
"Dan... Lesu banget si lu, kenapa?"
"Iyak... Kaya orang kurang gizi"
Frisya dan Tasya kompak sekali mengomentari tingkah lakuku.
"Gegara filsafat ilmu?"
Aku menggeleng lemah, menjawab pertanyaan Frisya. Kami tadi sempat mendapat teguran dari dosen karena Frisya berisik sendiri.
"Sorry, gegara gue lu dimarahin tadi"
Sebenarnya itu hanya salah satu alasan kenapa aku seperti manusia tidak bernyawa seperti ini. Aku hanya sedang mencoba menghilangkan bayangan-bayangan yang terjadi kemarin. Betapa menyedihkannya aku duduk diantara mereka dan tidak mengetahui apapun, bahkan aku sempat bertukar hal menjijikan dengan si brengsek. Damn.
Teman-teman Abang pasti menertawakanku habis-habisan kemarin apalagi Bang Rama yang memergokiku. Mengetahui fakta bahwa aku mudah untuk dibodohi dia pasti berfikir aku cewek murahan. Ah sudahlah. Lupakan bodoh! Ingat apa perkataan Newt difilmnya kalau kamu khawatir kamu akan menderita 2x.
"Tas.. beliin gua capcin dong males jalan gua"
Tanpa mendengar perintah dua kali Tasya langsung berdiri membeli pesananku.
"Oh shit...!"
Aku mengernyit bingung mendengar Fasya mengumpat.
"Apaan...?"
"Jangan nengok Dan..."
Dan dengan bodohnya aku menengok tanpa berfikir panjang.
Dan kebodohanku itu mengantarku untuk sakit hati yang kedua kali.
"Dasar minyak goreng murah, sukanya nempel-nempel kayak lintah... Lu juga! gua bilangin jangan nengok malah nengok"
****! ****!
Landy dan Sania masuk beriringan memasuki kantin ini. Yang membuatku heran adalah untuk apa anak teknik dan anak kedokteran memilih untuk makan di kantin anak pendidikan. Damn.
Mata Landy langsung tertuju ke arahku, dia seperti mempunyai radar tempat dimana aku berada.
__ADS_1
"Emang.. ****.. Si Sania.. mau-maunya nempel-nempelin itu **** ke lengannya Landy"
Yah. Fasya dan mulut kotornya.
"Rasanya pengen gua siram pake kuah bakso itu orang"
Hah. Percuma aku menghindarinya berhari-hari kalau nyatanya ketemu juga.
"Ini cuman perasaan gua doang, atau emang Si Landy ngeliatin Elu mulu dari masuk Dan"
Sial. Punya teman yang peka cukup merepotkan memang.
"Ngga mungkin lah.. Siang-siang udah halu"
"Tapi Dan..."
"Sstt... Engga, udah ya.. Please"
Fasya mengangguk. Untunglah dia paham kalau aku sedang tidak ingin membahas itu.
"Apaan yang udahan..." Tasya yang baru datang kebingungan mendengar percakapan kami.
"What....?" Aku berteriak heboh praktis semua orang kini melihat kami. Fasya sinting.
"Siap.....! Ntar gua tanyain Ari siapa tau aja dia punya temen jomblo" Ujar Tasya semangat.
"Oke gua juga bakal tanya Marko, siapa tau aja anak sipil ada yang jomblo" Fasya tak kalah semangat mengusulkan idenya yang bodoh itu.
Oh No!
***
Mataku mengerjap malas melihat antrian kasir yang panjang.
Dan dengan terpaksa aku mengelilingi swalayan sejuta umat ini lagi. Sambil menunggu antrian kasir mereda. Mencoba mengingat-ngingat kebutuhan apa saja yang sudah menipis di kos.
Dan setelah berkeliling lebih dari 3 kali, akhirnya orang-orang tadi sudah menghilang.
Aku membayar dan berniat untuk duduk dulu diluar sebelum pulang.
__ADS_1
Namun, kehadiran seseorang yang sedang menduduki kursi tujuanku membuatku mengurungkan niatku. Tanganku mencari-cari HP berpura-pura sedang fokus mengerjakan sesuatu.
"By.. "
Shit!
Aku mempercepat langkah tidak mau berurusan dengannya lagi.
"Hey.. Slow down... Aku bukan penculik, jadi kamu tidak perlu berjalan cepat seperti itu"
"Apa sih! Aku ngga mau ngomong sama kamu..."
Badanku langsung kaku merasakan tanganku yang tergenggam.
"Kenapa..?" Senyum miringnya sungguh mengesalkan!
Landy menarik kresek belanjaanku, dan berjalan mendahuluiku ke depan, berjalan mundur seperti orang bodoh.
"Masih cemburu?"
"Siapa yang cemburu... Aku nggak cemburu..."
Tanganku bersedakap mengalihkan perhatianku darinya.
"Yes you are...."
" No! I'm not!"
Landy menghela nafas. Dia berhenti sekitar 5 meter dariku.
"By... Sampai kapan kita kaya gini... hmm? Aku yang terus nyari kesempatan buat jelasin dan kamu yang terus aja nyari jalan buat ngehindarin aku"
Sial! Tampang memelas Landy benar-benar membuatku merasa tidak nyaman.
"By... Just answer me..."
"Kasih aku waktu buat mikirin ini semua..."
"What ?! No! Aku sudah kasih kamu waktu.. Dan hasilnya? Kamu menghilang, menghindar dan nyoba buat lari, aku nggak bakalan biarin itu terjadi lagi... Nggak kali ini!"
__ADS_1
Landy berbalik pergi dan tidak menoleh lagi.