Mawar Yang Hampir Dipetik Oleh Ayah Kandung

Mawar Yang Hampir Dipetik Oleh Ayah Kandung
Bab 21


__ADS_3

"Baik, aku bakal pergi! Rani sudah tidak memikirkan apa-apa lagi. " Aku tidak akan menunggu kalian mengusir ku untuk yang kedua kalinya. Kemudian Rani langsung mengemasi barang-barangnya. Tanpa berpikir panjang lagi, Rani segera keluar dari rumah itu dengan membawa semua barang miliknya.


******


Malam itu Rani meninggalkan rumah besar milik keluarga besar Imam. Rani berjalan menunyusuri pinggiran jalan aspal yang hanya mengandalkan penerangan yang berasal dari lampu halaman rumah milik warga setempat. Rani bingung hendak kemana dimalam yang sepi itu, keadaan jalan raya sangat sunyi karena hari sudah larut malam sekali.


Rani terus berjalan menyusuri pinggiran jalan raya, setelah sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya ia tiba di depan sebuah bangunan masjid besar yang berdiri kokoh dipinggiran jalan raya. Karena sudah merasa kelelahan dan sangat mengantuk, akhirnya Rani berfikir untuk bermalam diteras dimasjid tersebut untuk sementara waktu menjelang pagi tiba.


Dengan langkah gontai, Rani melangkah memasuki halaman masjid tersebut kemudian berjalan menuju keteras masjid besar itu. Lalu Rani langsung duduk kemudian mengeluarkan sehelai selimut miliknya dari dalam tas besar yang ia bawa untuk melindungi dirinya dari hawa dingin.


Dengan bersandar pada tas besar yang berisi pakaian miliknya Rani merebahkan dirinya kemudian memakai selimut untuk mengurangi rasa dingin yang menguasai dirinya dimalam itu, Rani berbaring meringkuk. Pikirannya tengah berkecamuk, antara sakit, puas dan takut. Sakit karena sudah ditipu oleh Imam secara mentah-mentah. Rasa puas karena sudah bebas dari rumah itu.


Ada sedikit rasa takut terbesit dihati Rani, Ia takut nasibnya akan lebih buruk lagi setelah keluar dari rumah itu, karena ia bingung harus kemana.


Rani sudah tak ingin untuk kembali pulang ke rumah kedua orang tuanya, karena ia takut kedua orang tuanya malah akan mengantarkannya kembali ke rumah mertuanya itu. ia sudah tidak ingin lagi berurusan dengan kedua orang tuanya maupun mertuanya ataupun Imam sekalipun. Rani ingin memulai hidupnya yang baru, ia ingin memperbaiki kesalahannya dimasa lampau karena ia sudah pernah salah dalam memilih jalan.


******


Pukul 04:01 Pagi WIB


Rani yang tengah tertidur diteras masjid, terbangun karena ada seseorang yang membangunkannya.


"Nak, bangun! seorang nenek tua menepuk lembut pundak Rani.


" Rani tersentak kaget, kemudian langsung bangkit dari tidurnya. "Eh, hm! Nek, makasih udah bangunin aku! Ujar Rani sembari beringsut dudukduduk kemudian mengemasi selimutnya.


" Iya nak, ayo shalat dulu! Ajak nenek tersebut.


"Hmm, iya nek. Timpal Rani sembari bangkit dari tempat duduknya untuk membersihkan diri dikamar mandi kemudian mengambil air wudhu.

__ADS_1


Setelah usai berwudhu, Rani langsung menuju ke dalam masjid untuk bergabung dengan para jamaah wanita lainnya menunggu waktu shalat subuh tiba.


"Dari mana, mau kemana nak? Tanya seorang wanita tua yang duduk di saf sebelah kanan Rani.


" Eh nenek, saya pergi dari rumah mertua saya nek. Jawab Rani jujur kepada wanita tua itu yang ternyata adalah nenek-nenek yang membangunkannya tadi.


"Kenapa kamu pergi dari rumah mertua mu nak? " Apa ada masalah?


"Saya sudah gak sanggup lagi nek, ternyata suami saya menikahi saya cuma karena ingin balas dendam sama saya. Jawab Rani panjang lebar dengan jujur, ya menurut Rani sudah tidak ada lagi yang harus ditutup-tutupi lagi. Karena sekarang tujuannya hanya untuk kebebasan dirinya saja. Rani sudah terlalu lelah menjadi wanita yang penurut, terlalu bodoh menurutnya.


"Apa maksud kamu nak? Tanya nenek tersebut dengan tatapan tak mengerti.


" Suami saya menikahi saya karena merasa sakit hati karena pernah saya tolak cintanya nek. Jawab Rani dengan tatapan sendu, tak terasa bulir-bulir airmata mulai mengalir dari balik kelopak matanya.


"Terus! " Kenapa bisa kamu nikah sama dia nak? Tanya nenek itu tambah tak mengerti?


"Kenapa bisa? Tanya nenek itu lagi dengan tatapan yang semakin kebingungan.


" Karena saya mau menghindari Ayah saya nek. "Ayah saya hampir menodai saya, saya takut nek. Jawab Rani dengan datar dan tatapan penuh beban.


" Yaallah nak, habis ini kamu mau kemana? Tanya nenek tersebut dengan tatapan iba.


"Gak tau nek, Timpal Rani dengan tatapan hampa. Ia bingung hendak kemana, karena uangpun ia tak punya.


Azan berkumandang, menghentikan obrolan mereka. Karena shalat subuh berjamaah akan segera dilaksanakan.


Pukul 05:00


Para jamaah masjid telah usai melaksanakan shalat subuh berjamaah dengan serangkaian doa dan zikir, kemudian diakhiri dengan bersalam-salaman.

__ADS_1


"Nak, habis ini kamu mau kemana? Tanya nenek yang tadi kepada Rani dengan tatapan iba.


" Gak usah nek, aku takut merepotkan, Rani menolak ajakan nenek tersebut karena merasa tak enak hati kalau harus merepotkan nenek tersebut.


"Udah gak usah nolak! " Kamu pasti belum makan! Ayo ikut kerumah nenek! Ajak nenek tersebut yang bernama nek murni, dengan sedikit memaksa.


"Karena nek murni memaksa agar Rani ikut pulang dengannya, akhirnya Rani setuju untuk ikut pulang bersama nek murni. Jujur,sebenarnya Rani memang sangat lapar karena sejak sore kemarin belum ada sedikitpun makanan yang masuk kedalam perut Rani.


Dengan menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Rani dan nek murid sampai juga dirumah yang cukup bagus yang ternyata rumah itu adalah rumah milik nek murni.


"Ayo nak, kita masuk! Ajak nek murni kepada Rani yang sedikit bengong, karena melihat rumah nek murni yang cukup besar dan bagus itu. Dengan halaman yang tumbuhi berbagai macam tanaman bunga, bangunan rumah berwarna biru muda itu tampak segar dimata. Tampaknya nek murni tidak sendirian tinggal dirumah ini. Pikir Rani didalam hati sembari matanya berkeliling memandangi setiap sudut rumah tersebut.


"Nenek tinggal sama siapa? Tanya Rani kepada nek murni dengan tatapan penuh penasaran.


" Nenek tinggal sama ananak, menantu dan cucu nenek. Ujar nek murni, kemudian mengetuk pintu utama rumah tersebut.


"Tokk, tokk, tokk! Assalamu'alaikum! Nek murni mengetuk pintu sembari mengucapkan salam.


" Kemudian pintu terbuka, "Waalaikumsalam! " Ibu, siapa ini? Tanya seorang perempuan cantik yang membukakan pintu rumah.


"Yul, tadi ibu ketemu dia dimasjid. Nek murni menjeda kalimatnya kemudian melanjutkannya kembali. " Dia tidur diteras masjid.


"Yaallah, memangnya kamu mau kemana dik? Tanya wanita tersebut dengan tatapan iba.


"Sudah, ngobrolnya nanti saja! Ayo kita masuk dulu! Ayo masuk nak, oya kenalin ini menantu nenek, namanya yuli.


" Aku Rani mbak! Rani menjabat tangan yuli det penuh hormat dan kagum akan kecantikan yuli.


"Yuli, panggil aja mbak Yul. Yuli memperkenalkan dirinya kepada Rani.

__ADS_1


__ADS_2