
"Maksud kamu apa mas?"
".. --"
"Mas!"
"Mas!"
"Kamu ngeselin! Aku nggak mau ngomong sama kamu!"
Landy seperti tidak mendengarkan gerutuan ku, sedari tadi matanya masih fokus menatap jalanan di samping. Hanya tangannya saja yang masih menggenggam tanganku.
Setelah ajang penculikan ku tadi, Landy langsung membawa ku pergi entah kemana.
"Bapak kita mau kemana?"
Hening. Sama seperti Landy mereka kompak tidak mau menjawab pertanyaan ku sama sekali. Dasar manusia batu!
Ringisan pelan keluar dari mulutku tanganku sakit rasanya setelah ditarik-tarik Landy tidak jelas. Landy seperti mati rasa pandangannya kosong tidak fokus gemetaran tidak jelas, kecemasan jelas sekali terlihat dari kedua matanya. Manusia batu ini perlahan menjadi manusia linglung.
Drrt.
Mendengar hal itu mata kami sama-sama tertuju pada tas ku yang tergeletak dibawah. Seperti mengerti dengan gerak gerik ku yang akan mengambil HP ku itu, dengan wajah panik Landy langsung merebut tasku dan mengambil Hp ku yang bergetar.
"Mas... hei.. pelan-pelan hmm" Aku biarkan saja Landy mengambil HP ku, mungkin dia memang membutuhkan itu untuk menenangkan sedikit kecemasannya. Sepertinya memang ada hal yang sedang terjadi yang sangat mengganggu Landy sampai bertindak implusif seperti ini.
2x aku melihatnya seperti ini, dulu saat aku meminta pisah dan lari dari acara pertunangan kami dan sekarang yang belum aku ketahui alasannya, dibalik sifat kebaikannya dan segudang prestasi yang dimilikinya Landy memang memiliki keburukan ini, apalagi jika ada sesuatu hal yang tidak berjalan sesuai rencananya dan tidak bisa dia kontrol maka dia akan kalang kabut dan panik secara bersamaan.
Ku usap bahu dan kepalanya perlahan, semoga saja dapat membuat kepanikannya berkurang, hali ini pernah diajarkan Bunda Landy saat masa-masa kami masih bersama dulu. Merasakan usapan ku, Landy mulai tersadar dari kekalutannya dan perlahan mulai mau menatapku kembali. Mata merahnya menatapku cemas, HP ku sudah dia matikan lalu dia sembunyikan kedalam saku celananya.
Sepertinya, giliranku yang harus bertindak dewasa sekarang.
"Mas kenapa hmm..?"
"Bilang sama aku.. Ada apa? Nanti kita cari jalan keluarnya sama-sama" Bisik ku pelan. Aku harus mencoba berunding dengannya pelan.
Mendengar hal itu, Landy masih saja terdiam kaku, hanya tangannya yang masih memegang tanganku erat. Kekalutan dan kecemasan tercetak jelas diwajahnya yang mulai memucat sekarang.
"Aku janji, nggak akan lari, aku janji nggak akan pergi ninggalin kamu" Yakinku lagi.
Perlahan Landy mau menghadapku. Pandangan matanya mulai fokus padaku.
__ADS_1
"Dulu, kamu juga janji seperti itu, tapi kamu lari by" Desis Landy pelan.
Deg.
Hatiku ikut sakit dan merasa bersalah mendengar penuturannya. Secara tidak langsung aku membuatnya trauma berlebih.
Pandangan sayunya membuat hatiku terenyuh apalagi lingkaran hitam yang menghiasi kedua matanya semakin menandakan kalau dia belum istirahat sama sekali. Dia benar-benar sedang takut kehilanganku.
"Aku janji! Aku janji nggak akan lari, aku bakalan dengerin penjelasan kamu sampai akhir apapun kesalahanmu, aku janji! Jadi, kita pikirin bareng masalahnya ya, hmm..?"
Bagai anak kecil yang mendengar nasihat ibunya Landy langsung mengangguk dan perlahan mulai memelukku.
"Aku sayang kamu by, please percaya sama aku" Racaunya. Bahuku yang basah membuatku tersadar betapa kalutnya dia saat ini. Dia terisak pelan dibahuku. Aku mencoba menenangkannya membuainya untuk istirahat. Setidaknya dia harus mengistirahatkan badannya terlebih dahulu.
***
Tanganku meremas satu sama lain, cemas. Jantungku sudah berdetak tidak karuan, tanganku bahkan sudah gemetar.
"Gimana kabar kamu Dan?"
"Dania baik Bun.. Bunda sehat kan?"
"Hmm.. Bunda sehat, makasih sudah bertanya"
"Hei... Bunda mau berterima kasih, karena kamu masih mau mendengarkan anak Bunda"
"Seb-.."
"Baby... by.. kamu dimana! Bun.. Bunda! Dania dimana!" Landy sepertinya sudah terbangun, dapat aku dengar langkah kasarnya yang sedang menuruni tangga mencari ku.
Bunda hanya tersenyum, bangkit meninggalkanku masuk kedalam rumah, dan menemui anaknya itu.
"Hei... tenang, dia ada di gazebo belakang. Bicarakan baik-baik, hmm?" Percakapan orang tua dan anak itu semakin membuatku penasaran. Sebenarnya ada masalah apa? Sampai heboh seperti ini. HP ku tidak dapat aku temukan. Ku pikir dengan membuat Landy tertidur aku bisa mengambil HP ku dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi nyatanya aku bahkan tidak sempat menemani Landy sama sekali keburu dibawa pergi Bunda untuk berbincang.
Untuk ukuran orang tua yang anaknya tertimpa masalah Bunda terlihat tenang sekali, dia bahkan masih sempat-sempatnya menjamuku dengan berbagai makanan dan camilan. Bunda tahu sekali kalau aku juga butuh yang manis-manis untuk menenangkan otakku.
"Baby..."
"Kamu udah baikan mas?" Tanyaku sambil menarik tangannya untuk ikut duduk di saung belakang rumah Landy.
"Sania hamil by.."
__ADS_1
Deg.
"Dan dia bilang kalau itu anakku"
Kok sakit?
Getaran tanganku sudah tidak dapat aku tahan lagi. Jadi ini yang membuat Bunda cemas di rumah, jadi ini yang membuat dia bertengkar dengan abang. Pantas Abang marah. Aku mencoba berdiri dengan sedikit tenaga yang masih aku miliki di titik terakhir ini.
"By... Kamu janji buat dengerin penjelasan ku by! Kamu janji nggak akan lari! Kamu janji!"
Bentaknya keras.
Mataku terpejam mencoba menahan sesak, dan mendinginkan kepalaku. Aku mencoba duduk kembali, tenang, tenang! Aku harus tenang.
Hening.
Keheningan menyelimuti kami selama 30 menit, Landy seperti tahu kalau aku butuh waktu untuk berfikir.
"By..."
Pergerakan yang Landy timbulkan di sampingku menandakan kalau dia sudah tidak sabar menunggu reaksiku.
"By.."
"Sekarang aku tanya, kamu pernah main sama dia?" Tanyaku pelan.
"Dulu aku memang pernah mabuk, dan Sania bantuin aku pulang. Tapi aku yakin, aku nggak pernah sekalipun nyentuh dia"
"Gimana kamu yakin kalau kamu aja mabuk hmm...?"
Tuhan! Kok Pengen nangis si rasanya.
"Aku yakin By.."
"Iya aku tahu kamu yakin, tapi aku juga perlu tahu apa yang bikin kamu se-yakin itu" Jawabku yang sebenarnya masih ingin menenangkan diri ini.
"Karena..."
"Karena?"
"Karena Landy junior nggak akan mau bangun, kalau nggak sama kamu" Ungkap Landy sambil menunduk malu.
__ADS_1
HA??
Hell. Dasar mesum!