Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 10


__ADS_3

Kehebohan yang terjadi membuat semua tamu club menyaksikan pertengkaran aku dan pelanggan itu. Xavier yang aslinya tidak suka melihat wanita disakiti meminta ijin ke Ibu Juliana menemui Pak Bar Manager dan Ibu Juliana mengijinkan, Xavier bertemu empat mata di meja kerja bar Attendant dan meminta agar dikirimkan satu pelacur yang lagi kosong demi menolong ku. Pak Bar Manager mengangguk setuju dan dia menuju ruang kerja Felin Mucikari yang ditugaskan bekerja di Rose Dcilla,


" Pak manager ada yang bisa aku bantu ? Tanya mami Felin saat melihat Pak Bar Manager mengunjungi ruang kerjanya,


" mami Felin bisa aku minta tolong untuk dikirimkan satu anak buah mami Felin ke ruangan 293 sekarang" Pak Bar Manager meminta mami Felin agar mengirimkan satu anak buah pelacurnya yang jadwalnya kosong dan Mami Felin terlihat menghubungi pelacurnya,


" sebaiknya pak Bar Manager segera menjemput anak magang bapak " jawab Mami Felin dan Pak Bar Manager mau melihat bagaimana sekarang, tidak menyangka Pak Bar Manager kaget aku bisa mengatasi pelanggan menjengkelkan itu dan pelacur kiriman Mami Felin sudah mulai bekerja. Pak Bar Manager datang dan bercerita dia memang mempercayaiku bisa menanganinya bukan dia kejam tidak mau membantu tapi dia ingin para staff pekerjanya bisa menanganinya secara sendiri.


" tidak apa pak, aku juga takut nanti bapak merugi hahaha" akhirnya kami bisa tenang mengungkapkan semuanya setelah itu Pak Bar Manager menyuruhku untuk menunggu dulu di tempat bekerja bar Attendant sebentar kalau sudah pulang kerja, aku mengangguk mengerti dan ku lanjutkan mengawasi Ibu Juliana. Sesuai cerita dari dokter muda Agatha, Ibu Juliana memang tidak mengenal tempat untuk bercinta.


Jujur aku merasa jijik melihat perempuan seperti itu, aku ingat Pak Bar Manager bercerita jika salah satu selir Ibu Juliana diam-diam memberi ide menyuruh berbicara dengan Mami Felin. Aku menilai si Xavier ini ingin bertobat tapi kendala apa sampai dia tidak bisa ? Aku penasaran dan mencoba berbicara dengannya.


" terima kasih sudah menolongku" jawabku saat Xavier duduk sendiri menunggu gilirannya melayani Ibu Juliana,


" bukan apa-apa " jawabnya datar, Xavier ini sangat tampan karena perpaduan antara orang Filiciya dengan Orang Rerika, tidak heran gigolo ini menjadi sangat favorit disana,


" namaku Riona kalau kamu ?" tanyaku pura-pura berkenalan agar tidak canggung,


" aku Xavier... Kamu anak magang baru disini ?" tanyanya balik,


" ia .... Hmmm apa kamu lagi sedih ?" tanyaku lagi melihat ekspresi wajah Xavier yang bersedih tapi dia masih menyembunyikannya dengan menampilkan ekspresi wajah datar,

__ADS_1


" cerita saja... Kami para Bar Attendant menjamin kerahasiaan" kataku sambil mempolish beberapa gelas yang sudah kucuci,


" aku ingin berhenti dari pekerjaan kotor ini... Aku takut jika ibuku tahu mungkin penyakitnya tambah parah dan wanita idamanku kalau tahu malah jijik denganku, hiks" curhat Xavier yang tanpa diduga menitikkan air matanya, aku tidak tega dan memeluknya secara rahasia karena aku tahu Ibu Juliana kalau bercinta sangat lama.


" wanita idamanku adalah wanita yang memelukku saat ini dengan lembut" tiba-tiba Xavier menyatakan kalau aku adalah wanita idamannya ? Aku kaget dan menatap balik Xavier sementara Xavier menatapku dengan tersenyum dan posisi kami masih berpelukan,


" maaf aku merasa insecure tubuhku ini dipakai oleh banyak wanita, aku takut kau jijik kepadaku jadi aku cuma mengidamkan mu saja... Aku tidak berani berharap lebih" curhatnya dan ini membuatku lumayan kasihan,


" kau jatuh cinta kepada ku ?" tanyaku balik berusaha meyakinkan diri apa Xavier benar-benar tidak mempermainkan ku


" mana bisa aku mau mempermainkan ku... Biar aku sangat tampan tapi cewek-cewek mana mau menyentuh tubuhku yang sudah ternodai wanita langganan ku" jawabnya dan aku seketika mencium keningnya, kuakui aku juga jatuh cinta kepadanya jadi aku menerima saja, waktuku masih tersisa 1 hari dan akan aku gunakan untuk kencan dengannya,


" aku ingin meminta tolong... Sebentar kamu tanyakan ke Ibu Juliana nama-nama samaran yang digunakannya untuk menyimpan uang korupsinya... Ayo kita pacaran" kataku dan terlihat wajah gembira Xavier karena aku tidak masalah dengan pekerjaan sampingannya, Pak Bar Manager yang memperhatikan dari jauh ikut bahagia. Setelah waktunya bar tutup dan Xavier sudah menjalankan pekerjaannya secara mengejutkan memelukku dari belakang padahal aku tengah membersihkan meja-meja tamu,


" ia sudah sayang, terima kasih kamu telah menerimaku apa adanya... " kata Xavier yang masih memelukku dan mencium belakang leherku,


" tunggu ya aku masih mau kerja" jawabku dan Xavier hanya diam memelukku, setelah selesai Xavier menarik ku menuju toilet dan dengan mesumnya dia ingin meminta ijin mau mengemut payudara ku. Xavier tahu dia ingin menjagaku sebelum kami resmi menikah karena hasratnya dia bisa salurkan dengan wanita langganannya agar dia bagus bekerja.


Aku pun mengabulkan keinginannya dan kuusahakan agar tidak mendesah. Xavier terlihat menggemaskan kayak bayi, Xavier terus memelukku dan kami berpelukan cukup lama di toilet.


" aku harus pulang, bagaimana kalau kita kencan besok sekaligus ada yang ingin aku sampaikan kepadamu" tawar ku supaya Xavier melepaskan pelukannya,

__ADS_1


" baiklah" jawab Xavier akhirnya dia melepaskan pelukannya dan aku serta dia merapikan baju kami bersama-sama didalam toilet, setelah mereka selesai merapikan diri aku pamit terlebih dahulu ke Pak Bar Manager dan Pak Bar Manager berterima kasih atas bantuan ku. Aku dan Xavier sama-sama pulang tapi Xavier memintaku untuk ke apartemennya menemani dia tidur. Aku menerima ajakan Xavier dan menuju ke apartemennya,


" terima kasih karena Sudah mau menemaniku" jawabnya memberikan segelas coklat dingin dan kita berdua sama-sama menonton film di televisi internet apartemen Xavier,


" tapi aku tidak bawa baju ganti" kataku agak panik karena aku baru ingat aku sama sekali tidak bawa baju ganti,


" aku menyimpan baju wanita di ruangan sebelah kamarku, kamu tinggal pilih saja" kata Xavier, ya kuakui Xavier kan bekerja sebagai gigolo dan pasti kliennya biasa menyuruh Xavier menemaninya.


" baiklah terima kasih" jawabku dan masuk ke ruangan yang Xavier maksud,


" dia benar-benar imut... Aku beruntung bisa menjalin hubungan dengan dirinya, aku berharap semoga sampai menikah" gumam Xavier... Sementara aku terkesan dengan baju wanita yang Xavier simpan. Super duper sangat banyak, akhirnya pilihanku jatuh ke piyama lucu dan bahannya sangat nyaman.


Aku keluar dan aku merasa lucu Xavier menatapku terpesona,


" Xavier ???" panggilku menyadarkan Xavier,


" kamu sangat imut" entah kenapa pipiku merona merah dan terasa panas, aku menunduk malu


" terima kasih "ucapku dan aku kembali duduk disamping nya lagi,


" Kamu sudah pesan ini ? Banyak sekali" jawabku heran saat melihat antrian cemilan yang enak,

__ADS_1


" tidak apa-apa, merayakan" jawabnya singkat


" huh" mau bagaimana Xavier adalah gigolo paling laku.


__ADS_2