
Kemeriahan berlangsung beberapa hari di kediaman yang ditinggali Han Houw. Pemuda itu selepas dari penculikan kini menjalani persiapannya menjelang pernikahan. Kedua keluarga besar sepakat memanfaatkan Event Organizer yang berkompoten untuk itu.
Regina selalu tersipu-sipu saat digoda oleh Champa. Selena hanya tersenyum dan memandang dengan iri. Memang ketujuh orang itu akhirnya menginap beberapa hari. Sultan Yazid membiayai setengah biaya penginapan dan lainnya dibiayai oleh keluarga kedua mempelai.
Master Kun Yang sendiri berada dikota tersebut sebab Han Houw adalah keponakan satu-satunya dari keluarganya sebab Master Kun Yang hanya memiliki seorang saja adik laki-laki. Ia menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Sultan Yazid di beranda rumah keponakannya yang luas.
"Berarti ini sangat gawat." ujar Kun Yang setelah menerima berita yang disampaikan Han Houw lalu ditegaskan kembali oleh Sultan Yazid yang menghubungkan cerita pemuda itu dengan hasil pertemuannya dengan Putri Cin Ling di Wisma Teratai.
"Tuan Lektor tak perlu bertindak." ujar Sultan Yazid. "Biarkan kami yang bertindak membuka kedok perempuan Sigirlya itu."
"Aku kuatir, nantinya Kaisar Pu Tuo akan dipengaruhi oleh perempuan laknat itu." sahut Kun Yang dengan geram.
"Yang penting kita tahu siapa diantara dua putri itu yang berlagak." sahut Sultan Yazid dengan tenang. "Aku dan yang lainnya akan memaksa Hekate menampakkan wajah aslinya."
"Apa tujuan mereka melakukan konspirasi itu?" tanya Kun Yang dengan penasaran.
"Untuk menguasai Cermin Hati yang dimiliki oleh Kaisar Pu Tuo." jawab Sultan Yazid. "Sinhala berhasil merebut Mustika Jiwa yang dimiliki secara turun temurun oleh penguasa dinasti Bustamiyah. Sekarang, yang menjadi sasarannya adalah Cermin Hati..."
Kun Yang mengangguk-angguk. "Apa kelebihan dari Cermin Hati yang disimpan dalam kotak pusaka dikamar perbendaharaan negara itu?" tanya pejabat tersebut.
__ADS_1
"Apakah Kaisar Pu Tuo tak sedikitpun memberitahu anda?" pancing Sultan Yazid.
"Itu hanya sebuah cermin genggam yang selalu diwariskan kepada permaisuri kerajaan, atau putri yang terpilih mewarisi Tahta Naga Emas." tukas Kun Yang dengan yakin.
"Kelihatannya nilai Cermin Hati melebihi hal tersebut, seperti halnya Mustika Jiwa." gumam Sultan Yazid. "Ada legenda yang menyatakan bahwa Cermin Hati dan Mustika Jiwa termasuk dalam tujuh harta karun dunia. Siapapun yang menguasai ketujuh benda itu, bisa dikatakan akan menguasai jagat..." lelaki bermantel hitam itu mengerling ke arah Kun Yang. "Kelihatannya menarik sekali, kan?"
Kun Yang menghela napas. "Memang... tapi semuanya pasti memiliki konsekuensi yang besar... dan Sinhala beserta komplotannya tentu telah mempertimbangkan hal itu ketika mereka melancarkan aksinya." jawab Kun Yang pada akhirnya.
Sultan Yazid tersenyum. "Sudahlah... untuk sementara ini, fokus sajalah pada persiapan pernikahan ponakanmu." ujarnya sengaja berseloroh.
...****************...
Beberapa undangan telah duduk dikursi menghadap ke meja altar. Selena duduk paling dekat bersama Champa. Nagini sebaliknya, duduk paling belakang. Para lelaki berada pada barisan bangku disebelahnya. Havard dan Do Quo duduk dibarisan tengah. Thor terpaksa berdiri saja dibelakang sebab tak ada kursi yang muat dengan ukuran pantatnya.
Sultan Yazid dan Walikota Navada, Gubernur Shamrock menjadi saksi pernikahan. Mereka berdua duduk dikursi khusus.
Tampak Han Houw berdiri dipanggung altar ditemani oleh seorang penghulu agama yang siap menikahkan. Tak lama, dari ujung jalan muncul sebuah kereta yang berhenti dan keluarlah Regina dengan tampilan gaunnya yang anggun.
Gadis itu dikawal oleh ayahnya. Ia membawa sebuah buket bunga. Gadis itu tiba didepan panggung. Han Houw mengulurkan tangan menyambut Regina.
__ADS_1
Gadis itu menaiki panggung dan keduanya berbalik menatap penghulu. sang modin kemudian mulai mengucap kata-kata pendahuluan. Setelah sekian lama ia bicara, tibalah pada puncak acara yaitu menikahkan kedua mempelai.
"Tuan Chan Han Houw, hari ini aku nikahkan engkau dengan gadis bernama Regina Beldavara, putri dari Delaware Britton dengan mahar sebuah cincin emas bermata kristal zircon." tutur penghulu itu. "Dengan ini, maka sahlah ia menjadi istrimu dan pendampingmu dikala suka maupun duka." penghulu itu kemudian mengulurkan tangan menjabat tangan Han Houw dengan kuat. "Apa kau terima nikahnya?" seru lelaki tua itu.
Han Houw balas mencengkeram jabatan tangan penghulu dengan kuat sambil berucap, "Saya terima nikah dan kawinnya Regina Beldavara, putri dari Delaware Britton dengan mahar sebuah cincin emas bermata kristal zircon."
"Sah?!" seru penghulu kepada Sultan Yazid dan Tuan Shamrock.
"Sah!!!" jawab keduanya berbarengan.
Maka bergemuruhlah sorak-sorai undangan disertai tepuk tangan yang meriah. Penghulu mengisyaratkan Chan Han Houw untuk mencium pengantinnya. Setelah itu, kedua mempelai melangkah menuruni tangga dan menyusuri lorong menuju ujung jalan. Seketika Regina langsung melemparkan buket bunga ke udara.
Para undangan dari kalangan cewek berebutan mengambil buket itu. Namun tak ada satupun yang mereka raih.
Buket itu justru meluncur turun dan ditangkap dengan santai oleh Nagini. Perempuan lain menatap wanita itu dengan iri. Champa tertawa renyah sedang Selena memberenggut kesal karena tak berhasil meraih buket tersebut.
Champa mendekati Nagini dan menggodanya. "Carilah pengantinmu, Nyonya."
Nagini menatap tak mengerti. Champa menjelaskan. "Kau sudah menangkap buket pengantin itu. Berarti, kau akan jadi pengantin berikutnya."
__ADS_1
Nagini langsung pias mendengar penjelasan itu dan serta merta membuang buket itu ke atas lagi dan diperebutkan oleh perempuan-perempuan lain.[]