
Aku lupa nama gigolo itu Yerimia Yudia, Yerimia sering berada di Heaven Club dimana kata orang-orang di sana club itu sangat populer. Aku berencana mau pergi ke sana berarti aku harus mengubah penampilanku menjadi gadis seksi dan centil, setelah selesai dan kami berdua kembali ke Rumah sakit Ibu Juliana memberiku jam istirahat serta mengucapkan terima kasih banyak ke aku karena sudah bekerja keras,
Di hotel ayah dan ibuku mengirimku chat bertanya bagaimana keadaan Rumah sakit serta butik. Aku membahas aman terkendali dan kulihat dari jawaban pesan mereka kedua orang tuaku sangat senang, waktu ku sisa 1 hari lagi. Keesokan hari nya aku lanjut masuk ke Rumah sakit bertindak sekolah menjadi anak magang, Ibu Juliana memberikan aku tugas menyusun jadwalnya dengan menunjukkan sebuah buku kecil dimana isinya janjian kunjungannya. Untungnya aku sudah belajar pada sekretaris pribadi ayah jadi aku mengerti cara menyusun jadwal, aku sempat membaca hari ini dia berencana pergi ke club Heaven lagi.
Aku akan mencatat di otakku dan sebentar malam aku mau melihat nya sendiri bagaimana sifat aslinya. Sangat menarik dan menarik, kita harus licik dan kalian tahu Ibu Juliana adalah manusia Janus yang pintar. Sehabis itu Ibu Juliana bilang dia ingin meeting dulu dengan manajemen Rumah sakit jadu agak lama dan daripada saya bosan Ibu Juliana memberikan ku tugas membuat laporan keuangan dari dokumen laporan keuangan yang departemen accounting Rumah sakit kumpul.
" Ibu menyimpannya di lemari sana.... Nanti kamu susun dulu tanggalnya lalu kamu buat laporan keuangan kasih masuk hasil akhirnya saja per bulan ya, selesai tunggal dijumlahkan hasil akhir dan di bagi 12 bulan, maka akan di dapat hasil akhir keseluruhan laporan keuangan tahun 2022" jelas Ibu Juliana lalu dia segera menuju ke ruang rapat manajemen Rumah sakit, tinggalah aku sendiri dan aku penasaran Ibu Juliana bilang mau rapat manajemen berarti ayah akan hadir.
Aku segera menghubungi sekretaris pribadi ayah dan juga ayah meminta ijin bergabung dalam rapat. Ayah ijinkan dan memerintahkan sekretaris pribadinya mengirimkan link zoom rapat harian manajemen Rumah Sakit Elios, ayah juga berpesan untuk mematikan mic dan video karena belum saatnya aku di tahu oleh semua. Di ruangan Ibu Juliana yang hanya tinggal aku sendiri sambil mengerjakan tugas yang Ibu Juliana kasih aku juga mendengar bagaimana rapat berlangsung. Memang manusia Janus bersikap baik didepannya ayah, itu membuat ku muak dan muntah tapi ini kesempatan buat ku lebih mengenal staff ayah yang sangat berbahaya.
" ayah menanyakan kritikan terhadap Rumah Sakit Elios dari pasien sampai tenaga medis yang bekerja disini, besok adalah hari terakhir ku.... Ibu Citra sudah meminta ijin memfitnahku dulu supaya mereka tidak curiga dan aku sudah berpesan kata kan kalau aku gagal magang serta diusir" gumamku sendiri dan masih mendengarkan jalannya rapat,
" aku harus menemukan 3 selir Ibu Juliana lagi sesuai yang diberitahukan Yerimia... Hmmm ia aku lupa !!! 3 selir Ibu Juliana kan seorang gigolo astaga aku tahu ke mana harus ku temukan" aku mengetik di internet daftar klub malam terkenal di Negara Rerika, setelah itu aku membuat daftar dan aku gunakan waktu istirahat untuk mencari keberadaan mereka bertiga di klub malam yang ada pada daftar aku buat. Pas jam istirahat klub pertama yang kukunjungi adalah Rose Dcila Club, aku menuju ke security nya mencoba mewawancarai apa mereka kenal dengan Fian, Xavier, dan Hylos nama dari 3 selir Ibu Juliana. Hasil nya nihil security yang bekerja di Rose Dcila Club mengakui 3 orang itu tidak bekerja di club ini.
Lalu aku menuju klub nomor dua ialah club Vien Satie, aku bertemu dengan bar manager club Vien Satie dan menanyakan apa dia kenal 3 nama cowok yang kusebut dan ternyata,
__ADS_1
" Oh Fian dan Xavier memang bekerja disini nona.... Dia adalah gigolo favorit dan paling laku tapi maaf nona untuk apa nona mencari mereka ?" tanya bar Manager sopan kepadaku,
" maaf pak bukan aku mencari mereka mau memesan tapi aku ingin menanyakan ke mereka perihal hubungannya dengan Ibu Juliana Ace, wanita yang bekerja di Rumah Sakit Elit Elios..." jelas ku ke bapak manager bar,
" oh aku kenal orang itu, dia memang adalah langganan kami... Tunggu sebentar" kata bapak manager pergi ke meja bar kerja nya membawakanku bill minuman Ibu Juliana yang sangat panjang,
" ini bill nya nona" kata bar Manager menyerahkan billnya yang lumayan sangat panjang, aku terkejut dengan seluruh total harga minuman yang dia pesan berjuta-juta dollar... Aku sudah curiga dan aku meminta ijin ke bapak bar manager,
" pak apa boleh aku meminta nya ?" tanya ku meminta ijin mau membawa bill tersebut,
" boleh nona silakan" kata Bapak Manager Bar Rose Dcila Club dengan senang hati,
" nafsu mereka sangat gila.. Bercinta tidak kenal tempat tapi jika nona mau, nona bisa part time disini sebentar malam, nona pakai saja baju kemeja biasa dan celana yang nyaman" kata bapak bar manager yang malah menawarkan aku kerja part time,
" baiklah terima kasih banyak pak .... Aku pamit dulu, aku menerima tawaran kerja part time bapak, sampai berjumpa besok" pamitku karena aku tidak bisa berlama-lama takutnya Ibu Juliana mencari ku,
__ADS_1
" baik nona... Hati-hati di jalan" kata bapak bar manager Rose Dcila club, di perjalanan aku merasa kasihan dengan anak-anak penjual coklat keliling di lampu merah dekat jalan Rumah Sakit Elios.
" dek dek.." panggilku ke mereka
" ia kak ? Mau beli coklat ?" mereka menawarkanku dagangannya,
" dek sebentar dek ketemu saya di Rose Dcila club.... Adek nanti ikut saya kerja part time baru sebentar tunggu saya, mari semua coklat adek aku borong, nama kakak Naura" kataku, aku ingin memberikan mereka beasiswa penuh dari SD, SMP, SMA, dan kuliah lalu nanti aku memperkejakan mereka di Rumah Sakit Elios. Aku suka kelihatan anak-anak ini jujur dan sangat pekerja keras,
POV Di Markas Rahasia Michael Owl ada lagi korban mereka
" kau sudah menahannya? Ayo..." ajak Michael Owl ke ruang interogasinya,
" wa wa wa.... Pak Jeri Tird, kau yang mengenalkanku dan memberikan alamat kantor kepada Model gila Aula Refinda " jawabku to the point langsung,
" apa maksudmu? Kau sendiri yang telah menghamilinya.... Apa kau tidak bersedih anakmu mati? Tanya Pak Jeri yang terikat di kursinya dan aku menatap dia dengan dingin. Pak Jeri heran kenapa aku tidak bersedih jadi daripada dia ribut aku menjawabnya,
__ADS_1
" aku membunuhnya...." jawabku dengan tenang,
" kau gila !!!!! Dia itu ibu dan anak kandungmu" jawab Pak Jeri tidak percaya melihat tindakan ku