
"dasar ya kamu ini? pintar juga kalau disuruh menjawab dengan memutar balikkan kata-kata orang lain."jawab sang mommy dengan mencubit hidung sang putri,dengan menggelengkan kepala melihat tingkah anak gadisnya itu.
charizta hanya tertawa mendengar ucapan sang mommy! sedangkan sang Daddy hanya menjadi pedengar setia perdebatan kedua wanita tersayangnya itu. hal yang seperti inilah jarang sekali mereka lakukan.disela-sela kesibukan dirinya dengan sang istri,membuat putri satu-satunya itu merasa kesepian tanpa adanya seorang teman yang menemani hari hari putrinya disaat mereka sibuk bekerja dari pagi hingga malam hari.
" hah." Edward hanya bisa mendesah lelah kalau mengingat semua itu? apa saking sibuknya dia dengan sang istri sampai bisa melupakan putri satu-satunya itu yang juga butuh perhatian dari mereka setiap saat.
"maap Daddy dan mommy? ya sayang jika semalam kami pulang larut,hingga meninggalkan putri kami bertemakan seorang diri rumah." jawab sang Daddy dengan wajah sedihnya itu,terlihat jelas wajah kecewa akan pada dirinya sendiri yang buah lebih mengutamakan pekerjaan dari pada keluarganya sendiri sehingga mengabaikan sang anak.
Edward bersumpah akan mengurangi sedikit waktu bekerja demi menemani sang putri yang setiap hari selalu merasa kesepian tidak ada satupun dari kedua orang tuanya yang selalu menemani keseharian sang putri yang mereka lakukan adalah bekerja bekerja dan bekerja?lihatlah wajah cantik,manis dan imut didepannya yang begitu sangat pandai menyembunyikan raut wajah kecewa terhadap kedua orang tuanya itu yang jauh lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan dengan menghabiskan sedikit waktu bersama dirinya itu.
" kenapa kamu tidak pernah sedikitpun protes dengan kesunyian dirimu ini?betapa pandainya dirimu itu menyembunyikan kesedihanmu itu,nak! maapkan Daddy dan mommymu ini yang jauh lebih memilih pekerjaan dibandingkan,dengan dirimu itu."benak sang Daddy yang mulai menyesali semuanya ini.yang selalu mengabaikan sang putri semata wayangnya itu.
benar kata pepatah penyesalan akan selalu datang terakhir dan bukan diawal,kalau diawal bukan penyesalan namanya tetapi pendaftaran.
"oh! iya mom dad,charizta berangkat duluan? yah takut terlambat datang kesekolah"jawab charizta berpamitan kepada kedua orang tuanya itu.setelah melihat jam menunjukkan pukul setengah tujuh,yang itu artinya masih ada waktu setengah jam lagi untuk dia berangkat kesekolah.
"ya sudah? kamu hati-hati dijalannya dan ingat belajar yang rajin.jangan dulu pacaran."jawab mommy Velove kepada charizta dan charizta hanya memutar bola mata malas,sejak kapan dirinya pacaran? kekasih saja dia tidak punya bagaimana mau pacaran! ada-ada saja mommy ini jika memberi nasihat.
Daddy Edward Hanya mengulum senyum.mendengar nasihat sang istri kepada putri mereka itu? karena tidak ingin kupingnya menjadi sangat panas.akhirnya charizta memutuskan untuk segera berpamitan dan sebelum pergi dia tidak lupa juga mencium tangan kedua orang tuanya itu.
"assalamu'alaikum,mom and dad."pamit charizta sambil berlalu menuju kedepan rumah yang dimana disana sang supir sudah menunggu dirinya.
"waa'allaikum salam,sayang."serempak ucap kedua orang tuanya itu.
akhirnya mobil yang membawa charizta pun pergi meninggalkan kediamannya dan berlalu membelah jalanan yang lumayan belum agak macet itu,untuk menuju kesekolah.
***kediaman kevin***
__ADS_1
kevin beserta dengan kedua orang tuanya juga pergi meninggalkan kediamannya untuk mendaftarkan sekolah sang putra tercinta di sekolahan ternama di kota ini.mana lagi kalau bukan SMA taruna bangsa yang menjadi icon sekolah terfavorit itu.
akhirnya mobil yang membawa Kevin dan keluarga berlalu menuju jalan raya,sebelum kejebak macet.
...^ SMA TARUNA BANGSA ^...
tidak butuh lama mobil yang membawa charizta didalamnya itu sampai didepan gerbang sekolah yang lumayan cukup megah nan elite itu.bertepatan dengan mobil sang sahabat Mira juga baru sampai disebelah mobil hitam miliknya itu.
"loe baru sampai riz?."tanya Mira kepada charizta yang baru sampai sekolah dan sekarang tengah berdiri didepan gerbang.
"iya mir? gue baru saja datang.tumben loe baru datang biasanya juga dari tadi loe tiba duluan disekolah."jawab charizta dan bertanya balik kepada Mira sahabatnya itu.
Mira hanya nyengir kuda mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
"Huft! gue bangun terlambat Riz? semalam gue bergadang habis Mabar game online dan juga ngerjain tugas sekolah.itulah yang membuat gue bangun kesiangan."jawab Mira dengan watadosnya.
charizta hanya bisa menggelengkan kepalanya! tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.untuk apa dia rela bergadang Hanya demi sebuah game online? ingin sekali charizta menenggelamkan sahabatnya itu kesasar laut yang paling dalam.
demi tidak ingin terlalu lama mendengar ocehan dari sahabatnya itu,charizta memutuskan untuk segera masuk kearena sekolah dengan meninggalkan Mira seorang diri didepan gerbang sana sambil terus memanggil dirinya,dengan setengah berlari kecil itu mensejajarkan langkahnya dengan charizta.
"oyyy!!! charizta,kampret loe gue malah ditinggalin sendirian disini kaya orang bego.benar-benar loe yah jadi teman."marah Mira ditinggalkan seorang diri.diapun langsung berlari mengejar charizta yang sudah masuk kedalam sekolah lebih dahulu.
charizta hanya tersenyum mendengar umpatan sang sahabat yang ditujukan untuk dirinya itu.
akhirnya kedua sahabat itu sampai juga didalam kelas,charizta dan Mira pun langsung menuju kemeja mereka dibarisan kedua belakang.
charizta dan Mira pun langsung duduk setelah menaruh tas mereka terlebih dahulu.
__ADS_1
disaat tengah asyik mengobrol kedua telinga mereka menangkap pembicaraan warga netizen didalam kelas yang bisa di bilang lumayan cukup kencang hingga terdengar sampai keluar kelas.
% eh,kalian tahu tidak? kalau disekolah kita katanya akan kedatangan murid baru %.jawab sang siswi yang hebring sendiri.yang tengah kasak kusuk itu dengan beberapa teman sebangkunya.
charizta dan Mira yang mendengar,kata anak baru mengernyitkan dahinya.
"riz,masa sih? disekolah kita ada anak baru.kok gue bisa gak tau yah kabar seheboh ini."tanya Mira kepada charizta.
charizta hanya mengendikan bahunya tanda tidak peduli dengan rumor kedatangan sang murid baru.toh bukan urusan dia? pikirnya itu.
berbeda dengan Mira yang wajah sudah masam karena ketidak pedulian sahabatnya itu tentang berita yang tengah heboh itu.
"ah! loe mah gak asyik Riz jadi orang."jawab Mira dengan wajah cemberutnya itu.
"bodi? bukan urusan gue dan juga gak penting."jawab charizta cuek.
" CK ."Mira hanya bisa mendecak.sebab sudah habis kata-kata bila terus berdebat dengan dirinya itu
***
akhirnya mobil yang membawa kevin dan keluarganya sampai juga disekolah,? Kevin beserta kedua orang tuanya pergi keruang kepala sekolah untuk menemui sang kepala sekolah yang sudah membuat janji terlebih dahulu.
setelah berbicara banyak dan juga tahu kelas mana yang akan dia tempati untuk beberapa bulan kedepan sampai dia lulus nanti.
mengingat kejadian tadi didepan halaman sekolah tadi? dia kevin melihat dua orang siswi yang tengah berjalan sambil bergurau dan mengumpat satu sama lain.melihat semua itu dia jadi Merindukan kedua sahabatnya itu yang entah ada dimana saat ini.
kalaua seandainya Kevin tahu bahwa kedua sahabatnya itu sekarang ada satu sekolah bahwa satu kelas dengan dirinya itu.
__ADS_1
dia jadi merasa sangat rindu mengingat semua itu saat ini.