
Tak terasa kini Rani lulus dari sekolah SMP, ia melanjutkan sekolah ke jenjang SMK yang setara dengan sekolah SMA.
Semakin hari Rani tumbuh menjadi gadis remaja yang memiliki wajah yang semakin sempurna kecantikannya dengan tubuh yang cukup ideal, idaman setiap lelaki termasuk Ayah kandungnya sendiri. Tanpa disadari oleh Rani, sang ayah mengagumi tubuh Rani secara diam-diam. Sang ayah sering sekali memandangi setiap lekukan tubuh Rani pada saat Rani sedang tertidur pulas. Tidak hanya sekali Pak Badrun meraba-raba tubuh Rani, dengan hati-hati pak Badrun meraba-raba tubuhnya agar Rani tidak terbangun dari tidurnya.
Hingga pada suatu malam pak Badrun tak dapat menahan gejolak birahi nya, pada saat ia sedang berbaring disebelah istrinya yang tengah tertidur pulas, ia membayangkan betapa cantik dan montoknya tubuh putrinya itu. Tanpa ia sadari, setan sudah menari-nari didalam otaknya. Kini setan telah berhasil menguasai sisi otak mesum Pak Badrun. "Seketika Pak Badrun langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kekamar Rani. Karena kamar Rani tidak memiliki daun pintu, maka dengan leluasa Pak Badrun masuk kedalam kamar Rani. Rani yang tengah tertidur pulas tak menyadari kedatangan predator seksual itu.
Pak Badrun mendapati tubuh Rani sedang tertidur dengan posisi terlentang, hingga tampaklah kedua bukit kembar milik Rani yang besar dan padat itu. Melihat pemandangan segar itu Pak Badrun semakin terangsang. Tanpa berpikir lagi ia langsung mendekati tubuh mulus yang putih bersih itu. Dengan sangat hati-hati ia meraba dan menurunkan celana tidur Rani, selanjutnya celana dalam yang dikenakan Rani. Dengan nafas yang penuh nafsu, Pak Badrun memainkan va***a milik Rani dengan jarinnya dan menjil*****a
"Disisi lain, Rani yang tengah tertidur malah sedang dilanda mimpi. Didalam mimpinya ia tengah bermesraan dengan seorang cowok tampan, dan lebih sialnya lagi Rani malah menikmatinya. Yah, namanya juga mimpi, jadi sama sekali tak ia sadari bahwa ia bermimpi karena terbawa suasana yang sebenarnya kalau ia mengetahuinya, pastilah akan membuatnya merasa jijik.
" Setelah puas pak Badrun bermain dengan v****a milik Rani, barulah ia menyingkap baju tidur berwarna merah muda yang dikenakan Rani, kemudian ia meraba dan menyingkap bra yang dikenakan putrinya itu. Dengan penuh birahi, ia menjilati payu***a milik Rani secara bergantian dan meremas-remas nya.
"Rani yang merasakan sakit di payud**anya saat diremas oleh ayah biadab itu sontak terbangun. Sedangkan pak Badrun yang menyadari bahwa putrinya itu sudah terbangun langsung pergi meninggalkan Rani yang masih setengah sadar didalam kamarnya. " Saat Rani sudah benar-benar tersadar, ia terkejut mendapati pakaiannya yang sudah berantakan dengan celana dan celana dalam yang sudah turun sampai dibawah lutut dan baju yang ia kenakan serta bra nya yang sudah tersingkap tak karuan lagi. "Akan tetapi Rani masih saja tak menaruh curiga sama sekali, karena dirumah nya tidak ada pria selain Ayah dan adik laki-laki nya yang masih kecil. Jadi sangat idak mungkin ia pikir, ia berpikir mungkin saja saat ia sedang tertidur, ia banyak bergerak karena terbawa mimpi, jadi dia tak terlalu menghiraukan nya.
******
__ADS_1
keesokan harinya, pada sore hari pukul 03:30 WIB Rani hendak pergi jalan-jalan sore bersama kekasihnya yang baru saja menjalin hubungan dengannya. Sore itu Ayahnya Rani sudah pulang dari berjualan, jadi ayahnya mengetahui kalau ia pergi bersama seorang lelaki.
"Pak, aku minta izin mau ajak Rani jalan-jalan. Geri meminta izin kepada ayahnya Rani saat hendak pergi mengajak Rani.
"Ia boleh, tapi jangan lama-lama! Perintah Pak Badrun dengan penuh kecemburuan. Rupanya pak Badrun tidak suka kalau ada laki-laki yang mendekati Rani, ia merasa cemburu. Pak Badrun ingin Rani hanya menjadi miliknya.
" Ia makasih pak, ujar Geri sembari menyalami Pak Badrun dengan hormat yang diikuti oleh Rani pula.
Setelah berpamitan, Rani dan Geri pergi menggunakan kendaraan bermotor milik Geri. Mereka pergi ke sebuah taman, disana ada cafe, jadi mereka makan disana. Setelah usai mereka makan, mereka mencari tempat yang agak sepi untuk bersantai. Setelah puas mereka berjalan menyusuri taman, akhirnya mereka memilih untuk duduk dibawah sebuah pohon yang rindang. Mereka duduk disana sembari mengobrol. Canda tawa memenuhi kebersamaan mereka pada sore itu. Rani sangat bahagia bersama Geri, karena selain ganteng, Geri juga baik dan sopan.
"Geri sangat menyayangi dan menghormati Rani, jadi dia selalu bersikap sopan kepada Rani bahkan Geri selalu berusaha menjaga Rani. Sungguh sangat bertolak bukan belakang dengan Ayah kandung Rani, yang malah tidak bisa mengontrol nafsunya.
"Hmmmm, padahal baru aja kita ngobrol udah mau pulang aja. Rani sedikit kecewa, karena ia merasa belum puas menghabiskan waktu persama Geri sore itu. Memang sih, Rani dan Geri sebenarnya tsatu sekolah, tapi mereka jarang bertemu karena berbeda kelas. Geri adalah kakak kelas Rani yang sangat mengagumi Rani. Meskipun ia kagum terhadap Rani, tapi ia selalu menjaganya bukan malah ingin merusaknya seperti yang dilakukan oleh Pak Badrun ayah kandung Rani sendiri.
"Besok, kapan-kapan kita jalan lagi ya. Bujuk Geri kepada kekasihnya itu. " Tapi, untuk hari ini kita pulang dulu, nanti kamu dimarahin lo sama bapak kamu. Geri berusaha membujuk dan memberi pengertian kepada kekasihnya itu.
__ADS_1
"Hmmmm, iya deh. Rani pasrah, karena dia tau betul watak Geri yang keras dan disiplin itu. Apalagi Geri adalah ketua OSIS disekolah mereka, jadi tak heran kalau Geri anak yang sangat menghargai sebuah janji.
******
Saat Geri mengantarkan Rani pulang ke rumah nya, tidak terjadi apa-apa. Akan tetapi, setelah Geri berlalu meninggalkan rumah Rani barulah sesuatu yang tidak mengenakkan hati terjadi.
"Darimana aja kamu hahhh? Bu Romlah meneriaki Rani yang tengah duduk diteras rumah mereka.
" Belum sempat Rani menjawab pertanyaan dari ibunya, Pak Badrun langsung menimpali.
"Dia dari pergi jual diri buk, ujar Pak Badrun penuh dengan kebencian karena tersulut api cemburu.
" Dasar cewek murahan, keluyuran kemana-mana dengan cowok. Timpal Bu Romlah lagi, yang membuat hati Rani perih seperti tersayat-sayat.
"Bu, aku keluar bentar. Ujar Rani bersuara karena merasa dirinya dituduh dengan tuduhan yang tidak tepat. " Paak, Buu aku cuma jalan dan makan di taman, aku gak ngapa-ngapain. Aku gak seburuk yang kalian pikiran. Rani berusaha membela diri.
__ADS_1
"Alahhhh, mana tau kami apa yang terjadi. Ujar pak Badrun menyangkal. " Bisa aja kan kalian peluk-pelukan ditaman.
"Iya pak, taman kan sepi! Bu Romlah membenarkan ucapan suaminya itu. " Sudahlah, pokoknya Ibu gak mau tau. Kamu cuci pakaian, perabot rumah dan masak. Bu Romlah memberi perintah kepada Rani. "Ibu mau jalan-jalan sama bapak kamu. Rupanya Bu Romlah juga merasa iri kepada putrinya itu, apalagi Bu Romlah menikah pada usia empat belas tahun. Menikah diusia muda dan setelah menikah, langsung dikaruniai seorang anak yang membuat Bu Romlah mengalami baby blues. Itulah sebabnya, sejak Rani baru lahir Bu Romlah membenci Rani. Ia merasa Rani sudah merenggut masa-masa mudanya, dan ternyata hal itu sangat berpengaruh hingga Rani tumbuh menjadi seorang gadis remaja. Bu Romlah merasa iri dengan tubuh Rani yang masih kencang dan muda sedangkan dia, meskipun belum terlalu tua baru berusia tiga puluh satu tahun, dia sudah tampak tua dan tidak terurus. Itulah sebabnya Bu Romlah selalu membebankan hampir tujuh puluh persen pekerjaan rumah kepada Rani sejak Rani masih berusia sembilan tahun. Dengan harapan kalau dia bersantai-santai saja dirumah, dia bisa menjadi awet muda. Akan tetapi dia lupa kalau dia tidak mengerti cara untuk merawat tubuh. Apalagi pada saat Rani sudah menjelma menjadi seorang gadis yang amat cantik, rasa iri itu semakin membesar.