Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
45. Positif Hamil.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Sakura kini baru saja selesai shift magangnya dimana setelah ia pulang dari bulan madunya,seminggu kemudian ia sudah harus magang di rumah sakit Haruno. Kini Sakura pun bersiap-siap untuk pulang,tidak lama kemudian bunyi notifikasi pesan pun masuk Sakura pun tersenyum karena sang suami sudah berada di depan menunggu dirinya. Sakura pun berjalan keluar hingga saat sampai di parkiran ia bisa melihat Kakashi yang kini sudah menunggu dirinya. Kakashi yang pun menghampiri Sakura begitu sampai ia membantu Sakura membawa barang-barangnya. Sakura pun mengamit lengan Kakashi lalu tidur di pundaknya.


"Capek". Keluh Sakura.


"hmm,nanti saat sampai di apartemen baru aku akan memijit seluruh badanmu". Seru Kakashi sambil berjalan menuju mobil yang sudah terparkir.


"Ck,awalnya pijit nanti berubah lebih". Dengus Sakura.


"Kan aku membantu merilekskan badanmu yang kaku Cherryku". Ucap Kakashi yang sudah membukakan pintu mobil buat Sakura.


Sakura pun masuk ke dalam mobil lalu duduk ia pun memejamkan matanya karena akhir-akhir ini ia selalu merasa pusing serta mual,bahkan moodnya kembali berubah-ubah Kakashi mengerutkan keningnya saat melihat wajah Sakura sangat pucat sekali.


"Cherry kau tidak apa-apa".? Tanya Kakashi yang sudah duduk sejajar dengan Sakura lalu mengelus pipi Sakura dengan lembut.


"Pusing Kashi-nii,bahkan perutku tidak enak aku mau muntah". Jawab Sakura.


Kakashi yang mendengar itu dengan sigap menggendong Sakura secara ala bridal style lalu berjalan cepat,bahkan Kakashi bisa merasakan Sakura mencengkram erat jas miliknya.


"Jangan terlalu cepat jalannya Kashi-nii,itu membuatku semakin mual". Seru Sakura.


"Iya Cherry". Ucap Kakashi yang memelankan langkah kakinya.


Mereka sudah masuk ke dalam rumah sakit hingga mereka pun berpapasan sama Mebuki yang tentunya mau pulang,tentu saja Mebuki membulatkan matanya melihat Sakura sang putri dalam keadaan lemas seperti itu,dan Kakashi bernafas lega karena ibu mertuanya belum pulang.


"Kaa-san, Sakura-chan merasa pusing bahkan wajahnya sangat pucat". Seru Kakashi.


"Ayo ikut Kaa-san,kita Ugd langsung". Ajak Mebuki sambil berjalan menuju UGD.


Kakashi mengikuti langkah Mebuki hingga mereka pun sampai di UGD,Mebuki pun masuk ke dalam di ikuti Kakashi hingga seluruh perawat serta dokter yang bertugas di UGD pun berdiri tidak lupa membungkukan badannya. Kakashi dengan sigap membaringkan tubuh Sakura di atas brangkar,Mebuki sendiri yang langsung memeriksa keadaan sang putri dibantu perawat serta dokter yang bertugas di Ugd. Kakashi tentu saja sudah khawatir karena memang sejak pulang dari bulan madu,Sakura sudah selalu mengeluh capek,serta pusing bahkan Kakashi selalu ingin membawa Sakura ke rumah sakit untuk periksa,namun Sakura membuatnya yakin jika dia hanya kelelahan saja.


Sakura yang melihat wajah khawatir sang suami tersenyum untuk menandakan dirinya tidak apa-apa,namun Kakashi tetap tidak bisa tenang. Tidak lama kemudian hasil pemeriksaan darah Sakura sudah keluar untuk mengetahui Sakura sakit apa,dan saat Mebuki membaca hasil tersebut ia pun tersenyum sumringah tentu saja baik Kakashi serta Sakura bingung dengan itu,hingga Mebuki pun berbicara.


"Selamat sayang,karena dirimu positif hamil sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua". Ucap Mebuki dengan tersenyum senang.


Kakashi tentu saja tersenyum lebar di balik maskernya sedangkan Sakura sudah menitikan air matanya,bahkan sudah menyentuh perutnya yang rata. Kakashi pun mendekati Sakura begitu sampai ia pun mencium kening Sakura dengan lembut,dan berkata.


"Terima kasih Cherryku,karena sudah memberikan kado terindah untukku". Ucap Kakashi.


"Kashi-nii bahagia".? Tanya Sakura dengan serak.


"Sangat bahagia Cherryku". Jawab Kakashi dengan mata yang sudah berkaca-kaca memiliki anak dari pasangan yang kita cintai adalah impian setiap pasangan.


"Aku juga bahagia Kashi-nii,dan maaf jika nanti aku tidak menarik lagi di matamu". Seru Sakura.


"Sttt,kau tetap akan menjadi ratu dihatiku Cherry tidak peduli kau mau gemuk atau kurus nantinya,kau tetap milikku karena aku mencintaimu semua yang ada dalam dirimu". Ucap Kakashi mengusir pikiran buruk Sakura yang nantinya akan membuat dia stress hingga berpengaruh pada anak mereka.


Mebuki serta mereka tersenyum haru mendengar itu karena Kakashi menjadi suami yang pengertian bagi Sakura,karena belum tentu suami akan menerima keadaan sang istri pasca mereka melahirkan. Setelah pemeriksaan Sakura pun boleh pulang serta ia sudah mendapatkan vitamin serta obat untuk mengurangi rasa mual yang di rasakan oleh Sakura,dan Usg baru bisa di lakukan saat di trimester pertama yaitu 4-5 minggu,namun banyak juga yang lakukan di antara minggu ke-18 serta minggu ke-22 pada trimester kedua untuk memberikan jawaban lebih menyakinkan, sebab dokter kandungan akan memberikan gambaran tentang kesehatan janin dalam kandungan secara lebih rinci.

__ADS_1


Kakashi kini sudah menuntun Sakura bahkan mereka sudah mendapatkan buku yang akan selalu dibawah oleh Sakura setiap kali ia kontrol. Mebuki mengikuti mereka dari belakang kini menghubungi Karui untuk memberikan kabar bahagia ini.


"Halo Mebuki-chan".


"Halo Karui-chan,kau pasti akan senang mendengar kabar bahagia ini".


"Kabar apa itu kawan".


"Sebentar lagi kita akan menggendong cucu kita".


"APA KAU SERIUS MEBUKI-CHAN".


"Iya aku serius,tadi Sakura habis melakukan pemeriksaan karena ia merasa pusing serta mual,aku sudah curiga saat mereka bulan madu Kakashi pernah minta solusi untuk menghadapi perubahan mood Sakura,dan semua yang Kakashi katakan itu gejala kehamilan namun aku menepisnya,masa baru 2 minggu bulan madu hasilnya sudah ada,namun saat ini aku yakin serta percaya Sakura sudah hamil selama ia bulan madu berarti Kakashi sangat tokcer sekali buat langsung jadi".


Kakashi serta Sakura yang mendengar itu tersentak bahkan sudah meringgis juga,karena sebenarnya jauh sebelum mereka resmi jadi suami-istri mereka sudah cicil untuk buat cucu,dan Kakashi selalu keluar di dalam agar cepat jadinya.


"huawwahh aku benar-benar bahagia hiyaaah akhirnya kita sebentar lagi akan jadi nenek".


"Iya kau benar sekali Karui-chan".


"Pokoknya selama kehamilan Sakura mereka harus kembali tinggal sama kita,agar kita bisa menjaga Sakura kalau perlu aku minta Kakashi buat mansion yang tidak jauh dari mansion utama Hatake,biar aku bebas melihat mereka".


"Aku setuju sama keputusanmu".


"Baiklah sudah dulu,aku mau bilang sama Sakumo kabar baik ini".


"Mebuki-chan pokoknya besok kita harus ketemu ".


"Tentu ke mansion saja besok karena aku tidak ke rumah sakit".


"Baiklah sampai jumpa besok".


"Sampai jumpa besok kawan".


Sambungan telepon pun terputus begitu saja,dan Mebuki pun duluan pulang setelah memberikan nasehat pada Sakura. Kini Kakashi serta Sakura sudah berada didalam apartemen mereka.


"Cherry mau apa katakan saja padaku". Ucap Kakashi yang kini sudah duduk disamping Sakura.


"Kashi-nii,bagaimana ini jika mereka semua tahu kita melakukan itu sebelum kita sah jadi suami-istri". Seru Sakura.


"Sttt,jangan pikirkan soal itu nanti aku yang jelaskan sama orang tua kita,aku tidak mau kau stress Cherry memikirkan semua itu". Ucap Kakashi.


"Iya Kashi-nii,aku harap mereka tidak marah". Seru Sakura.


"Iya Cherry,jadi katakan kau ingin apa sekarang aku akan membelikannya". Ucap Kakashi.


"Belum ada Kashi-nii,aku hanya ingin mandi sekarang karena badanku lengket". Seru Sakura.


"Baiklah ayo kita mandi bersama". Setelah mengatakan itu Kalashi menggendong Sakura ala bridal style menuju kamar mereka. Sakura sudah menyandarkan kepalanya pada dada Kakashi,ia tidak mual lagi setelah menghirup aroma parfum sang suami.

__ADS_1


Di Mansion Haruno.


Mebuki kini sudah sampai di mansion Haruno dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya.


"Ibu pulang". Ucap Mebuki.


"Selamat datang bu". Sambut Senju Deidara yang kini sudah berubah marga menjadi Haruno Deidara.


"Iya nak,dimana suami serta ayah mertuamu"?. Tanya Mebuki.


"Sasori lagi mandi di atas,sedangkan ayah berada di ruang kerjanya". Jawab Deidara.


"Baiklah,ibu ke ruang kerja ayahmu dulu". Seru Mebuki sambil berjalan menuju ruang kerja sang suami dengan langkah lebarnya.


Deidara tentu mengerutkan keningnya karena sudah mau 3 bulan ia tinggal di mansion Haruno,belum pernah ia lihat ibu mertuanya tersenyum senang seperti itu. Kini Mebuki sudah berada didalam ruangan sang suami.


"Sayang". Panggil Mebuki.


Kiazhi yang mendengar itu pun mengangkat wajahnya lalu tersenyum,bahkan melepaskan kacamata bacanya.


"Ada apa ini sayang,kau pulang dari rumah sakit dalam keadaan senang begitu".? Tanya Kiazhi.


"Kau pun akan tersenyum senang saat mendengar kabar bahagia ini".Jawab Mebuki.


"Kabar bahagia apa itu sayang".? Tanya Kiazhi lagi sangat penasaran akan hal itu.


"Rahasia nanti aku akan katakan saat kita semua sudah makan malam". Jawab Mebuki.


"Hah baiklah sayang". Seru Kiazhi dengan pasrah karena ia sudah sangat penasaran dengan kabar bahagia itu.


...🌸🌸🌸🌸...


Kini makan malam sudah selesai mereka semua kini berkumpul di ruang tengah,untuk mendengar kabar yang ingin disampaikan oleh Mebuki di depan mereka semua.


"Jadi sayang katakan apa yang ingin kau sampaikan pada kami semua". Ujar Kiazhi.


"Sayang,dan kalian semua Sakura baru saja aku periksa karena saat Kakashi menjemputnya putri kita wajahnya sangat pucat serta lemas,dan kau tahu sayang Sakura tidak sakit namun ia saat ini positif hamil,sebentar lagi kita akan memiliki cucu sayang". Seru Mebuki dengan senang.


Kiazhi serta Sasori sudah tersenyum lebar mendengar itu,berbanding terbalik dengan Deidara yang tersenyum kecut mendengar itu.


"Serius sayang,putri kita hamil saat ini".? Tanya Kiazhi.


"Serius sayang,putri kita positif hamil". Jawab Mebuki sambil memberikan hasil pemeriksaan pada Kiazhi.


Kiazhi yang membaca itu pun langsung mendekap Mebuki dengan sangat erat,ia sangat bahagia karena putrinya saat ini positif hamil. Sasori sudah merangkul pundak Deidara lalu mengelusnya ia sangat bahagia juga karena adiknya saat ini hamil,namun ia paham juga jika Deidara sang istri pasti sedih karena mereka lebih dulu menikah dari Kakashi serta Sakura bahkan baru sebulan mereka menikah,namun Sakura sudah positif hamil sedangkan Deidara belum "Iri" itu adalah kata yang kini di rasakan olehnya ia iri pada Sakura,dimana Sakura bisa hamil lebih cepat dari nya.


TBC.


See You Next chap.

__ADS_1


__ADS_2