Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 49


__ADS_3

1 Naura dan sekretarisnya diberikan tugas pertama ialah sebuah proyek besar di kota Makassar. Naura menjalankan apa yang menjadi peluang sangat besar di proyek yang ayahnya berikan. Untungnya Naura bisa menyelesaikan proyek nya dan hasil kerja Naura yang berhasil pertama kali.


" akhirnya kita bisa menyelesaikan nya Pak Dion" kata Naura yang duduk di kursi nya,


" ia nona" jawab sekretaris Dion


" oh ya, sekretaris tolong bawakan aku data terbaru perkembangan harus saham hari ini " perintah Naura,


" baiklah nona" jawab Sekretaris Dion dan segera melaksanakan apa perintah dari nona nya. Naura menunggu data perkembangan saham dari sekretarisnya dengan membaca dan mengelola setiap berkas yang ada di meja nya . Berkas-berkas itu semuanya dari tempat bisnis milik ayah dan ibunya, seperti boutique, toko parfum, hotel, supermarket, mall, dll. Naura juga tidak lupa bercerita semua kesusahannya kepada Michael tunangannya, Xavier yang mendengar Naura telah kembali dari mata-mata nya sangat senang.


Xavier berencana mau terus memberikan bunga mawar merah kesukaan Naura diam-diam.


" hahahah.... kelihatan seru, apa nanti ketahuan dengan tunangannya ya ? gumam Xavier saat dia membayar uang pengiriman. Naura ada rahasia terbesar nya, yaitu dia mempunyai 1 kelompok mafia yang sangat diimpikannya. Naura sudah merencanakan untuk melakukan bisnis ke dunia gelap, Naura mendirikan sebuah klub malam dan rumah protistusi.


Narrator : Para orang kaya sangat keterlaluan, mereka bisa menguasai seluruh dunia hanya cuma mengandalkan uang. Mereka tidak pusing dan mereka yakin hukum tidak bisa menyentuh mereka, yang penting ada uang maka mereka aman. Begitulah yang Naura pikirkan, Naura bisa melakukan semuanya asal ada uang.


   Naura ingin memperluas supermarket Fresh milik nya tapi ada satu masalah, yakni penduduk disana tidak mau pindah. Naura harus bisa menguasai tanah dibelakangnya, berbagai cara dirinya lakukan demi mendapatkan tanah tersebut. Di kantor Naura berdiskusi dengan sekretarisnya untuk masalah tanah tersebut, Naura ingin membayar mereka tapi dengan harga yang murah meriah.

__ADS_1


" susah juga ya hadapi mereka" keluh Naura yang duduk di meja kerjanya dan sekretarisnya hanya menatap serta mendengarkan keluhan Naura,


" ada satu caranya nona" kata Sekretaris Dion memberikan idenya kepada bosnya,


" apa itu ?" tanya Naura


" Nona bisa menyelidiki siapa pejabat yang mereka takuti, tinggal ancam mereka lewat itu pejabat dan kita bayar itu pejabat tapi jangan terburu-buru dulu nona.... pejabat biasanya pintar dan tau bagaimana dia akan menodong kita" kata sekretaris Dion memberikan idenya


" betul juga" jawab Naura dan dia mulai menghubungi lagi tim nya serta memerintahkan buat menyelidiki pejabat yang warga disana takutkan . Sekretaris Dion bingung dan tidak tahu kalau bos nya mempunyai senjata rahasia yang ampuh,


" mereka adalah 100 orang ahli komputer dan hacker professional, mereka kupilih dengan seleksi yang super ketat" cerita Naura ke Sekretaris Dion,


" iya nona, pukul 15.00" jawab Sekretaris Dion,


" baiklah sebelum kita berangkat bertemu klien lagi, tolong berikan sejumlah berkas yang harus ku tanda tangan yang masih tersisa di ruangan mu" perintah Naura dan Sekretarisnya mengangguk ia. Sekretaris Dion membawakan sejumlah berkas yang harus Naura tanda tangani lewat, berkasnya sangat banyak dan Naura tidak lupa merevisi berbagai peraturan serta banyak bisnis kedua orang tuanya Naura ambil dan mengawasi alur jalannya.


Naura tahu ini keputusan akan sangat ditentang apalagi oleh para petinggi yang sudah lama bekerja. Naura tidak ingin pusing dan dia mempunyai rencana untuk mengubah mode kerja semua pekerjanya, Itu adalah yang sangat penting jika bisnisnya mau tetap di posisi puncak.

__ADS_1


" aku ingin membeli beberapa baju APD dan aku ingin menyetock bahan-bahan untuk membangun dan memperbaiki, sekitar 5000 buah dan sudah termasuk semuanya" kata Naura memberikan perintah dan dicatat langsung oleh sekretarisnya,


" terus.... nanti kamu hubungi anak training itu dan suruh datang di kantorku, huh.... kenapa karyawan hotel tidak bisa satu pun harus sombong " ucap Naura kesal karna dia mendapati ada laporan kalau ada anak training berkelahi dengan salah satu staff di Hotel Berin, salah satu hotel bintang tiga milik ibunya.


" nona soal anak training itu, kalau boleh tau kapan nona mau bertemu dengannya ? tanya Sekretaris Dion,


" oh ia.... hahahha astaga, aku cuma main perintah saja, pukul 17.00, terus kamu tolong bawakan daftar undangan yang sudah menumpuk di ruangan penyimpanan undangan yang selama bulan ini ya, habis itu nanti suruh pekerjanya buat cepat-cepat musnahkan undangan yang acaranya sudah lewat" perintah Naura dan diangguk mengerti oleh Sekretaris Dion, hari kedua Naura menjalankan perusahaan dibawah kepemimpinannya yang dia perhatikan banyak sekali masalah terjadi. Ayahnya berada di Negara Kairo yang terletak pada benua Afrika karna ayahnya mau mengelola beberapa negara yang tidak terurus, ayahnya memutuskan akan menjadi pemimpin di negara tersebut.


Mimpi ayah Naura itu Pak Agra ingjn menguasai dunia, Naura tidak mengerti menguasai apaan tapi yang Naura dengar begitu. Kembali ke Naura, Naura memilah-milah undangan mana dia akan pergi lalu undangan yang dia tolak, dia berikan ke sekretaris Dion dan menyuruh juga buat menulis surat permohonan maaf darinya karna tidak bisa menghadiri pesta yang undangan nya ditolak Naura.


" lembur lagi" gumam Sekretaris Dion dalam hati tapi Naura juga punya rencana untuk sekretarisnya. Naura akan mencarikan asistennya dan memasukkan anak magang, Naura membaca dokumen penyetujuan belanja bahan masakan di salah satu restoran sushi milik ibunya.


" kenapa mereka sangat boros sekali sih... perasaan minggu lalu mereka minta beli lagi, seharusnya bahan-bahan begitu bisa bertahan paling 1 bulan doang tapi ini tiap minggu.... hmmm ada yang tidak beres" gumam Naura sendiri dan Naura menulis di buku rencananya untuk menyidak Restoran Mai Sushi yang tiap hari meminta ijin melakukan belanja bulanan. Akhirnya Sekretaris Dion sudah menyelesaikan apa yang Naura suruh dan dia membawa lagi dokumen yang baru masuk serta membantu mengatur dokumen agar Naura bosnya tidak pingsan, sekarang waktu menunjukkan pukul 11.00.


Setelah selesai mengaturnya, Sekretaris Dion meminta ijin buat istirahat makan siang. Naura mengijinkan dan tinggalah dia di kantor sendirian, Naura memandang pemandangan kota Mekarta dari dalam kantornya dan berpikir,


" siapa gerangan orang gila yang sering mengirimkan begini, aku kira hanya ibu tapi aku juga.... bahaya kalau sampai Kak Michael tahu" gumam Naura memikirkan dia juga mengalami apa yang ibunya juga alami, Naura cuma menebak tapi dia bisa tahu siapa pelaku utamanya.

__ADS_1


" apa Jangan-jangan Xavier.... aku sih antara ia atau tidak dan kok aku malah jadi bingung sendiri ya hahahaha" kata Naura bicara sendiri di dalam kantornya.


__ADS_2