Masih Tetap Menunggumu!!!

Masih Tetap Menunggumu!!!
Bab 9


__ADS_3

Waktu terus bergulir tak terasa waktu bell pulang sekolah pun berbunyi,semua murid yang mendengar bell berbunyi bersorak sorai, yang itu artinya mereka akan mengakhiri pembelajarannya dan pulang menuju rumah terindah.


tidak jauh berbeda juga dengan mira,yang sudah memasukkan semua peralatan tulisnya kedalam tas dan bersiap pulang kerumah, tapi mira tidak akan lantas pulang kerumah terlebih dahulu. akan tetapi dia akan kerumah sang sahabat untuk menjenguknya yang sedang sakit hari ini.


setelah mencangkok tasnya, mira bergegas keluar kelas setelah sang guru keluar terlebih dahulu. saat tengah asyik berjalan seorang diri, mira dikejutkan dengan segerombolan mak lampir yang menghadang dirinya ditengah koridor sekolah.


mira menghentikan sejenak langkah kakinya dan diam ditempatnya, sambil mengamati apa yang akan mereka lakukan saat ini.


" mau apalagi coba mereka itu, ck!! gak ada bosannya apa mencari gara-gara terus dengan gue, ingin sekali rasanya gue tampol tuh muka sok cantik mereka itu." benak mira dalam hati.


" mau apa lagi loe semua, minggir gak gue mau lewat." ucap mira ketus dengan nada marahnya itu.


" loe pikir, gue bakal mau nurutin kemauan loe, sorry gak level ya." jawab bella Dengan nada nyebelin nya itu.


" mau loe pada itu apa sih, perasaan gue gak pernah punya masalah hidup dengan loe pada." ucap mira dengan geramnya menahan Amarah.


" mau gue, loe sama teman ****** loe itu, jauhin reza dan gue gak suka jika kalian masih menempelin reza bak parasit, tau gak loe." jawab bella dengan nada tinggi dan kerasnya itu.


sementara mira menuatkan kedua alisnya keatas bingung, dengan apa yg dikatakan mak lampir didepannya ini. apa dia kata ****** dan parasit.


what the hell.!!! wah bener - bener nih mak lampir, minta gue bejek jadiin rujak.


" maksud loe itu apa sih, gue gak ngerti dan siapa juga yang mau deketin reza, loh gak lagi mimpi menghalukan." tanya mira yg mulai jengah dan terpancing emosi.

__ADS_1


" siapa yang loe maksud tengah mimpi menghalu hah, gue sorry gue gak menghalu, tapi gue bicara fakta paham loe." jawab bella dengan emosinya itu.


" loe bisa gak sih, gak usah teriak bikin telinga gue sakit, fakta apa yang loe maksud itu." kata mira yang tak kalah dengan nada emosinya juga, sambil mengusap telinganya yang sedikit mendengung.akibat teriakan maha dahsyat bak toa masjid dari Mak lampir didepannya ini.


" loe nanya soal fakta, hello!!, loe pikir gue gak tau, apa yang udah loe dan teman ****** loe itu lakuin selama ini." jawab Bella dengan nada emosinya itu, membentak Mira yang ada didepannya itu.


" emang apa yang sudah gue dan teman gue lakuin terhadap loe sama Reza, hah." ucap Mira yang juga masih emosi dengan ucapan dan kata kata yang Mak lampir lontarkan itu.


" jangan pura pura bodoh dan idiot loe jadi orang." jawab Bella yang masih kekeh dengan pendiriannya itu.


" siapa yang loe maksud bodoh,idiot dan ******, hah." ucap Mira yang begitu sangat emosi Sambil menunjuk wajah Bella dengan telunjuknya itu.


" siapa lagi kalau bukan loe dan teman loe itu, hah!! loe pikir gue gak tau kalau loe dan teman loe itu, mencoba menggoda rezakan, ngaku loe jadi orang." jawab Bella yang masih saja menyudutkan Mira dengan pertanyaannya itu.


Bella yang melihat Mira terdiam menjadi sang begitu emosi, dengan tanpa perasaannya dia menjambak rambut Mira dengan begitu kuatnya sampai Mira mengaduh kesakitan.


" woey!!! sialan loe, lepasin gak rambut gue, sakit bego." ucap Mira setengah berteriak sambil terus mencoba melepaskan tangan Bella dari rambutnya itu.


" hahahaha!!!! apa loe bilang lepasin, enak banget loe ngomong, ini balasan buat loe. karena loe dan teman loe dah berani menganggu dan menggoda Reza gue." ucap Bella dengan tersenyum setannya itu, sambil tangan terus menjambak rambut milik Mira.


" Bella lepasin gak, sakit kepala gue.


bangsat loe jadi orang." ucap Mira yang masih terus berusaha melepaskan tangan Mak lampir itu.

__ADS_1


Bella tidak mengubris ucapan dari Mira, dia tertawa bak psykopat kala menemukan mangsa yang pas untuk dia jadikan kelinci percobaan itu.


tidak tahukah bahwa aksi mereka itu dari tadi disaksikan oleh semua murid dan guru yang belum pulang dan menyaksikan aksi pembullyan yang Bella dan genknya itu perbuat.


" ada apa ini!! kenapa pada ramai kumpul disini, apakah ada atraksi sulap atau topeng monyet yang menjadi tontonan menarik kalian semua." ucap pak Ridwan kepada siswa dan siswi yang ikut mengerubungi aksi pembullyan Bella dan genknya itu lakukan kepada Mira.


" maap pak!!! disini tidak ada aksi sulap ataupun topeng monyet, tapi yang ada aksi pembullyan yang Bella dan genknya lakukan kepada Mira, kalau gak percaya silahkan bapak lihat sendiri kedepan sana." jawab para siswa yang ditanyai pak Ridwan tadi.


akhirnya pak Ridwan pun maju kedepan membelah kerumunan para murid yang tengah menonton aksi pembullyan yang Bella dan genk lakukan.


" apa yang sudah kamu lakukan Bella." ucap pak Ridwan setengah berteriak, hingga membuat aksi Bella yang tadinya tengah menjambak rambut Mira melepaskannya begitu saja, dengan tubuh yang sedikit menegang kala mendengar suara guru killer dibelakangnya dia.


dengan gerakan patah patah Bella melihat kebelakang, disana pak Ridwan sudah berdiri menjulang dihadapannya itu, dengan susah payah Bella dan genknya menelan salivanya sendiri, berbeda dengan Mira yang merasa senang sebab sang guru keburu datang menyelamatkan rambut indah miliknya dari genggaman tangan Mak lampir, dengan Suara mengaduh, Mira terus mengusap kepalanya yang lumayan sakit akibat jambakan yang lumayan keras.


" eh!! bapak." jawab Bella dan genknya itu kikuk dan setengah takut.


" bisa dijelaskan, apakah yang sebenarnya terjadi disini." ucap pak Ridwan dengan wajah tidak bersahabatnya.


" gak ada apa apa kok pak!!! kita cuma sedang bercanda saja." ucap Bella membela dirinya sendiri.


Mira begitu emosi mendengar ucapan Bella yang bilang mereka tengah bercanda, hello!!! apa loe dah gila, bilang kalau kita tengah bercanda, benak Mira dalam hati.karena merasa geram dengan ucapan Bella akhirnya Mira pun membuka suaranya dan meminta hak akan pertanggung jawaban Mak lampir dan genknya itu.


" heh!!! Mak lampir, loe pikir apa yang sudah loe lakuin kepada rambut gue, loe bilang bercanda.enak banget loe ngomong, maap pak begini ya, tadi saat pas saya keluar dari kelas tiba tiba Bella dan genknya menghadang saya dan juga mereka menghina saya dan teman saya, tapi saya diem saja dan tanpa saya duga ternyata Bella malah langsung menjambak rambut saya dengan begitu kuat dan kerasnya. yang menyebabkan kepala saya sakit dan sedikit pusing." ucap Mira masih dengan mengusap kepalanya yang sakit.

__ADS_1


Bella yang mendengar ucapan Mira menegang tak percaya, ternyata dia berani juga membocorkan kejadian barusan kepada pak Ridwan, dengan wajah tak berdosanya itu, Bella hanya bisa nyengir kuda kearah sang guru killer itu.


__ADS_2