
"baiklah anak-anak? hari ini kita kedatangan murid baru dikelas ini.perkenalkan nama saya adalah Arnold guru bahasa Inggris sekaligus wali kelas 3 MIPA 1? silahkan perkenalkan dirimu kepada teman-temanmu itu."tanya pak arnold kepada anak baru itu yang bernama Kevin.
"hemz! perkenalan nama saya Kevin angelio stuard,saya pindahan dari London." jawab Kevin singkat dan padatnya sepaket dengan wajah datar serta cueknya itu.menurut Kevin tidaklah penting jika harus menyebutkan siapa dirinya sesungguhnya sebab semua itu adalah privasi dirinya sendiri.
pak arnold beserta semua murid melongo dengan mulut menganganya itu mendengar cara perkenalan Kevin yang menurut mereka cukup irit itu? apakah dia tidak berniat untuk memperkenalkan dirinya dengan sangat baik.kalau seandainya tidak ada niat buat memperkenalkan diri lebih baik gak usah sekalian menurut mereka semua.
pak arnold adalah orang pertama yang menguasai dirinya setelah dibuat tidak percaya oleh sang murid baru yang akan menjadi muridnya sampai kelulusan nantinya itu.
"silahkan kamu boleh duduk? dibangku kosong belakang charizta."jawab pak arnold mempersilahkan Kevin untuk segera duduk.
Kevin hanya menganggukkan kepalanya saja.setelahnya dia berlalu menuju bangku yang sudah dikatakan oleh sang guru tadi.
Kevin langsung mendudukan dirinya dibangkunya dan fokus kearah depan dimana sang guru kembali melanjutkan pembelajarannya yang sempat tertunda tadi karena ada sedikit gangguan? dengan kedatangan sang guru lain yang mengantarkan seorang murid baru kedalam kelasnya itu.
waktu pun terus bergulir tak terasa bell jam istirahat pun berbunyi yang membuat semua murid merasa sangat senang.
akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga? surganya dunia untuk perut mereka yang sudah berbunyi minta segera diisi dengan berbagai macam makanan.
"baiklah anak-anak mari kita akhiri pelajarannya hari ini dan jangan lupa kerjakan tugas yang sudah saya tulis board? dikumpulkan lagi Minggu depan dijam pelajaran saya.selamat siang semuanya." pamit pak arnold kepada seluruh muridnya.
"selamat siang juga pak."jawab seluruh murid serempak.
pak arnold pun pergi meninggalkan kelas.untuk menuju ruang guru.
semua murid langsung berhamburan keluar kelas begitu sang guru telah pergi meninggalkan kelas mereka,pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan dari tadi.
begitu pun dengan charizta dan Mira yang juga memutuskan untuk pergi ke kantin setelah memasukan semua peralatan tulisnya kedalam tas.
"let's go! kita menuju kantin Riz.perut gue sudah berdemo sejak tadi."ajak Mira dengan semangatnya kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
charizta hanya menganggukkan kepalanya saja,sambil tersenyum.
"yuk! ah keburu penuh nanti kantinnya."jawab charizta.
kedua sahabat itu berlalu menuju kantin sambil bergandengan tangan.hal yang seperti itu sudah tidak asing lagi bagi mereka semua.
****
berbeda dengan Kevin yang sedari tadi masuk kedalam kelas? matanya tidak berhenti terus tertuju kearah meja.dimana kedua siswi tengah duduk dengan wajah seriusnya menatap kearah board sambil menulis di bukunya itu,Kevin jadi teringat kala tadi bertemu dengan mereka berdua dihalaman sekolah! yang saling mengejek satu sama lain.
tiba-tiba tubuh Kevin menegang kala mendengar sang guru menyebutkan nama charizta kepada seorang gadis yang tengah serius menulis itu.tanpa sedikitpun menoleh atau menjawab sang guru bertanya.dia hanya menjawab sang guru dengan gumaman saja.
Kevin menautkan kedua alisnya itu? ada apa dengan gadis itu.apakah dia bener-bener sahabat masa kecilnya itu! ataukah hanya kebetulan saja nama mereka sama.
Kevin menggelengkan kepalanya untuk mengusir rasa pusing yang mendera dirinya itu.
Kevin pun berjalan menuju bangku yang sudah disebutkan oleh sang guru tadi? tepat dibelakang kedua gadis yang terlihat acuh dan cuek itu.seingat dia sahabatnya itu,tidaklah secuek ini kepada siapapun juga tapi justru ceria orangnya! Kevin terus memerhatikan punggung sempit seorang gadis didepannya itu,yang sudah membuat dirinya tidak fokus dengan apa yang diterangkan sang guru didepan sana.
!!! hah!!! Kevin hanya bisa mendesah kecewa dengan ketidak beranian dia untuk menyapa kedua gadis tersebut.tidak ingin terlalu larut Kevin memutuskan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo dari tadi,Kevin prediksikan kantin pasti saat ini sangat penuh dan padat.
***
akhirnya charizta dan Mira pun sampai juga dikantin.
"yah! penuh Riz,bagaimana ini." tanya Mira dengan wajah cemberutnya.
"yah! mau bagaimana lagi coba,terpaksa kita harus bersabar dan sambil ikut mengantri dengan yang lainnya siapa tahu nanti ada meja yang kosong."jawab charizta yang juga pasrah dengan keadaan kantin yang setiap hari pasti akan penuh dan berdesakan itu.
dari arah meja ada sepasang mata yang tengah memerhatikan charizta dan Mira dari tempatnya itu.
__ADS_1
Mira begitu kaget sebab ada orang yang menepuk pundaknya dari arah belakang.dan saat dia menengok kebelakang betapa kagetnya dia ternyata itu adalah pak Andra guru yang mengajar mata pelajaran bahasa indonesia.
"astaghfirullah? bapak bikin saya kaget saja.kirain siapa."tannya Mira sambil mengelus dadanya.
"sudah lama kalian berdua mengantri disini." tanya pak Andra kepada Mira.
"baru saja sampai disini pak? makanya ikut mengantri juga."jawab Mira kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"ya! sudah kebenaran sekali meja saya ada yang kosong,masih muat untuk 2 orang lagi.kalau mau ayo ikut bergabung dengan saya disana."tunjuk pak Andra kearah mejanya saat ini.
Mira dan charizta hanya mampu menelan salivanya susah? bagaimana tidak disana meja khusus wilayah para guru.
tidak mungkinkan murid seperti mereka itu! tiba-tiba ikut duduk disana walaupun sudah mendapat ijin dari yang empunya tempat.
"hehehehe! tidak usah pak terima kasih banyak.biar kami berdua menunggu meja yang kosong sambil mengantri." jawab Mira dengan kikuknya sambil cengengesan.
"gak apa-apa! tidak akan ada yang marah kok.itu meja bebas siapa pun boleh yang tempati bukan hanya guru saja."jawab pak Andra setengah memaksa.
charizta yang tak tahan pun akhirnya buka suara.
"maap banget pak? bukan maksud kami ingin menolak atau tidak menghargai bapak.tapi kami lebih menjaga area privasi para guru agar tidak tercampur dengan para murid duduknya."jawab charizta sambil mengatupkan kedua tangannya itu.
"ya! sudah kalau begitu,saya duduk duluan ya.semangat mengantri untuk kalian berdua."jawab pak Andra tersenyum sambil berlalu dari sana menuju kembali kemeja yang sempat tadi dia tinggalkan.
"dia kenapa ya Riz? tumben banget baik biasanya selalu dingin terhadap setiap myrid! tapi ini lihatlah sendiri kelakuannya itu,bikin geleng kepala saja."jawab Mira mengerutu dengan sikap aneh sang guru hari ini terhadap dia dan temannya itu.
"sudahlah? lupakan saja daripada mendumel seperti itu.bukannya kita kenyang dengan makanan! ini malah tambah lapar saja tuh perut."jawab charizta dengan acuhnya tidak ambil pusing.
"sue! loe rese amat jadi orang."jawab mira dengan kesalnya.
__ADS_1
charizta hanya tersenyum mendengar nada ketus dan wajah masamnya itu dari sang sahabat Mira.