali masuk adalah menyenangkan,dan Kakashi yang melihat senyum binar Sakura heran karena ia sendiri sudah bisa mendengar para gadis memekik histeris. Kakashi serta Sakura berjalan-jalan awalnya biasa saja namun tiba-tiba ada sosok orang yang menggunakan kain mengejutkan mereka,tentu saja karena kaget Sakura refleks hampir menghajar hantu bohongan tersebut,untunglah Kakashi dengan sigap menahan tangan Sakura,lalu.memeluk pinggang Sakura sangat erat. Tentu saja para hantu bohongan yang melihat itu seketika pucat pasi karena Sakura lebih menyeramkan dari mereka.
Kakashi serta Sakura kembali berjalan para hantu kembali berkerja daripada mereka di pecat,dan sudah beberapa kali Sakura nyaris memukul mereka serta mereka sangat berterima kasih dengan laki-laki yang disimpulkan oleh para hantu itu sebagai kekasihnya,karena jika Kakashi tidak menahan Sakura mereka semua sudah berakhir di rumah sakit. Begitu mereka sudah keluar,Sakura langsung menghentakkan kakinya kesal.
"Kashi-nii tidak seru ternyata aku pikir akan seperti di film-film". Seru Sakura.
Tentu saja para pengujung yang mendengar itu menatap Sakura dengan tidak percaya,mereka saja sudah hampir jantungan di dalam sana. Kakashi pun merangkul pundak Sakura lalu berkata.
"Kita coba main tangkap ikan". Tunjuk Kakashi.
"Boleh sudah itu tembak kaleng aku mau boneka beruang". Seru Sakura.
Kakashi pun menarik Sakura menuju pancing ikan,dan saat mencobanya Sakura hampir mematahkan pancingan sehingga para anak-anak menjauh dari Sakura karena takut,dan Kakashi pun menggenggam tangan Sakura lalu mengarahkan pada ikan mainan tersebut,sehingga mereka berhasil menangkap 5 ikan. Sakura tentu melompat kecil karena senang.
"Hore,aku berhasil Kashi-nii". Seru Sakura tanpa sadar ia mencium pipi Kakashi.
Kakashi tentu kaget bahkan pipinya sedikit merona saat Sakura sudah menciumnya,setelah dari pancing ikan mereka mendapatkan hadiah sebuah boneka gurita kecil. Sakura tentu mengambilnya karena ia sangat suka dengan bentuknya. Kini mereka sudah sampai di tembak kaleng,dan Sakura hanya bisa menjatuhkan 2 kaleng saja. Giliran Kakashi yang coba hanya dengan sekali tembak seluruh kaleng jatuh dengan sempurna,tentu saja Sakura kembali refleks mencium pipi Kakashi. Orang-orang sangat iri karena Kakashi bisa menjatuhkan kaleng dengan sempurna. Sakura pun memilih boneka beruang besar berwarna pink.
Akhirnya setelah hampir 1 jam mereka sudah banyak sekali mencoba semua permainan,bahkan tangan Sakura sudah penuh memegang hadiah begitu banyak. Sakura pun melihat crepes seketika perutnya berbunyi saat ini. Kakashi yang mendengar itu pun terkekeh kecil,dan sudah jelas Sakura malu saat ini. Kakashi memesan 2 crepes untuk mereka,dan Kakashi yang antri sedangkan Sakura menunggu di kursi karena kakinya juga sudah lelah berjalan sejak tadi.
Tidak lama kemudian Kakashi pun kembali dengan crepes di tangannya,ia pun duduk disamping Sakura lalu memberikan crepes selai strawberry milik Sakura,dan tentu saja Sakura langsung memakan itu dengan Kakashi memegang nya. Setelah selesai makan Sakura menatap kincir angin yang berputar.
"Kashi-nii,naik kincir angin dulu baru kita pulang". Ucap Sakura.
"Baiklah ayo,karena aku hanya minta izin 2 jam membawamu jalan-jalan". Seru Kakashi yang sudah berdiri lalu mengulurkan tangannya.
Sakura menerima uluran tangan Kakashi lalu mereka pun pergi menuju kincir angin,tidak lupa hadiah mereka juga dibawah kalau di tinggal nanti hilang. Kini Kakashi serta Sakura sudah berada di dalam kincir angin. Sakura pun menatap keluar jendela kincir,lalu saat berada di atas ia bisa melihat pemandangan kota Konoha yang sangat indah pada malam hari,tidak lama kemudian kincir angin pun bergerak tentu saja Sakura kehilangan keseimbangan, dan hampir jatuh namun Kakashi dengan sigap menahan tubuh Sakura,dan Sakura pun menatap mata obsidian milik Kakashi begitu pula Kakashi terpaku pada mata emerlad Sakura, hingga perlahan-perlahan jarak di antara pun semakin dekat, bahkan Sakura mengangkat tangannya untuk menurunkan masker yang Kakashi gunakan.
Kakashi pun menahan tangan Sakura lalu menyatukan kedua tangan mereka,dan bibir Kakashi pun kini sudah mendarat dibibir Sakura. Sakura memejamkan matanya membiarkan Kakashi mencium bibirnya,bahkan ciuman mereka perlahan-lahan berubah jadi ******* yang begitu menggairahkan,dan kembang api sudah menyala tepat dibelakang mereka. Kakashi terus mengeksplor bibir manis Sakura,bahkan Kakashi sampai menggigit bibir Sakura karena rasa manis dari bibir Sakura membuat Kakashi kecanduan,dan Sakura membiarkan Kakashi mengambil ciuman pertamanya itu. Entahlah apa yang di pikirkan oleh Sakura yang jelas dia ingin Kakashi mencium dirinya.
__ADS_1
TBC.
See You Next Chap.