Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 6


__ADS_3

Pov Naura


Aku pun berangkat ke Rumah Sakit Elios dengan berpenampilan, seperti seorang anak magang. Aku sudah berbicara dengan HRD Manager rumah sakit dan dia bersedia membantuku, aku menemuinya di ruangannya dan menceritakan apa maksud kedatanganku. Untungnya HRD Manager mendukungku dan HRD Manager sempat curhat jika dia juga kesal terhadap Manager Keuangan yang aku incar, dia cuma berharap kalau ayahku sendiri yang memecatnya langsung. Ya walaupun aku adalah pewaris dan ayahku mengijinkan semua keputusan ku tetapi aku ingin ayah yang mengurus pekerjanya sendiri demi menghormati para pekerja yang setia kepadanya.


HRD Manager Rumah Sakit Elios bernama Ibu Citra Arum, beliau sudah lama bekerja di Rumah Sakit Elios selama 3 tahun. Beliau senang menjadi orang pertama yang bisa bertemu denganku secara langsung dan beliau bercerita jika Manager Keuangan sering membawa gigolonya dan melakukan hubungan suami istri di dalam ruangan kerjanya. Tentu saja ini sangat menganggu pegawai lain di ruangan kerja keuangan rumah sakit, aku bercerita akan mengumpulkan bukti dan setelah bukti terkumpul cukup aku akan memberikannya kepada ayahku.


" ibu harap nak... Hati-hati sama ibu Manager Keuangan itu, ibu takut kamu kenapa-kenapa karena tuan besar pasti menelpon ibu dan menanyakan kabarmu nak, maaf ibu memanggilmu nak" jelas Ibu Citra yang masih berada di dalam kantornya sedang berdiskusi bersamaku,


" tidak apa-apa Ibu Citra, aku tidak permasalahkan.... Terima kasih Ibu sudah memasukkanku sebagai anak magang dan memberikan seragam magang ini diam-diam " kataku santai, Ibu HRD Manager memberikan pesan jika ada apa-apa sebaiknya hentikan aksiku dulu dan melaporkannya pada ayah, Ibu HRD menaruh harapan besar dan berharap rumah sakit Elios bisa kembali lagi. Setelah aku bertemu Ibu HRD Manager diam-diam dan sudah memakai perlengkapan menyamar ku, aku pun kembali ke hotel dan menulis semua yang kulihat juga memprint hasil foto yang kudapatkan tadi, semuanya aku kelola di dalam buku jurnalku. Tujuanku membuat buku jurnal untuk diperlihatkan pada ayahku, aku tidak habis pikir ada-ada saja yang mau mendapatkan kesempatan besar.


Keesokan harinya aku berdandan ala anak magang, Ibu HRD manager memberikan waktu selama 3 bulan dan di waktu itu aku harus mengumpulkan bukti yang banyak. Ibu Citra alias Ibu HRD manager langsung mengantarku ke ruangan keuangan atau bendahara dan mengenalkanku ke semua staff pekerja disana,

__ADS_1


" perkenalkan dia adalah Seriona Merit dan biasa dipanggil Riona, mulai hari ini nak Riona akan magang disini selama 3 bulan" kata Ibu Citra mengenalkanku ke semua staff keuangan rumah sakit Elios,


" selamat pagi, salam kenal" jawabku berakting sok polos agar para staff keuangan tidak curiga jika aku adalah putri pemilik Rumah Sakit Elios, para staff menyambut ku dengan tepuk tangan meskipun kulihat wajah mereka sangat datar,


" baiklah, aku akan mengantarmu ke Ibu Juliana, dia adalah manager yang bertanggung jawab di bagian keuangan rumah sakit" kata Ibu Citra mengantarku masuk ke ruangan Ibu Juliana selaku manager keuangan yang aku incar,


" namanya Juliana ? Aku tidak tahu kenapa aku menemukan dia seorang mucikari di daftar dosa yang staff ku buat" gumamku dalam hati penasaran dan ingin melihat tampang dari Ibu Juliana, ketika aku masuk kedalam ruangan... Aku melihat seorang wanita yang berumur sekitar 35 tahun, tidak terlalu tua sedang fokus mengetik di komputernya,


" Ibu Citra... Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Ibu Juliana to the point,


" baiklah" jawab Ibu Juliana singkat dan Ibu Citra pergi meninggalkanku di ruangan Ibu Juliana,

__ADS_1


" Riona ya... Selamat datang, mejamu disana bersama komputernya, nah tugasmu adalah menjadi asisten atau sekretaris pribadiku. Tugas pertamamu ialah memposting data dari karcis kartu kredit dan debit ini, jangan lupa susun sesuai tanggal dulu harus berurutan mengerti" kata Ibu Juliana menjelaskan apa tugas pertamaku,


" baik ibu" jawabku, aku pun melakukan tugas pertamaku dengan berakting seolah aku seorang perfeksionis agar nantinya Ibu Juliana lebih banyak mempercayakan pekerjaannya ke diriku, aku hampir lupa Ibu menitip pesan buat mengawasi salah satu butiknya, aku berencana nanti makan siang pergi mengawasi butik ibu dengan berpura-pura menyamar. Untungnya butik milik ibu bersebelahan dengan Rumah Sakit Elios jadi memudahkanku untuk bisa mengawasinya.


" Ibu sudah" lapor ku dan Ibu Juliana datang ke arahku ingin melihat bagaimana hasil kerjaku,


" hmmm hmmm hmmm... Bagus, kamu pintar juga... Sekarang kirim ke nama e-mailku yang tertulis di kertas Ini terus kamu bersiap, kita akan pergi menghadiri perkumpulan manager di Hotel Erilia, Hotel paling mewah dan paling laku di Negara ini" jelas Ibu Juliana dan aku tanpa menunda waktu mengirimkan hasil kerjaku ke email Ibu Juliana. Setelah itu aku pun bersiap-siap dan kami berdua sudah turun ke lobby menuju mobil yang diantar oleh supir Nona Nerial.


Nerial Menfota adalah gadis cantik yang berumur 24 tahun, entah kenapa dia lebih tertarik bekerja menjadi sopir daripada seorang customer Service rumah sakit. Demi menghormati keputusan Nerial, ayahku menerimanya menjadi seorang supir yang khusus mengantarkan kepala tinggi departemen di Rumah Sakit Elios. Aku baru tahu nona ini sangat pekerja keras, aku bangga masih ada seorang pekerja ayah yang semangat.


Setibanya di Hotel Erilia, Ibu Juliana menyuruhku untuk menunggu di lobby sementara dia bilang akan bertemu temannya di restoran Hotel Erilia. Untungnya Hotel Erilia punya ibu dan aku meminta tolong pada receptionistnya agar jika Ibu Juliana menelpon mencari ku bilang aku masih menunggu di lobby padahal aku mau nguping apa pembicaraan mereka, awalnya petugas receptionist hotel tidak mempercayaiku tapi aku menunjukkan simbol keluarga Agra yang ayahku buat dan hanya bagian dari keluarga ayahku saja yang punya simbol ini.

__ADS_1


Front Office Manager Hotel berpesan pada anak buahnya agar membantuku dan melaksanakan perintahku. Aku diam-diam membuntuti mereka dengan menggunakan pakaian ala ibu-ibu muda, kenapa aku bisa menyamar dengan cepat ? Aku memakai alat canggih buatan merek pabrik ayahku, ayah mempunyai 20 perusahaan alat-alat elektronik dan alat canggih. Aku berpura-pura makan dan mengambil tempat duduk yang dekat dengan pertemuan mereka dan mencoba merekam pembicaraan mereka agar bisa aku serahkan pada ayahku.


Aku kaget Ibu Juliana rela menukar informasi rumah sakit dengan cowok brondong. Betul-betul ibu yang gila, aku tidak bisa memaafkannya, Rumah Sakit Elios menjadi hancur karena dia mengkorupsi dana dan rela menjual informasi rumah sakit. Setelah aku rasa cukup, aku pun pergi dan berpesan ke receptionist lagi jika Ibu Juliana selesai dengan pertemuannya, aku berencana mau mengawasi butik ibu lagi. Pekerjaanku double wkwkwkkwkw


__ADS_2