Masih Tetap Menunggumu!!!

Masih Tetap Menunggumu!!!
Bab 20


__ADS_3

*** kediaman Kevin ***


setelah selesai menunaikan shalat Maghrib Kevin langsung turun kelantai bawah guna menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggu dirinya dari tadi.


"malam mah pah."sapa Kevin kepada kedua orang tuanya itu.


"malam juga nak."jawab keduanya serempak.


Kevin pun duduk sebelah sang papah sebelum memulai ritual makan malamnya itu,mereka makan dengan khidmat tanpa adanya satu pun suara yang keluar hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan garpu dan piring itu,setelah selesai makan malam Kevin dan kedua orang tuanya memutuskan untuk menuju ruang keluarga guna untuk bersantai sejenak sebelum kantuk menyerang mereka nantinya.


"bagaimana acara berkunjung tadi siang kev."tanya sang mamah kepada putranya itu.


"Alhamdulillah acara tadi siang berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala sedikitpun."jawab Kevin sekenanya.


"apakah kalian menghabiskan waktu bersama hanya dirumah charizta atau pergi hangout keluar gitu."tanya sang mamah yang sudah dalam mode keponya itu.


"kami menghabiskan waktu diluar rumah dan tepatnya kami pergi jalan-jalan ke mall untuk nonton,makan dan belanja bersama menemani kedua gadis yang heboh dengan barang favorit mereka itu."jawab kevin sekenanya.


"jadi sudah mendapatkan jawaban siapa yang akan kamu pilih diantara mereka berdua,kalau mamah dan papah siapa pun yang akan kamu pilih maka yang terbaik buat diri kamu sendiri."jawab sang mamah dengan bijaksananya itu.


Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan sang mamahnya itu yang tiada beban sama sekali tapi justru menjadi beban untuk dirinya sendiri yang tengah bingung untuk memberikan jawaban atas pertanyaan sang mamah itu.


waktu terus bergulir dan Kevin pun memutuskan untuk undur diri guna tidur duluan sebab besok dia harus sudah bangun pagi sekali untuk berangkat kesekolah,setelah sampai didalam kamar Kevin tidak langsung tidur melainkan merebahkan diri sambil menatap langit-langit atap kamarnya yang tidak menarik sedikitpun sambil melamun dengan perkataan sang mamah yang harus memilih salah satu dari kedua sahabatnya itu,hatinya tetap yakin dan teguh dengan pendirian dan pilihannya itu terhadap satu wanita siapa lagi kalau bukan sicantik jelita bak boneka Barbie charizta sang cinta pertama saat mereka kecil dulu dan perasaannya tidak akan berubah atau berpaling kelain hati dan akan tetap satu hanya dia yang mampu membolak-balikan dunianya itu.


tidak mau ambil pusing dengan pikirannya yang sedang kusut dan berkecamuk kemana saja,Kevin pun memutuskan untuk memejamkan kedua matanya dan menyelami alam mimpi dan tidak ingin memikirkan masalah apa pun biarlah semuanya berjalan layaknya air yang terus mengalir tiada hentinya itu,begitupun dengan kisah hidupnya biarkan mengalir dengan seiringnya waktu yang berjalan.pikir Kevin dalam benaknya itu.

__ADS_1


niat hati ingin menghubungi sang pujaan hati harus dia urungkan begitu saja demi pikirannya yang sedang kacau.


tidak butuh lama Kevin pun sudah menyelami alam mimpi mengikuti jejak kedua sahabatnya yang juga sudah terlelap tidur dan bermimpi indah.


% keesokan paginya %


seperti biasa selepas shalat subuh charizta memutuskan untuk kembali tidur sebab mata yang sudah tidak bisa diajak kompromi untuk kembali terpejam.


tapi sayang seribu sayang mimpi indah dan tidurnya harus terusik dengan suara ketukan pintu diiringi dengan suara sang mommy yang terus memanggil dirinya diluar kamar milik dirinya itu.


tok......


tok......


tok.....


tok.....


charizta merasa terusik tidurnya kala mendengar suara ketukan pintu dibarengi dengan suara orang memanggil dirinya itu siapa lagi kalau bukan sang kanjeng ratu kidul mommy tercinta dan hanya sang mommy lah yang bisa membuat charizta keluar dari alam mimpinya itu.


"iya mom nih charizta dah bangun kok dari tadi juga cuma nih mata minta diajak tidur kembali."jawab charizta dengan wajah bantal dan mengantuk ya itu.


"Halah alasan saja kamu itu,ayo cepetan bangun dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah setelah itu jangan lupa rapihkan kembali tempatnya tidurnya itu,mommy dan Daddy tunggu kamu dibawah,ingat jangan lama-lama kamu turunnya atau mencoba untuk kembali tidur."ucap sang mommy memperingati sambil berlalu di hadapan kamar sang putri menuju lantai bawah untuk menemui sang suami yang sudah menunggunya sejak tadi ditemani dengan segelas kopi panas dan surat kabar yang tengah beliau baca saat ini.


"bagaimana apakah charizta sudah bangun dari tidurnya sayang."jawab sang suami kepada sang istri

__ADS_1


"sudah,biasalah harus ada sedikit drama dulu baru dia akan bangun dari tidur indahnya itu,entah apa yang anak itu mimpikan sehingga susah banget dibangunkan dan dengan berbagai alasan jika sudah terpojok."jawab sang suami sambil duduk dikursinya itu.


sementara dikamar charizta sudah bersiap-siap dan merapihkan tempat tidur sebelum turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya itu sebelum berangkat kesekolah.


"pagi mom dad."sapa charizta sambil mencium kedua pipi orang tuanya sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi.


setelah mendapat jawaban charizta duduk dikursinya dan memulai sarapan pagi mereka dengan khidmat tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hanya suara sendok yang beradu dengan garpu dan piring.


setelah selesai maka charizta memutuskan berpamitan untuk berangkat duluan takut terjebak macet yang menyebabkan dia telat datang kesekolah.


"mom dad,charizta berangkat duluan ya takut terkena macet dan terlambat untuk datang kesekolah."pamit charizta kepada kedua orangtuanya sambil mencium tangan keduanya.


"iya sayang hati-hati dijalannya,ingat belajar yang rajin dan jangan dulu mikirin pacarana tapi pikirin dulu masa depan yang akan kamu raih nanti."jawab sang Daddy kepada putri semata wayangnya itu.


"bener apa yang dikatakan oleh daddymu itu dan mommy setuju dengan ucapan daddymu."jawab sang mommy menimpali ucapan sang Daddy.


charizta menganggukan kepalanya seraya tersenyum hangat kearah keduanya itu.


"assalamu'alaikum."jawab charizta.


""waa'allaikum salam."ucap serempak kedua orang tuanya itu.


setelah mengucapkan salam charizta berlalu dari hadapan keduanya menuju depan rumah yang dimana disana mobil beserta sang supir sudah menunggu dirinya dari tadi.


setelah masuk kedalam,mobil yang membawa charizta beserta sang supir yang mengendarainya melesat maju meninggalkan perkarangan rumah menuju jalan raya yang masih belum macet di pagi hari itu.

__ADS_1


__ADS_2