
Keesokan harinya kami berdua bersiap pergi dan kami tidak sempat sarapan tapi kemarin malam aku juga berpesan pada kepala pelayan untuk tidak menyajikan sarapan kami besok. Aku dan Kak Michael membagi 2 tempat dan masing-masing mengurus perusahaan manajemen ibuku, aku mengurus Yoedu Entertainment sedangkan Kak Michael mengurus CV Entertainment. Untungnya ibu membangun kedua perusahaan manajemen artis ini berdampingan jadi kami tidak masalah, aku menyamar menjadi salah satu anak trainee berkat bantuan dari directur casting of Yoedu Entertainment mata-mata ibuku.
Directur casting juga mengirimkan jadwal para trainee lewat emailku dan dia juga menulis di email sambil berpesan berhati-hati lah kalau General Manager mendekati mu. Aku heran kenapa Directur Casting memperingatkanku seperti itu, aku menjadi semakin curiga kepada General Manager satu ini. Aku dibawa oleh salah satu staff ke asrama para trainee dan aku diarahkan untuk melapor dulu ke bagian penerimaan trainee baru serta didata agar mendapatkan kamar tidur. Kamarku bernomor 235 dilantai 2, aku menuju ke sana dan begitu aku bukan
" Hmmmm permisi" kataku dengan masuk secara pelan
" oh trainee baru, mari mari" ajak salah satu trainee dan aku rasa dia adalah teman kamarku,
" ahh baik.." jawabku dan aku ikut masuk,
" selamat datang, namaku Misya Min dan dia Reina Kim... kalau kamu?" tanya trainee teman kamarku yang aku tahu dia adalah orang asli Korsel,
" aku Seriona Jang, salam kenal" ucapku menggunakan bahasa resmi Negara Korsel,
" kamu bisa menggunakan bahasa kami meskipun kamu orang asing ?" tanya Misya yang aku bisa mengerti menggunakan bahasa Korsel saat dia berbicara,
" ia ibuku asli dari sini sementara ayahku orang Negara Alin" jawab ku karena memang ayah dan ibu berasal dari Negara Korsel dan Negara Alin, makanya aku mengetahui Bahasa Korsel, Inggris, Mandarin, dan Bahasa Alin .
" ia... kamu masih muda? Aku liat sekitar umur 16 tahun" tanya Reina kepadaku dan kami bertiga duduk bercakap-cakap ria serta saling mengenal. Aku dan kedua teman kamarku sedang lagi menunggu nama dipanggil untuk pemeriksaan kesehatan dan pengukuran berat badan.
" ayo berikutnya kita" ajak Reina dan kami bertiga menuju suatu ruangan di asrama kami yang didalamnya sudah menunggu 2 orang staff wanita perusahaan dan 1 orang dokter wanita bersiap-siap memeriksa kami,
__ADS_1
" baiklah... yang pertama Misya ya, kalian berdua tunggu diluar dulu dan nanti dipanggil" kata salah satu staff wanita disana tadi, aku dan Reina menunggu melihat-lihat pemandangan indah serta Reina bercerita padaku,
" ada satu rahasia yang aku ingin sampaikan kepadamu tapi kamu janji tidak akan membocorkannya ?" tanya Reina yang membuatku penasaran,
" apa itu ?" tanyaku,
" aku sebenarnya adalah petugas polisi yang ditugaskan buat menyelidiki kasus bunuh diri pada Yoedu Entertainment sesuai permintaan pemilik Yoedu Entertainment ibu Anastasya" ternyata Reina adalah seorang detektif yang menyamar menjadi trainee tapi aku belum mau juga mengungkapkan rahasiaku sebelum aku tahu apa yang terjadi diperusahaan ibu.
" bagaimana ?" tanya kami berdua pas melihat Misya keluar dari ruangan pemeriksaan,
" nanti aku cerita di kamar ya " jawab Misya dan Misya pergi duluan menuju kamar kami,
" perkenalkan aku dokter Lydia dan mereka berdua adalah staff casting Erina dan Meydara, pertama aku akan mengukur matamu ya, baru kita ke pengukuran berat badan" jelas dokter Lydia dan aku hanya mengikuti prosedur yang diberikan dari dokter Lydia, setelah itu aku diukur berat badanku dan Erina salah satu staff casting menjelaskan,
" program casting dan trainee kami punya peraturan tentang berat badan, yaitu perusahaan menargetkan setiap berat badan anak trainee serta harus dijaga selama kontrak berjalan jika sampai naik maka kami akan memaksa untuk menurunkan sesuai target dari perusahaan. Denda tetap berjalan bagi yang gagal menurunkan target berat badan yang ditentukan perusahaan dan lebih parah trainee akan diusir dari perusahaan" jelas Erina salah satu staff casting dan menjaga para anak trainee.
Pas aku mendengar penjelasan dari Erina, aku kaget apa ibu menerapkan peraturan seperti itu ? Apa ini yang menyebabkan pelaku hiburan di perusahaan pada banyak bunuh diri. Sehabis itu Meydara berkata
" berat badan yang perusahaan tentukan untukmu Seriona adalah 47 kg ya, kami akan tiap hari mengukur berat badanmu" kata Meydara dan mengijinkan ku untuk kembali ke kamar menunggu sesi pelatihan trainee berikutnya. Sesampainya di kamarku, aku langsung ditarik oleh kedua teman kamarku dan kami bertiga duduk bercerita apa yang mereka alami sewaktu kegiatan pemeriksaan dan pengukuran berat badan.
" serius kak Erina sangat galak, aku bahkan dimarahi karena beratku cuma naik 0.5 kg saja" curhat Misya dengan akting lebay nya,
__ADS_1
" aku malah dipuji.... hahahahha" ketawa Reina sementara aku terdiam dan mendengarkan curhatan mereka saja, sehabis itu kami mendengarkan pemberitahuan dari speaker yang dipasang kesetiap sisi kamar trainee.
" ayo, kita harus ke kelas menyanyi" ajak Reina dan kami bertiga menuju ke kelas bernyanyi.
POV Michael Owl
Pemandangan yang aku cium di CV Entertainment adalah bobrok dan sangat bobrok serta sungguh bobrok. Di kepalaku begini Big 3 Entertainment terbesar di Negara Korsel, apa aku tidak gila mereka menyebut Big 3 ?. Untungnya aku mempunyai asisten yang siap siaga 24 jam, aku menelpon Pak Ricky dan berkata,
" DATANG KE NEGARA KORSEL SEBELUM SORE" bentakku menakuti asisten kesayanganku hahahaha tapi para readers jangan kira aku gay ya, aku tetap mencintai Naura. Aku menginap di Hotel Rein, hotel bintang lima menunggu asisten ku ya para readers jangan negatif thinking lah tentu saja aku pesankan kamar untuk nya dan beda lantai.
Aku meminta receptionist untuk menyiapkan kamarku dengan perlahan karena saya harus menunggu asistenku, aku berencana mau menyelinap ke CV Entertainment supaya aku bisa melihat sifat asli mereka.
" hah hah... tuan Pak Ricky siap melapor dan sudah tiba " asistenku benar-benar sinting lari-lari dan menghormat ala pasukan militer tapi aku tidak masalah,
" duduk... ada yang ingin aku sampaikan, apa kau sudah membawa barangnya ?" tanyaku ke asisten top markotop ku,
" ada tuan" jawab asistenku dan mengeluarkan koper hitam serta memperlihatkan nya kepadaku,
" aku akan menjelaskan rencana kita... kali ini kita akan menyamar menjadi trainee, kita akan ikut audisi sebagai kakak adik dan dugaanku tidak pernah salah pasti kita akan keterima. Misi kita sesungguhnya itu menyelidiki kenapa Entertainment itu bobroknya luar biasa padahal top 3, mengerti" aku menjelaskan rencanaku kepada Pak Ricky karena aku ingin melibatkannya juga,
" mengerti tuan" jawab Pak Ricky dan Receptionist hotel datang membawakan kunci kamar. Kami pun menuju ke kamar hotel yang sudah dipersiapkan untuk bersiap-siap.
__ADS_1