Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)

Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)
8


__ADS_3

"Abang tau darimana Adek disini?"


Tanganku tidak berhenti mengaduk-ngaduk es krim bertabur oreo dihadapanku aku memang mulai gila, tengah malam memilih menu ini. Melirik ke depan aku melihat Bang Denny yang masih menatapku lurus diam tanpa menjawab pertanyaanku. Sial! Melihat tingkah Bang Denny yang seperti ini sepertinya dia sudah tahu apa yang sedang terjadi sekarang.


"Emang dimana lagi nyari kamu yang lagi ngumpet kalo bukan disini..." Ungkap Bang Denny sambil memanggil pramusaji dan memesan makanannya.


"Kata siapa Adek ngumpet... Adek nggak ngumpet kok"


Aku memang memutuskan untuk pergi, dan memilih mampir ke restoran cepat saji yang buka 24 jam. Rasanya aku tidak bisa pulang dan bertemu dia, apalagi setelah pertengkaran kita tadi.


"Kalo nggak ngumpet, terus ngapain Si Landy kaya orang kebakaran jenggot nyariin kamu malem-malem gini"


Rasanya tidak ingin percaya kalau dia benar-benar sedang kebingungan mencariku, tapi mau bagaimanapun dia memang seperhatian itu, yang justru membuatku kurang nyaman.


"Abang nggak suka sama sifat kamu yang satu ini... Selain ini bakalan ngerugiin diri kamu sendiri, tapi juga buat orang disekitar kamu, kamu tau ini namanya apa?"


Ah yeah. Pengadilanku segera datang.

__ADS_1


"Pengecut! Dan Abang nggak suka Adek Abang sepengecut ini!"


Aku semakin menundukkan kepalaku takut. Semua perkataan Bang Denny tepat sasaran. Aku memang pengecut, lebih suka lari daripada menyelesaikan masalah. Karena sifat pengecutku inilah yang akhirnya membuat hubunganku dengan dia sampai pada tahap ini.


"Maaf...." Tanganku mencengkram sendokku kuat hatiku resah tidak karuan. Rasanya ingin menangis.


"Temui dia, dan bicarakan baik-baik... Abang bakalan tunggu di mobil"


Selepas kepergian Abang, tidak berselang lama dapat aku rasakan seseorang sudah duduk dihadapanku. Menghela nafas keras, seolah tidak percaya dia benar-benar ada disini.


Keheningan sempat menghinggapi kami berdua, hanya deru nafas yang terdengar bersahutan. Suasana canggung tidak terelakkan lagi, tanganku sudah basah oleh keringat karena gugup. Hatiku sudah tidak karuan, otakku berputar-putar mencari alasan, namun tidak aku temukan.


"Ahh... Jadi dia yang pertama" Mataku beralih menatapnya. Mengamati penampilannya dari atas sampai bawah, masih memakai setelan yang sama sewaktu pertemuan kita tadi, hanya saja yang membedakan sekarang adalah, Landy benar-benar berantakan rambutnya sudah berantakan tidak karuan apalagi kemejanya. Matanya merah yang malah membuatku semakin merasa bersalah.


"What?! It doesnt matter by! Aku nggak peduli itu cinta pertama, kedua, ketiga... Aku cuma mau kamu.. Bisa kita lupain dia? Aku bahkan sudah lupa keberadaan dia kalau kemarin nggak ada yang bahas itu"


Ahh. Aku benar-benar bodoh. Landy menatapku lembut terlihat frustasi tapi lembut didalamnya, matanya tidak pernah lepas melihatku. Landy meraih tanganku dan menggenggamnya kuat tangannya terasa dingin, mungkin karena sudah terlalu lama di luar. Tuhan, bagaimana mungkin aku menyia-nyiakan dia.

__ADS_1


"Aku cuma mau kamu.. Dan kamu tau itu! Jadi Stop lari dari hidupku! Kamu marah boleh, pukul aku bila perlu tapi nggak dengan menghilang dan pergi dari hidupku"


"Ini sakit By....." Bodoh! Aku memang bodoh bisa-bisanya aku menyia-nyiakannya. Bagaimana mungkin aku sempat terpikir untuk lepas darinya sisi baikku berteriak. Tapi bagaimana kalau dia berbohong seperti waktu itu, bagaimana kalau aku benar-benar terjebak seperti dulu. Apa yang harus aku lakukan kalau dia seperti dulu lagi? Tuhan! Aku takut. Aku takut terjebak dalam hidupnya dan tidak bisa keluar lagi.


"By...." Masih dengan wajah letihnya dia menatapku. Terang saja, sekarang sudah pukul 02 pagi, dan aku masih berkeliaran diluar meninggalkan dia yang sudah lebih dulu sampai di kos.


"A.. aku..."


Aku menunduk tidak siap melanjutkan. Jadi akan berakhir seperti ini lagi, dia yang memohon-mohon untuk jangan pergi dan aku yang tidak kuasa menolak permintaanya dan akhirnya terjebak bersamanya.


"By... kita mulai dari awal ya... hmm"


Melihat aku yang diam saja, Landy menggeser kursinya kearahku tanpa melepas tautan tangan kami.


"A..aku....... Maaf"


Dan tanpa perlawanan yang berarti Landy membawaku masuk kedalam pelukannya. Memelukku erat, baiklah aku coba sekali lagi.

__ADS_1


Kamu nggak akan pernah bisa lari dariku! Nggak akan, dan akan aku pastikan itu. Landy


__ADS_2