Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)

Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)
25


__ADS_3

Aku terbangun dari tidur nyenyak ku dengan bingung. Pasalnya tidak aku temukan Landy di manapun sedari tadi pagi. Jadi tanpa menunggu persetujuannya tanganku dengan cepat memporak porandakan dapur kecil milik Landy. Perut yang berbunyi sedari tadi tidak bisa aku hiraukan. Namun setelah selesai sarapan pun Landy masih belum terlihat.


Waktu sekarang sudah menunjukkan pukul 10.30 pagi. Tayangan netflix di depan juga tidak dapat mengusir kebosanan ku.


Mataku tidak mau terlepas melirik Hp ku yang tergeletak di meja, yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sama sekali.


Heran deh bisa-bisanya dia tidak menghubungiku, pesan yang aku kirim juga tidak dia balas. Hh. Menyebalkan!


Tanpa berpikir panjang aku putuskan untuk pergi dari sini. Lebih baik aku stay di kos milikku sendiri dibandingkan harus menjadi penjaga apartemen yang tidak berpenghuni ini.


Jalanan yang aku tempuh tidak terlalu ramai tetapi juga tidak terlalu sepi. Aku pulang menggunakan ojek online, aku tinggalkan pesan yang aku tulis di sticky note yang aku tempelkan di pintu kulkas.


Hari ini jadwal kuliahku tidak terlalu padat, hanya ada kelas sore. Pukul 16.00 nanti, jadi aku putuskan untuk mencari makan siang dulu setelah berganti pakaian baru berangkat.


Landy masih saja tidak ada kabar. Dasar manusia batu.


***


"Hei..."


"Hei..."


Suasana canggung menyelimuti interaksi ku dengan si kembar, mereka tiba-tiba saja menghampiriku.


"Hmm... sorry gua pergi dulu" Merasa gusar dan canggung. Aku putuskan untuk pergi menghindar saja.


"Dan..."


Ah shit. "Iya.. gimana?"

__ADS_1


"Sampai ketemu lagi.."


"O..okey" Aku lanjutkan kembali perjalananku yang sempat terhenti.


Rasanya aku ingin cepat-cepat pulang ke rumah atau setidaknya ke kost sebentar meletakkan buku-buku tebal ini.


Drrt.


"Halo... iya bun"


"Dede dimana?"


"Ini lagi mau pulang bun"


"Tunggu abang dulu ya di kost.. jangan pulang kerumah dulu.."


"Kok gitu.. kenapa?" Perasaan tidak enak menyelimuti hatiku resah. Tidak biasanya bunda seperti ini.


"Bun! Bun!"


Sambungan yang terputus membuat otakku semakin berfikir liar menerka-nerka sebenarnya apa yang sedang bunda sembunyikan di rumah.


Sesampainya di kost abang sudah berdiri di depan gerbang kost ku begitu pula dengan Landy. Atmosfer keadaan yang sepertinya sedang terasa panas membuatku sedikit bingung dan takut. Abang dan Landy seperti sedang meributkan sesuatu. Mereka tidak mau melepaskan pandangan dari masing-masing, untung saja ada gerbang yang menghalangi mereka berdua kalau tidak mungkin sudah ada pertengkaran tidak jelas sedari tadi.


"Abang... Landy..."


"Dede.." "By...!"


"Kalian kenapa..?"

__ADS_1


Aku berdiri terdiam tidak jauh dari abang dan Landy. Kehadiranku bahkan tidak mampu mengalihkan perhatian mereka dari satu sama lain.


Abang perlahan keluar dari gerbang dan mencoba menghampiriku, melihat itu Landy memegang gerbang mencoba menghalangi abang yang ingin keluar.


"Lepasin! Tanpa campur tangan gua pun dia bakalan benci sama lo.."


"Gua nggak butuh nasehat lo... udah cukup bertahun-tahun gua selalu dengerin lo"


Aku mengerang keras melihat pertengkaran mereka yang seperti tidak adak habisnya.


"Sebenernya kalian kenapa?!"


"Dede..." "By..."


"Elu diem aja anjing!"


"Elu yang diem"


"Abaaang... Landy... kalian kenapa?"


"Dede... dengerin abang baik-baik.. oke"


Belum sempat aku merespon pertanyaan abang Landy sudah berlari menarik ku membawaku masuk kedalam mobilnya.


Abang berlari mengejar mobil yang kami tumpangi, kepalaku tidak sanggup memproses apa yang sedang terjadi saat ini. Abang yang terlihat marah dan Landy yang terlihat takut tapi juga penuh tekad akan sesuatu. Dan tumben-tumbenan Landy mau memakai jasa supir pribadi seperti ini.


"By...."


"Hmm..?"

__ADS_1


"1 Jam lagi kita nikah ya.."


"APA?!"


__ADS_2