Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
24. Persiapan Sebelum Pertemuan.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Pagi hari di mansion Haruno tidak seperti biasanya jika di hari weekend mereka akan menghabiskan waktu selama 2 jam untuk olahraga bersama-sama,kali ini tampak berbeda dimana pagi-pagi buta sekali sang nyonya Haruno sudah heboh membangunkan mereka semua lebih awal,bahkan Sakura yang baru tertidur selama 5 jam masih ngantuk lebih memilih untuk menutup telinganya dengan earphone miliknya. Tidak lama kemudian pintu kamar Sakura terbuka dengan keras,dan Mebuki dengan cepat menarik selimut sang putri lalu membangunkannya.


"Sayang bangun".Ucap Mebuki.


Sakura tidak menggubrisnya hingga Mebuki mmelepaskan earphone sang putri,lalu kembali membangunkan Sakura.


"Sayang bangun". Ucap Mebuki.


Sakura tentu berbalik ia sebenarnya malas sekali untuk bangun karena masih kepikiran bagaimana rupa dari sosok suaminya, Mebuki tentu langsung menarik Sakura agar bangun,dan Sakura pun bangun dengan rambut acak-acakkan saat ini.


"Kaa-chan tega,aku masih ngantuk". Ucap Sakura sambil menguap.


"Ayo segera mandi,terus kita sarapan baru kesalon pokoknya kau harus tampil semaksimal mungkin didepan calon mertuamu". Seru Mebuki sambil menaruh paper bag di atas nakas merupakan gaun yang harus Sakura gunakan, warnanya senada dengan mereka semua,serta merupakan hadiah dari Karui untuk mereka gunakan saat pertemuan sebentar malam.


"Kaa-chan,aku mau tampil apa adanya karena mereka harus tahu jika calon menantunya itu tidak anggun selayaknya seorang putri kerajaan, jadi aku mau tampil sesuai dari keinginanku sendiri jadi kita tidak perlu ke salon". Ujar Sakura.


Mebuki yang mendengar itu pun menghela nafasnya dengan pelan, dan berpikir jika Sakura sengaja melakukan hal ini agar bisa terhindar dari perjodohan ini,namun sudah jelas Karui serta Sakumo akan menerima Sakura dengan tangan terbuka. Sakura yang melihat sang Kaa-chan melamun pun hanya bisa menghela nafasnya dengan pelan.


"Terserah kau saja nak". Seru Mebuki.


Setelah mengatakan itu Mebuki beranjak pergi dari sana tentu saja Sakura menghembuskan nafasnya dengan kasar,lalu menatap paper bag di atas nakas. Sakura pun mengambilnya serta melihat jika gaun tersebut sangat sesuai dengan dirinya,tidak terlalu terbuka cocok untuk dirinya yang berpenampilan tomboy,bahkan bukan sepatu higheels yang di dapatnya melainkan sepatu kets yang sesuai warnanya dengan gaun yang didapatnya.


Sakura tersenyum tipis mungkin tidak ada salahnya jika ia ke salon,untuk melakukan perawatan serta lainnya. Sakura pun beranjak menuju kamar mandi untuk mandi,tidak lama kemudiaan handphone Sakura berdering,dan yang menelponnya adalah Kakashi. Setelah 20 menit Sakura sudah keluar dengan segar bahkan sudah siap untuk jalan. Sakura pun mengambil handphonenya,lalu mengerutkan keningnya karena Kakashi menelpon dirinya.


"Ada apa yah,kenapa Kakashi-nii telepon aku sepagi ini,daripada aku penasaran lebih baik aku telepon saja". Inner Sakura.


Sakura pun menelpon Kakashi kembali setelah dering kelima baru ia mendengar suara sang mantan wali kelas.


"Ohayou,Sakura-chan".

__ADS_1


"Ohayou,Kakashi-nii ada apa yah kenapa telepon pagi sekali".


"Boleh kita ketemu ada yang ingin ku katakan padamu".


"Maaf Kakashi-nii,aku tidak bisa karena harus menemani Kaa-chan ke salon seharian ini".


"Hanya 20 menit apa tidak bisa".


"Maaf Kakashi-nii,karena aku sudah janji apa tidak bisa besok baru kita ketemu".


"Tidak bisa karena ini sangat penting aku tidak bisa menundanya".


"Apa tidak bisa bicarakan di telepon saja".


"Tidak bisa,aku harus katakan ini secara langsung".


"Kalau begitu besok saja kita ketemunya,aku minta maaf Kakashi-nii harus jalan sekarang karena sudah telat sampai jumpa besok.


"Saku.


...🌸🌸🌸🌸...


Di Salon.


Setelah sarapan Sakura serta keluarganya sudah berada di salon bahkan Kiazhi,dan Sasori juga merapikan rambut mereka begitupun Mebuki serta Sakura yang harus melakukan perawatan mulai dari lulur,lalu facial,dan medipedi serta terakhir pada rambut mereka dimana rambut Sakura sedikit di rapikan. Tentu saja Sakura hanya bisa menahan diri untuk tidak kabur, karena ia sudah lelah tubuhnya di bolak-balik sana-sini,tapi ia juga merasakan rileks setelah tubuhnya di pijat,bahkan merasakan kulitnya lebih halus begitu pun wajahnya sangat bersih,dan agak kencang serta kukunya sangat indah ketika kuteks berwarna pink menghiasinya,hingga tidak terasa jam kini sudah menunjukkan pukul 16.00 pm sore,tentu saja mulai dari 09.00 pagi begitu mereka sampai di salon langsung melakukan perawatan setelah mendaftar tentunya,dan 7 jam lebih Sakura serta Mebuki menghabiskan waktunya untuk perawatan mungkin Sakura harus melakukan ini,jika nanti sudah sah menikah sesekali memanjakan dirinya tidak masalah bukan.


Saat sentuhan terakhir yang di lakukan untuk rambut Sakura ada orang yang kini menginterupsinya.


"Sakura-chan,kau rupanya".Interupsi Ino.


Sakura mendengus mengapa juga ia harus ketemu dengan Ino sekarang.

__ADS_1


"Iya,kau juga disini".? Tanya Sakura basa-basi.


"Tentu ini merupakan salon langgananku,dan aku member tetap disini tidak kusangka jika kau suka perawatan juga,dan baru kali ini aku melihatmu disini apa karena putus dari Sasuke-Kun membuatmu berubah,dan ingin menjadi sangat cantik agar Sasuke-Kun bisa kembali bersamamu". Jawab Ino sambil menyindir Sakura.


Sakura tentu saja tahu jika Ino kini lagi menyindir dirinya,namun jika ia balas nantinya bisa terjadi pertumpahan darah disalon ini. Sakura juga tidak mau buang-buang waktunya karena 3 jam lagi ia akan ketemu dengan calon mertua nya. Sakura pun berdiri dari kursinya lalu berkata.


"Siapapun bisa datang ke salon ini tanpa harus memiliki alasan,dan aku saja yang tidak pernah melakukan perawatan bisa selama 2 tahun menjadi kekasih dari Sasuke-Kun,sedangkan dirimu yang rajin ke salon tapi tidak bisa menarik perhatian dari Sasuke-Kun,bahkan kau sangat iri padaku karena ucapan cintaku pernah diterima oleh Sasuke-Kun,sedangankan dirimu tidak sama sekali,dan jangan pikir setelah kami putus kau bisa bersama Sasuke-Kun karena Sasuke-Kun tentunya tidak akan memilih gadis sepertimu yang hanya bisa menyebar gosip,dan tidak tahu aturan jadi lupakan saja mimpimu itu Ino,karena sampai kapan kau tidak akan bisa bersama Sasuke-Kun". Setelah mengatakan itu Sakura berjalan pergi dari sana karena ia sudah selesai.


Ino menggepalkan kedua tangannya ia benar-benar malu saat ini karena perdebatan mereka jadi pusat perhatian,bahkan sudah ada yang bergosip tentang dirinya. Ino tentu akan membalas semua perkataan Sakura hari ini padanya,dan akan Ino buktikan jika hanya dirinya yang layak untuk menjadi menantu Uchiha. Ino akan menyingkirkan siapapun yang akan menghalangi dirinya bersama Sasuke kali ini,dan ia tidak perlu repot-repot menyingkirkan Sakura karena sebelum ia singkirkan Sasuke sendiri yang menyingkirkannya dari dalam hidupnya.


"Kali ini ku pastikan jika aku yang akan menjadi menantu Uchiha,akan ku buat Sasuke-Kun bersamaku aku akan menyingkirkan siapapun yang akan menghalangi jalanku kali ini".Inner Ino.


Tidak lama kemudian Ino pun melakukan perawatan tentu saja pegawai yang melayani Ino harus ekstrak sabar,karena Ino terlalu cerewet bahkan jika harus memilih lebih baik dia melayani Sakura, karena Sakura lebih banyak diam membiarkan mereka kerja,karena Sakura percaya jika mereka sudah profesional tidak akan membuat penampilan Sakura jadi buruk,sedangkan Ino terlalu banyak aturan harus ini,dan itu bahkan jika tidak sesuai harus meminta mengulanginya lagi. Mereka sangat ingin membuat Ino keluar dari member tetap mereka,namun sang boss yang merupakan sahabat dari Ino sudah jelas tidak mau itu terjadi, karena Ino juga yang menjadi sumber tetap pemasukkan mereka.


Skip.


Saat ini Sakura sudah berganti baju di walk in closet yang disediakan pihak salon,tentu saja Sakura membulatkan matanya ia tidak percaya jika ini adalah dirinya karena ia berubah 180°. Sakura pun mengambil handphonenya lalu menyalakannya saat nyala begitu banyak panggilan dari Kakashi,serta pesan Kakashi untuk ketemu jam 6 sore tapi Sakura tidak mungkin ketemu dengan Kakashi sekarang,hingga ia memilih mengabaikan pesan tersebut lalu kemudian menyalakan kamera. Sakura pun memfoto dirinya. Tidak lama kemudian Mebuki sang Kaa-chan datang,dia juga sudah berganti baju dengan gaun yang warnanya senada dengan sang putri.


"Sayang kau kah itu".? Tanya Mebuki.


"Iya Kaa-chan,ini aku putrimu". Jawab Sakura sambil tersenyum malu karena sang Kaa-chan saja sampai tidak mengenali dirinya,apa jika Sasuke melihatnya seperti ini akan terpana juga seketika Sakura menggelengkan kepalanya,dan mengingat jika secantik apapun dirinya Sasuke tidak akan pernah membalas cintanya. Sakura pun harus bisa move on dari Sasuke,sekalipun ini sebuah perjodohan ia akan ikhlas melalui semuanya.


"Baiklah ayo sayang,Tou-san serta anikimu sudah menunggu di luar". Ajak Mebuki.


"Ayo Kaa-chan". Ucap Sakura.


Mebuki serta Sakura pun berlalu pergi dari sana,begitu sampai di parkiran sudah ada Sasori serta Kiazhi sang Tou-san yang menunggu mereka. Tentu saja mereka terpana dengan perubahan Sakura,dan Sakura jangan ditanya ia semakin gugup saat ini. Kiazhi pun membukakan pintu mobil buat kedua perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya. Mebuki,serta Sakura pun masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian Kiazhi menutup pintu mobil lalu ia pun berjalan memutar untuk duduk didepan tepat disamping Sasori sang putra yang akan membawa mobil menuju restauran xxxx.


Tanpa mereka sadari jika Ino melihat hal itu sambil mengepalkan kedua tangannya,karena sedikit saja sentuhan pada Sakura sudah membuatnya bisa menjadi pusat perhatian tentu saja Ino semakin benci pada Sakura,dan sudah jelas ia akan membuat Sakura membalas semua yang telah dia lakukan di masa lalu padanya. Ino berjalan pergi dari sana untuk mulai menyusun rencana yang akan dilakukannya tentu saja ia tidak akan berhenti sebelum Sakura menderita,karena Sakura sudah berani merebut Sasuke darinya, padahal Ino duluan yang memperlihatkan Sakura pada Sasuke, bahkan sudah jujur pada mantan sahabatnya jika dia menyukai Sasuke,namun malah Sakura menusuk dirinya dari belakang dengan jadian dengan Sasuke,membuat Ino sangat membenci Sakura sampai saat ini,bahkan Ino melupakan fakta jika Sakura adalah teman masa kecilnya.


TBC.

__ADS_1


See You Next Chap.


Kira-Kira bagaimana reaksi Sakura jika tahu yang menjadi calon suaminya adalah mantan wali kelasnya sendiri,dan sudah jelas jawabannya pasti kaget.


__ADS_2