
**kediaman keluarga sergio**
pagi yang cukup cerah nan indah suara burung berbunyi serta sinar matahari sudah mulai naik keatas ufuk tapi tidak mengusik waktu tidur nyenyak sang putri tidur kita satu ini betapa tidak nyenyak sang putri tidur yang masih terlelap ini dengan selimut tebal yang masih membungkus diri bak kepompong ulat yang menjelma menjadi kupu-kupu tapi sayang seribu sayang di hari libur yang cukup damai ini charizta harus terusik waktu tidurnya karena suara membahana dan menggelegar sang mommy mengisi Indra pendengarannya yang siapa pun mendengarnya akan dikira suara toa para emak-emak yang tengah demo didepan kantor DPR tapi sayang emak satu ini bukan tengah berdemo didepan kantor DPR melainkan didepan kamar sang anak yang sudah beberapa kali di panggil sambil mengetuk pintu tapi naas sang punya kamar tidak menunjukan satu pun batang hidungnya atau belum ada tanda-tanda sebuah kehidupan didalamnya.
tok.....
tok.....
tok.....
"charizta ayo cepatan bangun ini udah siang nak,walaupun hari ini kamu libur sekolah bukan berarti kamu malas-malasan seperti ini,apa kamu lupa kalau hari ini para sahabatnya itu akan datang berkunjung."ucap sang mommy sang terus berteriak tiada henti sambil terus mengetuk pintu kamar sang pintu.
"iya my ini udah bangun kok."jawab charizta dengan malasnya dan wajah bantalnya itu.
"ayo cepetan mandi setelah turun kebawah mommy dan Daddy menunggumu dan jangan terlalu sebab kami ada urusan hari ini."jawab sang mommy sambil berlalu di hadapan kamar sang putri menuju bawah Diman sang suami sudah menunggunya untuk sarapan bersama.
"CK,mommy itu bener-bener yah tidak tau apa kalau hari ini sekolah libur dan apa gak sayang lihat pintu yang setiap hari diketuk tanpa perasaan yang membuat sang pintu akan rusak,ish nyebel banget sih udah tau orang masih ngantuk ini malah dibangunin lagi,lebih baik gue ke kamar mandi saja daripada harus mendengar mommy berteriak lagi mengalahkan suara para pendemo itu."kata charizta mendumel sambil terus berlalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
tidak tahukah dia bahwa dia putri seorang konglomerat yang cuma pintu rusak saja tidak masalah bagi keluarga mereka yang gampang tinggal ganti dengan yang baru.
mungkin charizta lupa atau amnesia kalau keluarga dia kaya raya yang begitu banyak uangnya masalah urusan pintu gampang tinggal panggil tukang dan diganti dengan yang baru bereskan gak usah susah-susah dan banyak drama.
itulah drama dipagi hari yang charizta lakukan dengan kedua orangtuanya kalau tidak ada drama bukan charizta namanya.
setelah sampai dibawah sang Daddy hanya geleng kepala melihat drama pagi-pagi dirumahnya yang sudah rutin dan makanan mereka setiap pagi dimana sang istri akan membangunkan sang putri yang tidak manusiawi itu dan juga kekebalan sang putri yang selalu membuat siapa pun akan menenggelamkannya keparung terdalam laut dengan tingkah lakunya yang sudah banget dibangun dipagi hari yang tidak bisa berinisiatif bangun sendiri tapi malah harus dibangunkan dengan ketukan sayang dan cinta dari sang istri tercinta.
"gimana,apa charizta sudah bangun dari tidurnya sayang."kata sang suami dengan senyuman manisnya itu.
"sudah bangun mas,biasalah harus diteriakin dulu baru bangun tuh anak.ck anak itu maunya apa sih tiap hari bikin darting saja."jawab sang mommy dengan wajah keselnya tak mengerti dengan sifat sang putri yang begitu malas bila dibangunkan dipagi hari masa iya dia harus sewa sang ketua pendemo yang selalu memakai toa untuk mengeluarkan suara para rakyat yang tertindas untuk membangunkan sang putri dipagi hari supaya bangun tepat waktu.
setelah selesai mandi dan membereskan tempat tidur charizta memutuskan untuk segera turun sebelum suara sang mommy menggelegar dikediaman yang tentram ini.
setelah sampai dilantai bawah charizta berjalan menuju kearah ruang makan untuk menemui kedua orang tuanya itu.
"met pagi mom dad."sapa charizta dengan mencium kedua pipinya orang tuanya itu.
__ADS_1
sang mommy dan Daddy mengerenyitkan keningnya tanda tak mengerti dengan tampilan sang putri pagi ini yang membuat mereka berdua ingin meledakkan tawanya saat ini kenapa tidak lihatlah rambut yang masih pakai rollan yang belum dilepas baju yang berwarna biru dan celana jeans yang berwarna kuning bener-bener tidak mencerminkan sang putri yang selalu berpenampilan perfectnya itu.
"pftz...."tawa yang tahan kedua orang tuanya membuat dirinya bingung apakah gerangan ada yang salah dengan penampilan dirinya saat ini juga.
saat dilihat kembali penampilannya betapa terkejutnya dia dengan apa yang dia pakai saat ini pantas saja sang mommy dan sang Daddy tertawa begitu.
sudah tidak tahan lagi akhirnya kedua orang tuanya itu tidak tahan untuk meledakkan tawanya itu.
"buahhahaaa..."tawa jahat kedua orang tuanya membuat wajah sang putri kesal dan cemberut dengan pipi yang dikembangkan mirip ikan buntal itu.
"CK,gak ada yang lucu tau gak sih."jawab charizta dengan wajah masamnya itu.
"hahahaha, oke-oke mommy dan Daddy minta maap sudah menertawakan kamu sebab kamu lucu banget hari ini,coba lihat apa gak salah berpenampilan seperti itu."jawab sang mommy yang masih menahan tawanya walaupun sudah dilesakan tadi sebab sudah merasa tidak tahan.
tidak jauh dengan sang Daddy yang juga melakukan hal yang sama.
"kamu tidak sadar apa sayang dengan penampilanmu saat ini,mana princessnya Daddy yang selalu perfectnya ini."jawab sang Daddy yang sama juga menahan tawa agar wajah sang anak tidak masam dan muram.
__ADS_1
charizta hanya memutar kedua bola matanya saja pertanda masa bodoh dengan apa yang dikatakan kedua orang tuanya itu,toh nanti juga masih bisa diganti lagi dengan penampilan yang jauh lebih baik lagi.pikir charizta dalam benak dan pikirannya itu.