Mawar Yang Hampir Dipetik Oleh Ayah Kandung

Mawar Yang Hampir Dipetik Oleh Ayah Kandung
Bab 10


__ADS_3

"Buuggghhhh!


Sebuah tinjuan melayang di kepala bagian belakang ki Baron membuatnya meringis kesakitan. Belum sempat ki Baron menoleh kearah orang yang memukulnya, Tiba-tiba sebuah terjangan melayang ke kepala ki Baron. Geri marah besar, tatapannya seperti berapi-api melihat kekasihnya hampir dilecehkan. Geri mengambil sebuah selimut dari dalam lemari lalu menutupi tubuh Rani. "Dasar kamu bajing*n, dukun cab*l. Geri bicara dengan nada keras dan geraham mengeras menahan amarah. " Beraninya kau! "Habis kau hari ini bajing*n!


" Ada apaan ini, ribut-ribut hah? Pak Badrun menghampiri ke kamar Rani karena mendengar suara Geri yang sedang marah-marah.


"Usir laki-laki ini, dia sudah mengacaukan ritual pengobatan anakmu! Ki Baron berusaha menutupi keadaan yang sebenarnya.


" Tutup mulut kamu, dukun cabu*! Atauuu!


"Atau apa? Pak Badrun memotong ucapan Geri. "Pergi dari rumahku, kamu sudah mengacaukan segalanya!


" Aku? Pak, malahan aku yang berusaha melindungi Rani dari dukun cabu* ini. Geri berusaha menjelaskan kepada kedua orang tuanya Rani.

__ADS_1


"Aduuuh, sudah, sudah! Kamu, saya tidak tahu siapa nama kamu, pokoknya kamu pergi dari sini. Bu Romlah juga ikut mengusir Geri dari rumah mereka.


" Aku gak bakal pergi dari sini, sebelum dukun cabu* ini pergi dari sini. Geri tetap bersikukuh untuk tetap berada dirumah keluarga Badrun.


"Kamu mau pergi sendiri atau!


" Atau apa? Geri memotong ucapan Pak Badrun. Ia langsung mengambil sesuatu didalam rak buku Rani. "Saya akan menjebloskan kalian kepenjara atas bukti-bukti yang ada didalam kamera ini. Geri mengancam agar ia bisa menyelamatkan kekasihnya itu.


" Kurang ajar, aku tak menyangka kamera itu sedang bekerja. Kenapa aku bisa se ceroboh itu. Gumam Ki Baron dengan tangan mengepal seperti hendak menghabisi Geri. "Dan, darimana datangnya laki-laki ini, kenapa dia sudah berada didalam kamar ini? Ki Baron merasa sangat marah dan sedikit bingung memikirkan kenapa Geri bisa tiba-tiba berada didalam kamar milik Rani.


"Belum sempat Pak Badrun memberikan penjelasan, tiba-tiba Geri langsung menyambar menjawab semua kebingungan dihati ki Baron. " Jangan kau tanya sama ayahnya kekasihku bangsa*, kau bisa langsung tanya kepadaku. "Kamu tau, semua ini akulah yang merencanakan. "Pagi-pagi sekali, jam lima aku masuk kedalam kamar dari jendela dan bersembunyi. Terang Geri dengan lantang dan penuh kemenangan. Ia merasa sangat bersyukur sekali bisa melindungi kekasiitu.


" Ooo, sudah berani ya kamu! Main masuk sembarangan kekamar anak gadis orang. Bu Romlah merasa kesal dengan Geri karena Geri sudah mengacaukan proses pengobatan putrinya. Ternyata suami istri itu sudah sangat percaya kepada ki Baron dan dengan mudah termakan omongan ki Baron.

__ADS_1


"Buu, ini demi kebaikan Rani. Geri menimpali perkataan Bu Romlah dengan tegas. " Aku ingin menjaganya, supaya dia terhindar dari tindakan pencabulan oleh dukun bangsa* itu. Geri menunjuk ki Baron dengan tatapan beringas.


"Sialan, ternyata yang kubawa adalah dukun cabu*. Pak Badrun berbicara didalam hatinya, " Enak aja dia mau menikmati tubuh Rani, mendingan aku yang menikmatinya. Diakan anakku, rugi dong. Lagi-lagi pak Badrun berbicara didalam hatinya tanpa rasa malu dan iba.


"Karena merasa terdesak ki Baron langsung buru-buru melangkahkan kakinya untuk kabur, akan tetapi cepat di tarik oleh Geri dan diamankan olehnya. Sedangkan pak Badrun dan Bu Romlah tanpa rasa bersalah mereka ikut menahan ki Baron,mereka terpaksa mengikuti rencana Geri karena tak ingin ikut-ikutan masuk penjara. " Aku akan menelpon polisi, supaya kamu membusuk dipenjara. Bisik Geri ditelinga ki Baron sembari merogoh ponselnya dari saku celana jeans yang ia kenakan.


******


Setelah tertangkapnya ki Baron atas kasus yang dilaporkan oleh Geri, hubungan Rani dan Geri semakin dekat. Setengah tahun berlalu, Rani sudah duduk dikelas sebelas sedangkan Geri sudah lulus dari sekolah menengah kejuruan tempat ia menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikan di salah satu Universitas di jakarta. Akan tetapi, meskipun mereka sudah dipisahkan oleh jarak yang jauh, namun hati mereka selalu dekat. Mereka selalu saling berkomunikasi untuk tetap menjalin hubungan.


Sedangkan ayahnya Rani masih saja berupaya hendak menikmati kemolekan tubuh Rani. Ia selalu saja mencari-cari kesempatan untuk memenuhi nafsu seta*nya itu.


Malam itu, pada saat Rani sedang tertidur pulas ia merasakan tubuhnya berat karena ada sesuatu yang menindih tubuhnya dan meraba-raba bagian intim Rani. Sepontan saja Rani terbangun dari tidurnya, ia berusaha melepaskan diri dari tubuh yang menindihnya itu. Karena menyadari Rani sudah terbangun dari tidurnya, sosok yang menindih Rani pun beranjak pergi keluar dari kamar milik Rani. Sedangkan Rani langsung buru-buru beranjak keluar mengejar sosok yang berusaha hendak menyetubuhi nya itu. Tampaknya kali ini Rani tak ingin lagi melepaskan jejak orang tersebut. Pada saat ia keluar kamar hendak mengejar sosok itu, ia melihat sosok itu masuk kekamar kedua orang tuanya. Pikiran Rani berkecamuk, bingung bercampur aduk penuh tanda tanya. "Siapa orang itu, kenapa dia masuk kekamar kedua orang tuanya, atauuu mungkinkah dia adalah ayahnya sendiri. Itulah yang ada didalam pikiran Rani saat ini. Karena masih dirundung rasa penuh tanya, akhirnya Rani memutuskan untuk masuk kekamar kedua orang tuanya untuk memastikan kebenarannya.

__ADS_1


Dengan mengendap-endap, Rani masuk kekamar kedua orang tuanya. Kebetulan lampu didalam kamar kedua orang tuanya tidak dimatikan, jadi dengan leluasa ia bisa memperhatikan sudut demi sudut ruangan persegi empat itu. Tidak ada siapa-siapa selain kedua orang tuanya, kemudian dia memiriksa kebawah kolong tempat tidur, dalam lemari juga tidak ada siapa-siapa. Terakhir Rani memeriksa jendela, apakah jendela kamar itu tidak terkunci. Tapi nyatanya jendela itu terkunci rapat, sangat aneh pikir Rani. Kalau memang orang itu bukan ayah atau ibu, sudah pastilah orang itu masih ada didalam kamar ini. Kalau memang orang itu keluar dari jendela, pastilah jendela sekarang sudah dalam keadaan tidak terkunci. "Mungkinkah dia ayah, ujar Rani didalam hati. Jantung Rani berdegup kencang tak beraturan memikirkan kenyataan yang ia dapat. Akan tetapi Rani tak ingin menuduh siapapun sebelum ada bukti yang tepat. Oleh karena itu, Rani berencana untuk mencari kebenarannya sendiri. Dan Rani memutuskan untuk kembali kekamar nya. Malam itu Rani tidak bisa tidur, ia terus memikirkan tentang kejadian yang barusan menimpanya. Pikirannya menerawang menuju kearah yang tidak pasti. Ia berusaha berdamai dengan pikirannya, is tak ingin langsung berburuk sangka kepada ayahnya sendiri.


Pada saat kondisi seperti ini, rasanya Rani ingin sekali menghubungi Geri untuk sekedar menghilangkan kegelisahan nya. Namun, ia urungkan niatnya. Karena hari sudah larut malam. Pikirannya, pasti Geri sudah tertidur.


__ADS_2