Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 22


__ADS_3

Pov Naura


     Jika kalian berpikir suasana saat para trainer idol, aktor aktris, dan model itu nyaman nyaman saja ? Tidak kalian salah besar. Aku merasa suasana disini persis di kelasku dimana seperti hukum rimba, maksudnya siapa kuat dia yang bisa bertahan tetapi disini siapa yang berbakat dia yang bisa bertahan. Para trainer selalu melakukan cara apapun demi bertahan hidup dan bahkan melakukan cara kotor sekali pun, aku kasihan dan aku terkadang berpikir serta ikut prihatin, para trainer sebagian adalah orang yang berasal dari keluarga ekonomi rendah. Mereka memanfaatkan bakatnya dan rela menjadi seorang trainee demi bisa memperbaiki kehidupan nya dengan kehidupan keluarganya.


   " maafkan aku" gumamku karena mau bagaimana pun Yoedu dan CV Entertainment sudah menjadi milik ku sebagai pewaris utama, aku berjanji dalam diriku akan berusaha menyelesaikan permasalahan yang viral menimpa Yoedu dan CV dan membuat para anak-anak ku bisa bekerja di dunia hiburan dengan adanya rasa aman dan tidak terkekang. Aku, Reina, dan Misya berada di ruangan rahasia dimana ruangan itu ibu bangun untuk aku bisa menenangkan diri nanti dari banyak nya pekerjaan, aku menyulap ruangan rahasia itu menjadi studio latihan kami. Aku masih tidak ingin memberitahukan identitas asli ku sampai aku menendang dalang utama keluar ke perusahaan.


   " ehhh girls tau tidak" kata Misya yang beristirahat dulu dan memulai pembicaraan karena Misya merasa sangat sepi,


" ada apalagi Misya ? Bisa tidak kamu berhenti menjadi wartawan hahahah" ejek Reina yang fokus melatih nyanyiannya,


" uhhh tidak punya perasaan sama teman, aku mau menyampaikan gosip nih" kesal Misya mengejek Reina yang ya aku tahu mereka ini kayak tom and Ferry,


" ceritakan saja" jawabku dan aku fokus melatih tarianku,


" ada skandal yang menghantam manajemen kita lo " ucap Misya yang aku perhatikan aksinya terlalu berlebihan,


" apa ?" jawab Reina singkat, memang gadis ini dingin kayak kulkas 4 pintu,

__ADS_1


" girlsgroup senior kita hundredty masa mereka mengajukan gugatan untuk manajemen kita" ( TERINSPIRASI SKANDAL DARI GIRLSGROUP KPOP BARU FIFTY FIFTY DENGAN MANAJEMENNYA) kata Misya yang tengah duduk bersantai,


" maksudnya ?" tanyaku penasaran dan aku memilih menghentikan latihanku dulu serta bergabung dengan Misya mendengar informasi gosip yang didapatnya,


" pas aku kembali ke toilet, aku mendengar gosip dari staff perusahaan manajemen kita yang menyalahkan keserakahan member girls group hundredty karena tidak tahu berterima kasih.... yang aku dengar tuntutannya mereka mengenai sistem pembayaran, padahal lagunya cuma satu yang terkenal... beda senior boys group Meristar yang melegenda di dunia karena mereka terus bekerja keras membangun karir dari sampai melawan berbagai gosip skandal mereka yang tidak benar, aku bangga " cerita Misya malah terharu, aku sangat senang bisa sekamar dengan Misya dan Reina,


" jadi gara-gara skandal ya sampai pelatihan kita banyak ditunda dulu ?" tanya Reina yang seketika menghentikan latihan suaranya,


" benar" jawab Misya menganggukan kepalanya,


" kita latihan saja, ayo" ajak Reina dan kami pun kembali latihan, sehabis latihan Reina dan Misya mau kembali ke kamar tetapi ada yang ingin aku selidiki jadi aku bilang untuk menyusul mereka. Entah mengapa kejadian saat aku mendengar suara ******* di ruangan general manager waktu aku pergi ke toilet, aneh sangat aneh. Aku berjalan sembunyi sembunyi dan pas semua para staff sedang turun makan siang, ya sekarang jam 12.00 sih.


    Aku kaget pas tanpa sengaja menabrak seorang trainee perempuan yang berjalan tanpa semangat,


 " maaf maaf" kataku dan berapa kali aku menunjukkan kepala yang aku buat curiga trainee wanita ini mukanya sangat lesu dan Penampilan nya acak-acakkan. Dia cuma tersenyum sama saya dan menyuruh saya untuk tidak takut lalu dia kembali berjalan, tapi aku perhatikan itu daerah menuju atap. Aku sudah bisa menebak trainee wanita itu mau apa, jadi aku mengikuti nya sembunyi sembunyi. Di atap aku perhatikan trainee wanita itu tiba-tiba menangis dan dia malah berdiri di pinggir pengamanan atap,


   " tolong jangan bunuh diri" teriak ku dan trainee wanita itu tidak menyangka aku mengikutinya,

__ADS_1


" siapa kamu ?" tanya trainee wanita itu menghentikan aksi loncatnya,


" aku Naura Wirna Agra, aku putri pemilik Yoedu Entertainment " kataku membuka rambut palsu ku dan dengan terpaksa aku membongkar identitas asliku,


" no... no....nona !!! Hiksss" tiba-tiba trainee wanita itu menangis, aku yang melihatnya malah semakin panik,


" ia, ada apa ? kenapa kamu memutuskan mau bunuh diri? ayo cerita padaku karena kalian adalah harta berharga buatku" kataku perlahan-lahan aku mendekatinya dan aku berhasil mengenggam tangannya dengan lembut, mencoba untuk menariknya turun karena aku takut dia akan berbuat nekat.


" nona, hiksss... terima kasih sudah datang, aku kecewa nona, aku datang kesini sudah lama, aku menjalani trainee selama 4 tahun, seharusnya aku masuk line debut tetapi waktu itu bapak general manager memperkosaku hiks hiks, aku takut jika aku debut dan kejadian ini didapat lalu aku speak up, aku takut aku akan diputarbalikkan dan dituduh malah menggoda hiksss" kata trainee wanita itu yang tiba-tiba memelukku, aku kaget ternyata suara ******* gadis ini yang kudengar tapi aku kasihan melihatnya. 


   Aku peluk trainee wanita itu dengan erat dan aku berusaha menghiburnya, sungguh aku sekarang ini merasakan bagaimana jika ibuku tahu trainee di perusahaan manajemen artisnya diperlakukan seperti ini,


" tenanglah, ayo keluarkan semua sakit hatimu dengan tangisan... menangis lah, aku berjanji akan menjagamu dan para trainee lainnya, jadi kamu harus berusaha untuk wujudkan mimpimu, jangan takut aku sudah disini dan akan melindungi kalian" hiburku mengelus kepala rambut trainee wanita itu dan aku rasakan juga dia memelukku dengan erat, trainee yang sangat muda ini dan aku berjanji dalam hidupku akan membuat perhitungan dengan General manager itu. Aku membawa trainee wanita itu ke kamar rahasiaku, disitu aku biarkan dia bersantai dan aku menjaganya.


   Kamar tidur ini aku bangun nanti pada saat aku akan berkunjung lagi kedua kalinya, trainee wanita itu duduk dipinggiran kasurku dan mukanya masih murung. Parah sangat parah, aku tidak bisa melihat seseorang yang sangat sedih,


   " ayo cobalah minum coklat dingin ini" aku memberikan segelas coklat dingin buatnya agar dia bisa menenangkan dirinya tanpa memikirkan apapun.

__ADS_1


__ADS_2