Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)

Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)
11


__ADS_3

"Kenapa ambil teknik sipil?" Mataku melirik Landy yang masih berkutat dengan gambar, PC dan hitung-hitungan bodoh dihadapannya. Aku seperti orang bodoh disini, tidak melakukan apapun hanya duduk diam melihat Landy yang masih mengerjakan proyek kuliahnya.


Kami sekarang berada di apartemen Landy dengan di awali beberapa perdebatan diantara kami, aku yang memaksa pulang ke kost dan Landy yang ngotot meminta untuk ditemani di apartemennya. Namun setelah berhasil memenangkan perdebatan dan kemauannya terpenuhi, aku dicueki habis-habisan macam kucing bodoh yang ditinggal induknya, Landy berkutat dengan gambar dan PC tanpa menghiraukan ku yang duduk mengenaskan di ujung ranjangnya, rasanya aku ingin menendang kursi beroda yang sedang diduduki Landy.


"Hmm... Karena suka?"


Landy masih diam sambil tersenyum tanpa mengalihkan perhatiannya ke arahku. Sial!


"Ish... Kesel! Aku bakalan pergi kalo kamu cuekin terus kaya gini"


Aku menghentakkan kaki keras berniat pergi dari kamar Landy, namun Landy menarik tanganku dan memaksaku duduk di pangkuannya.


"I'm sorry, hmm..." Landy mengecup pelipis ku tangannya mengunci tubuhku yang berada di pangkuannya rasanya kursi ini terasa sempit sekali di duduki dua orang, aku harap kursi ini dapat menampung kami berdua dengan baik.


Landy mengalihkan kembali perhatiannya ke arah PC yang sedang menampilkan rancangan jembatan yang tidak aku pahami sama sekali. Hembusan nafas Landy terasa hangat di kepalaku yang justru membuat jantungku berdetak tidak karuan. Damn!


Tangan kanan Landy memegang mouse dan ekspresinya tampak serius menekuni gambar di PC, namun tangan yang satunya masih bertengger manis di atas perutku sungguh ini membuat kerja jantung tidak normal. Aku yang bingung hanya terdiam meletakkan daguku di meja.


"Aku bosen"

__ADS_1


"Hmm.."


"Ish.. Kamu kenapa nggak jawab pertanyaan ku tadi?" Kepalaku mendongak meminta perhatian.


"Yang mana?" Landy melirikku ke bawah. Terang saja dagunya menabrak dahi ku.


"Au..."


Cup


Landy mengalihkan kembali perhatiannya, tanpa menghiraukan aku yang termangu akibat perbuatannya tadi. Landy mengecup dahi ku.


Setelah aku perhatikan, pacarku memang terlihat menawan, apalagi dari jarak dekat seperti ini, kumis tipisnya benar-benar menambah manis penampilan Landy. Wajar saja banyak mahasiswa yang suka padanya. Landy benar-benar memikat, rahang yang tegas, kulit yang putih bersih, alis tebal benar-benar tipe-tipe wajah lelaki yang akan dilirik orang lebih dari dua kali.


"By...." Landy menggenggam tanganku yang sedang mencoba menyentuh kumis tipisnya.


"Aku penasaran pengen pegang" Aku mencoba menarik tanganku kembali, yang berujung sia-sia.


"By... don't"

__ADS_1


"Ish.. Pelit!"


Aku mencoba menarik tanganku berulang kali, tapi nampaknya Landy tidak mengijinkan ku sama sekali. Dia malah hanya tersenyum menatap layar PC-nya, bibirnya mengecup punggung tanganku lama. Oh god!


"Lepasin tangan aku..."


"Ini benar-benar ide yang buruk, membawamu kesini" Aku mengernyit bingung mendengar penuturan Landy. Jadi dia menyesal?


"Kenapa?" Kepalaku mendongak, tanganku menarik kaos Landy keras.


"Karena aku ngga bisa fokus ngerjain tugasku sama sekali..."


Deg.


Oh sial! Dasar playboy! Bikin seneng aja.


Landy menunduk mensejajarkan wajah kami, kursi yang bergerak mundur pelan menambah ritme nafasku yang tidak beraturan mendapat serangan tiba-tiba dari Landy ini.


"By..."

__ADS_1


"Hmm..." Aku bergumam pelan menjawab, helaan nafas kami bersahutan, oksigen menipis dan terpaksa kami berebutan oksigen.


"Kamu milikku! Selamanya"


__ADS_2