
*** ditempat Kevin saat ini ***
tidak butuh waktu lama akhirnya mobil yang membawa Kevin pun telah sampai dikediaman rumah keluarga sergio yang dimana didepan gerbang sana dengan tulisan ( Laurenza Sergio ) atau yang disingkat menjadi ' L S ' itulah nama icon rumah sang sahabat dari dulu sampai sekarang tidak ada satu pun yang berubah dari semua bangunannya tetap sama dari terakhir kali dia meninggalkan tanah air ini.
tidak ingin terlalu larut mengagumi keindahan rumah milik sang sahabat mobil yang membawa Kevin didalamnya pun akhirnya sampai didepan pekarangan depan rumah milik charizta dan memutuskan untuk segera turun dan berjalan menuju ke pintu utama yang akan membawanya masuk kedalam,tidak ingin membuang waktu lama lagi Kevin pun akhirnya membunyikan bell rumah yang ada tepat disamping pintu.
tingtong......
tingtong.......
tingtong.......
beberapa kali Kevin memencet bell rumah tersebut sampai bunyi suara pintu terbuka dengan sangat lebarnya itu.
-klek...-
pintu utama dibuka oleh sang kepala pelayan siapa lagi kalau bukan Bi Nina orangnya.
"maap mau mencari siapa yah masnya ini."kata bi Nina berbicara lembut dan sopan.
"maap bi apa chariztanya ada dirumah."jawab Kevin dengan sopan juga.
"non charizta,ada dikamarnya dan kalau boleh tau mas ini siapanya non charizta yah."jawab Bi Nina hati-hati.
"saya Kevin teman sekolahnya charizta dan kemarin kami sudah membuat janji untuk bertemu disini."jawab Kevin dengan tersenyum kearah bi Nina dan Bi Nina pun hanya menganggukkan kepalanya saja sambil membiarkan sang tamu masuk dan menyuruhnya menunggu diruang tamu sementara dirinya pamit undur diri untuk memanggil sang nona mudanya itu.
__ADS_1
"silahkan mas duduk dulu,biar bibi panggilan dulu non charizta dan kalau begitu bibi pamit undur diri."kata bi Nina berpamitan kepada sitamu tersebut yang ternyata adalah Kevin orangnya.
setelah melihat sang pelayan berlalu dihadapannya itu,Kevin kembali mengangumi arsitektur rumah sang sahabat tidak ada satupun yang dirubah dari segi desainnya tetap sama kaya dulu.
Kevin tersenyum sendiri melihat kekonyolannya yang mengagumi rumah milik sang sahabat tersebut.
tanpa Kevin sadari charizta sudah berdiri dihadapannya dengan menautkan kedua alisnya pertanda bingung dengan apa yang sahabatnya itu alami saat ini.
** ditempat charizta saat ini **
setelah berkutat lama dan dirasa pas dengan penampilannya saat ini charizta,memutuskan untuk segera turun kebawah tidak ingin membuat sang tamu menunggu lama akan kehadiran dirinya itu,sebelum menuju ruang tamu charizta menyempatkan diri kedapur terlebih dahulu meminta sang kepala pelayan untuk membuatkan minum dan cemilan untuk sang tamu.
setelah selesai urusan dengan dapur charizta memutuskan untuk segera berjalan menuju ruang tamu buat ketemu sang tamu tapi alangkah terkejutnya dia melihat pemandangan yang tidak dimasuk akal itu dimana disana Kevin sang sahabat tengah duduk sambil melamun dan tersenyum tersendiri hingga membuat charizta menautkan kedua alisnya pertanda bingung apa yang membuat sahabatnya seperti itu.
% ada apa dengan dia kok senyum-senyum sendiri gitu,dia gak gilakan dan bukan pasien RSJ yang baru saja kabur dan menyatroni kediamannya ini.% benak charizta dalam hati.
tidak ingin disahabat disangka gila oleh para penghuni rumah ini,akhirnya charizta memutuskan untuk berjalan menghampiri sang sahabat tersebut.
timbul ide jahil dibenak charizta untuk membuat sang sahabat kaget.
1....
2....
3....
__ADS_1
!!!!duarrrr!!!!
"astaghfirullah."kaget Kevin sambil bangkit dari duduknya itu.
charizta hanya tertawa jahat melihat sang sahabat yang begitu kaget.
"hahahahahaha."tawa setan charizta yang begitu senang mengerjai sahabatnya itu.
"CK,loe puas yah ngagetin gue kaya gitu,gimana kalau gue punya penyakit jantung dan langsung mati ditempat."jawab Kevin sambil mengelus dadanya tidak habis pikir apa yang ada dipikiran sahabatnya itu dan charizta hanya cengengesan dengan watadosnya itu ( wajah tanpa dosa ).
"kalau loe mati tinggal dimandiin,dikafanin,disholatkan lalu dikuburkan bereskan tidak usah susah-susah."jawab charizta dengan polosnya.
membuat Kevin membolaka kedua matanya tidak percaya dengan apa yang barusan sang sahabat katakan terhadap dirinya itu, bener-bener nih anak dengan mulut tanpa filternya itu yang membuat semua orang kena darting saat ini juga.
"loe nyumpahi gue mati gtu,tega banget loe sebagai teman."jawab Kevin dengan wajah tidak percayanya akan jawaban sang sahabat.
sementara tidak jauh dari mereka beberapa pelayan yang diminta untuk membawakan pesenan sang nona muda hanya bisa tersenyum melihat kejahilan sang nona yang bisa membuat siapa pun juga terkena serangan jantung dan darting saat ini juga.
charizta hanya cengengesan sambil menunjukan deretan gigi putih nan rapihnya itu sambil mengacungkan kedua tangannya kearah sang sahabat dengan membentuk peace✌️ diantara dua jarinya itu.
"hehehehe,gue cuma canda kali ah jangan diambil hati gitu,lagian ngapain loe bengong begitu sambil senyum-senyum gaje,gak takut loe nanti digondol setan."jawab charizta dengan acuh dan cueknya yang tidak peduli dengan wajah sang sahabat yang sudah mengeluarkan tanduknya dan siap menerkam dirinya kapan saja.
charizta dengan begitu cueknya langsung duduk tanpa melihat wajah sang sahabat yang sudah merah menahan marah karena geram jawaban sang sahabat yang tidak ada rasa bersalah sedikitpun terhadap dirinya itu.
"iya loe setannya yang siap gue binasakan kapan saja,bukannya minta maap ini malah langsung duduk begitu saja, bener-bener loe ini yah."jawab Kevin yang juga ikut duduk disebelah sang sahabatnya itu,percuma berdebat dengannya yang tidak akan ada ujungnya sama sekali yang ada malah akan tambah darting dibuat olehnya itu.
__ADS_1