
...πΈπΈπΈπΈ...
Hari demi hari berlalu hingga tibalah hari yang dinantikan oleh pasangan utama kita yaitu,Kakashi serta Sakura dimana ini merupakan hari bahagia buat mereka,karena hari ini adalah hari pernikahan mereka bahkan Kakashi serta Sakura selama seminggu tidak saling bertemu sebelum mereka sah menjadi pasangan suami istri. Saat ini Sakura sudah di make up dari jam 3 pagi karena pemberkatan nikah akan di laksanakan pukul 09 pagi. Kini jam sudah menunjukkan pukul 06 pagi,dan make up Sakura pun sudah selesai bahkan kini rambutnya lagi di tata rapi.
Tidak lama kemudian Mebuki sang ibu pun masuk ke dalam kamar Sakura,dan posisi mereka saat ini sudah berada di hotel bintang 5 dimana resepsi pernikahan Kakashi serta Sakura akan diadakan. Mebuki membawa nampan berisi sarapan buat sang putri,lalu menyuapkan roti buat sang putri setelah roti habis Sakura pun meminum susu strawberry hingga habis. Mebuki tersenyum melihat sang putri yang sebentar lagi akan menikah,dan tidak pernah terpikirkan oleh Mebuki jika kedua anaknya akan menikah di tahun yang sama.
"Sayang kau sangat cantik". Puji Mebuki dengan mata berkaca-kaca.
"Ibu". Lirih Sakura yang kini ingin menangis karena melihat mata sang ibu sudah siap menitikkan air matanya.
"Stt jangan nangis sayang karena hari ini hari bahagiamu". Ucap Mebuki.
Sakura pun menampilkan senyum terbaik miliknya ini,dan tepat pukul 8 pagi Sakura sudah siap dengan gaun putih pernikahan miliknya,dan gaun tersebut sangat indah. Tidak lama kemudian Kiazhi pun masuk ke dalam kamar sang putri karena mereka sudah harus menuju tempat pemberkatan nikah.
"Koi,apa semuanya sudah siap".? Tanya Kiazhi.
"Sudah Anata". Jawab Mebuki.
"Baiklah sudah waktunya kita jalan,karena rombongan Hatake pun sudah siap". Seru Kiazhi.
Sakura yang mendengar itu pun menghembuskan nafasnya untuk menetralkan rasa gugup yang kini di rasakan olehnya. Kiazhi pun menghampiri yang kini sangat cantik dalam balutan gaun putih yang sangat indah.
"Apa kau sudah siap sayang".? Tanya Kiazhi.
"Sudah Ayah". Jawab Sakura.
Kiazhi pun memberikan tangannya lalu Sakura pun mengamit lengah sang ayah,lalu mereka pun berjalan keluar dari kamar begitu sampai dihalaman hotel,sudah Sasori sang kakak bersama istrinya Deidara yang telah jadi kakak iparnya menunggu dirinya begitu juga ada sahabatnya yaitu Ino yang bergabung untuk menjadi bagian dari rombongan Haruno,begitu pun Matsuri bersama Gaara sang kekasih menjadi bagian dari keluarga Haruno. Kini mereka pun naik mobil menuju gereja yang tidak jauh dari hotel,kira-kira hanya 15 menit mereka sudah sampai.
...πΈπΈπΈπΈ...
Kakashi bersama rombongan miliknya sudah sampai di gereja yang akan menjadi tempat pemberkatan nikahnya dengan Sakura,tinggal beberapa menit lagi Sakura akan sah menjadi istrinya apakah Kakashi gugup tentu saja ia gugup karena bagaimana pun ini adalah janji sekali seumur hidup yang akan dia ucapkan. Sakumo pun memberikan permen karet agar sang putra bisa rileks,dan Kakashi mengunyahnya agar rasa gugupnya bisa hilang.
"Sudah waktunya kau berdiri di altar karena sebentar lagi calon istrimu sampai". Ucap Sakumo.
"Baik Ayah". Seru Kakashi sambil menghembuskan nafasnya.
Kakashi pun sudah mengambil posisinya berdiri di altar pernikahan,sedangkan para rombongan bersama para tamu sudah duduk di kursi yang telah disediakan. Naruto bahkan sudah menyalakan kamera videonya untuk mengabdikan momen indah dari Kakashi serta Sakura. Sasuke tentu tidak sabar untuk menyusul mereka,dan sudah jelas mereka pun akan menikah setelah lulus bagi Sasuke itu sangat lama sekali,namun ia harus sabar karena itu persyaratan dari sang ayah a.k.a Fugaku.
Minato yang melihat sang putri sudah video hanya tersenyum tipis,karena saat ini mereka pun akan mulai menyiapkan pernikahannya,walaupun masih terlalu muda Naruto untuk menikah karena umurnya belum genap 20 tahun,maka dari itu Fugaku serta Minato sepakat akan menikahkan mereka tepat diumur Naruto 20 tahun,dan itu tahun depan tepat mereka lulus kuliah. Kakashi yang di altar melihat jam tangan mahalnya sudah menunjukkan pukul 08.15 pagi masih ada 45 menit sebelum pemberkatan nikah nya di mulai.
Tidak lama kemudian mereka semuanya bisa mendengar suara deru mesin mobil,dan Kakashi semakin gugup karena itu. Kini diluar rombongan Haruno sudah sampai di gereja yang akan menjadi tempat pemberkatan nikah. Kiazhi pun turun dari mobil lalu membuka pintu mobil dimana sang putri duduk,lalu mengulurkan tangannya. Tangan berbalut kaos tangan putih pun terulur keluar untuk menyambut tangan sang ayah.
Sakura pun turun dari mobil lalu berjalan bersama sang ayah dengan mengamit tangannya,hingga kini mereka pun sampai di depan pintu gereja yang sudah di tutup.
__ADS_1
"Apakah kau sudah siap nak".? Tanya Kiazhi.
"Siap ayah". Jawab Sakura dengan mantap.
"Sekali lagi ayah tanya apa kau sudah siap untuk masuk ke dalam". ? Tanya Kiazhi.
"Aku siap ayah,terima kasih karena sudah menjagaku hingga sampai hari dimana kau akan melepaskan aku untuk menjadi istri dari calon suamiku". Jawab Sakura dengan serak.
"Sudah tugas ayah serta ibumu menjaga serta membesarkanmu,dan kakakmu sampai kalian membangun rumah tangga kalian sendiri,namun sekali pun kalian sudah menikah kalian tetap anak-anak kami". Ujar Kiazhi.
Sakura tersenyum haru mendengar semua itu perlahan-lahan pintu gereja pun terbuka,dan Kiazhi serta Sakura pun berjalan masuk secara berdampingan. Para tamu sudah berdiri untuk menyambut kedatangan sang mempelai wanita,Kakashi tersenyum melihat Sakura yang sangat cantik,begitu juga Sakura ia bisa melihat Kakashi sang tampan dengan tuxedo hitam yang kini sudah dia gunakan,bahkan Karui tersenyum lebar melihat menantunya Sakura sangat cantik menggunakan gaun buatannya sendiri.
Kini Sakura sudah sampai di altar pernikahan Kakashi pun mengulurkan tangannya,dan Kiazhi memberikan tangam Sakura sambil berkata.
"Ku serahkan Sakura putriku kedalam tanganmu,tolong jaga serta lindungi putri kami". Kata Kiazhi.
"Tentu ayah aku akan menjaga serta melindungi Sakura dengan segenap hati serta jiwa ragaku". Balas Kakashi.
Kiazhi tersenyum lalu undur diri berjalan menuju tempat di mana sang istri sudah duduk,dan Kakashi pun menarik pelan tangan Sakura untuk naik ke atas altar untuk berdiri tepat dihadapannya. Kakashi menggenggam tangan Sakura dengan erat untuk menyampaikan rasa gugupnya.
"Kau gugup Kashi-nii".? Tanya Sakura dengan lirih.
"Hmm Cherryku,kau sangat cantik hari ini". Jawab Kakashi.
"Tentu tidak,kau setiap hari cantik di mata ku,dan akan semakin cantik saat menggunakan jepitan rambut yang aku pilih kan sendiri". Ucap Kakashi sambil mengeluarkan jepitan rambut.
Sakura membulatkan matanya melihat jepitan itu,dan berkata.
"Kashi-nii ini". Lirih Sakura.
"Hmm,bukan Sasuke yang memilihnya namun aku,karena aku pikir ini sangat cantik saat kau gunakan". Ucap Kakashi.
"Pasangkan Kashi-nii". Seru Sakura yang sudah menundukkan kepalanya.
Kakashi memasangkan jepitan rambut dengan kelopak bunga Sakura,dimana hadiah tersebut adalah pilihan Kakashi sendiri bukan pilihan dari Sasuke. Sakura pun tersenyum senang ia ingin memeluk Kakashi,namun ditahan karena belum waktunya. 15 menit lagi, pemberkatan akan di laksanakan tidak lama kemudian pendeta yang bertugas untuk menikahkan mereka pun muncul,proses ibadah singkat pun dimulai sebelum pemberkatan hingga tepat pukul 9 pagi tibalah pemberkatan di adakan.
"Baiklah apa kedua mempelai sudah siap"?. Tanya Pendeta.
"Kami sudah siap". Jawab Kakashi serta Sakura.
"Baiklah dihadapan kalian semua dimana Tuhan akan menjadi saksi bersatunya 2 insan kita yang saling mencintai satu sama lain,dan akan selalu bersama-sama dalam menghadapi suka serta duka, dengan ini ku nyatakan saudara Hatake Kakashi bersediakah kau menerima saudari Haruno Sakura sebagai istrimu,dan selalu setia serta mencintai dirinya,dalam suka serta duka serta senang, dan susah kalian akan selalu bersama hingga ajal menjemput kalian". Ujar Pendeta.
Kakashi menghembuskan nafasnya lalu berkata.
__ADS_1
"Saya bersedia menerima saudari Haruno Sakura sebagai istri saya, akan selalu mencintai serta setia bersama dengannya dalam suka,dan duka serta senang,dan susah kami akan selalu bersama-sama hingga ajal menjemput kami". Kata Kakashi dengan mantap serta tidak ragu sama sekali.
Pendeta pun menatap Sakura lalu berkata.
"Saudari Haruno Sakura bersediakah kau menerima saudara Hatake Kakashi,dan berjanji akan selalu setia padanya dalam suka,dan duka serta senang,dan susah kalian akan selalu bersama-sama hingga ajal menjemput kalian". Kata Pendeta.
Sakura yang mendengar itu pun menatap Kakashi yang kini juga menatapnya,dengan pandangan teduh miliknya bahkan Sakura bisa merasakan Kakashi semakin erat menggenggam tangannya,seakan Sakura tidak akan bisa lepas dari genggam tangan Kakashi,dan kini Sakura menjawabnya dengan lantang tanpa ragu sama sekali.
"Saya bersedia menerima saudara Hatake Kakashi sebagai suami saya,dan saya berjanji akan selalu setia serta mencintainya dalam suka serta duka,dan susah serta senang kami akan selalu bersama-sama sampai ajal yang memisahkan kami". Ucap Sakura dengan lantang.
Kakashi tersenyum lebar dibalik maskernya bahkan kegugupan yang dia rasakan sirna begitu saja. Para tamu sudah tepuk tangan mendengar itu,dan semakin meriah saat mendengar ucapan pendeta.
"Dengan terucapnya janji suci pernikahan dari kedua mempelai kita,dengan Tuhan sebagai saksinya telah selesai untuk mempersatukan kedua insan kita di persilahkan mereka untuk tukar cincin". Ucap Pendeta.
Karui serta Mebuki pun berdiri lalu membawa nampan yang berisikan cincin buat Kakashi serta Sakura. Mebuki pun memberikan cincin buat Kakashi untuk dipasangkan pada jari manis Sakura,sedangkan Karui memberikan cincin pada Sakura untuk dipasangkan pada jari manis Kakashi. Pendeta pun kembali berbicara saat cincin sudah siap.
"Di Persilahkan kepada Saudara Hatake Kakashi memasangkan cincin pada jari manis Saudari Haruno Sakura". Ucap Pendeta.
Kakashi pun mengambil cincin emas putih bermatakan emerlad,lalu memasangkan cincin pada jari manis Sakura,tentu saja Sakura matanya sudah berkaca-kaca,air matanya bahkan akan tumpah namun ditahan olehnya.
"Di Persilahkan kepada Saudari Haruno Sakura untuk memasangkan cincin pada jari manis saudara Hatake Kakashi". Ucap Pendeta.
Sakura pun memasangkan cincin pada jari manis Kakashi,begitu sudah terpasang mereka semua pun tepuk tangan dengan pelan. Setelah cincin sudah terpasang Karui serta Mebuki kembali ke tempat duduk mereka . Tidak lama kemudian pendeta kembali berbicara.
"Dengan sudah terpasangnya kedua cincin pada jari manis kedua mempelai kita menandakan mereka telah sah menjadi sepasang suami istri,dengan ini saya nyatakan di hadapan kalian semua dengan Tuhan yang menjadi saksi sakralnya janji suci pernikahan ini,saya nyatakan saudara Hatake Kakashi serta saudari Haruno Sakura yang telah berubah marga menjadi Hatake Sakura sah di hadapan Tuhan sebagai sepasang suami,dan istri.". Tutur Pendeta.
Para tamu yang sudah hadir tepuk tangan dengan meriah bahkan Mebuki,serta Karui sudah berpelukkan satu sama lain karena akhirnya mereka jadi besan juga,Kushina serta Mikoto ikut tersenyum senang melihat kebahagian kedua sahabatnya.
"Di Persilahkan kepada sang suami untuk mencium sang istri sebagai tanda kalian sudah bersatu". Ucap Pendeta.
Kakashi pun maju lalu mencium kening Sakura dengan lembut,dan Sakura memejamkan matanya bahkan air mata yang sejak tadi di tahannya air tumpah juga,setelah itu Kakashi menjauhkan wajahnya lalu menghapus air mata Sakura dengan lembut.
"Jangan menangis Cherryku". Seru Kakashi.
"Ini air mata kebahagiaan Kashi-nii". Ucap Sakura.
Kakashi pun membawa Sakura kedalam dekapannya Sakura dengan sigap memeluk tubuh Kakashi sangat erat,bahkan Kakashi bisa mendengar jantung Sakura berdetak sangat cepat. Begitu pun Sakura bisa mendengar jantung Kakashi yang berdetak sangat cepat. Pendeta pun masuk pada sesi akhir dengan mendoakan Kakashi serta Sakura,setelah selesai Sakura serta Kakashi menandatangani dokumen pernikahan mereka hingga mereka sudah dapatkan buku pernikahan mereka.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 1 siang prosesi pemberkatan nikahpun telah berakhir dengan bahagia serta rasa suka cita dihati mereka semua. Saat ini Kakashi,dan Sakura yang sudah mengamit lengan Kakashi berjalan keluar meninggalkan gereja yang menjadi tempat bersatunya hati serta jiwa mereka.
TBC.
See You Next Chap.
__ADS_1
Maaf ada yang salah serta kurang dari prosesi pemberkatan nikah Kakashi serta Sakura,habisnya author belum melewati itu semua habisnya author masih jomblo.π€§π .