
Keesokan hari nya Michael dan Naura bangun duluan dan mereka berdua menunggu kedatangan kedua orang tua mereka di restoran untuk sarapan,
" ehhhmmmm selamat pagi" jawab Michael gugup dan Michael serta aku memilih mengambil meja yang dekat dengan pemandangan sangat indah,
" pagi" jawabku dan ya kami berdua duduk canggung meskipun Michael adalah sahabatku tapi entah kenapa gugup memulai pembicaraan dan,
" ibu kenapa jalannya seperti itu?" tanya kami serentak saat melihat kedua orang tua kami datang terutama kedua ibu kami,
" ibumu habis berolahraga malam sama ayah nak" jawab ayahku iseng dan ibu langsung memberikan pelototan tajam ke suaminya serta ayahku pun seketika nyalinya ciut. Aku tertawa dalam hati ternyata ayah takut dengan ibu, ayah Michael mengambil roti dan sarapan nya yang disediakan secara buffet oleh pihak hotel diikuti Ayahku dan juga Michael, sementara para pria mengambil sarapan aku langsung menjadi bahan dari kedua ibu-ibu di depan ku,
" nak Naura sekarang umur berapa?" tanya Ibu Michael
" umur 15 tahun bu " jawabku
" wah.... Sudah besar ya jeng" jawab Ibu Michael memberikan kode apa yang tidak ku mengerti,
" ibu dan Ibu Michael berencana mau menjodohkan mu dengan Michael, ibu bertanya nak dalam hatimu apakah kau betul-betul menyayangi Michael ? Ibu tidak mau kamu menyesal" tanya ibuku to the point,
" iya ibu.... Aku sayang sama sahabatku, dia orang yang memahami ku tulus " jawabku tersenyum malu,
" aduh menantu ibu sangat lucu, baiklah karena menantu ku juga setuju bagaimana jeng kita atur tanggal pertunangan mereka ?" tanya Ibu Michael lagi,
" baiklah karena putri ku juga setuju " jawab Ibuku dan tanpa aku sadari para pria yang tadi mengambil sarapan diam membisu dan paling terkejut Michael,
__ADS_1
" aduhhhh ini ganteng-ganteng ku semua kenapa cosplay jadi patung sih ?" tanya ibuku yang heran setelah mendapati para pria yang diam membisu,
" ibu... ibu tidak salahkan ? ibu jangan terlalu cepat mengambil keputusan" kata ayahku yang sudah sadar dari keterkejutannya dan duduk kembali disebelah ibuku,
" kakak... kak Michael" panggilku ke Michael yang ikut cosplay menjadi patung tapi untung cepat sadar juga Michael
" ibuku paling cantik tapi sinting.... Apa betul ini semua ? Jangan-jangan ibu memaksa Naura lagi" tanya Michael yang tetap menyisipkan pertanyaan untuk bercanda dengan ibunya,
" tidak anakku yang paling ganteng .... Hahahah," jawab ibu Michael yang akhirnya ketawa memperhatikan tingkah putranya saat Naura bicara,
" ia kak... Aku menyetujui perjodohan kita bahkan aku dan ibu lagi mengatur pertunangan, aku tidak tahu kalau ayah bagaimana ?" begitulah jawabanku dan aku lihat juga ayahku dan ayah Naura mengangguk setuju yang mengartikan mereka mendukung perjodohan Naura dan Michael, tanpa sengaja Michael berterima kasih dan dia sangat terharu.
Sungguh pria yang polos dan betul-betul tulus, aku tidak menyangka sangat sangat berubah sewaktu dia masih kecil. Setelah sarapan, aku dan Michael bersantai berdua di kolam renang hotel sementara kedua orang tua Naura pergi membeli banyak makanan dan kedua orang tua Michael berada di spa hotel.
" dulu aku pernah pacaran dengan seorang gigolo flamboyan bernama Xavier Serius tapi aku dan Xavier sudah putus, aku tidak pernah berhubungan dengannya lagi. Kini kita akan bertunangan dan aku meyakinkan diriku untuk jatuh cinta padamu tapi aku tidak ingin terlalu bucin" ceritaku dan dianggukan mengerti oleh Michael,
" baiklah terima kasih karena telah menceritakan semuanya kepadaku, aku tidak marah kok... Aku senang kamu jujur kepadaku dan sebagai sumpahku aku berjanji tidak akan melirik pada perempuan manapun dan tetap setia padamu" jawab Michael
" aku tahu kalau kakak sudah berjanji tentu saja kakak tidak ingkari tapi aku tidak mau kedepannya menjadi buruk kak" jawabku malah aku yang menangis dan Michael yang memperhatikanku baru aku tiba-tiba menangis menjadi pusing. Aku tertawa melihat tingkah konyol ku dan kepanikan Michael,
" baiklah sudah jangan menangis" jawab Michael dan dia memelukku dengan eratnya, entah perasaan apalagi yang berkecamuk di dadaku, rasanya nyaman saat Michael memelukku. Setelah habis bersantai di kolam renang sambil mengungkapkan semua rahasia masa lalu kami, kami berdua menuju ke spa hotel, Michael yang mengajakku ke spa hotel katanya sih ke Spa bisa merilekskan tubuh dan perasaan yang suntuk. Aku mengikut saja lagian aku tidak pernah ke sana, begitu aku sampai aku disambut,
" selamat pagi nona Naura dan tuan Michael, kami disini sudah menunggu kedatangan kalian tapi mari ikut kami nyonya dan tuan" kata receptionist spa menyambut kami dengan sopan nya, kami mengikuti sang receptionist menuju sebuah ruangan yang berisikan kolam mini serta beberapa petugas yang melayani di ruangan itu
__ADS_1
" ini adalah ruangan Jacuzzi, air dalam kolam itu adalah air panas yang ajaib karena kita tidak akan bisa merasakan suhu panasnya tetapi bisa menyembuhkan berbagai macam stress dan penyakit dalam, ditambah aroma terapi yang bisa membuat pikiran secara rileks.... Silahkan nyonya dan tuan aku permisi kembali" kata Receptionist spa dan kami berdua ditangani oleh staff terapis hotel.
" ahhhh nyaman, aku merasa nyaman sekali " kataku berendam di kolam air jacuzzi dilengkapi musik yang merdu sementara Michael berada disampingku ikut juga bersantai,
" Naura... Aku ingin bertanya ? Apa yang kamu tidak suka ?" tanya Michael,
" hmmm... Yang aku tidak suka adalah Manusia Janus, maksud nya Manusia yang diluarnya baik tetapi didalamnya busuk, manusia seperti itu yang paling aku benci" jawabku spontan dan Michael kaget tidak percaya,
" aku juga membenci mereka, apalagi aku kan laki-laki... Yang lebih gampang untuk dijebak sama para manusia seperti itu, tetapi aku tidak pernah akan melepaskan mereka !!!" jawab Michael mengebu-ebu,
" kakak... Selama ini kenapa kakak tidak menghubungiku ? Kenapa kakak menjauhiku, disaat aku membutuhkan kakak" tanyaku akhirnya setelah lama menganjal di hatiku,
" maafkan aku dek... aku sudah lama mencintai dek Naura tapi aku merasa tidak pantas karena status kedua orang tua Dek Naura yang sangat tinggi jadi aku mempermantabkan diri dan bisa membangun kerajaan bisnisku agar aku tidak mempermalukan nyonya Anastasya dan tuan Agra" curhat Michael yang aku perhatikan dia menunduk sedih,
" aku mengerti tapi sekarang kakak jangan pernah meninggalkanku lagi, aku sudah menerima perjodohan kita" jawabku mengancam dan Michael tersenyum mengelus kepalaku, ya melihat tingkah Michael pipiku memerah lagi. Kami berdua menikmati bersantai di spa hotel, selama liburan kami berdua... Pekerjaan ayah, ibu, kedua orang tua Michael, dan Michael ditangani para sekretaris mereka apalagi ayah dan ibu yang semenjak pengumuman ku ke dunia banyak yang ingin menginterviewku secara langsung tapi aku bersama ayah dan ibu yang tentu saja ayah membuat pengamanan sangat ketat.
" aduh jeng... Maaf kami lama, aku masih mengatur berbelanjaanku" kata Ibuku yang menemui kedua orang tua Michael di restaurant hotel,
" tidak apa-apa... Jeng, kami juga baru sampai kok mari sini" ajak Ibu Michael mengambil tangan Ibuku mengajak nya duduk bersama,
" halo pak Agra" siapa ayah dari Michael gugup,
" jangan gugup seperti itu, ayo sini kita kan sudah menjadi besan" ajak ayahku yang berusaha mendekati ayah dari Michael karena ayah Michael sangat takut sekaligus mnghormati ayahku.
__ADS_1