Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 33


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Naura yang ke 17, kedua orang tua Naura sudah sibuk mengawasi lancarnya pesta ulang tahun yang akan diadakan pada malam hari. Terlihat juga para koki tengah sangat sibuk di dapur terutama koki CDP atau koki khusus bagian pastry yang tengah membuat adonan kue sangat lembut untuk kue ulang tahun Naura. Terlihat juga ibu kepala pelayan sedang membantu pekerjaan dari anggota, pokoknya semua super sibuk dan tidak ada waktu untuk membeda-bedakan dia ini ibu kepala atau bukan.


" ma.... apa mama sudah mengecek aula untuk pesta sebentar nanti malam ?" tanya ayah Naura dan Ibu Naura mencoba menghubungi manajemen hotel tempat yang akan diadakan pesta besar nanti, Naura sedang tertidur dan dia baru sadar kalau hari sudah cerah. Naura bangun, pergi mandi, bersiap-siap pergi ke sekolah.


" pagi ma pa, apa ada acara?" tanya Naura yang memilih duduk disebelah mamanya, Naura tidak sadar kalau hari ini ialah ulang tahunnya dan dia bersikap biasa saja sampai Naura pamit pergi ke sekolah.


" putri kita biasa saja pa?darimana dia dapat sifat Thomas Slebew ? mama saja rasa itu bukan putri kita" cerita ibu Naura ke suaminya dan dia pasti bercerita jika Naura berangkat


" hahaha.... ma putri kita itu sudah dewasa, dia sudah mengerti tugas dan tanggung jawabnya sebagai pewaris ma" jawab ayah dari Naura,


" Hmmmm.... ia pa" jawab Ibu Naura dan mereka berdua melanjutkan lagi mengawasi untuk perayaan pesta ulang tahun putri tercintanya. Inaya yang lagi di tempat rumah sakitnya sedang menunggu para pasien kecilnya,


" halo.... Dokter Inaya disini?" Inaya mendapatkan panggilan telepon tetapi begitu Inaya lihat cuma tertera nomor misterius


" halo... ini Ibu Anastasya, ibu dari Naura. Dokter maaf bibi telepon pagi-pagi sekali" kata Ibu Naura, setelah Naura menceritakan perihal teman pertama ke Michael. Michael malah menceritakan hal sama ke kedua orang tua Naura, kedua orang tuanya senang ternyata putri mereka tidak sombong dan nolep.


" ahhhh.... tidak tante, ada apa tante ?" tanya Dokter Inaya

__ADS_1


" tante ingin mengundang kamu dengan keluarga kamu untuk menghadiri pesta ulang tahun putri bibi pada malam hari pukul 07.00 malam di Hotel Seastar, apa bisa nanti kamu pergi ?" tanya Ibu Naura mengundang Dokter Inaya dan sekeluarga


" terima kasih bibi atas undangannya tapi bi saya tutup dulu ya maaf, ada pasien datang bi" jawab Dokter Inaya yang memang di ruangannya ada pasien


" ahhh baiklah" jawab Ibu Naura dan Ibu Naura lanjut menuju ke pabrik fashion pakaiannya setelah selesai mengurus untuk perayaan pesta ulang tahun putrinya. Dokter Inaya selalu tersenyum ceria demi pasien kecilnya dan Dokter Inaya terpaksa menahan efek kekuatannya agar dia bisa fokus memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien kecilnya. Dokter Inaya bisa tertidur dari jam 12.00 siang sampai jam 12.00 malam karena rumah sakit tempat ayahnya bekerja juga tempat dia menjalankan kegiatan koass mempunyai peraturan bahwa pelayanan umum hanya sampai jam 12.00 saja.


Setelah Dokter Inaya menyelesaikan semua pasien kecilnya dan belum ada lagi pasien kecilnya. Dokter Inaya menghubungi ayahnya dan menceritakan kalau dirinya mendapatkan undangan dari Ibu Naura istri pemilik rumah sakit yang sebagai tempat kerja ayahnya serta tempat dirinya koass. Ayahnya senang dan ayahnya berjanji akan cepat pulang, ayah Dokter Inaya juga berpesan ke putrinya untuk segera tidur memulihkan kemampuannya.


Dokter Achyar sering mendapatkan pasien yang mau menjalankan operasi demi kecantikan, Dokter Achyar sempat mendapatkan pasien yang paling banyak perempuan. Sehabis pulang sekolah, Naura menuju ke tempat cafe dimana Naura tengah berbuat janji menemui Dokter Inaya. Dokter Inaya sudah menunggu dari tadi Naura dan begitu dirinya melihat Naura dia memanggil Naura.


" Inaya, kamu cepat sekali berada disini hahahaah" kata Naura dan mengambil bangku di depan Dokter Inaya. Dokter Inaya pertama meminum obat yang Naura penasaran,


" obat apa itu Nay ?" tanya Naura


" Oh ini obat penghambat rasa kantuk, kau mau memesan ?" tawar Dokter Inaya dan dibalas gelengan dari Naura,


" aku ingin meminta tolong untuk mengajariku semua mata pelajaran kategori IPA, aku mendapatkan informasi dari kekasihku kalau kamu adalah anak emas kebanggan Negara ini" kata Naura dan dia melipat tangannya memohon di depan Dokter Inaya. Dokter Inaya tersenyum gemas dan dia mengeluarkan sebuah buku besar serta dia berikan ke Naura

__ADS_1


" itu adalah buku catatan khususku, semua materi dan penjelasannya ada di buku itu.... aku rasa, aku sudah menulisnya dengan bahasa yang lengkap dan mudah dipahami tapi kalau tidak mengerti kamu bisa menghubungi saya" jelas Dokter Inaya dan Naura senang sekali, untungnya Naura sempat mengadu ke Michael dan Michael memberi saran agar meminta tolong ke Dokter Inaya. Jauh-jauh hari juga setelah Dokter Inaya tidak sengaja menyentuh tangan Naura, dirinya juga melihat kegiatan ini.


" terima kasih Nay, aku pulang duluan ya" kata Naura yang meninggalkan cafe dengan cepat, Dokter Inaya cuma menunjukkan senyumnya saja dan anggukan kecil.


" Nau... kamu jangan terlalu baik ya, sepupumu sudah bergerak jauh dan mereka bakalan bekerja sama dengan mantanmu yang bernama Xavier. Sekarang Xavier sudah menjadi partner bisnis ayahmu, aku terus mendukungmu.... aku lagi bingung apakah aku harus menceritakan tentang kemampuan tersembunyiku tapi tidak ada efek samping sih lagi hanya aku akan tidur sangat lama sehabis ini" gumam Dokter Inaya yang fokus menyetir. Di kamar tidurnya Naura belajar keras, Naura baca-baca catatan yang temannya berikan dan Naura merasa mudah memahami apa yang temannya tulis.


" non... bibi boleh masuk ?" terdengar suara ketukan dan suara panggilan Ibu Marta atau Ibu kepala pelayan di depan pintu kamar Naura,


" masuk saja bi" jawab Naura dari dalam dan Ibu Marta perlahan masuk ke kamar Naura


" non.... ayo non kita bersiap, tuan dan nyonya memberi perintah tadi" kata Ibu Marta dengan sopan dan tidak ditemani beberapa pengikut anggota pelayannya yang siap membantu Naura dan Ibu Marta. Naura yang terdiam setelah mendengar penuturan Ibu Marta berpikir apa ada hari bahagia yang dia lupa, karena jika partner bisnis ayah atau ibunya mengadakan pesta tentu saja ayah dan ibunya belum mengijinkan putrinya ikut.


" astagaaaa" teriak Naura memegang kepalanya, Naura baru ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya sementara Ibu Marta dan yang lain menatap heran dari kejauhan.


" non?" panggil Ibu Marta lagi


" ibu... tolong persiapkan dressku yang sangat bagus, aku mau mandi" jawab Naura terburu-buru dan Ibu Marta tersenyum geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu nona kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2