
Setelah sang guru BK pak Ridwan,membubarkan kerumunan para muridnya, Mira melanjutkan kembali perjalanan dia menuju kedepan gerbang sekolah, yang dimana disana sudah menunggu sang supir dari tadi.
setelah para murid bubar, pak Ridwan berjalan menuju ruang bk, yang dimana disana Bella dan genknya sudah menunggu kehadiran dirinya, dengan sejumlah hukuman Yang akan beliau berikan kepada Bella dan genknya itu.
Mira terus saja berjalan sampai depan gerbang sekolah,dimana disana sang supir sudah menunggu kehadiran dirinya.
tanpa Mira sadari dari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan dirinya,dari yang meninggalkan lingkungan sekolah sampai dia keluar dari arena sekolah,yups! gak salah lagi dia adalah Andra sang guru kimia yg menaruh rasa suka terhadap muridnya sendiri,tapi sayang seribu sayang,dia tidak berani mengungkapkan perasaan suka dan sayangnya itu kepada sang pujaan hati.
pak Andra hanya bisa menghela napasnya,kala mengingat status dirinya siapa dan status sang pujaan hati siapa.
tak ingin terlalu pusing memikirkan masalah hati,pak Andra memutuskan untuk kembali berjalan menuju ruang ruang,untuk mengemasi semua barang barangnya sebelum pulang kerumah atau ke cafe milik dia sendiri.
di saat Andra tengah asyik berjalan,tanpa sengaja di melewati ruang bk dan di sana dia melihat Bella dan genknya sedang mendapatkan sebuah ceramah panjang kali lebar dari sang guru BK pak Ridwan,yang dikenal killer itu,pak Andra hanya bisa tersenyum melihat pemandangan di depannya itu.
pak Andra berlalu dari ruang bk dan melanjutkan jalannya yg menjadi tujuan utamanya yaitu ruangan guru.
pak Ridwan dengan tampang galaknya itu,menatap keempat murid di depannya yang selalu membuat onar disekolah ini.
" Jadi, hukuman apa yang kalian inginkan dari saya saat ini." ucap pak Ridwan kepada Bella dan genknya itu.
" Tapi, kami gak bersalah pak, justru Mira sendiri yang sudah membuat Maslah dengan kami berempat." jawab Bella dengan wajah protesnya itu.
pak Ridwan menautkan kedua alisnya keatas, apa yang dibilang muridnya tadi,mereka tidak bersalah dan justru melimpahkan kesalahan mereka kepada orang lain, yang mereka bully tadi.
" tidak ada alasan lagi,sebagai hukuman atas kesalahan kalian karena telah berani membully org lain,maka hukumannya adalah? kalian berempat membersihkan kamar mandi selama satu Minggu full dan bukan hanya kamar mandi saja tapi,kalian juga harus meyapu halaman depan sekolah." ucap pak Ridwan dengan begitu tegasnya.
" ta-ta-pi pak,masa iya kami harus membersihkan itu semua selama seminggu,gak adil dong pak." jawab Bella dengan protesannya itu,yang tidak terima akan hukuman yang diberikan oleh sang guru BK itu.
" tidak ada kata tapi-tapian,kerjakan tugas hukuman kalia dimulai dari sekarang.cepat sana kerjakan atau mau bapak kalian skors dan dipanggil orang tua kalian kesini,iya." jawab pak Ridwan mutlak tanpa bisa dibantah sedikit pun.
__ADS_1
Bella dan genk nya berjalan lesu keluar ruangan BK dengan tampang cemberutnya,tidak terima dgn hukuman yang diberikan oleh sang guru killer BK itu.
sementara itu ditempat Mira berada sekarang saat ini,mobil yang membawa Mira menuju ruma sang sahabat berjalan cukup santai sebab jalanan siang ini tidaklah terlalu macet dibandingkan dengan pagi hari dan sore,dimana jam para pegawai pulang jika disore hari.
tidak butuh waktu lama,mobil yang membawa Mira didalam beserta sang supir sampai juga di depan gerbang rumah sang sahabat.menunggu security membukakan pintu gerbangnya dan setelah pintu gerbang dibuka,mobil mira melaju kedalam pekarangan rumah Charizta.
setelah mobil berhenti Mira keluar dari dalam mobil,menuju pintu utama rumah milik sang sahabat.mira segera mengetuk pintu rumah itu,sambil menunggu sang pemilik membuka pintu untuk dirinya.
tokk......
tokk.....
tokk....
art yang mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu rumah milik majikannya itu,segera bergegas menuju pintu depan,untuk melihat siapa tamu yang berkunjung ke kediaman majikannya ini.
Ceklekk.....
Mira tersenyum cerah,setelah tahu siapa yang sudah membukakan pintu untuk dirinya.
" Bi Inah,met bibi apakah charizta ada didalam." ucap Mira sopan.
" oh no Mira,bibi kira siapa tadi? ayo masuk non mira,non Charizta ada dikamarnya sedang istirahat." ucap bi Inah sang art yang membuat kan pintu untuk teman anak majikannya itu.
" makasih banyak ya bi,kalau gitu Mira ke kamar Charizta dulu ya." jawab Mira hendak berlalu dari hadapan sang art tersebut,tapi belum selangkah dia pergi bi Inah sang art memanggil dirinya.
" oh iya,non mira mau dibuatin minum apa." jawab bi Inah.
" gak usah repot repot bi,biar nanti Mira ambil sendiri saja." ucap Mira kepada bi Inah,dengan perasaan tidak enak.
__ADS_1
" tidak merepotkan kok non mira." Jawab bi Inah kepada Mira.
" ya sudah? jika bibi memaksa,boleh Mira minta air putih saja." jawab Mira kepada bi Inah.
" baik non,bibi akan membawakan segelas air putih dan cemilannya ke kamar non Charizta,kalau begitu bibi permisi dulu non." ucap bi Inah,sambil berlalu dari hadapan Mira menuju dapur untuk mengambil minum serta cemilan.
Mira hanya menganggukkan kepalanya saja,saat bi Inah pamit dari hadapannya itu.mira pun memutuskan untuk segera menuju kamar sang sahabat,untuk menjenguk sang sahabat yang sedang sakit dan sekaligus menceritakan kejadian tadi di sekolah.
Mira menaiki tangga satu persatu untuk menuju kamar sang sahabat,setelah sampai didalam kamar sang sahabat,Mira juga tidak lupa mengetuk pintu kamar sahabatnya itu,untuk memastikan bahwa sang sahabat beneran ada didalam kamarnya saat ini.
tokk.......
tokk......
tokk......
" Riz? ini gue Mira,loe ada didalam kan." ucap Mira kepada Charizta yg ada didalam kamar.
" iya? gue ada didalam,masuk saja mir pintu tidak dikunci." jawab Charizta dari dalam kamar.
stelah mendengar suara dan mendapat persetujuan dari sahabatnya itu,Mira langsung membuka pintu kamar sang sahabat,untuk masuk kedalam kamar tersebut.
ceklek....
setelah pintu kamar terbuka sedikit,Mira melonggokkan kepalanya kedalam kamar dengan pintu setengah terbuka itu.
Charizta hanya tersenyum,melihat tingkah sahabatnya itu.
" masuk aja mir? gak usah kaya orang yang mau mengintip,biasanya juga loe langsung masuk dan heboh banget,tumben banget loe kaya gitu hari ini.gak seperti biasanya Mira gue kenal." ucap charizta tersenyum melihat tingkah aneh dan absurd dari sahabatnya itu.
__ADS_1
Mira hanya tersenyum gak jelas,mendengar ucapan dari sang sahabat,yang menyuruh dirinya masuk.