Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)

Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)
24


__ADS_3

Mataku mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang masuk. Melihat sekeliling, aku mencari-cari memori apa yang aku lewatkan. Bagaimana aku sampai terjebak disini. Hh. Bagaimana mungkin aku bisa lupa apa yang terjadi kemarin dan malah tertidur nyenyak seperti ini.


Melihat HP ku yang tergeletak diatas lemari nakas yang sudah menunjukan pukul 02 pagi.


Mati aku! Bisa-bisa abang marah besar tidak menemukanku di rumah.


Aku melangkah keluar dari kamar Landy. Mencari si empu kamar yang tidak terlihat di manapun. Ruangan yang gelap benar-benar membuatku takut, bulu kudukku berdiri, merinding tidak karuan. Dimana dia?


Mencari disekitar dapur yang nyatanya tidak membuahkan hasil. Sama kosongnya dengan ruangan-ruangan lain.


Ah. Harusnya aku pergi ke balkon kamar, tanpa berfikir panjang aku kembali ke kamar, berjalan ke arah pintu balkon kamar Landy yang tidak terkunci sama sekali.


"Sama gua..."


"........"


"Berisik!"


"...."


"Iya!"


Dengan siapa dia berbicara? Tanpa berpikir panjang aku menghampiri Landy yang berdiri, dengan memegang HP dan juga mug kopi yang mengepulkan asap.


"Mas.. ngapain"


Landy menoleh kaget mendengar suaraku. Wajah datarnya tidak berubah walaupun sedang terkejut padahal badannya juga terlihat terkejut. Dasar! Manusia batu!

__ADS_1


"Sini..." Kopi yang tadi menjadi atensinya sekarang ditiadakan, diletakkan sembarang di atas meja kecil samping Landy berganti denganku yang sekarang menjadi objek kehangatannya.


Tangan besarnya menarik tanganku membawaku masuk kedalam pelukannya. Seketika wangi Landy menyeruak masuk kedalam hidungku, wangi maskulin bercampur aroma kopi yang tadi dia minum. Sungguh kombinasi sempurna yang mampu membuatku melayang dengan disertai jantung yang berdentum keras. Hawa hangat melingkupi kebersamaan kami ini.


"Kenapa bangun? Padahal lagi dingin-dinginnya"


"Mas juga.. Kenapa bangun padahal lagi dingin-dinginnya"


Ternyata baju tidur yang aku pakai tidak menghalau dingin sama sekali, tapi kehadiran tangan Landy sedikit menghalau hawa dingin ini. Kepala Landy yang berada dipundak ku menambah sensasi geli di area leherku apalagi ditambah dengan kecupan-kecupan pelan yang sedari tadi dia lakukan. Hh. S*alan. Pintar sekali dia mencuri kesempatan.


"Mas... ngga usah cium-cium"


Dengan patuh Landy mengangkat kepalanya dari bahuku, tumben dia mau mendengarkan perkataan ku seperti tidak biasanya.


"Mas..."


Menengadah aku melihat Landy yang pandangannya terfokus ke arah langit yang gelap. Padahal disini menakutkan kalau malam-malam, tapi kenapa dia betah sekali disini.


"Kenapa tiba-tiba diem aja..?"


"Mas..mas..."


"Hmm.." Landy menoleh dengan senyum tipisnya, dia seperti sedang memendam sesuatu.


Tidak mau menambah pikirannya, aku pecahkan keterdiaman kami, membahas hal yang lain.


"Oya... aku udah lihat bahan kebaya sama batik kita yang buat wisuda kamu..."

__ADS_1


"Gimana.. suka?"


"Suka... ibu kamu pintar milihinnya.. dia bener-bener paham selera mantunya"


Tangan besar Landy terasa hangat saat mengusap kepalaku wajah muramnya sedikit demi sedikit berubah. Mengecup kepalaku dia tersenyum bahagia seperti bocah polos yang baru mendapat hadiah.


"Bukan ibu kamu... tapi ibu kita By..." Hembusan nafas hangat Landy menyapu hangat ubun-ubun kepalaku. Dagunya bersandar di kepalaku dengan tangan yang masih memelukku erat. Sungguh terasa hangat sekali.


Mengangguk pelan aku menjawab. "Iya.. ibu kita.. ibuku"


"By..."


"Hmm"


"Apapun yang terjadi nanti, kamu harus inget satu hal..."


Mendongak aku melihat wajah muram Landy kembali. Sebenarnya ada apa dengannya?


"Apa..?"


"Aku lakuin semua demi kamu.. demi hubungan kita"


Mataku mengerjap pelan, masih menatap wajah Landy bingung. Namun tatapan Landy yang menatapku serius, membuatku sedikit takut, untuk bernafas saja aku susah. Seperti ada gumpalan yang tertahan di tenggorokan membuatku terdiam membisu.


"By.... jawab aku"


Tanpa tahu maksud apapun, aku mengangguk pelan menjawab Landy yang masih saja menatapku serius.

__ADS_1


"Iya.. aku janji"


__ADS_2