Masih Tetap Menunggumu!!!

Masih Tetap Menunggumu!!!
Bab 12


__ADS_3

charizta tertawa melihat tingkah laku dari sahabatnya itu.


" loe kenapa sih mir, gak biasanya bertingkah kaya gitu." ucap charizta kepada mira.


" kan gue? gak mau ganggu loe yang lagi istirahat,makanya gue melengokan kepala buat memastikan dahulu kalau loe emang beneran gak lagi tidur." jawab mira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" ada ada saja? biasanya juga loe langsung masuk dan tidak mengintip terlebih dahulu." ucap charizta menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


mira hanya tersenyum mendengar ucapan dari sahabatnya itu.


" oh iya riz? loe taukan si demit kunti bella dan genknya, hari ini dia membully gue dengan menjambak rambut indah gue." ucap mira kepada sahabatnya itu, sambil menahan amarah kepada komplotan para demit kunti,yang sudah mencari ribut dengan dirinya tadi di sekolah.


charizta menautkan kedua alisnya, mendengar ucapan dari sahabatnya itu, apa katanya tadi? demit kunti, sebutan untuk bella dan genknya itu.


charizta ingin sekali tertawa mendengar panggilan untuk bella dan genknya itu,tapi dia tahan untuk menghargai sahabatnya yang belum selesai bercerita itu.


" emangnya ada masalah apa sih tadi disekolah, antara kau dengan bella and the genk. " jawab charizta kepada mira.


" kurang ajar banget tuh anak? enak banget dia ngatain loe dan gue ******, dan mana pakai jambak rambut gue segala lagi, dia pikir gak sakit apa.rambut gue dia jambak dengan begitu kerasnya." ucap mira dengan menggebu dan menahan marah kepada bella dan genknya itu.


charizta yang mendengar namanya di sebut dan dibilang ******, membulatkan matanya tidak percaya.

__ADS_1


" loe bilang apa tadi mir? bella ngatain gue dan loe ******, wah beneran tuh anak minta gue sliding saja tuh kepalanya,enak banget ngatain gue dan loe ******" ucap charizta dengan marah.


" beneran lah riz? masa gue bohong sih, sumpah tadi ingin sekali gue getok tu kepala dia, cuma sayang dia sama antek anteknya dan kalau sendirian udah gue bejek tuh wajah sok cantiknya itu." ucap mira setengah marah, mira tidak terima jika dirinya di bully dan di hina oleh bella dan genknya itu.


" wah? tuh bocah bener bener berani banget ya, membully loe dan menghina gue sebagai ******.tuh bocah beneran minta di geprek kayanya, mentang mentang gue gak masuk sekolah hari ini? mereka udah berani kaya gtu. " jawab charizta yang juga sama marah dengan bella and the genk, yang sudah berani membully temannya itu dan juga sudah berani mengatai dirinya ******.


" lihat saja besok? bakal gue kasih pelajaran tuh para demit Kunti,ada masalah hidup apa sih sama gue dan loe,Herman deh ah." ucap charizta dengan diselingi sedikit candaan.


Mira yang mendengar ucapan sang sahabat,memberikan protesnya itu.


" Astaghfirullah? heran Charizta dan bukan Herman,sejak kapan diganti dari heran ke Herman." jawab Mira sambil menepuk jidatnya dengan ucapan sang sahabat .


Charizta merasa seperti ada yang mengganjal di pikiran sang sahabatnya itu.


Mira yang mendengar suara sang sahabat berbicara merasa sangat bingung,hal apa lagi yang akan dia ceritakan kepada sahabatnya itu.


setelah beberapa saat,akhirnya Mira baru menyadari tujuan dia datang ke rumah sahabatnya itu,ada hal yang mau dia bicarakan.


" oh iya? gue baru ingat Riz,loe tau gak kalau hari ini di sekolah kita ada anak baru,coba loe tebak siapa anak baru itu." jawab Mira memberikan teka teki kepada Charizta.


Charizta yang mendapatkan teka teki seperti itu,menautkan kedua alisnya bingung,apa bener disekolah mereka hari ini kedatangan murid baru lagi? benak Charizta bertanya.

__ADS_1


" emangnya siapa? anak baru itu mir,apakah dia cewek ataukah cowok,gue nyerah dengan semua pertanyaan loe itu." ucap charizta kepada Mira dengan menggelengkan kepalanya tanda menyerah.


" loe tahu? anak baru disekolah dan dikelas kita itu,cowok Riz,loe tahu siapa dia." jawab Mira kepada Charizta hingga membuat sahabatnya itu penasaran.


" gak tahu mir? kan gue gak sekolah hari ini,emangnya dia siapa mir." ucap charizta dengan wajah malas dan gregetnya itu kepada sang sahabat,yang dari tadi bicara setengah,sehingga membuat dirinya penasaran.


" anak baru itu adalah? Kevin Angelio Stuard." jawab Mira kepada Charizta.


Charizta yang mendengar ucapan sang sahabat,kedua mata Charizta langsung membola tidak percaya dengan apa yang barusan sahabatnya itu katakan.


" tadi apa yang loe katakan? Kevin,serius loe kalau Kevin sekolah dis sekolahan kita dan bahkan dia satu kelas dengan kita.loe gak lagi bercanda kan mir." ucap charizta setengah tak percaya yang barusan sahabatnya itu katakan,apa dia gak salah dengar atau memang Kevin sudah kembali dan bahkan sekarang satu kelas serta satu sekolahan dengan mereka berdua.


" seriusan Riz? gue gak bohong,awalnya gue juga gak percaya kalau dia itu Kevin,tapi setelah dia sebutin nama lengkapnya,baru gue percaya bahwa dia itu kevin.sahabat masa kecil kita." jawab Mira mencoba meyakinkan sahabatnya itu.


Charizta yang mendengar ucapan serius dari sahabatnya itu,merasa sangat bahagia sekali,sebab sahabat sekaligus cinta pertamanya sudah kembali ke tanah air dan Charizta sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sahabatnya itu.


" sumpah mir? gue sudah gak sabar ingin bertemu dengan Kevin besok,dan gue ingin melihat dia sekarang seperti apa,setelah sekian lama kita gak bertemu dengan dia." ucap charizta dengan begitu semangat dan antusiasnya,untuk segera bertemu dengan sahabat masa kecilnya itu.


Mira yang mendengar ucapan dari sang sahabat yang begitu sangat bahagia sekali,sebab dia akan bertemu dengan sahabat masa kecil kami berdua.mira pun ikut bahagia dengan perubahan raut wajah dari sahabatnya itu,yang memancarkan aura positif kebahagiaan dan tidak ada aura negatif kesuraman lagi di dalam dirinya itu.


Mira hanya mampu tersenyum melihat Charizta yang begitu ceria hari ini dan dia yakin,bahwa setelah ini dan seterusnya Charizta akan terus terlihat bahagia dengan kehadiran sahabat yang merangkap menjadi cinta pertamanya itu.

__ADS_1


" makanya loe cepat sembuh? agar loe bisa cepat sekolah dan bertemu dengan Kevin." ucap Mira memberi semangat kepada Charizta.


Charizta hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja kepada sang sahabat.


__ADS_2