
Persiapan pesta ulang tahun untuk Mara Mari sudah siap dan Keluarga Owl senang serta siap menyambut para tamu. Naura membawa 2 orang putrinya yang berumur 17 tahun ke salon sehabis itu baru mereka diantar ke pesta, Pak Hitoshi dan yang lain juga sudah siap buat membunuh Keluarga Kecil Naura. Malam pun tiba dan perayaan pesta sangat meriah tapi lucunya para undangan diwajibkan memakai topeng dan sangat memudahkan bagi Pak Hitoshi buat menyusup.
Di dalam Michael betul-betul mewujudkan nuansa pesta yang nyaman dan meriah, para tamu terkagum-kagum dan banyak yang mencari karakter utama di pesta tersebut. Pak Hitoshi dan yang lainnya juga mencoba berbau agar tidak dicurigai dan MC membuka acara ulang tahun Mara Mari
" selamat datang di pesta ulang tahun untuk kedua gadis cantik kita, yakni Mara Alfiansa Owl dan Mari Alfiansa Owl... atas perhatiannya saya selaku wakil dari Keluarga Owl mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para hadirin, maka tanpa berlama-lama ayo kita mulai kan pestanya" kata MC acara dan acara dibuka atas penampilan beberapa artis internasional yang Michael Owl datangkan demi kedua putrinya. Pesta sangat meriah dan hal yang paling mengundang selera ialah makanannya.
Akhirnya puncak acara, dimana Mara meniup lilin di kue ulang tahun mereka sebagai peresmian bertambahnya usia mereka berdua. Dan Pak Hitoshi memberikan kode memulai kan rencana mereka, pertama Pak Hitoshi menyuruh buat mematikan listrik di lokasi pesta dan seketika semua gelap gulita. Kedua Xavier melepaskan bom gas bius, Gas Bius ini tidak berbau dan berbunyi tapi penyebaran gasnya sangat cepat. Pak Hitoshi and the gank tidak lupa memasang alat penutup hidung mereka dan Michael Naura sudah menebak hal ini, mereka berdua berusaha melindungi kedua putrinya dan menutup hidung para putrinya sebelum gas bius disebarkan.
Lalu ketika lampu sudah menyala kembali semua para tamu termasuk body guard, MC, panitia pesta, dan Keluarga Owl pingsan. Kemudian Pak Hitoshi dan yang lainnya mulai pembantaian mereka dengan sadis, mereka membantai semua seisi pesta termasuk juga Keluarga Owl ketika mereka pingsan memghirup gas bius. Pak Hitoshi dan yang lainnya harus cepat, misi mereka berjalan lancar dan Pak Hitoshi serta yang lainnya menghack CCTV yang dipasang di dalam pesta juga menghapus semua bukti dan Pak Hitoshi tidak lupa mengambil kunci mansion yang disimpan Michael dan Naura.
Setelah mendapatkan apa yang Pak Hitoshi inginkan tanpa berlama-lama Pak Hitoshi dan anggotanya menuju mansion untuk mengambil surat warisan yang sudah lama dirinya incar. Mansion berhasil Pak Hitoshi kuasai dan Xavier yang berada di pesta menatap mayat Naura, perasaan bersalah Xavier menghantui dirinya....
__ADS_1
" door" Xavier mengakhiri hidupnya sendiri dan dia jatuh pas ditubuh Naura, Midara dan Midarashi adalah orang yang selamat dari tragedi pembantaian karena kedua saudara kembar itu terkena diare yang sangat parah dan sepanjang pesta mereka berdua malah menghabiskan waktu ke toilet. Setelah keduanya selesai menuntaskan diarenya, mereka berdua kembali dan terkejut melihat polisi dan tim medis yang mengevakuasi para korban. Midarashi berlari bertanya ke seorang polisi,
" mohon maaf pak, saya salah satu tamu di pesta ini dan saya dengan adik saya berada di dalam toilet akibat kami BAB berapa kali... bapak bisa memeriksa toilet jika aku berbohong" kata Midarashi dan semua polisi serta tim medis terkejut kakak beradik ini selamat dari pembantaian, tim medis segera mengamankan Midara dan Midarashi untuk diobati sementara nanti mereka akan diminta kesaksiannya sebagai saksi di kantor polisi.
Midara bertanya ke salah satu tim medis siapa lagi yang selamat, tim medis bercerita jika anak kembar sang pemilik pesta selamat sayangnya mereka dirawat dahulu karna pingsan kekurangan oksigen. Tim medis juga sedih mendengar sang empunya pesta tewas mengenaskan, Midara tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan dirinya menangis di pelukan kakaknya. Midara memilih menunggu kedua putri kembar majikan mereka yang terbaring di kamar ICU sementara suster memilih menemani mereka berdua.
Berjam-jam mereka menunggu dan Midarashi mengajak adiknya berbicara empat mata.
" kak, aku tidak mau kedua putri cantik itu berakhir di pelelangan budak, kita akan memenuhi permintaan terakhir Xavier... kita akan mendidiknya sampai kedua putri itu bisa merebut kembali perusahaannya dan membunuh orang yang bernama Hitoshi itu" kata Midara yang menitikkan air matanya memikirkan nasib kedua putri majikannya,
" apakah kalian adalah wali dari pasien bernama Mara Alfiansa Owl dan Mari Alfiansa Owl ?" tanya seorang dokter yang habis keluar dari ruangan ICU karna sudah memeriksa Mara Mari,
__ADS_1
" ia dokter kami paman dan bibinya, bagaimana kondisi keponakan saya?" tanya Midarashi dan adiknya Midara ikut mendengar penjelasan dokter,
" syukurlah kondisi kedua pasien perlahan membaik dan mungkin sekitar 2 jam lagi pasien akan sadar... kami mohon segera selesaikan semua pembayaran pengobatan agar pasien bisa dipindahkan ke ruang rawat inap, saya permisi" kata dokter yang pamit setelah selesai menjelaskan kondisi Mara dan Mari,
" kakak... aku akan urus semuanya, sewaktu masih hidup Nona Naura menitipkan dua black card ini yang pembayarannya dia menjamin perusahaannya dan tidak bisa di non aktifkan oleh siapa pun. Dua black card ini untuk putri mereka dan aku akan membelikan 2 kamar apartement serta mengisinya dan menyelesaikan pembayarannya" terang Midara dan Midarashi memberikan persetujuannya, Midarashi membiarkan adiknya mengurus semuanya karna Midarashi tidak mengerti kehidupan seorang perempuan remaja.
Midara melaksanakan apa titipan Naura, Midara membelikan pakaian, keperluan kuliah mereka, sepatu, dan kosmetik lalu membayar total pengobatan Mara dan Mari sehabis itu membelikan 2 kamar apartement yang agak kecil dan lumayan nyaman. Lalu Midara terbang ke Negara Korsel mendaftarkan Mara Mari ke kampus Seoil dan mengambil jurusan kedokteran sesuai dengan dirinya juga kakaknya tapi mendaftar nya satu dokter spesialis tulang dan satu dokter spesialis mata. Midara tidak lupa membayar semua total biaya kuliah mereka berdua selama 8 semester, Midara kembali ke Indonesia dan tidak lupa membelikan makanan untuk kakaknya serta kedua putri kembar Naura Michael.
Mara Mari terlihat dipindahkan ke ruangan VVIP yang Midara sudah selesai urus dan Midarashi menemani mereka berdua sambil menunggu kepulangan adiknya. Sehabis itu Mara bertanya ke Midarashi,
" kakak dimana ini ? mana adik dan ayah ibuku ? kenapa mereka tidak ada ?" tanya Mara yang sudah siuman terlebih dahulu, Midarashi bingung mau menjelaskan kematian Michael dan Naura ke Mara.
__ADS_1
" nona Mari berada disamping anda dan istirahat ya dulu, nanti paman akan menceritakan semuanya" jelas Midarashi.