
Hari ini adalah peristiwa penting bagi warga negara Zhou pada umumnya, dan keluarga kekaisaran pada khususnya. Semua penghuni wilayah bagian barat Runehall itu didera kesibukan dan debar-debar menunggu puncak acara yang akan digelar menjelang waktu dhuha.
Hari ini adalah Tanggal 12 Intersecta Tahun 2023 Romulus, merupakan hari penobatan Putri Xiao Mei sebagai Ratu Kekaisaran Zhou, menggantikan Kaisar Pu Tuo yang sudah uzur dan berniat melepaskan kekuasaannya. Istana Dang Dai Chan sudah dihias sedemikian rupa, begitu juga Aula Naga Emas yang menjadi tempat penobatan juga telah diperindah oleh juru rias istana.
Selain itu, pihak humas istana kekaisaran juga telah mengontak stasiun telekomunikasi untuk menyiarkan secara langsung prosesi penobatan tersebut agar dapat disaksikan oleh warga-warga negara Zhou yang jauh dari Cappadonia.
Di Istana Tamu, Sultan Yazid sudah mengenakan pakaian terbaiknya. Sebuah pakaian kebesaran khas daerah Najd yang indah dan disulam oleh benang-benang Emas, sebuah mantel dan turban panjang yang dihias bulu-bulu ekor burung flaminggo. Tombak Pasak Bianglala warisan Nuzlan tersampir dipunggungnya.
Havard dan Do Quo layani oleh para dayang, mengenakan pakaian khas orang-orang Cappadonia yaitu sebuah kemeja panjang hitam berkerah tinggi tanpa hiasan didada dan celana lebar dengan sepatu bot dari kain membungkus sepasang kaki. Karena pakaian itu tidak mengenakan sabuk luar, terpaksa Havard memegang saja claymore miliknya.
Thor sendiri mengenakan pakaiannya sebab tak ada ukuran pakaian yang pas untuk lelaki setinggi 3 meter itu. Lelaki Aesir itu hanya mengenakan pakaian tanpa lengan, sabuk Megingjorđ, dan sebuah cawat dari bahan kulit yang berbulu, begitu juga kedua sepatunya. Mantelnya yang disampirkan dipunggungnya juga dari bahan kulit berbulu. Rambut merahnya dikepang dua. Kapaknya disampirkan pula dipunggungnya.
Nagini menolak mengenakan pakaian khas daerah tersebut dan memilih tetap mengenakan pakaiannya sendiri yang dihiasi mantel hitam panjang, menyembunyikan pedang Belati Setan miliknya. Tiara tanduk tetap bertengger dikepalanya yang dihiasi rambut sepanjang punggung. Champa pun lebih memilih busana penari istana. Memang gadis berambut putih perak itu menguasai beberapa tarian khas Navada dan Cappadonia. Putri Cin Ling memintanya untuk bergabung dengan rombongan penari istana yang akan menghibur para tamu negara yang datang menyaksikan penobatan tersebut.
"Ingat! Jangan sampai Hekate menyadari kalau kita telah meloloskan Putri Mei Ling dari penjaranya." tekan Sultan Yazid kepada rekan-rekannya. Lelaki itu kemudian menatap Nagini. "Kuharap kau dan Thor mengawasi keadaan diluar Aula Naga Emas. Aku kuatir, Hekate mengerahkan orang-orangnya untuk melakukan pengepungan dan penyerangan manakala penobatan ini gagal."
Putri Mei Ling memang sementara disembunyikan dalam salah satu kamar Istana Tamu dan dilayani oleh dayang-dayang yang disuruh Doh Gie atas perintah Putri Cin Ling.
Doh Gie sendiri kini berada dalam Istana Tamu, mengawasi Putri Mei Ling.
"Biarkan aku yang akan menemani Putri Mei Ling disini bersama Doh Gie." pinta Selena yang saat itu mengenakan cheongsam*) tanpa lengan dengan bagian belahan paha yang membuka. Rambut gadis itu disanggul dan dipakaikan sunting berhias ukiran burung phoenix. "Lagi pula kita tak boleh mengendurkan kewaspadaan kita sampai Hekate ditangkap dan memaksanya menunjukkan posisi persembunyian Sinhala."
Sultan Yazid mengangguk-angguk. "Baiklah jika itu keinginanmu." ujar Sultan Yazid. "Kupercayakan keamanan Istana Tamu kepadamu, Selena."
"Terima kasih Paduka, telah mempercayai saya." jawab Selena dengan takzim.
"Kalau begitu, aku sama-sama saja dengan Selena menjagai Istana Tamu." sela Havard menawarkan diri.
__ADS_1
"Selena nggak akan gampang diculik seperti kemarin-kemarin, Havard." tegur Do Quo. "Keberadaan kita berdua penting disisi Paduka Sultan untuk mengantisipasi Hekate berbuat hal yang buruk terhadap Paduka Sultan maupun Yahg Mulia Kaisar."
Havard hanya menampakkan wajah enggan saja ditegur seperti itu membuat Sultan Yazid tersenyum dan Champa tertawa. Gadis penari itu menggoda.
"Wuih, senangnya yang diperhatikan seperti itu." sindirnya membuat wajah Selena langsung bersemu merah dan Havard melengos menyembunyikan kecanggungannya. "Kapan ya aku diperhatikan?" ujarnya lalu bersikap centil lagi dengan berlagak merayu-rayu Thor agar mau memperhatikan dirinya.
"Yang jelas, aku tak ingin Hekate berhasil melaksanakan misinya." ujar Sultan Yazid.
...****************...
Aula Naga Emas, Istana Kekaisaran Zhou, pukul 09.00 Waktu Wilayah Barat Runehall.
Aula Naga Emas telah penuh sesak oleh para tamu yang merupakan duta dari kota-kota seperti Navada, Kaipang, Deiria dan pejabat-pejabat dari pangkat yang berbeda-beda. Diantara para tamu, nampaklah Sultan Yazid yang diapit oleh Havard dan Do Quo. Adapun Nagini dan Thor memilih berdiri saja disisi pintu, mengawasi para tamu atau siapapun yang dirasakannya mencurigakan.
Ditahta Naga Emas, duduklah Kaisar Pu Tuo dengan pakaian kebesarannya. Para penari sedang menarikan suatu tarian tradisional khas yang disebut Odval, merupakan nama sejenis bunga yang menjadi lambang resmi keluarga kekaisaran. Champa menjadi bintang pertunjukan dan para tamu memuji penampilannya. Tarian itu dibawakan hingga setengah jam hingga akhirnya para dayang menyudahi tariannya lalu membungkuk takzim kepada Kaisar Zhou Pu Tuo dan beriringan pergi meninggalkan ruangan luas itu.
Tak lama kemudian protokoler istana mulai bersuara nyaring. "Saudara sekalian para tamu undangan. Hari ini kita akan menyaksikan prosesi penobatan Putri Xiao Mei Ling sebagai Ratu Kekaisaran Zhou. Dengan penobatan ini, Yang Mulia Kaisar akan mengakhiri masa jabatannya." seru protokoler tersebut.
Pintu aula membuka dan masuklah Putri Mei Ling mengenakan busana kebesaran kekaisaran diiringi oleh Putri Cin Ling yang mengenakan jenis busana yang sama, mengiringi kakaknya dari belakang lalu berturut-turut para dayang dan pelayan istana muncul memasuki ruangan luas itu.
Para tamu memuji kecantikan calon penguasa itu. Putri Mei Ling kemudian berdiri didepan tangga tahta. Putri Cin Ling berdiri beberapa jarak dibelakang Putri Mei Ling. Kaisar Pu Tuo kemudian bangkit.
"Para kawula, dari kalangan tamu dan para pejabatku. Hari ini, aku memutuskan untuk berhenti menjadi kaisar dan menyerahkan kekuasaanku kepada putri pertamaku, Xiao Mei yang akan menjadi penguasa dinasti Zhou berikutnya." ujar Kaisar Zhou dengan nada haru. "Aku berharap kepemimpinan putriku didukung sepenuhnya oleh kalian semua. Semoga kejayaan negara kita makin nampak dengan kepemimpinan Xiao Mei."
Kaisar Zhou kemudian menuruni tangga dan berdiri dihadapan Putri Mei Ling yang seketika bersimpuh diikuti para dayang, juga Putri Cin Ling. Lelaki itu kemudian mengeluarkan sebuah cermin yang dipasangkan pada ukiran logam emas. Ia memperlihatkan cermin itu dihadapan para tamu.
"Dengan ini kuserahkan Cermin Hati, lambang pemerintahan Kekaisaran Zhou kepada Putri Mei Ling, sebagai tanda ia menjadi seorang ratu. Dan dengan ini, kuanugerahkan nama yang layak baginya sebagai Ratu Kekaisaran Zhou. Sambutlah penguasa Kerajaan Zhou yang baru, Ratu Narangerel Chinua!" seru Kaisar Pu Tuo.
__ADS_1
Kaisar Pu Tuo hendak menyerahkan Cermin Hati kepada Putri Mei Ling yang telah menengadahkan tangannya, ketika terdengar seruan.
"Tunggu!!!" seru Sultan Yazid kemudian melangkah ke tengah aula.
Ratu Naranggerel Chinua berdiri dan berbalik menatap Sultan Yazid dengan tatapan tajam. "Mengapa kau menghalangi penobatanku? Apa maksudmu?!" serunya sembari menudingkan telunjuknya ke arah Sultan Yazid. Putri Cin Ling bangkit dan balas menudingkan telunjuknya.
"Kembalikan kakakku, Peniru!!!" seru Putri Cin Ling.
Kaisar Pu Tuo mengangkat alisnya dengan heran. "Apa maksudnya? Katakan anakku."
Tiba-tiba Ratu Naranggerel Chinua menghambur kearah Kaisar Pu Tuo tanpa sempat dicegah. Ia merampas Cermin Hati dan menyandera Kaisar Pu Tuo.
"Jangan mendekat!!!" serunya!
"Kenapa ini?!" seru Kaisar Pu Tuo dengan bingung.
"Hekate! Kembalikan Cermin itu!!" seru Sultan Yazid mengambil tombaknya dari punggung dan mengarahkan ujungnya ke arah wanita yang menyandera Kaisar Pu Tuo.
Ratu Naranggerel Chinua tertawa lantang dan perlahan wajahnya berubah menjadi sosok wanita berwajah dingin dengan rambut putih bagaikan perak.
"Rupanya penyamaranku sudah terbongkar!" seru Hekate. "Kalian akan merasakan akibatnya nanti."
"Katakan! Dimana Sinhala?!" todong Sultan Yazid dengan lantang.
Tiba-tiba Hekate mendorong Kaisar Pu Tuo hingga tersungkur ke depan Putri Cin Ling. Setelah itu dari punggung Hekate, muncullah sepasang sayap yang ujungnya memiliki jemari bercakar.
Hekate mengepakkan sayapnya dan wanita itu terbang tinggi nyaris menyentuh langit-langit Aula Naga Emas. Sambil tertawa, Hekate mengucap.
__ADS_1
"Sinhala menunggumu di Gua Hydra!!!" serunya lalu kembali terbang meloloskan diri melalui ventilasi atap aula.
Suasana menjadi gempar dan para tamu menggunjingkan peristiwa itu sepanjang hari. []