Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
39.Permohonan Maaf ( 1 ).


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Tidak terasa sudah seminggu berlalu sejak Naruto mengetahui semuanya,bahkan Sasuke tidak bosannya datang ke mansion Namikaze untuk bicara pada Naruto,namun Naruto tidak ingin mendengar sepatah katapun dari mulut Sasuke. Sakura juga melakukan hal yang sama ia menelpon Naruto serta chat agar mereka bisa bicara dengan baik-baik namun tidak tanggapan dari Naruto. Sakura kini menghela nafasnya dengan pelan serta saat ini ia lagi berada di kantor Kakashi,tidak lama kemudian Kakashi pun melihat jika tunangannya kini lagi melamun. Kakashi pun berjalan menghampiri Sakura lalu duduk disampingnya.


"Cherry". Panggil Kakashi sambil mengenggam erat tangan Sakura.


"Kashi-nii,Naru benar-benar sudah membenciku". Ucap Sakura dengan serak.


"Dia tidak membencimu Cherry tapi kecewa karena kau serta Sasuke jadian". Seru Kakashi.


"Sekarang aku paham mengapa Sasori-nii bilang jika aku akan menyesal saat jadian sama Sasuke serta mengatakan jika sampai kapan pun, Sasuke tidak akan pernah bisa mencintaiku sekarang aku menyesal mengapa dulu aku tidak mendengar ucapan Sasori-nii,karena tanpa aku sadari selama 2 tahun aku merebut Sasuke dari Naru,namun aku berani bersumpah jika aku benar-benar tidak tahu jika sosok pria culun yang selalu menjemput Naru,adalah Sasuke karena Naru tidak pernah memberitahukan namanya". Tutur Sakura.


Kakashi pun menghela nafasnya dengan pelan lalu berbicara.


"Ayo,kita ke mansion Namikaze kita selesaikan hari ini juga". Ucap Kakashi.


"Tapi Kashi-nii,bagaimana jika Naru tidak mau mendengar kita". Seru Sakura.


"Naru akan mendengar kita". Kata Kakashi.


Kakashi serta Sakura pun beranjak pergi menuju mansion Namikaze untuk menemui Naruto.


...🌸🌸🌸🌸...


Di Mansion Namikaze.


Kakashi serta Sakura sudah sampai di mansion Namikaze manik emerladnya membulat sempurna,saat melihat mansion tersebut sangat besar mengalahkan mansion Hatake maupun Uchiha. Tidak lama kemudian gerbang pun terbuka Kakashi pun melajukan mobilnya masuk kedalam mansion,dan begitu sudah sampai di tempat khusus parkir mobil Kakashi memarkirkan mobil miliknya. Begitu mereka turun ada mobil yang tidak asing sudah terpakir,dan itu adalah mobil milik Sasuke.


Sakura tentu saja jadi ragu untuk masuk namun saat merasakan genggaman tangan Kakashi,menghilangkan keraguan Sakura jika ia tidak mencobanya maka Sakura tidak akan tahu hasilnya. Mereka pun berjalan masuk kedalam begitu sampai di ruang tengah,mereka berdua bisa melihat Sasuke bersama Naruto yang lagi membahas kerja sama mereka,sekalipun hubungan mereka renggang tapi mereka harus profesional,dan mensampingkan kehidupan pribadi. Naruto pun melihat Kakashi serta Sakura dengan pandangan datar miliknya.


"Saya tidak memiliki jadwal untuk ketemu dengan anda Hatake-san". Ucap Naruto.


"Apa seorang kakak harus mengatur jadwal untuk ketemu dengan adiknya".? Tanya Kakashi dengan lembut.


Naruto yang mendengar itu mendengus dengan kasar,dan Naruto pun berkata.


"Duduklah tidak sopan seorang Namikaze mengusir tamunya sekalipun itu musuhnya sendiri". Kata Naruto.


Kakashi tidak tersinggung mendengar itu tapi tidak dengan Sakura ia menundukkan kepalanya. Kakashi serta Sakura pun duduk tidak jauh dari Sasuke. Naruto kembali berdiskusi dengan Sasuke,dan setelah selesai berdiskusi Sasuke meminum kopinya yang sudah dingin itu.


"Jika sudah tidak lagi anda bisa pergi Uchiha-san,saya masih ada tamu". Kata Naruto.


"Hn kau mengusirku Dobe". Balas Sasuke dengan mendelik pada Naruto.


"Diskusi kita sudah selesai,jadi untuk apa anda berlama-lama disini oh aku tahu anda pasti kangen dengan mantan anda,silahkan gunakan ruang tengah milikku ini jika sudah kalian bisa pergi dari mansionku ini". Ujar Naruto yang berdiri.


Naruto pun ingin berjalan pergi tapi Sasuke menahan tangannya,tentu saja Naruto mendelik pada Sasuke.


"Lepas". Desis Naruto.


"Hn,sampai kapan kau marah Dobe".? Tanya Sasuke.

__ADS_1


"Untuk apa aku marah sama anda,kau bukan siapa-siapa bagiku". Jawab Naruto.


"Hn,baiklah jika memang dengan menjauh darimu membuatmu tenang,maka aku akan menjauh tapi ingat ini Dobe sampai kapan pun aku sangat mencintaimu". Kata Sasuke.


"Stop mengatakan hal itu padaku,karena aku tidak akan percaya semua yang keluar dari mulutmu jadi silahkan pergi sejauh mungkin dari hadapanku". Balas Naruto.


Sasuke yang mendengar itu pun tersenyum sendu harusnya dari awal ia tidak menghadirkan Sakura dalam lingkaran mereka. Sasuke pun beranjak pergi dari sana,hingga tersisa Kakashi serta Sakura. Naruto pun kembali ke tempat duduknya lalu memanggil pelayannya.


"Yura". Panggil Naruto.


Tidak lama kemudian Yura sang maid pun datang tidak lupa membungkukan badannya.


"Iya Nona". Sahut Yura.


"Jadi kalian ingin minum apa".? Tanya Naruto.


"Kopi sama Jus strawberry untuk calon kakak iparmu". Jawab Kakashi.


"Jangan lupa cemilannya juga". Tambah Kakashi.


"Kau dengar itu Yura". Kata Naruto.


"Iya nona,saya permisi dulu untuk menyiapkan semuanya". Balas Yura.


Yura berjalan mundur lalu membalik badannya menuju dapur untuk menyiapkan semua itu. Tidak lama kemudiaan Yura kembali dengan nampan di tangannya,ia pun menyajikan semuanya sangat hati-hati,setelah itu Yura membawa gelas kopi milik Sasuke.


"Silahkan nikmati". Kata Naruto.


"Terima kasih Naru".Balas Sakura sambil meminum jusnya.


Sakura yang mendengar itu tetap meminum jusnya dengan santai,Kakashi tentu sudah was-was karena itu tidak lama kemudian jus habis serta Sakura masih baik-baik saja,padahal sudah 5 menit berlalu.


"Cherry kau tidak apa-apa".? Tanya Kakashi.


"Aku tidak apa-apa Kashi-nii". Jawab Sakura sambil tersenyum.


Naruto yang melihat itu tentu saja mendengus geli melihat bagaimana Kakashi terlihat begitu mencintai Sakura,tentu saja tanpa diberitahu Naruto sudah tahu jika tunangan Sakura adalah Kakashi.


"Ck,sudah pasti kau menerima Hatake-san sebagai tunangan serta calon suamimu karena dia tampan serta kaya,jadi kau tidak rugi-rugi amat kehilangan cinta pertama yang sangat dirimu cintai itu,mengapa tidak kau ajak juga Uchiha-san bergabung bersama kalian jadi dirimu bisa memiliki 2 suami kaya sekaligus". Ujar Naruto.


Sakura sudah jelas merasakan sakit saat mendengar ucapan Naruto,dirinya bukan perempuan murahan dimana hanya ingin mendekati pria kaya saja. Kakashi tentu tidak suka Naruto berbicara seperti itu pada Sakura.


"Naruto". Tegur Kakashi.


"Kenapa aku tidak salah bukan mana ada gadis baik-baik mengambil milik sahabatnya sendiri,sekalipun aku belum jadian dengan Uchiha brengsek itu tapi tidak seharusnya dia mengambilnya dariku,dan jangan bilang jika ah Naru aku tidak tahu jika itu Sasuke-kun,maafin aku kau pikir aku akan percaya begitu saja". Kata Naruto.


Sakura menundukkan kepalanya mendengar semua itu,dan berbicara.


"Aku memang tidak tahu jika yang kau maksud itu Sasuke karena penampilannya sangat jauh berbeda,serta kau tidak pernah memberitahukan namanya padaku". Balas Sakura.


"Selama 2 tahun aku tanya nama kekasihmu tapi kau bungkam serta selalu mengatakan rahasia,makanya aku berhenti bertanya dan saat ini aku sadar kau sengaja agar diriku tidak tahu bukan kau memang luar biasa sekali Haruno-san". Ujar Naruto.

__ADS_1


"Kalian pergilah aku tidak mau mendengar omong kosong kalian lagi". Tambah Naruto.


"Naru,aku paham kau marah serta kecewa padaku tidak apa serta kau tidak bisa memaafkanku juga tidak apa-apa,namun Sasuke sama sekali tidak berbohong ia hanya mencintaimu selama 2 tahun ia tidak pernah memperlakukanku sebagai seorang kekasih,ia tidak pernah menjawab kata cintaku serta tidak pernah sekalipun tersenyum padaku,dan juga perlakuan romantisnya padaku itu semua atas suruhan Itachi-nii agar lebih menghargai perasaanku, serta jepitan rambut yang kau lihat itu semua atas suruhan Itachi-nii juga,jadi dari awal Sasuke hanya milikmu begitupun dirimu hanya milik Sasuke saja,jadi kau boleh marah padaku tapi jangan salahkan Sasuke karena akulah yang masuk pada lingkaran kalian". Tutur Sakura.


Naruto diam saja mendengar semua itu Kakashi serta Sakura pun berdiri,namun saat berdiri tiba-tiba handphone Kakashi berbunyi dengan keras yang menelpon dirinya adalah Itachi,dan Kakashi pun menggeser icon hijau tidak lupa menspeakernya.


"Halo ada apa Itachi"


"Senpai,Sasuke kecelakaan baru ia terus memanggil nama Naruto lalu aku menghubungi Naruto namun tidak di angkatnya,serta aku telepon aunty katanya Naruto sudah berada di Konoha,apa bisa senpai membawa Naruto kemari karena jika aku yang kesana ia pasti mengusirku".


Jantung Naruto berdetak sangat cepat saat ini,dan Sakura bisa melihat bagaimana sahabatnya begitu sangat mencintai Sasuke,sekalipun bibirnya berkata benci namun tidak dengan hatinya.


"Di rumah sakit mana kalian membawa Sasuke".


"Di rumah sakit Haruno,karena hanya itu lokasi terdekat dari tempat kecelakaan Sasuke".


"Baik aku pergi kesana sekarang".


"Tolong senpai Naru hanya mau mendengarmu saat ini"


"Hmm Itachi aku akan coba namun tidak bisa janji ".


"Iya Senpai".


Sambungan telepon pun terputus Kakashi pun menghela nafasnya dengan pelan.


"Naru". Panggil Kakashi dengan lembut.


"Tidak,aku tidak mau pergi dia mencintai Sakura itulah mengapa lokasinya dekat dengan rumah sakit Haruno". Kata Naruto.


Sakura tentu geram dengan keras kepala Naruto mengapa ia bisa berpikir seperti itu,karena kecelakaan tidak bisa di prediksi dimana itu akan terjadi. Sakura langsung menggenggam tangan Naruto lebih tepatnya menariknya.


"Lepaskan aku Haruno-san". Seru Naruto.


"DIAM". Bentak Sakura.


Para pengawal yang mendengar keributan dengan cepat berkumpul termasuk kepala pelayan Iruka,dan Kakashi pun berkata.


"Jangan khawatir Iruka-san,nona kalian begitu keras kepala jika sudah marah,dan Sasuke kecelakaan saat ini makanya Naru harus menjengkuknya". Jelas Kakashi.


"Tapi aku tidak mau ketemu dengannya,aku tidak peduli apapun yang terjadi dalam hidupnya". Kata Naruto.


Iruka menghela nafasnya dengan pelan lalu berjalan melepaskan tangan Sakura dari Naruto.


"Nona saya antar kesana". Kata Iruka dengan lembut.


"Tidak Uncle aku sangat membencinya tidak mau melihat wajahnya". Balas Naruto dengan kekuh.


"Hanya sekali nona,jangan sampai anda menyesal". Seru Iruka.


Naruto yang mendengar itu bergeming tidak berkata apa-apa lagi,Iruka pun membawa Naruto pergi dari sana menuju rumah sakit Haruno. Kakashi serta Sakura pun menyusul mereka.

__ADS_1


TBC.


See You Next Chap.


__ADS_2