
Pov Author
Beruntung Michael Owl lagi sibuk mengurusi para wanita ****** yang selalu mengakui hamil anaknya tapi mereka hamil dari pria lain. Naura belajar dan terus belajar, dia perlahan memahami bagaimana cara menjadi Manusia Janus walaupun itu menyakitkan dan bukan kemauannya. Perlahan kejahatan Ibu Juliana sudah terbongkar semuanya dan hari ini Naura berjanji mau mengirimkan semuanya ke email ayahnya.
Michael Owl ini tidak bisa memahami perasaannya sampai sekarang dia tidak mau mengakui telah jatuh cinta pada Naura. Dia mengira dia terobsesi pada Naura dan membuat dirinya bertindak di luar batas. Memang para pembaca berpikir Naura adalah wanita yang sangat sangat sempurna tapi kenyataannya tidak.
Pov Michael Owl
" baiklah selamat datang di perusahaan kami..
. terima kasih atas kesempatan kerja samanya Pak Joshua" jawabku memutuskan bekerja sama dengan Pak Joshua,
" baik Pak Michael.... Kami permisi dulu" jawab Pak Joshua, aku dan sekretaris pribadiku kembali ke kantor. Di perjalanan aku bertanya jadwalku hari ini apa lagi, sekretaris pribadiku menjelaskan aku harus menghadiri pameran Oh Yun Shi salah satu seniman favorit ibuku. Ibuku meminta tolong bawakan tanda tangan dari seniman Oh Yun Shi,
" kapan acaranya?" tanyaku
" sekarang tuan" jawab sekretaris pribadiku, ah di umur 25 tahun sangat sibuk mengurus perusahaan ayah karena ayah memberikanku waktu selama 1 tahun.
Pov Naura
__ADS_1
Aku terkejut saat terbangun ada Xavier yang sangat dekat dihadapanku, jujur ini pria sangat tampan dan polos. Aku mengelus pipinya dan damai melihat dia tidur, mungkin kalian tidak akan menyangka jika dia adalah seorang gigolo tapi aku tidak mempermasalahkannya. Xavier yang merasa nyaman dengan elusan dari tangan Naura di pipinya terbangun,
" selamat pagi... Tidurmu nyenyak?" kata Xavier dan Naura yang mendapatkan ucapan selamat pagi dari Xavier menjadi malu sendiri,
" akhir ini tidurku nyenyak, sebelum itu aku sering mengkonsumsi obat tidur yang sangat banyak tapi berkatmu aku tidak takut lagi tidurku tidak nyenyak.... Terima kasih" jawab Xavier dan Xavier menuju kearahku serta memelukku, menenggelamkan kepalanya disekitar dadaku dan kembali lagi tidur. Aku tidak menyangka gigolo yang terkenal paling dingin dan menjadi favorit para tante kesepian berubah menjadi bayi besar yang lucu,
" Sayang... Tolong lepaskan aku ingin buang air " kataku dan Xavier melepaskan pelukannya sebentar, aku berjalan ke toiletnya dan didalam memikirkan apa Xavier mau menjalani hubungan LDR karena aku harus kembali untuk bersekolah juga. Akan aku tanyakan nanti, sehabis itu sekalian aku mandi dan bersantai di bath tub milik apartement Xavier. Xavier yang sudah bangun buru-buru memasak menyiapkan sarapan, Xavier sangat ahli dalam memasak dan itu menjadi modal tambah darinya.
Aku berjalan keluar kamar mandi dan dengan cepat aku mengunci kamar pintu takut Xavier tiba-tiba masuk dan meminta macam-macam. Aku memilih Dress mini warna biru langit ditambah hiasan pita disamping pinggangnya, ya aku sangat suka berpakaian imut, aku berdandan dan segera turun sarapan karena aku mencium bau masakan Xavier yang sangat enak.
" Selamat pagi, kamu masak apa? Tanyaku dan Xavier menengok ke belakang serta kuliat Xavier mungkin terpesona dengan dandananku.
" dia imut sekali" gumam Xavier dalam hati dan ternyata Xavier terpesona melihat keimutanku,
" ayo makan" ajaknya dan sarapan kami adalah pancake dengan saus coklat kesukaanku,
" Sayang ada yang ingin aku bicarakan.... Ini penting tapi aku mau ingatkan, aku menerima setiap keputusanmu"jawabku dan Xavier mengangguk setuju,
" sebentar aku pulang dan kembali ke rumahku, maaf Xavier aku tidak bisa berlama-lama disini karena ada kehidupan ku yang sangat aku cinta... Aku mau kita menjalani LDR tapi aku tidak bisa mengambil keputusan sepihak jadi aku siap jika kau memutuskan hubungan ini" kataku dan Xavier setelah mendengar penjelasan dariku tentang siapa aku Sebenarnya dia tidak percaya.
__ADS_1
Aku melihatnya dia diam dan tanpa berpikir lama aku keluar saja ke apartemennya serta Xavier masih melamun tidak mempercayai perkataanku. Supir pribadiku sudah menunggu dan segera mengantarku ke bandara, jujur aku tidak tahu bagaimana ayahku mengurus si Ibu Juliana ini dan aku tidak peduli yang penting aku sudah melakulan apa yang aku mau.
Aku di bandara memesan tiket ekonomi, aku malas dilayani karena kehidupanku sudah penuh serba pelayanan dan aku menikmati pemandangan di bandara. Bandaranya unik tapi pemandangannya sangat cantik, ya aku kagum sih ah sudahlah. Pesawatku pun tiba dan aku pergi saja tanpa menggunakan koper, aku bisa beli baju biar dulu aku datang pertama kali.
Aku memakai hedset bandoku dan berbaring sederhana di kursi pesawat. Perjalananku memakan selama 3 jam penuh dan akhirnya aku kembali ke negara tempat tinggalku, aku dijemput oleh Pak Derik supir pribadi ayahku dan Pak Derik mengatakan,
" selamat datang kembali nona.... Bagaimana perjalanan nona ?" tanya Pak Derik menyambutku dengan membungkukkan badannya,
" baik.... Sangat baik, aku senang semua masalah bisa selesai.... Tolong antarkan aku pulang ke mansion secepatnya ya pak" jawabku dan Pak Derik membuka kan pintu mobil serta kami bergegas pulang ke mansion, di perjalanan aku sangat suka melihat pemandangan dengan menikmati angin sepoi-sepoi. Pak Derik yang mengerti mematikan AC mobil dan membuka jendela kaca mobil, setelah sampai di mobil aku juga disambut kedua orang tuaku dan ibu Nanny ku, aku senang dan berlari memeluk mereka bertiga serta mengatakan,
" aku pulang" jawabku dan ayah menarik ku untuk berbicara sempat mata diikuti oleh ibu,
" papa ingin berbicara.... Papa sudah menyusun jadwalmu plus mama menyusun juga jadwal khusus untukmu, ini" kata ayahku memberi 1 kliping jadwal yang tebal, wow ayah sudah siap semuanya, aku membaca nya dengan seksama dan biar aku di mansion ada jadwal ku belajar bisnis.
" ayah bangga dengan dirimu dan ayah sangat berterima kasih sekali kepada Guardian Angel kita, nak tahu ayah sudah mengeksekusi Ibu Manager Keuangan di Rumah Sakit Elios.... Ayah tidak mau mempunyai karyawan buruk" cerita ayahku dan aku hanya mendengar penjelasan nya, untung saja ibuku pengertian,
" nak... Kamu masuk dulu beristirahat, hari ini silahkan istirahat sepuasnya karena besok ibu mau membawamu ke pesta peluncuran parfum terbaru ibu..." akhirnya aku bisa ke kamar tanpa takut menyela pembicaraan ayah dan ayahku mengangguk memberi izin aku ke kamar ku setelah mendengar penjelasan ibuku. Di kamar aku bersantai dan berbaring sebentar, liburan 3 hari yang sangat menyenangkan.
Aku mendapatkan pengalaman yang tidak bisa kulupakan, aku belajar aku tidak perlu kaku dan sok suci apalagi membenci manusia Janus. Suatu saat aku pasti akan menjadi Manusia Janus dalam hal positif, maksudnya hanya berpura-pura baik saja dan tidak merugikan siapa pun.
__ADS_1