
*** kediaman Kevin ***
pagi hari yang cukup cerah tapi tidak secerah hati Kevin dimana dia harus dibangunkan dipagi hari padahal dia sedang bermimpi cukup indah sekali sayang semuanya harus kandas karena suara membahana sang mamah yang sudah menganggu waktu tidurnya itu.
terpaksa Kevin harus bangun dari tidurnya itu dengan keadaan mata masih mengantuk,rambut acak-acakan dan dimana semua nyawanya belum terkumpul sempurna.
tok.....
tok.....
tok......
"kev,bangun nak ini sudah siang nanti kamu terlambat pergi kesekolah."ucap sang mamah kepada putranya itu.
"iya mah nih juga udah bangun kok."jawab Kevin dari dalam kamar.
"cepat mandi terus siap-siap dan juga rapihkan kembali tempat tidur,mamah tunggu kamu dibawah,ingat terlalu lama nanti macet dijalan."kata sang mamah smabil berlalu dikamar sang putra menuju lantai bawah untuk menemui sang suami yang sudah menunggu dirinya dan sang anak.
"ck,ganggu saja tidur,tidak tahukah kalau gue barusan mimpi indah."decak Kevin sambil mengacak rambutnya itu,setelahnya dia pun turun dari tempat tidur langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah selesai mandi dan bersiap-siap Kevin tidak lupa juga merapihkan tempat tidur sebelum turun kebawah untuk menemui kedua orang tuanya itu.dirasa semuanya sudah beres Kevin pun langsung bergegas turun kebawah menuju meja makan dimana disana kedua orang tuanya sudah menunggu kehadirannya itu.
"met pagi mah pah."sapa Kevin kepada keduanya.
"pagi juga nak."jawab keduanya serempak.
"ayo cepetan duduk kita mulai makannya nanti kamu terlambat berangkat ke sekolahnya."kata sang mamah.
Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan sang mamah yang menyuruh dirinya untuk segera duduk,akhirnya Kevin pun duduk disebelah sang papah dan mereka pun memulai ritual sarapan paginya dengan khidmat tanpa sedikitpun mengeluarkan suara.
setelah selesai sarapan Kevin memutuskan berpamitan undur diri sebelum hari makin siang dan jalanan semakin macet karena dipenuhi oleh para pelajar yang akan berangkat sekolah dan juga oleh para pegawai yang akan berangkat bekerja.
"mah pah,Kevin berangkat duluan takut terkena macet dan menyebabkan terlambat datang kesejahteraan."ucap Kevin berpamitan kepada keduanya dan mencium tangan kedua orang tuanya itu.setelah berpamitan Kevin langsung berjalan kedepan rumah menuju mobil yang akan membawanya kesekolah.
setelah sampai depan Kevin langsung masuk kedalamnya dan mobil yang membawa beserta Kevin didalamnya melaju meninggalkan kediamannya dan berjalan membelah jalanan raya yang belum lumayan macet itu.
** charizta POV **
__ADS_1
akhirnya mobil yang membawa charizta telah sampai didepan gerbang sekolahnya itu yang sudah banyak para murid berdatangan.
"mamang pulang saja nanti kalau sudah pulang chariz telepon lagi dan makasih banyak sudah mau mengantarkan serta menjadi supir pribadinya chariz selama ini."ucap charizta kepada sang supir.
'
"iya, neng sama-sama dan gak usah sungkan gitu sama mamang,sudah menjadi kewajiban mamang mengantur jemput neng chariz."jawab mang Deni sang supir pribadinya.
charizta tersenyum sambil menganggukan kepalanya,setelah charizta turun dari mobil setelah berpamitan kepada supirnya itu terlebih dahulu barulah dia turun dari mobil dan mobil yang membawa dirinya pergi meninggalkan area sekolah menuju jalan raya.
disaat charizta akan masuk kedalam halaman sekolah dia dikejutkan dengan suara klakson motor dari arah belakangnya itu.
Tin.....
tin......
tin......
tin......
pengemudi yang ada diatas motor itu menghentikan laju motornya didepan. charizta dengan membuka fullface helm miliknya itu.
"hemz,met pagi juga rez.ada apa ya."kata charizta berbasa-basi sebab dia sedikit malas menanggapinya saat ini.
"mau bareng masuk kedalam gak dengan aku nai motorku ini."jawab Reza sambil membujuk dengan cara modusnya itu.
charizta tersenyum sinis mendengarnya itu.
"tidak usah Reza,gue lebih senang berjalan kaki menuju kedalam dan juga sedikit berolahraga supaya badan sedikit sehat serta bugar."jawab charizta cuek sambil berlalu dihadapan charizta dengan sikap acuh tak acuhnya itu.
Reza melonggo mendengar ucapan wanita yang pujaan hatinya itu yang sudah menolak mentah-mentah dirinya saat ini bahkan dengan begitu sangat tega meninggalkan dirinya dengan wajah begonya itu.
!! apa katanya tadi,dia lebih senang berjalan kaki dibanding naik motor dengan yang notabennya akan cepat sampai dan tidak membuat kaki menjadi pegal-pegal.!!benak Reza dalam pikirannya.
Reza tersadar dari acara bengongnya itu setelah tahu bahwa sang pujaan hati meninggalkan dirinya bak orang bego dan oon itu dan bahkan jadi tontonan gratis penghuni warga netizen sekolahannya itu.
"haish, cewek itu kenapa juga ninggalin gue sendirian disini sih sudah kaya orang bego saja gue dari tadi,baby tungguin Abang Reza sebentar."teriak Reza sambil menstarter motornya dan melaju kencang masuk kedalam arena sekolah dimana sang pujaan tengah berjalan kaki seorang diri tanpa ada yang menemaninya.
__ADS_1
charizta cuek saja mendengar teriakan dari arah belakangnya itu seakan tidak peduli dan anggap saja angin lalu yang tengah berhembus kencang menyeruakan dirinya itu.
tanpa mereka sadari dari kejauhan ada dua sosok manusia yang tengah memperhatikan merek siapa lagi kalau bukan Kevin dan Mira yang baru saja sampai dan dikejutkan dengan pemandangan dihadapan mereka itu yang dimana disana berdiri sang sahabat dengan seseorang yang tengah duduk diatas jok motor besar dengan gagahnya itu siapa lagi kalau bukan Reza yang tengah mengajak ngobrol sahabatnya itu dan entah apa yang mereka bicarakan sebab jaraknya cukup jauh jadi tidak kedengaran oleh mereka berdua itu.
hanya wajah cuek dan acuh yang ditunjukan oleh Sabahat mereka itu,hingga sang sahabat pergi begitunya saja tanpa peduli dengan orang yang mengajak dia mengobrol.
Mira dan Kevin melajukan jalannya memasuki area sekolah setelah melihat mereka berdua dihadapannya itu pergi serta semua murid membubarkan dirinya itu.
setelah sampai charizta langsung menuju kelasnya dan tidak peduli dengan teriakan yang ditujukan untuknya itu sebab dia tidak ingin berurusan dengan satu cowok yang sudah membuatnya ilfell karena kejadian tempo hari itu yang masih terus terngiang diingatan sampai saat ini,bahkan tidak ingin pergi dari dirinya itu yang terus memaksanya untuk mengingat akan kejadian tersebut.
setelah sampai didepan kelas charizta langsung masuk kedalam dan mendudukkan dirinya di bangku miliknya serta sang sahabat.
charizta mengeluarkan buku pelajaran didalam tasny yang akan menjadi pelajaran pertamanya ini dan cahrizta pun langsung membacanya sambil menunggu bell masuk berbunyi serta sambil menunggu kehadiran kedua sahabatnya itu.
tidak butuh waktu lama akhirnya kedua sahabat itu datang dan masuk kedalam kelas menuju ke meja mereka masing-masing.
Mira dan Kevin langsung menghampiri charizta yang tengah sibuk membaca buku pelajaran yang akan dibahas dijadwal pertamanya itu.
"pagi riz/BESTie."sapa keduanya serempak.
charizta menghentikan acara baca membaca itu guna melihat dua orang berbeda jenis itu menyapa dirinya.
"pagi juga kev,mir."jawab charizta kepada keduanya.
Mira pun mendudukkan dirinya bangku samping charizta,sementara kevin duduk di bangku belakang mereka berdua.
"oh iya riz tadi gue dan Kevin melihat loe berbicara dengan Reza didepan tadi,emangnya apa yang tengah kalian bicarakan itu."tanya Mira penasaran dan sedikit kepo itu.
charizta mengerutkan keningnya itu kenapa kedua sahabatnya itu tidak buru-buru menghampiri dirinya jika memang mereka sudah datang disaat dirinya tengah mengobrol tadi dan bukan memperhatikan dirinya dari kejauhan.aneh sekali pikir cahrizta.
"kami tidak tengah mengobrol kok mir,tadi dia cuma menawarkan jasa untuk masuk bareng arena sekolah dengan menggunakan motornya itu dan gue tolak."jawab charizta dengan acuh dan polosnya itu,seperti tidak ingin terlalu lama menjawab pertanyaan sang sahabat yang tengah kepo itu.
Mira cemberut pertanda tidak puas dengan jawaban sang sahabat itu.
"masa sih cuma ngajakin loe untuk masuk bareng kedalam lingkungan sekolah."tanya Mira masih merasa tidak puas dengan jawaban dari charizta.
charizta hanya tersenyum sambil matanya kembali fokus kearah buku yang ada ditangannya saat ini.
__ADS_1
Kevin merasa heran dengan perubahan dari sahabatnya itu yang tidak biasanya,yang dia tahu kemarin temannya itu baik-baik saja dan lihatlah sekarang dia bahkan berbicara seperlunya serta Tidak mau banyak bicara lagi,ada apa ini sebenarnya.benak Kevin bertanya terus.