
" aku juga di suruh ikut lomba... btw lomba mu dimana ? jawab Mara ke saudara kembarnya,
" di Center Celebes Campus kak" jawab Mari dan,
" wah... tempat lomba kita sama, pas sekali..." jawab Mara dan tepat itu guru mereka datang untuk memulai kan kelas. Sehabis selesai sekolah dan jam kedua anak kembar tersebut pulang, kedua anak kembar itu saling bercerita dimana dan kapan lomba mereka berdua.
" kakak Mara sih harus di kurang-kurangi itu keindahan" komentar Mari saudara kembarnya,
" huh kok aku... kau yang terlalu pintar" balas Mara yang tidak mau kalah tetapi mereka berdua tertawa bahagia, sesampainya di mansion mereka berteriak mengumumkan kepulangan mereka
" assalamualaikum bunda.... kami pulang" teriak kedua gadis kembar itu, melepaskan sepatu sekolah mereka, memberikan tas sekolah mereka ke pelayan yang di sana, dan berlari mencari ibu mereka tercinta.
" walaikum salam, cepat kalian mandi dulu rapi-rapi" kata Naura menyambut kedua putri tercintanya,
" baik..." teriak Mara Mari dan mereka berdua bergandengan tangan menuju kamar tidur mereka, keimutan kedua putri mahkota ini mewarnai mansion yang dulu suram akibat kematian ayah ibu Naura dan ayah ibu Michael. Mara di kamar sedang mencoba memperlihatkan undangan lomba ice skating nya ke Mari tapi dasar gen adiknya yang 100% dari ayah dan kakeknya lebih suka belajar dan membaca.
" ihhhh... Mari nyebelin" kesal Mara dan Mari menanggapi nya biasa saja, Mari yang selesai belajar dan sempat menengok saudara kembarnya yang ngambek merasa tidak enak,
" Mara... Mara" panggil Mari lembut tetapi Mara karna dia ngambek sama kembarannya, Mari lucu lalu Mari memeluk kembarannya dan menjelaskan
__ADS_1
" Mara aku dengar kok, kita kan pergi bersama-sama, aku ikut lomba olimpiade dan kamu ikut lomba perform ice skating kan... emangnya kamu tidak mau di liat sama aku ?" kata Mari lembut mencoba menenangkan saudara kembarnya. Mari memang fotocopy Michael, biarpun Mari adalah perempuan dan masih berumur 10 tahun tetapi pemikirannya sangat dewasa.
" ia juga ya " jawab Mara yang mengerti penjelasan dari saudara kembarnya dan sudah tidak ngambek lagi,
" maaf ya karna mencueki mu" jawab Mari mengatup kedua tangannya dan Mara senang kembarannya meminta maaf,
" ia... kita berteman" kata Mara mengacungkan jari kelingkingnya dan dibalas oleh Mari.
" apa kamu sudah beritahu ke bunda ? kayak nya kita melupakan itu" jawab Mari yang memikirkan kalau dia lupa bercerita ke ibundanya dan Mara terbangun sadar, akhirnya mereka berdua turun setelah ibundanya memanggil mereka turun makan siang.
Mereka berdua bergantian menceritakan lomba mereka dan Naura berjanji akan ikut mereka serta menonton mereka bertanding. Mara Mari senang ibunya mau mendukung mereka, Naura membawa Mara ke usaha tempat ice skating yang berada di salah satu mall punya ayah Naura.
" nak... kalian boleh berlatih disini" kata Naura yang memperlihatkan tempat latihan ice skating untuk putri tercintanya, Mara sangat senang dan Mara bersemangat latihan. Mara memilih lagu opening Barbie In the 12 Dancing Princess sebagai latihan nya sementara Mari dan Naura duduk melihat Mara latihan dengan sungguh-sungguh.
" ibu... tolong belikan makanan dong dan buku" pinta Mari dan segera Naura menghubungi kepala pelayan Ibu Marta buat mengutus satu orang pelayan membawakan makanan serta buku pesanan putrinya Mari.
Skill Mara memang diluar nalar, pengunjung mall terdiam menonton Mara latihan. Putarannya, seluncurnya, dan point nya sangat tajam ya kita bisa maklumi Mara dapat kemampuan seni dari mana. Naura jadi rindu kepada ibunya kalau melihat Mara tetapi Naura berpikir jika dia rindu, ibunya tidak akan tenang. Nanti Naura akan mengajak kedua putrinya mengunjungi makam kedua orang tuanya dan kedua orang tua Michael sebagai janji memperlihatkan cucu-cucunya yang manis.
Mara yang keasyikan terus berlatih dan berlatih tidak memperdulikan lingkungannya, seolah dance ice skating adalah dia dan terhubung menjadi satu. Akhirnya Mara capek sendiri dan memilih istirahat, Mara berkumpul dengan ibu dan saudara kembarnya serta ikut makan. Naura bercerita tentang " Lupin Dancer" penari legenda yang sampai sekarang seluruh dunia tidak mengetahui identitasnya.
__ADS_1
Lupin Dancer adalah Naura sewaktu dia masih muda, Lupin Dancer sering menampilkan skill dance nya dalam menarikan kembali tarian sebuah girls group korean. Orang-orang menjempoli skill nya karena Lupin Dancer sangat totalitas, ternyata putrinya sendiri Mara mengidolakan Lupin Dancer.
" aku sangat suka dia ibu, tariannya... gerakannya, kecepatannya, temponya, semuanya bagus" kata Mara semangat dan ibunya alias Naura yang mendengar putri nya sendiri memuji dia menjadi terharu. Sehabis itu untuk menyegarkan pikiran mereka semua, Naura mengajak kedua putrinya bermain di timezone. Naura memberikan 1 kartu timezone lagi ke kedua putrinya dan 1 dia pegang, Naura merasa dejavu mengingat kedua orang tuanya selalu mengajak Naura kecil bermain di timezone.
Naura tertarik dengan permainan Dance Machine, Naura mau mencoba permainan itu dan memilih lagu Hwasa " I Love My Body". Naura tanpa sadar menari sesuai dengan koreografer aslinya dan menarik para pengunjung untuk menontonnya, bahkan Mara Mari menengok ibunya dan Mara menjadi curiga dengan gerakan ibunya.
" kok bunda kayak aku kenal gerakannya ?" gumam Mara yang menonton penampilan bundanya, semua pengunjung juga berpikir begitu sampai
" kok mirip Lupin Dancer, apa jangan-jangan... " begitu semua komentar orang disana, Mari yang sudah tahu Lupin Dancer adalah ibunya dan mengerti akan situasi disekitarnya, Mari berinisiatif menyadarkan ibunya dengan mengirim beberapa pesan. Naura yang sadar dengan notifikasi hpnya menghentikan aksi untuk bermain lagu selanjutnya, membuka hpnya dan....
" Ibu, jangan diteruskan semua disini curiga kalau ibu adalah Lupin Dancer" bunyi pesan Whatsapp dari Mari, Naura sadar dan dia menghentikan permainan itu serta lanjut permainan lain. Bisa-bisanya dia hampir ketahuan dan akan menjadi berita viral, setelah sepuas bermain di timezone Naura mengajak kedua putrinya untuk makan makanan Tokyo. Pokoknya Naura menemani kedua putrinya bersenang-senang sekaligus menemani Mara latihan. Kita akan berpindah ke ayah mereka berdua Michael.
Di ruangan sepi dan cuma ada hembusan dingin AC, Michael berdiri memandang kota Mekarta dan mengingat laporan tentang Pak Hitoshi yang menggeser paksa tanah Srita. Michael tau warga disana sangat ditakuti tapi bagaimana Pak Hitoshi bisa menjinakkan mereka sayangnya kelakuan Pak Hitoshi mengusir mereka sangat kejam. Michael memutuskan mengirim seorang mata-mata dan Michael memuluskan jalannya agar bisa masuk bekerja di perusahaan utama Pak Hitoshi.
" Pak Hitoshi lumayan licik, bahaya.... pria berbahaya yang aku tahu" gumam Michael dan Michael mengambil handphonenya menghubungi Sekretaris Ricky yang Michael tugaskan ke Negeri Roma.
" ia tuan ?" jawab Ricky di telepon,
" kamu coba membuat pertemuan dengan teman kuliahku disana... dia adalah koki spaghetti terhebat, aku akan mengirimkan data profilnya" kata Michael menutup panggilannya dan mengirim data profil temannya lewat email ke Pak Ricky.
__ADS_1