Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 18


__ADS_3

  Mereka berdua memutuskan untuk besok baru bisa pergi ke Yoedu Entertainment dan CV Entertainment, aku ingin sekali lebih mengenal bagaimana Negeri Korsel ini. Jadi sehabis makan siang Kak Michael mengajakku berkeliling Negara Korsel dan dia berkata kedua orang tuaku mau menerima apa yang diperbuat Naura oleh kedua perusahaan manajemen artis tersebut. Naura dikamar sedang memilih pakaian mana yang akan dia pakai untuk ngedate dengan Kak Michael, karena sifat tomboynya dan cueknya dia tidak mengerti sama sekali bagaimana berpakaian feminim. Untungnya salah satu pelayan villa bernama Delicia atau biasa para pelayan memanggil Licia datang memberanikan diri menawarkan bantuannya kepada Naura,


" ehhmmmm nona permisi... apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Licia mengintip dibalik pintu kamar Naura,


" ahhh Licia kebetulan, mari sini bantu aku berdandan.... jujur aku tidak tahu apa-apa tentang feminisme " jawab ku menggarukkan kepala karena aku malu soal ketidaktahuanku tentang berdandan,


" oh... baiklah nona" jawab Licia tersenyum dan mulai menbantuku,


" pertama mulai dari baju, kalau wanita feminim baju yang mereka kenakan itu mini dress imut dengan warna tidak terlalu mencolok, contohnya mini dress berwarna biru langit ini nona.... kedua aku akan mengajari nona cara berdandan, mari duduk sini nona aku mau memperkenalkan tentang alat make up" kata Licia menjelaskan perihal sifat feminim alias sifat asli wanita demi terlihat cantik di mata pria.


" tapi sebelum kita make up, aku akan membantu nona memasangkan mini dress ini, nona bersiap ya" kata pelayan Licia yang menyiapkan beberapa keperluanku, aku sudah bersiap-siap, sudah mandi, sudah segar, dan pelayan Licia membantuku memakai mini dress itu. Sungguh aku melihatnya di cermin aku terasa kayak orang lain, kemudian pelayan Licia membantuku berdandan.


" baiklah nona sudah selesai" katanya dan


" wow... ini aku ?" tanyaku pas aku kaget melihat penampilanku di cermin,


" ia nona, nona aslinya cantik dan mempesona.... persis dengan ibu nona nyonya Anastasya" jawabnya,


" terima kasih... nanti tolong bantu bereskan ya" perintahku ke pelayan Licia untuk membersihkan kamarku,

__ADS_1


" baiklah nona, semoga kencan dengan tuan berjalan sukses" jawab pelayan Licia menjalankan apa yang aku tugaskan, aku tidak menyangka aku sangat cantik, aku berpikir pantas ibu ayah ngotot mau aku mengikuti kelas attitude wanita. Aku lihat Kak Michael tengah menungguku di ruang tamu sambil sesekali membuka internet, Kak Michael juga terlihat sangat tampan dengan pakaian sederhananya.


" kak ayo" panggilku dan Kak Michael menoleh ke arahku, hahaha Kak Michael entah kenapa langsung cosplay patung dan aku yakin dia pasti terpesona melihat penampilanku, dan sampai sekarang belum sadar,


" kak.... kak... kak, ayo" panggilku lagi mengguncang guncang sedikit bahunya,


" ahhh ia ayo" akhirnya Kak Michael sadar dan dia refleks mengenggam tanganku mengajakku berkeliling Negara Korsel, Kak Michael mengemudi mobil dan membuka atap mobilnya sehingga aku bisa melihat pemandangan Negara Korsel secara langsung.


Indah, menawan, dan bergaya itulah penggambaranku tentang Negara Korsel. Kak Michael mengajakku ke jembatan Nan Sam Sie,


" jembatan ini dulunya sebagai saksi Raja Reokwoo terpisah dengan Permaisurinya dan Permaisuri dari Raja Reokwoo tiap hari menunggu kepulangan suaminya di jembatan ini tapi tidak ada terlihat tanda-tanda sosok kepulangan suaminya. Karena kudeta yang dilakukan adiknya pangeran Minseo telah berhasil dan dia juga mengambil sang permaisuri kakaknya, sayangnya cinta sang permaisuri sangat besar. Permaisuri bahkan rela dihukum tidak diberi makanan dan minuman dan permaisuri memilih menunggu sang suami hingga akhir hayatnya. Nan Sam Sie diberi nama yang menyebutkan aku selalu menunggumu suamiku" jelas Kak Michael menceritakan asal usul jembatan Nan Sam Sie sebagai tempat permaisuri Hyerim yang setia menunggu kepulangan suaminya Raja Reokwoo meskipun permaisuri tidak tahu kalau suaminya pergi menjalani hukuman mati.


Aku kagum mendengar kisah kesetiaan permaisuri Hyerim, terus Kak Michael membawaku ke gedung istana Kerajaan Korsel dulunya. Negara Korsel mengurus bangunan bersejarahnya sangat baik, terus kami melanjutkan ke Pantai Delfo untuk berenang. Pantai Delfo adalah salah satu pantai favorit para turis yang liburan di Negara Korsel, aku tidak tahu kenapa menjadi salah satu favorit disana tapi Kak Marcel bercerita pada jam 10.00 pagi akan muncul pelangi diatas air laut Pantai Delfo. Pantas Pantai Delfo dijuluki pantai diujung pelangi.


" kau sudah menyiapkan semuanya kak ? Tanyaku heran karena aku melihat Kak Michael sangat sibuk,


" ia dek pas adek meminta " jawabnya singkat, padat, dan jelas.


" dek " panggil Kak Michael,

__ADS_1


" ia kak?" tanyaku yang tengah berbaring di kursi santaiku,


" dek apakah adek nanti akan meninggalkanku jika adek tahu masa laluku nanti ?" tanya Kak Michael tiba-tiba, aku menjadi bingung kenapa Kak Michael menanyaiku soal yang seperti itu,


" kenapa kakak menanyakan itu ? " tanyaku balik,


" tidak aku cuma mau menanyai apa yang aku khawatirkan" jawabnya asal,


" kak kalau aku memilih menikah denganmu tentu aku harus siap semua apa yang ada " jawabku dan Kak Michael tiba-tiba pergi kearahku dan memelukku bahagia,


" aku beruntung kita dijodohkan" jawabnya dan aku membalas pelukan Kak Michael cuma diam saja, setelah waktu menunjukkan pukul 16.00 atau 04.00 sore kami berdua bergegas pulang karena sudah mau malam. Liburan kali ini sangat berkesan buatku dan Kak Michael mengajakku makan malam disebuah restoran yang terkenal dan memiliki pemandangan paling indah.


" yang aku baca di internet katanya restoran ini pada malam hari menampilkan pemandangan kembang api diatas Negara Korsel" kata Kak Michael dan ketika kami berdua sampai di pintu masuk restoran kami disambut oleh waiternya, Kak Michael ternyata sudah memesan meja di restoran tersebut dan kami diantarkan ke meja kami. Waiter di restoran itu sangat profesional melayani kami, aku suka dan aku melihat menu yang mereka sajikan.


" aku steak sapi ditambah Macaroni Scott Mozarella, terus minumannya smoothie strawberry" kataku menyebut pesananku dan memberikan buku menu ke Kak Michael,


" aku egg piescram dengan smoothie jeruk" kata Kak Michael sehabis itu waiter mengulang pesanan kami untuk memastikan pesanan kami dan mengambil kembali buku pesanannya, waktu menunjukkan jam 17.00 alias jam 05.00 sore dan aku ingat kembang apinya diletuskan pada pukul 19.00 alias pukul 07.00 malam kata Kak Michael bercerita. Pesanan kami telah tiba dan sesuai tradisi atau kebiasaan kami tidak berbicara saat menyantap hidangan.


Sehabis itu kami menunggu sekitar 1 jam untuk melihat pemandangan kembang api dibalik jendela restoran yang kami singgah dan

__ADS_1


" duar duar" kembang apinya telah dimulai,


" wah... cantik sekali" aku terharu sekaligus terpesona melihat pemandangan cantik ini, ini sudah kelewat cantik sangat cantik. Kak Michael memperhatikanku terus dan dia senang aku tersenyum bahagia, liburan kali ini sangat seru aku pasti akan mengingatnya.


__ADS_2