Mawar Yang Hampir Dipetik Oleh Ayah Kandung

Mawar Yang Hampir Dipetik Oleh Ayah Kandung
BAB 2


__ADS_3

MAWAR YANG HAMPIR DIPETIK OLEH AYAH KANDUNG 2


Sesampainya Rani dirumah saat pulang dari sekolah pada sore 13 Agustus 2006


"Cepat buka sepatu, habis itu langsung makan lalu cuci piring". Bu Romlah meneriaki Rani yang baru pulang sekolah dari ambang pintu rumah mereka.


" Sabar dong bu, aku baru pulang. Rani menimpali dengan nada agak ketus, karena kesal. "Aku capek bu, biarin aku istirahat dulu". Rani sangat letih karena saat pulang sekolah ia berjalan kaki karena ingin menepati janjinya kepada ibunya.


" Kamu tuh ya, kalau dibilangin ngelawan terus". Bentak Bu Romlah karena tidak terima dengan perkataan Rani. "Apa susah nya sih tinggal bilang iya aja.


Tidak ada kalimat apapun yang keluar dari mulut Rani, sore itu ia sangat lelah. Rani tak ingin berdebat dengan ibunya, itulah sebabnya setelah selesai melepaskan sepatunya, ia langsung masuk kedalam rumah dan melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh Ibunya.


******


14 Agustus 2006


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Rani bangun untuk bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Rani bangun lebih awal karena ia hendak berjalan kaki saat pergi sekolah karena ia ingin menepati janjinya kepada ibunya. Rani ingin mengganti ember kecil yang dihanyutkan oleh nya kemarin pagi.


Pukul 05:30 WIB


Sebelum berangkat pergi ke kesekolah, Rani menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah shalat subuh terlebih dahulu. Rani mengambil air wudhu disungai kemudian berlalu kembali menuju rumah mereka untuk mengerjakan shalat subuh.

__ADS_1


Didalam shalatnya, ia memohon ampun kepada Allah SWT.


"Ya Allah, ampuni aku jika aku berdosa". Dengan linangan airmata Rani berdoa. "Yaallah, bukan maksud hatiku untuk menyakiti hati ibuku. Hanya saja, terkadang Kata-kata ibu terlalu menyakitkan yaAllah.


" Yaallah, dia adalah segalanya bagiku. Aku menyayangi Ibuku yaallah".


Setelah usai melaksanakan shalat subuh, Rani melipat mukena dan sajadah nya dan meletakkannya di rak pakaian yang ada di sebelah tempat tidurnya. Kemudian Rani menuju dapur untuk sarapan pagi. Setelah itu ia langsung bersiap-siap untuk pergi kesekolah dan tak lupa olehnya untuk berpamitan kepada ibunya sebelum berangkat kesekolah.


"Bu aku pamit mau pergi kesekolah dulu". Rani mencium puncak tangan kanan ibunya dengan penuh hormat. " Assalamu'alaikum!"


"Waalaikumsalam, Bu Romlah membalas salam yang diucapkan oleh Rani. Ternyata Bu Romlah tidak main-main dengan ucapannya kemarin, ternyata ia memang benar-benar tidak memberi Rani uang agar Rani dapat mengganti ember kecil yang dihanyutkan oleh Rani.


Dengan wajah sendu, langkah lelah dan mata yang sembab karena puas menangis Rani melangkahkan kakinya menuju kesekolah. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam perjalanan kaki, akhirnya Rani sampai juga disekolah nya. Keringat bercucuran ditubuh Rani menembus seragam putih biru yang ia kenakan. Rasa haus kini menguasai tenggorokan Rani. Setiba Rani dikelasnya, Rani langsung duduk dibangku kelas miliknya kemudian membuka tas sekolah nya.


"Crrrreeeet" Suara resleting tas nya yang ia buka, Rani mengambil botol pelastik yang berisi air minum yang sengaja ia bawa dari rumah agar ia tidak kehausan. " Uhhhhhh" Rani merasa lega karena sudah meneguk air minum, ia merasa hausnya sudah sirna. "Untung aku bawa air minum dan membungkus beberapa keping biskuit" Ujar Rani berbicara didalam hatinya.Inin rasanya Rani membawa nasi untuk bekal ke-sekolah, namun didapur mereka belum ada nasi dan lauk untuk disantap. Ingin rasanya ia memasak untuk bekal sekolah, namun ia takut terlambat untuk pergi ke-sekolah.


******


Sepulang sekolah, Rani langsung pulang dengan berjalan kaki lagi. Karena ia hanya memakan beberapa keping biskuit saja pada saat jam istirahat, Rani merasa sangat lapar dan lemas. Namun, Rani tetap memutuskan pulang sekolah dengan berjalan kaki, karena ia tak ingin menambah hutang pada sopir angkot langganan nya.


"Neeeng, gak naik angkot mamang?" Mang mamat menyapa Rani dari dalam mobil angkutan umum miliknya, pada saat Rani melintasi mobil miliknya yang sedang parkir didepan pintu gerbang sekolah karena hendak menunggu penumpang langganan nya.

__ADS_1


" Nggak mang, aku mau jalan aja" Ujar Rani menghentikan langkah nya sembari tersenyum.


"Panas neng, naik angkot mamang aja" Mang mamat menawarkan kepada Rani. " Kalau neng gak punya duit, geratis deh buat hari ini"


"Gak usah mang lain kali aja, makasih" Ujar Rani kemudian berlalu.


Dalam perjalanan menuju pulang, Rani berpikir daripada ia bengong sambil berjalan lebih baik ia berzikir saja sembari menyempurnakan Hapalan zikir nya. Kemudian Rani mulai berzikir didalam hati.


Setelah separuh perjalanan telah ia tempuh, Tiba-tiba brrrrraakkkk, srrrrrreeeeet, bukkkk!


Tubuh Rani langsung terseret dijalan aspal sebelum terpental kemudian menghantam taman pembatas jalan, kepalanya menghantam taman pembatas jalan yang berada di tengah-tengah jalan raya. Tubuh Rani di tabrak dari belakang oleh pengemudi ugal-ugalan yang lepas kendali hingga memasuki jalur pejalan kaki.


"Astaghfirullah!" Rani beristighfar sebelum tubuhnya tumbang kemudian ia langsung tak sadarkan diri.Darah mengalir deras dari kepala Rani membasahi jilbab putih segi empat yang ia kenakan. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan kulit tubuhnya banyak yang terkelupas karena terseret oleh motor milik pemuda yang menabraknya hingga beberapa meter, kelopak mata sebelah kirinya robek berantakan sehingga mengeluarkan darah yang cukup banyak. Seragam sekolah yang Rani kenakan sudah robek di mana-mana, sedangkan tas sekolahnya sudah terpental entah kemana.


Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian merasa panik.Mang mamat yang kebetulan lewat di tempat kejadian, langsung menghentikan laju kendaraannya dan turun lalu melihat siapa yang kecelakaan. Betapa terkejutnya mang mamat pada saat mendapati tubuh Rani yang tergeletak di samping taman pembatas jalan raya. "Yaallah, neng Rani! mang mamat amat syok. Mang mamat kemudi mendekati tubuh tak berdaya itu dan langsung segera mengangkatnya kedalam mobil angkot nya. Mang mamat sempat menghampiri pelaku penabrak Rani yang sedang kesakitan untuk memastikan apa dia memang orang yang menabrak Rani.


" Mang mamat langsung menghubungi polisi untuk mengamankan orang yang menabrak Rani setelah memastikan siapa yang menabrak Rani.


Polisi langsung tiba di tempat kejadian kecelakaan lalu menahan pemuda yang menabrak Rani. Sedangkan Rani langsung dibawa ke rumah sakit oleh bang mamat sopir angkot langganan nya.


" Yaallah neeeng, kenapa bisa gini sih?" Dengan lirih mang mamat terus melajukan mobil angkot miliknya menuju ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Tak terasa mang mamat meneteskan air mata, ia merasa iba kepada Rani. Rani terkenal sebagai gadis yang ramah dan periang, Rani sangat ramah kepada siapapun termasuk dia sendiri. Bang mamat tak menyangka kalau musibah ini akan menimpa Rani. mang mamat terus menangis, ia sangat mencemaskan keadaan Rani. "Neng, kenapa sih tadi mamang tawarin naik angkot mamang, enneng gak mau. Kalau neng gak punya duit, mamang gak akan minta bayaran." Mang mamat terus menggerutu sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2