Masih Tetap Menunggumu!!!

Masih Tetap Menunggumu!!!
Bab 3


__ADS_3

karena tidak ingin ketahuan oleh petugas kebersihan.dan para guru yang melintas untuk mengajar,charizta pun memutuskan untuk segera pergi dari sana.dan kembali ke tujuan awalnya yaitu kelas,sambil terus berlari dan dengan wajah yang sedikit agak pucat. Kejadian tadi membuat dirinya begitu bingung.


apakah yang harus dia lakukan nantinya? apa dia harus melaporkan kejadian ini ataukah tidak.


bingung? itulah yang sedang charizta rasakan saat ini.


( Astaghfirullah.....gak seharusnya tadi loe.ngeliat adegan laknat seperti itu,apa kata mommy dan daddy .jika mereka tahu kalau loe habis melihat adegan tersebut secara live.


bego... kenapa tadi tidak loe rekaman saja sih? perbuatan yang begitu sangat menjijikan itu ). ucapkan charizta dalam hati.


sambil terus berlari.dengan merutuki kebodohannya itu, kenapa tidak terpikir oleh dirinya.untuk merekam adegan tersebut,sebagai bukti perbuatan mesum mereka berdua.


charizta merasa tidak nyaman dengan apa yang dilihatnya tadi.bagaikan kaset rusak yang terus berputar memenuhi otaknya saat ini.


apakah mereka tidak merasa takut? kalau perbuatan mereka diketahui oleh pihak sekolah.yang bisa mencoreng nama baik sekolah,bukan hanya nama baik sekolah saja yang akan hancur.tapi juga nama baik keluarga mereka berdua, juga akan ikut tercoreng,oleh perbuatan mereka berdua.


dua orang anak terpandang? tega melakukan perbuatan hina dan tidak beradab itu.


apa mereka tidak merasa malu sedikitpun? dengan perbuatan tidak senonoh itu.


bagaimana dengan perasaan para orang tua yang sudah membesarkan mereka berdua penuh dengan kasih sayang, harus dihancurkan begitu saja dengan berita yang tidak mengenakan dan tidak terduga mereka terima.dari kesalahan yang anak mereka perbuat yaitu tengah melakukan adegan **** dilingkungan sekolah.


mereka berdua pasti akan di d.o dan lebih parahnya lagi.nama mereka akan di blacklist disetiap sekolah mana pun,lalu bagaimana dengan nasib masa depan mereka nantinya.


kenapa mereka tidak berpikir sampai ke sana.


charizta merasakan kepalanya yang begitu pusing saat memikirkan kejadian barusan.


akhirnya charizta pun sampai di depan kelasnya tapi dia tidak langsung buru-buru mengetuk pintu, akan tetapi charizta menstabilkan terlebih dahulu detak jantung.serta nafasnya yang masih ngos-ngosan habis berlari.dirasa sudah aman charizta pun memutuskan untuk mengetuk pintu kelasnya.dari arah luar terdengar suara sang guru, yang tengah menerangkan mata pelajarannya itu.


Tok...


Tok...


Tok...


"Iya,..silahkan masuk."jawab pak Roni sang guru matematika.


charizta pun membuka pintu kelasnya dan melonggokan kepala.setelah mendapat ijin dari sang guru, yang menyuruhnya dirinya untuk segera masuk kedalam kelas.


"permisi pak, maap saya datang terlambat dan barusan saya habis dari kamar mandi dulu."ucap charizta dengan gugupnya ditatap oleh sang guru killer yang begitu menakutkan itu.


lihat saja tatapan mata yang begitu menusuk itu. seperti ingin memakan diri saat ini juga,seperti seorang kanibal saja manusia makan manusia.


membayangkannya saja sudah membuat charizta bergidik ngeri.


pak Roni merasa heran melihat tingkah laku dari muridnya itu.kenapa sekembalinya dia dari kamar mandi sifatnya berubah begitu,apakah muridnya itu tidak sedang kesurupan hantu penunggu kamar mandi seperti rumor semua orang.

__ADS_1


"kamu...,ngapain masih berdiri disitu.cepatan masuk kedalam untuk mengikuti pelajaran saya atau kamu mau berdiri ditengah lapangan sambil hormat bendera.cepat segera duduk dibangkumu, jangan lupa tutup kembali pintunya."ucap pak Roni.


charizta hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin dihukum sambil hormat menghadap kearah bendera.


yang benar saja,apa kata musuh bebuyutannya itu.jika melihat dia dijemur mirip ikan asin,yang ada silonte pasti akan sangat kesenangan.


charizta pun memutuskan untuk menutup pintu kelasnya dan langsung menuju kearah bangkunya.demi tidak ingin melihat sang guru killernya itu marah.


tidak ingin semakin terkena masalah. lantas charizta buru-buru duduk di bangkunya, dimana saat ini Mira berada. langsung fokus dengan apa yang tengah sang guru terangkan didepan sana.


tapi tidak dengan Mira yang begitu peka melihat gelagat tubuh sang sahabat yang pergi ke toilet cukup lama dan pulang dengan wajah gugup dan pucatnya itu,Mira akan mencari tahu apa yang sebenarny.sudah terjadi kepada sahabatnya itu.


waktu terus bergulir tak terasa bell pulang sekolah pun berbunyi. menghentikan acara belajar mengajarnya,semua murid merasa senang.yang ditunggu akhirnya tiba juga yaitu bell pulang sekolah berbunyi.


"baiklah...,anak-anak berhubung bell sudah berbunyi.mari kita sudahi pelajarannya hari ini, dan jangan lupa tugas yang sudah bapak kasih kerjakan. selamat siang semuanya."ucap pak Roni mengakhiri pembelajarannya hari ini.


"iya......, selamat siang juga pak."jawab semua murid serempak.


setelah mendapat balasan dari muridnya pak Roni langsung keluar kelas. menuju ruang guru,begitupun dengan para murid langsung membereskan alat tulis.setelah selesaikan memasukkan semua alat tulisnya,semua murid langsung berhamburan keluar kelas.


tidak berbeda jauh dengan kedua sahabat yang melakukan hal yang sama,setelah dirasa kelas cukup sepi Mira memberanikan diri untuk bertanya kepada sang sahabat perihal perilaku aneh yang dialami sahabatnya itu.


"Riz...,loe gak apa-apa kan! dari tadi gue lihatin.sikap loe sedikit aneh,apa sudah terjadi sesuatu?.saat loe dikamar mandi tadi."tanya Mira memberondong charizta dengan berbagai pertanyaan itu.


charizta hanya menggelengkan kepalanya saja. bahwa dia baik-baik saja.


"kalau....loe sudah siap untuk bercerita.maka gue akan siap menjadi pendengar yang baik."jawab Mira sambil mengacungkan jari kelingkingnya itu. charizta menyambutnya dengan baik, ia pun ikut menautkan jari kelingkingnya itu sambil tersenyum.dengan menganggukkan kepalanya.


akhirnya kedua sahabat itu memutuskan untuk segera keluar dari kelas.dan berjalan beriringan sampai untuk menuju gerbang depan sekolah,tapi dipertengahan jalan mereka berdua tidak sengaja.bertemu dengan anggota tim basket yang akan berlatih untuk kompetisi nanti,tanpa sengaja mata charizta bersitatap dengan mata sang ketua basket yaitu Reza,charizta menelan salivanya berat saat mata itu menatapnya.seakan ingin menelanjangi dirinya saat ini juga.


akhirnya charizta memutuskan kontak mata dengan berpaling kearah lain.charizta lebih memilih berjalan cepat menuju ke gerbang sana sambil menyeret lengan mira.seluruh anggota basket merasa kaget,dengan sikapnya yang tidak seperti biasanya itu.


Mira merasa heran dengan sikap sahabatnya.yang menyeret lengannya itu,setelah bertemu dengan Reza dan seluruh anggota basket tadi.


apa ada sesuatu yang disembunyikan olehnya?


karena merasa penasaran dengan tingkat kekepoan yang begitu tinggi.mira memberanikan diri untuk bertanya kepada sahabatnya itu sambil terus berjalan menuju kedepan gerbang sekolah,dimana disana para mobil dan beserta supir.sudah menunggu mereka. begitupun dengan charizta dan Mira.yang selalu dianter jemput oleh sang supir.


"Riz...,loe gak apa-apakan!.setelah bertemu dengan Reza tadi,sikap loe berbeda.tidak seperti biasanya,loe bersikap acuh dan cuek terhadap dia."ucap mira dengan rasa penasaran tingkat dewanya itu.


charizta menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.dengan sebuah senyuman saja.


Lagi-lagi Mira menghela napasnya lelah.melihat sahabatnya itu tersenyum,sebagai sebuah jawaban! dari pertanyaannya itu.begitulah tabiat charizta dari dulu yang tidak ingin bercerita terlebih dahulu,kecuali dia merasa sangat terpojok.


Mira berjanji akan mencari tahu sendiri! tentang perubahan sahabatnya itu hari ini.


perasaan tadi pagi dia baik-baik saja!. tapi saat dia kembali dari kamar mandi sikapnya langsung berubah gitu,seperti memiliki kepribadian ganda.

__ADS_1


tak terasa mereka berdua sampai juga didepan gerbang sekolah dengan supir yang sudah menunggu kehadiran sang anak majikannya itu.


Sementara tidak jauh dari mereka.ada sepasang mata yang tengah menatapnya tidak berkedip,sampai punggung kecil itu.tidak terlihat lagi dari pandangan matanya saat ini.


siapa lagi kalau bukan reza sang kapten basket. yang terus memperhatikan kepergian sang pujaan hati,sang primadona sekolah yang terlihat acuh dan cuek saat bertemu dengannya dirinya.


apa yang sebenarnya terjadi!.kenapa sipatnya begitu berbeda tidak seperti biasanya itu.


apakah dia sudah melakukan suatu kesalahan!.sampai dia bersikap acuh dan cuek seperti itu.


Reza memijit pelipisnya yang tidak pusing itu.memikirkan perubahan wanita yang menjadi incarannya itu,apa perlu dia bertanya langsung kepada orangnya atau tidak.ntahlah gimana nanti saja dia akan memikirkan caranya.


Saking asyiknya berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Reza tidak sadar jika sedari tadi para sahabat satu timnya itu,tengah memperhatikan dirinya dengan pandangan yang aneh.sampai salah satu dari mereka mencoba menepuk pundaknya untuk menyadarkan Reza yang tengah melamun itu.


"bro.....,ayo buruan!. keburu siang nanti kita latihan basketnya,apa yang tengah loe lamunin dari tadi. sampai kami memanggil berapa kalipun,gak loe jawab."ucap Cakra sahabat Reza yang tadi menepuk pundaknya.


Reza kaget!.ada yang menepuk pundaknya,saat dia tengah melamun tadi.memikirkan perubahan sang pujaan hati yang menjadi incarannya sejak lama.


reza pun membalikkan badannya kebelakang.untuk melihat siapa yang sudah berani menepuk pundaknya dengan keras,ternyata Cakra sahabatnya yang sudah berani menepuk pundaknya itu.


akhirnya Reza pun.berlalu pergi mengikuti para sahabatnya itu,menuju lapangan basket untuk berlatih.


*****


sementara itu ditempat Kevin berada saat ini. dia begitu sang jenuh, tidak ada satu kegiatan apapun yang dia lakukan saat ini. selain tidur sambil menatap bingkai foto!. yang terdapat tiga orang anak kecil,memakai baju toga untuk menyambut kelulusan dimasa TK mereka dulu.hanya foto masa kecil merekalah yang Kevin punya saat ini.


!!hah,andaikan saja dia punya no ponsel kedua sahabatnya itu,atau minimal punya akun sosmednya itu.tapi sayang seribu sayang dia tidak punya semua itu sama sekali untuk saat ini, bener-bener bikin kepala pusing!!.pikir Kevin sambil bergalau ria karena memikirkan semua itu.


Karena tidak ingin terlalu larut dalam kesedihannya itu.Kevin memutuskan untuk segera turun kebawah untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah terlebih dulu berada dimeja makan menunggu dirinya untuk makan siang bersama dan Kevin pun duduk disebelah sang papah.


mereka pun makan dengan khidmat tanpa sedikit pun mengeluarkan suara, hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan garpu.setelah selesai makan siang Kevin dan kedua orang tuanya memutuskan untuk menuju ruang keluarga untuk sekedar bersantai ria disiang hari yang dimana lumayan cuacanya cukup panas siang ini.


"kev..,mamah dan papah akan mendaftarkan kamu kesekolah yang lumayan terkenal dan ternama di kota ini,bagaiman menurut kamu."ucap sang mamah.


"tanpa harus Kevin menjawab pun!.pasti mamah sudah tahukan apa jawabannya,emang sekolahan mana mamah mendaftarkan kevin."jawab Kevin kembali bertanya kepada sang mamah.


"mamah...,mendaftarkan kamu kesekolah Sma Taruna Bangsa.dan besok kita akan bertemu langsung dengan kepala sekolah,untuk melengkapi semua berkas-berkas kepindahanmu.dari London ke indonesia"jawab sang mamah sambil tersenyum hangat.


"baiklah...,kalau memang itu sudah menjadi keputusan mamah dan papah. dan Kevin tidak bisa berbuat apa-apa saat ini,selain hanya mengikuti keinginan kalian berdua saja."jawab Kevin pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya itu.


kedua orang tua Kevin tersenyum dengan jawaban sang putra tunggalnya itu,berbeda dengan Kevin yang berkecambuk dengan pikirannya itu.


mudah-mudahan saja saat aku masuk kesekolah nanti bisa bberbaur dan merasa nyaman dengan lingkungan sekolah dan semua muridnya yang ada disana.inilah kisah awalku yang akan segera dimulai dengan lingkungan sekolah,para dewan guru dan jugs murid-muridnya yag ada disana nantinya.


**


setelah menempuh waktu yang lumayan cukup lama akhirnya charizta pun sampai juga dirumah,charizta buru-buru turun dari mobil dan masuk kedalam rumah untuk mengistirahatkan badan serta pikirannya yang lumayan sedikit lelah,kacau serta rumit itu.

__ADS_1


__ADS_2