Masih Tetap Menunggumu!!!

Masih Tetap Menunggumu!!!
Bab6


__ADS_3

mobil yang membawa keluarga sergio,pergi meninggalkan halaman rumah sakit menuju jalan yang lumayan cukup ramai dan padat itu.untuk sampai kerumah.


lain halnya dengan Mira disekolah yang begitu sangat sepi hari ini dirinya,sebab sang sahabat tidak masuk sekolah dikarenakan sedang sakit.


" hufth...sepi amat gak ada loe,Riz." monolog Mira pada diri sendiri.


ada sepasang mata yang tengah memperhatikan dirinya dari arah lapangan,siapa lagi kalau bukan Reza yang merasa bingung.kenapa tuh cewek sendirian biasanya dia selalu berdua,demi rasa penasarannya itu Reza menghampiri Mira.


" woy...mir,tumben loe sendirian.kemana bidadari gue." ucap Reza kepada Mira.


Mira yang ditanya merasa bingung dengan ucapan dari pria dihadapannya ini.


" loe...ngomong sama gue,dan siapa yang loe maksud bidadari." jawab Mira bertanya balik kepada Reza.


" CK...gue nanya sama loe,tumben loe hari ini sendirian dan kemana,bidadari gue alias charizta.dodol." jawab reza mengulang kembali ucapannya itu dengan sedikit geram.


" oh....charizta hari ini gak masuk sekolah." jawab Mira singkat.


" kenapa...tumben dia gak masuk biasanya rajin,apa dia sakit." tanya Reza dengan penasarannya itu.


" iya....dia sakit,semalam di demam dan pagi tadi dia chat gue lagi ada dirumah sakit." jawab Mira malas.


" what....dia sampai dirawat gitu,kenapa loe gak ngomong sama gue.kalau dia sampai dirawat kaya gitu." ucap Reza dengan paniknya.


" berisik loe...sok Inggris segala lagi,dia bukan dirawat peak tapi cek up kesehatan dirumah sakit.sebab dia punya dokter pribadi yang kebetulan hari ini sedang bertugas." jawab Mira dengan emosinya itu.


" oh...ngomong dong daritadi." ucap Reza nyebelin.

__ADS_1


" rese loe peak..jadi orang." jawab Mira marah.


" thanks infonya...kalau gitu gue balik dulu kelapang,bye." ucap Reza acuh sambil berlalu dari hadapan Mira.


Mira bengong melihat tuh cowok yang acuh dan pergi begitu saja dari hadapannya.


" bener-bener ya...si Reza kampretnya minta ampun,dia hadang gue cuma mau tanya soal charizta.wah tuh anak minta gue tabok kayanya." jawab Mira dengan penuh emosi kepada Reza yang pergi begitu saja.


Tidak tahu saja dari kejauhan ada beberapa pasang mata yang tidak suka melihat interaksi mereka berdua,yup siapa lagi kalau bukan Bella and the gank.


" bell....tuh cewek gak tau diri banget,kemarin temannya itu sok kecantikan. dan sekarang dia yang mendekati sireza." ucap temannya itu mengompori.


" awas loe ya...gue buat perhitungan,lihat saja nanti apa yang akan gue perbuat." jawab Bella dengan begitu marah dan siasat liciknya itu.


Bella dan genknya tertawa setan kala mendapatkan sebuah ide,untuk mengerjai Mira.


" wah wah wah....ini dia temannya sijalang,sok kecakapan itu." tanya Bella kepada Mira.


Mira hanya menautkan alisnya bingung,siapa ****** yang dia maksud.chariztakah enak banget mereka ngatain charizta ******.


" mau apa kalian menghalangi jalanku...dan siapa teman ****** yang loe maksud itu." jawab Mira dengan sedikit emosi.


" CK...emang ya,sesama ****** pasti akan saling melindungi." jawab teman Bella yang satu Genk.


" siapa yang loe maksud ******....sialan." jawab Mira marah.


" uh...takut,emangnya loe pikir gue bakalan takut dengan loe.sorry kagak." jawab Bella sambil tertawa dan semua anggotanya genknya pun ikut tertawa.

__ADS_1


" hahahaha....lihatlah dia tengah marah sebab kita mengusik sahabatnya itu, bener-bener satu spesies ****** mereka berdua." ucap Bella sambil tertawa terbahak-bahak bersama dengan genknya itu.


Mira sudah mengepalkan kedua tangannya melihat,perlakuan serta hinaan dan cacian yang mereka lontarkan untuk dirinya dan juga sahabatnya itu.


dengan keberanian penuh Mira maju satu langkah dengan mengayunkan tangannya keatas untuk menampar pipi mulus milik Bella.


!!! plak !!!


bunyi tamparan bergema di lorong sekolah itu,membuat Bella dan genknya berhenti dari acara tertawa setan itu.


Mira merasa puas dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Dajjal dihadapannya ini.


" loe...beraninya loe nampar gue,hah." ucap Bella begitu marah,sebab mendapat tamparan yang begitu keras dipimpinnya.yang menyebabakan bekas cap jari 5 menjiplak dipimpinnya itu.


" kenapa....mau marah sama gue,loe pikir gue gak marah sama loe dan Genk loe itu.berani sekali loe ngehina gue dan teman gue ******,harusnya loe ngaca siapa disini yang ******.gue apa loe semua." jawab Mira begitu sangat marah sampai menaikan nadanya satu oktaf.


Bella dan genknya diam terpaku dengan ucapan yang dilayangkan oleh Mira kepada Mira kepada mereka,sehingga mereka tidak ada satu pun yang mengeluarkan suaranya itu.


" gue...peringatkan satu hal sama loe semua,jangan pernah berani membangunkan singa yang tertidur.jika tidak ingin mendapat masalah yang besar,loe baru berhadapan dengan gue dan belum berhadapan dengan teman gue." jawab Mira sinis.


tidak ingin terlalu meladeni para Mak lampir,Mira memutuskan untuk berlalu dari hadapan mereka menuju tujuan utama yaitu kelas dengan menabrakan bahunya kebahu milik Bella.


setelah kepergian Mira,Bella dan genknya masih tetap tidak bergeming ditempatnya saat ini.


tidak tahukah perdebatan mereka tadi disaksikan oleh beberapa pasang mata,yang akan menuju kekelas mereka masing-masing,yups siapa lagi kalau bukan para murid dan guru yang akan. mengajar menyaksikan keributan yang terjadi dikoridor tadi.


pak Andra tersenyum simpul melihat keberanian seorang gadis yang sudah mencuri hatinya,saat awal dia masuk mengajar disekolah ini.

__ADS_1


__ADS_2