Meet 25 Years

Meet 25 Years
Bab 9


__ADS_3

Masih POV Michael Owl


" hahahahha.... Pak ku tersayang, anda polos sekali hahahah, anda seolah-olah mengenal ku dengan penuh cinta ya... Apa anda menganggapku lemah sampai menyodorkan wanita bodoh ? Anda tahu ya aku sudah tahu anak yang dia kandung itu bukan anak ku, dengarkan apa isinya dokumen DNA ini dan silakan nonton film ini" kata Michael Owl dan dua orang anak buahnya segera menjalankan apa Michael Owl singgung, betapa kagetnya Pak Jeri aku sudah lama mengetahui siasat busuknya dan video yang diputar dia juga terkejut terlihat Aula Refinda sedang Melakukan hubungan dengan seorang pria yang jelas bukan Michael Owl.


" Pasangan yang serasi ya" kataku di samping Pak Jeri yang gemetaran,


" jadi ada kata-kata terakhir? Pak Jeri, anda sudah tahu bekerja di perusahaan ku bagaimana ? Oh ya hahaha ada hadiah lagi untukmu, aku hampir lupa" kata Michael Owl dan anak buahnya menyerahkan sebuah remote


" ta da...." kata Michael Owl


" tidak... Tidak, apa yang kau lakukan pada istri dan anak perempuan ku ? Tidak tidak sudah cukup... Sudah !!!!" teriak Pak Jeri saat menyaksikan istri dan kedua anak perempuan nya yang remaja dieksekusi habis-habisan dalam video,


" aku sangat menghargai orang yang jujur dan berpandang lurus tetapi jika ada yang mencoba mau bermain dengan ku, maka kalian semua perhatikan wanita di keluarga kalian akan bernasib sama seperti dia... Mengerti !!!! Kataku memberi peringatan kepada semua anak buahku,


" bagaimana hasil karyaku? Ada yang ingin kau minta ? Tanya ku sekali lagi karena aku sudah pastikan orang ini mengalami syok barat karena dirinya terdiam,


" ya sudah.... Eksekusi dia" perintah ku ke algojoku dan melangkah keluar diikuti oleh semua anak buahku,


" aku ada perintah tangkap gadis itu dan bawa kehadapanku" kata ku dan dianggukan mengerti oleh beberapa anak buahku, siapa lagi yang diincar oleh Michael Owl ini.

__ADS_1


Pov Naura


Aku lagi melamun di dalam ruangan Ibu Citra, Ibu Citra meminta ijin ke Ibu Juliana untuk membantu nya mengurus beberapa berkas tapi Ibu Citra ingin membahas perihal bukti yang saya kumpulkan. Oh ya Ibu Citra lagi bertemu dengan tamunya di ruangan tamu Rumah Sakit, sebelum aku pulang dan besok aku harus kembali ke mansion aku berjanji untuk menemui 2 selir Ibu Juliana. Aku sedang menscrolling internet dan membaca beberapa berita terbaru di kantor Ibu Citra untuk mengusir rasa bosan ku, aku menemukan 1 berita yang sangat menarik tentang Yoedu Entertainment.


" Yoedu Entertainment adalah perusahaan manajemen artis yang artis dan trainee nya paling banyak melakukan bunuh diri ? Diduga karena kasus pelecehan seksual terhadap trainee yang membuat mereka bunuh diri.... Ini gila, itu perusahaan milik Ibu di Negara Korsel Dan Nipan , siapa lagi yang mau menyabotase ibu" gumamku geram karena aku pernah mengunjungi perusahaan manajemen hiburan milik ibu yang ini, aku berencana mau mengunjunginya nanti hari senin berikutnya.


" aduh nak, mohon maaf rapatnya kali ini lama... Maaf ibu membuatmu menunggu lama" kata Ibu Citra yang sudah sampai ke ruangannya,


" ibu aku ingin membicarakan ini kepadamu... Besok aku akan pulang dan kembali ke mansion, kedua orang tuaku sudah menyuruhku pulang, aku ijinkan ibu memberikan alasan apapun jika ada yang menanyai keberadaan ku dan aku berjanji Rumah Sakit Elios sebentar lagi pulih" kataku memberikan pesan terakhir kepada Ibu Citra,


" ibu senang.... Ibu bisa menjadi orang pertama bertemu dengan putri calon bos ibu, ibu merasa bahagia, semua keluh kesah kami terjawab.... Ibu mencintai rumah sakit ini, ibu berusaha untuk mendapatkan staff medis terbaik tapi ibu mohon maaf ibu cuma seorang HRD" kata Ibu Citra yang aku tahu maksudnya juga adalah agar aku juga memberikan pelajaran kepada General Manager Rumah Sakit Elios tapi nanti setelah announcement dari ibuku sendiri.


Aku pamit mau kembali ke kantor Ibu Juliana tapi di perjalanan aku bertemu Rendi, sedikit canggung dan Rendi memintaku berbicara berdua diatas atap.


" ia aku kan anak magang" jawabku singkat


" apa kau tidak berniat mau kerja disini kembali ?" tanyanya lagi dan kini Rendi berani menatapku


" Rend... Tunggu lah, aku masih sekolah" jawabku singkat dan membalas menatapnya

__ADS_1


" sampai kapan aku harus menunggu huh.... Aku tidak tahu perasaanku sangat aneh bisa menyukai wanita yang beda umurnya sangat jauh dari saya tapi apa daya aku hanya laki-laki pengecut... Aku cuma berharap kamu bisa bahagia dan bisa bertemu kembali lagi" ucap Rendi yang memberikan kalimat perpisahannya kepadaku, Rendi memutuskan mengubur cintanya walaupun aku menerima cintanya tapi Rendi entah kenapa tidak berniat menjalin hubungan. Rendi bilang dia tidak ingin dulu sakit hati ya aku menghargainya saja lagian aku aslinya tidak memiliki perasaan cinta untuknya.


" baiklah... Kakak juga, aku pamit dulu takutnya Ibu Juliana mencari ku" kataku berbalik pergi dan Rendi menatapku sedih. Aku tidak bisa jujur padanya kalau aku membuat dia jatuh cinta karena ada tujuan, aku merasa bersalah tapi aku terpaksa, aku sudah perlahan menjadi manusia Janus, apa yang harus aku lakukan aku masih membenci Manusia Janus. Jam pulang pun tiba, aku pamit pulang duluan karena semua pekerjaanku telah selesai.


Sesuai janji yang aku buat dengan Pak Bar Manager Rose Dcila, aku masuk menjadi bar Attendant magang dan Pak Bar Manager memang terbaik. Meja pesanan Ibu Juliana tepat berada didepan ku jadi aku bisa melihat tingkah lakunya, untungnya aku sudah tau dan sudah berdandan ala wanita yang sederhana. Pas saja bintang utama sudah datang sambil merangkul kedua selirnya, benar-benar wanita murahan dan menjijikan yang kulihat sekarang.


" aduh sayang-sayangku aku rindu sama kalian, bagaimana studi kalian hmmm?? Tanya Ibu Juliana manja ke kedua selirnya,


" studi ku baik mom" kata selir yang kesatu,


" aku juga mom" kata selir yang kedua, mereka memanggil Ibu Juliana sebagai mom karena Ibu Juliana memelihara mereka dari uang yang telah dikorupsinya,


" sayang-sayangku... Aku ada kedatangan seorang karyawan magang wanita, mau lihat ?" tanya Ibu Juliana dan dia mengambil handphonenya serta memperlihatkan fotoku ke kedua selirnya, aku tidak sempat mendengar penilaian mereka lagi karena ada pelanggan yang memanggilku untuk memesan minuman,


" mau pesan apa pak ?" tanya ku berperilaku lumayan sopan,


" kamu cantik ya... Kemari" kata pelanggan itu yang berusaha mau melecehkanku,


" bapak jangan sembarang pegang ya, mau pesan apa pak? Tanyaku sopan dan berusaha menegur dengan sopan,

__ADS_1


" aku akan memborong semua stock minuman mu tapi dengan catatan kau harus menemaniku disini" kata pelanggan itu dengan tegas, aku pun panik disisi lain aku harus tidak boleh membuat rugi Pak Bar Manager karena beliau sudah menolongku, aku pun marah dan Untungnya biarpun pak Manager melihatku tapi aku bisa menilai dia sengaja tidak ingin ikut campur agar aku bisa melindungi diriku sendiri.


" kamu gadis yang sombong, belagu.... Berapa sih harga mu huh !!! Ini ini" kata pelanggan itu yang menuangkan uang 100 ribu sangat banyak diatas kepalaku, kalau kalian mau tahu aku seorang Putri yang dibesarkan di keluarga sopan santun, dihormati, dan berakhir dilecehkan seperti ini ?  Tentu aku sangat marah bahkan ingin rasanya mencabik-cabik muka tua dari pelanggan yang memanggilku tadi tapi aku harus diam agar Pak Manager tidak merugi.


__ADS_2